
“ Dokter bilang kalau Sarah tidak keguguran .” ucap mama Widya . Wanita itu menatap Fabian yang tampak semakin frustasi .” Dia hanya mengalami shock dan sedikit tekanan tapi kandungannya baik- baik saja.”
“ Astaga ! aku benar- benar menyesal terhadap Nayara.” lirih Fabian. Ia sangat terpukul ketika menyadari karena hal yang tidak terjadi dia menampar bahkan menceraikan Nayara dalam sekejap.
Mama Widya menepuk bahu anaknya pelan. " " Masuklah , temui istri kesayanganmu itu. Mulai sekarang kamu harus mengurusnya dengan baik.”
Mama Widya melangkah ke parkiran dan segera masuk ke dalam mobil. Dia meminta sopir agar pulang karena ada banyak hal yang ingin dibicarakannya dengan Nayara dan juga suaminya.
Sedangkan di rumah , Nayara mengurung diri di dalam kamarnya. Dia menatap jumlah saldo di dalam rekening dan menimbang- nimbang apa yang harus dilakukannya setelah ini. Nayara tidak punya siapa-siapa lagi. Orang tuanya sudah meninggal , sementara sanak saudaranya tidak ada kabar pasca perusahaan ayahnya bangkrut dan ayahnya jatuh sakit.
Lalu sekarang pernikahannya dengan Fabian juga kandas. Nayara benar-benar merasa dunianya sedang jungkir balik tanpa ada yang berpihak padanya. Dan diantara kekacauan pikirannya, dia memutuskan untuk membenahi hidupnya sendiri. Dia tidak ingin bergantung pada siapapun lagi.
Di lantai bawah, papa Adrian duduk termenung di ruang kerjanya. Dia menatap pigura yang berisi potret kebersamaannya dengan Irvian Rajasa saat mereka masih muda dulu. Irvian adalah sahabat yang banyak membantunya ketika susah. Tidak terhitung jasa baik Irvian terhadap dirinya . Awal mereka menjodohkan Fabian dan Nayara adalah karena janji mereka di masa muda dulu. Dengan sakitnya Irvian membuat keduanya mempercepat pernikahan Nayara dan Fabian saat itu. Tapi kini pernikahan putranya dan Nayara hanya menyisakan duka. Andai saat itu dia tidak meminta Nayara bertahan apakah kejadiannya akan berbeda?
Dia pikir Fabian bisa berubah tapi Adrian salah sikap Fabian dari hari ke hari malah membuat Nayara semakin tersakiti andai saat itu ia tidak egois hanya karena janjinya untuk tetap menjaga Nayara dan menjadikan wanita itu bagian dari keluarganya , mungkin dengan bercerai dengan Fabian Nayara malah jauh lebih bahagia dari pada saat ini. Adrian menyesal andai tahu begini mungkin sejak kemarin dia membiarkan Nayara bercerai saja dengan Fabian. Sungguh dia malu pada Irvian atas sikap putranya.
Adrian menyayangi Nayara seperti anaknya sendiri, jadi mempertahankan Nayara dan memintanya bertahan bukan karena ia meminta Nayara balas budi karena ia sudah membiayai pengobatan sang ayah dulu dan sudah menjaga serta merawatnya dengan penuh kasih sayang karena sebenarnya justru ia lah yang merasa berhutang budi pada ayah Nayara, tapi sepertinya kasih sayangnya yang hanya ingin mempertahankan Nayara agar tetap menjadi bagian keluarganya malah membuat wanita itu merasakan tekanan yang cukup dahsyat, entah sudah seperti apa luka hatinya saat ini. Adrian pun tak bisa membayangkannya .
“ Sekarang bagaimana, Pa? Apa yang akan kita lakukan pada Nayara?” Mama Widya bertanya dengan wajah penasaran dan bingung.
“ Dimana Nayara ?” Papa Adrian malah balik bertanya . Dia tersentak saat tiba- tiba mama Widya datang menghampirinya , ia tersadar dari lamunan masa lalunya bersama sang sahabat. Dan baru teringat akan Nayara, papa Adrian belum sempat melihat keadaan mantan menantunya itu setelah putranya baru saja menceraikannya.
“ Dia ada di kamarnya. Pelayan yang mengantarkan makanan ke sana melihatnya sedang menyusun baju ke dalam koper. Sepertinya Nayara ingin pergi dari rumah ini.” jawab mama Widya.
__ADS_1
Papa Adrian menggeleng pelan.” Dia tidak boleh pergi dari rumah ini, biar bagaimanapun Nayara tetap bagian dari keluarga kita, kita orang tuanya saat ini .” bukan ingin menahan Nayara tapi tanggung jawabnya pada wanita itu, dia adalah amanah yang dititipkan Irvian jadi tidak mungkin dia membiarkan Nayara sendirian tanpa keluarga di luar sana. Apakah ini bisa disebut egois ? Entahlah yang ada dipikiran papa Adrian saat ini hanya menjalankan amanah yang dititipkan ayah Nayara.
“ Tapi dia sakit hati , Pa. Dia ditampar oleh Fabian dan diceraikan dalam waktu yang bersamaan.” timpal Mama Widya.
“ Kamu punya pendapat yang lebih bagus?” tanya Adrian pada sang istri.
Belum sempat mama Widya mengutarakan pendapatnya , pintu ruang kerja papa Adrian diketuk dari luar. Tidak lama kemudian , Zavian muncul dan ikut bergabung bersama orang tuanya.
“ Aku punya permintaan, Pa.” ujar Zavian seraya menatap mata papanya.
“ Sebutkan saja.” pinta Adrian dengan tatapan penuh curiga.
“ Aku ingin menikah…...” Zavian berkata dengan tenang , sementara itu kedua orang tuanya menanti dengan tegang siapa yang ingin Zavian nikahi.” Dengan Nayara.”
“ Jangan gila Vian!” mama Widya tidak dapat menahan rasa terkejutnya. Matanya bahkan sampai melotot ke arah putra keduanya yang malah membalasnya dengan cengengesan.
“ Iya , aku tahu. Tapi mereka sudah manta berpisah kan? Apa salahnya kalau aku masuk ke tengah-tengah mereka ? Toh aku yakin bersamaku Nayara pasti lebih bahagia.” ucap Zavian dengan yakin dan penuh percaya diri.
Ia sama sekali tidak punya rasa simpati sama sekali atas hancurnya pernikahan kakaknya dan Nayara. Menurutnya sejak awal memang Fabian lah yang sudah menghancurkan pernikahannya sendiri. Andai saja kakaknya bisa membahagiakan Nayara mungkin Zavian tidak akan bergerak maju masuk di antara hubungan Fabian dan Nayara yang sedang merenggang.
Dia berusaha ikhlas melepaskan Nayara dan mengubur dalam- dalam perasaannya ia berharap saat itu sang kakak bisa membuat Nayara bahagia tapi sayang setelah melihat Nayara yang tersakiti membuat keinginannya merebut Nayara semakin kuat. Ia meyakinkan dirinya untuk maju dan mengambil Nayara dari sisi kakaknya.
Mungkin caranya salah tapi itu satu- satunya cara melepaskan Nayara dari rasa sakit yang selama ini ditahannya. Ia ingin melindungi dan membahagiakan wanita yang sejak lama ia cintai itu.
__ADS_1
“ Tapi gak secepat ini, Vian.” sahut mama Widya kemudian.
“ Memang gak perlu secepatnya , Ma. Yang penting papa dan mama merestui niat baikku agar Nayara tetap menjadi bagian dari keluarga kita.” tukas Zavian kemudian.
Widya dan Adrian saling pandang untuk beberapa saat, setelah itu Adrian barulah bersuara.
“ Sejak kapan kamu menyukai Nayara?” tanya papa Adrian blak-blakan .
“ Sudah lama, sejak pertama kali dia datang bersama Ayahnya ke rumah ini. Tapi sayang aku harus menepis perasaanku yang baru saja tumbuh karena ia sudah dijodohkan dengan Fabian lebih dulu. Andai saat itu Nayara menolak mungkin aku akan maju dan berjuang untuk mendapatkannya, tapi sayang dia menerima perjodohan itu demi membahagiakan ayahnya jadi aku terpaksa mengalah , lebih tepatnya aku kalah bahkan sebelum memulai berjuang.
Dan sejak saat itu aku berusaha melupakan Nayara dan mengikhlaskannya menjadi istri Fabian asal Nayara bahagia tapi aku salah Fabian hanya memberikan luka yang besar untuk Nayara bukan kebahagiaan.” jelas Zavian tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Mama Widya menggeleng- gelengkan kepala melihat sikap putra bungsunya yang selalu berhasil membuat kejutan untuknya.
“ Jadi papa menyetujui niat baikku atau tidak ?” tanya Zavian mendesak sang papa untuk segera menjawab pertanyaan yang sejak tadi ia lontarkan.
“ Biar Nayara yang membuat keputusan untuk dirinya sendiri.” jawab papa Adrian yang mencoba bersikap bijaksana, ia tak mau lagi memaksa apapun mengenai hidup gadis itu hanya masalah tempat tinggal , yang ia inginkan Nayara tetap bersamanya di rumah ini.
” Tanyakan padanya, apakah dia mau menjadi istrimu atau tidak.”
Zavian mendesahkan napas gusar. Dia takut jika Nayara menolak dirinya, apalagi jika tanpa campur tangan papanya. wanita itu memang susah ditebak dan sedikit keras kepala.
.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa guys, tinggalkan jejak.. like, komen dan hadiah nya jgn lupa.. mohon dukungannya . Saranghae 🫰🫶