
“ Di-dia yang mulai duluan, mas.” lirih Nayara pelan.
Plak !
Nayara terhuyung hingga tubuhnya mundur beberapa langkah ke belakang. Dia menangkup pipinya yang perih dan panas akibat tamparan Fabian barusan. Lalu sebuah suara menggema menghardik pria itu.
“ Fabian ! Berani- beraninya kamu menampar Nayara!” suara itu membuat Nayara menoleh dengan gerak lambat.
Di sana ada papa Adrian yang diikuti oleh Zavian. Pria paruh baya itu tampak marah melihat apa yang dilakukan oleh anaknya. Zavian juga tampak murka.
“ Papa….” desis Fabian pelan.” A-aku gak sengaja, aku khilaf.”
Zavian maju dan meninju rahang kakaknya itu hingga Fabian jatuh tersungkur.” Kurang ajar ! Berani banget lo nampar Nayara .”
Mama Widya segera melerai keduanya dan meminta agar mereka tenang. Tapi Zavian masih tidak terima melihat bagaimana sikap Fabian terhadap Nayara. Pria itu mengumpat Fabian habis - habisan.
“ Minta maaf pada Nayara!” bentak papa Adrian dengan setengah menghardik anak sulungnya.
“ Tapi dia sudah membuat Sarah keguguran, Pa!” seru Fabian tidak terima. Dia berdiri dan menatap Nayara dengan kemarahan yang masih tersisa.
“ Minta maaf !” hardik sang papa sekali lagi. Terlepas apapun kesalahan Nayara , tindakan Fabian tidak dapat ia benarkan dengan berbuat kasar pada seorang wanita. Anak pertamanya itu sudah menyakiti hati Nayara begitu dalam dan sekarang fisik Nayara pun ikut ia sakiti. Sungguh Adrian tidak dapat membelanya lagi kali ini. Fabian sudah sangat keterlaluan. Betapa malunya dia pada almarhum orang tua Nayara , karena ternyata anaknya tidak bisa membahagiakan putri semata wayang mereka. Baru setahun menikah sudah banyak luka yang ditorehkan sang anak pada Nayara.
Fabian menghadap Nayara sambil berucap .
“ Maaf, Nay.”
Nayara menggelengkan kepalanya. Air matanya berjatuhan tanpa henti. “ Ceraikan aku !” ucap Nayara dengan mantap .” Ceraikan aku sekarang juga !”
Fabian menatap papanya dan pria itu mengangguk. Setelah apa yang dilakukan oleh Fabian, dia tidak ingin lagi membuat Nayara terjebak dalam pernikahan yang menyakitkan ini .
__ADS_1
“ Kabulkan permintaannya, Bian. Ceraikan Nayara sekarang !” pinta papa Adrian.
“ Baik.” ujar Fabian sambil mengangguk.” Aku menceraikanmu, Nayara Rajasa !”
Nayara meneteskan air matanya yang meleleh semakin deras, tapi perasaannya tidak lagi sakit. Detik selanjutnya Zavian menghampiri Nayara dan menarik tangannya menjauh dari sana.
“ Selamat menempuh hidup baru , Nayara. Kupastikan setelah ini kamu akan jauh lebih bahagia.”
Fabian menatap tangannya yang gemetar. Dia tidak percaya telah melayangkan tamparan pada Nayara . Parahnya lagi, dia juga mengucap kata cerai yang membuat pernikahan mereka kandas dalam sekejap.
“ Aku terlanjur emosi, Ma. Aku gak pernah bermaksud untuk menampar Nayara, apalagi sampai menceraikannya.” Fabian berkata penuh sesal.
“ Nayara memang bersalah karena sudah bertengkar dengan Sarah, tapi kalian berdua jauh lebih salah .” Mama Widya berkata dengan penuh kejujuran. Ditatapnya Fabian dengan sorot kecewa. “ Semenjak menikah dengan Sarah, kamu bahkan melupakan kewajibanmu pada Nayara. Kamu selalu sibuk dengan istri barumu sampai lupa bahwa ada hati lain yang harus kamu jaga. Lalu sekarang kamu malah menyakiti Nayara dengan cara seperti ini.”
“ Aku khilaf, Ma.”
“ Berhenti menyembunyikan kesalahanmu di balik kata khilaf! Kamu gak khilaf sama sekali, Bian!” mama Widya membentak anaknya dengan kemarahan yang tertahan. “ Kamu bahkan gak bertanya bagaimana kronologis kejadiannya. Kamu gak bertanya siapa yang mulai duluan. Tapi kamu seenaknya main tampar seolah-olah Sarah tidak boleh diganggu sedikitpun !”
Wanita di hadapan Fabian menggeleng tegas dan mengangkat tangannya . Dia terlihat lelah dengan sikap anaknya yang selalu bertindak di luar batas.
“ Mama capek belain kamu terus.”
Fabian mengusap kasar wajahnya yang teramat frustasi. Dia tidak menyangka bahwa emosi sesaatnya akan berdampak seburuk ini.
“ Dulu kamu bilangnya juga khilaf gak bermaksud untuk selingkuh dengan meniduri Sarah. Tapi kenyataannya, setelah menikahi Sarah kamu malah mengabaikan Nayara. Sikap kamu benar-benar menyakitkan. Wajar kalau seandainya Nayara minta cerai.” sindir mama Widya yang masih terus menyalahkan sikap putranya selama ini.
Lama Fabian termenung di lorong rumah sakit. Bahkan dia menolak untuk menemui Sarah yang sudah selesai ditangani oleh dokter. Jadi, mama Widya yang berinisiatif untuk masuk dan menanyakan keadaan Sarah pada dokter yang menangani.
“ Pasien mengalami shock hingga terjadi pendarahan . Tapi kandungannya baik-baik saja.”jelas dokter yang baru saja menangani Sarah.
__ADS_1
Sebuah print out hasil USG diserahkan oleh seorang perawat. Mama Widya menatap kertas berisi tampilan janin itu dengan emosi yang hampir saja meledak. Tapi sebagai seorang wanita terhormat dia harus bisa menjaga sikapnya di muka umum.
Setelah mendapat penjelasan dari dokter , mama Widya berjalan menuju ranjang dimana Sarah sedang terbaring. Dia menatap istri kedua anaknya itu dengan tatapan penuh amarah.
Sarah meringis dan berlagak sedang menanggung sakit luar biasa . Dia ingin mendapat perhatian dari ibu mertuanya atas kemalangan yang terjadi padanya. Sayangnya, Mama Widya tidak akan melakukan hal itu.
“ Fabian telah menceraikan Nayara.” ujar Mama Widya dengan nada kurang senang.
“ Aku gak menyangka akan jadi seperti ini.” gumam Sarah. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang diyakini sebagai sebuah kepura-puraan.
“ Oh, iya. Kandunganmu baik-baik saja.” lanjut mama Widya lagi.
“ Syukurlah.” desah Sarah dengan suara pelan. “ Tadi itu benar-benar menakutkan untukku. Aku gak rela jika janin ini sampai gugur karena perbuatan Nayara.”
“ Karena perbuatan Nayara atau karena perbuatanmu sendiri?” tanya mama Widya sambil menahan geram. Andai saja ia tak hamil anak Fabian sudah dipastikan ia tak akan merestui pernikahan putranya dengan Sarah yang ia tahu tipe wanita seperti apa dia.
“ Ma, aku ini korban. Nayara yang sudah membuatku harus berakhir di sini. Dia itu gak suka sejak awal sama aku , Ma. Dia sengaja melakukan ini agar aku keguguran, dia gak rela mas Bian selalu memperhatikan aku karena kehamilan ini, Nayara iri karena dia gak bisa hamil kaya aku. Dia mandul, wajar kalau mas Bian menceraikannya juga toh gak ada gunanya mempertahankan wanita yang tidak bisa memberi penerus seperti Nayara.” ucap Sarah membela dirinya.
Mama Widya hanya mendecih sinis menanggapi ucapan menantu keduanya itu.
“ Perlu kamu tahu, walaupun Fabian sudah menceraikan Nayara, bukan berarti kamu bisa merasa senang, Sarah.” Mama Widya mendekat menyentuh rahang Sarah untuk mengamati luka bekas cakaran di pipinya.
“ Kamu gak akan pernah bisa menggantikan posisi Nayara sebagai menantuku!”
Wajah Sarah mendadak tegang dan dia tidak bisa berkata apapun. Tatapan tajam dan kalimat pedas dari mertuanya sudah cukup untuk membuat nyalinya ciut.
“ Dasar perempuan siallan ! kehadiranmu membuat keluargaku semakin kacau saja !”
Setelah berkata begitu mama Widya keluar dari bangsal rawat Sarah dan menemui Fabian yang masih tampak kacau.
__ADS_1
.
...****************...