Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Rencana jahat


__ADS_3

Setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit, Fabian kembali pulang ke rumah. Dengan berat hati dia kembali menginjakan kaki di rumah megah itu. Perasaannya semakin sakit saat menyadari bahwa kini dia akan tinggal satu atap dengan Nayara yang telah resmi menjadi istri Zavian. 


Tidak hanya Fabian yang cemburu melihat kebersamaan Nayara dan Zavian selepas keduanya resmi menjadi suami istri. Tapi Sarah juga uring-uringan ketika melihat betapa  berkilaunya Nayara di matanya. 


Sarah selalu mengusahakan berbagai cara untuk menjatuhkan Nayara. Dia tidak terima jika sosok wanita yang pernah menjadi madunya itu hidup lebih bahagia dibandingkan dirinya. 


Saat papa Adrian tidak bisa bergabung di meja makan, Sarah seolah memiliki kesempatan emas untuk menyerang Nayara. Dia menunjukkan siapa dirinya dengan terang-terangan.  Seperti saat ini ketika meja makan hanya diisi oleh mereka berempat. 


Sarah menyerang Nayara dengan begitu sengit. “ Padahal baru kemarin kamu masih jadi maduku , tapi sekarang statusmu malah berubah menjadi adik iparku.” cibir Sarah dengan tatapan mengejek Nayara.


“ Bagaimana rasanya menikahi adik dari mantan suamimu sendiri?” 


“ Rasanya jauh lebih baik karena tidak harus berbagi suami dengan wanita sepertimu.” jawab Nayara dengan tenang. Dia bahkan tidak melirik ke arah Fabian yang sedang memasang wajah kaku. 


“ Zavian pasti akan menyesal karena telah menikahimu.” celetuk Sarah .


“ Oh, ya ? Suamiku menyesal karena apa?” tanya Nayara yang pura-pura antusias dengan ucapan pancingan barusan.


“ Menyesal karena kamu mandul .” jawab Sarah penuh penekanan di akhir kalimatnya. Dia mengusap-usap perutnya dengan penuh kebanggaan. “ Wanita sepertimu mana bisa begini.” lanjut Sarah lagi dengan angkuh.


“ Nayara tidak mandul ! Jangan asal tuduh !” Hardik Zavian yang muak dengan ocehan Sarah yang selalu menyerang istrinya. 


“ Buktinya selama setahun menikah dengan mas Fabian dia tidak kunjung hamil.” timpal Sarah. Dia menatap Nayara dengan sorot mata meremehkan. “ Apa sebutan yang pantas untuk wanita yang tidak bisa hamil selain mandul?” 


“ Kami menikah tujuannya untuk berbahagia dengan cara saling melengkapi dan menemani satu sama lain sampai akhir usia, bukan cuma sekedar melahirkan anak saja.” balas Zavian.


“ Halah, itu hanya sebatas pemanis bibirmu supaya gak nyesek punya istri mandul .” sahut Sarah dengan senyum menyeringai.  


Fabian menyenggol bahu Sarah dan meminta agar wanita itu menutup mulut. Tapi semakin diladeni maka Sarah akan semakin menjadi-jadi . Mana mau dia diam jika egonya belum kenyang. 


“ Iya, aku tidak bisa sepertimu.” ucap Nay kemudian meletakkan alat makan ke sisi piring sebagai pertanda bahwa makannya sudah selasai. “ Karena hanya wanita ****** yang mau jadi selingkuhan suami orang bahkan sampai hamil segala.” 

__ADS_1


Setelah berbicara begitu, Nayara berdiri dan langsung meninggalkan meja makan. Zavian juga meletakkan sendok dan garpunya ke sisi piring dan memilih menyusul istrinya. Sekarang tinggallah Fabian dan Sarah di meja makan yang besar itu .


“ Kamu bisa jaga sikap, gak sih !” geram Fabian menatap kesal istrinya. Dia kesal melihat Nayara pergi dari meja makan, padahal Fabian masih belum puas menatap wanita itu meski dengan cara diam-diam.


“ Kenapa ? Kamu juga ikut gak rela aku menghina Nayara mandul? Buktinya memang benar begitu kan ?” tanya Sarah sedikit ketus.


“ Terus apa untungnya kamu bicara begitu, hah ?” bentak Fabian semakin kesal .


“ Mas kamu belain dia?” tanya Sarah semakin sewot. “ Aku ini istrimu, sadar mas !”


“ Asal kamu tahu ya, aku menyesal telah menikahimu!” bentak Fabian. 


Kemudian Fabian pergi meninggalkan meja makan dan berlalu meninggalkan istrinya. Sarah juga ikut menyusul Fabian yang berjalan ke dalam kamar. 


“ Sekali lagi kamu membuatku kesal, kutendang kamu dari rumah ini.” ancam Fabian.


“ Ta-tapi aku sedang mengandung anakmu.” lirih Sarah. Wanita itu sudah tak seemosi tadi mendengar ancaman Fabian yang sepertinya tak main-main terlihat dari tatapan mata pria itu.


“ Aku tidak peduli ! Kalau kamu bertingkah , silahkan angkat kaki dari rumah ini dan besarkan anak itu sendiri !” ancam Fabian yang semakin membuat nyali Sarah menciut. 


Semenjak kejadian itu, Sarah menjadi lebih pendiam jika ada Fabian. Tapi di belakang suaminya, Sarah masih mengibarkan bendera permusuhan dengan Nayara. Kebenciannya pada Nayara semakin menjadi-jadi dari hari ke hari.


Di sisi lain, Nayara hanya mau bergabung di meja makan jika ada Papa Adrian atau Mama Widya. Dengan begitu, dia bisa terbebas dari mulut pedas Sarah yang menyakiti hatinya.


Hari ini Zavian menelepon Nayara dan mengatakan bahwa dirinya akan pulang telat. Jadi, dia meminta Nayara untuk tidur duluan tanpa menunggunya. Nayara belum lama tertidur saat dia merasakan seseorang meraba tubuhnya. Ketika membuka mata, Nayara kaget mendapati kamarnya yang gelap gulita, padahal dia tidak terbiasa tidur dalam keadaan lampu mati. 


“ By….” ucap Nayara sambil mendorong tangan yang menjamahnya. 


Seseorang yang kini berada di dekatnya tidak bersuara sama sekali, tapi Nayara mengenali aroma tubuh yang pernah familiar dengannya. Jantungnya berdegup cepat dengan ketakutan yang melanda hebat. 


“ Aaaaaakkkkk……” 

__ADS_1


Setelah itu Nayara berteriak sekuat tenaga , dia meraih benda apa saja untuk dijadikan perlindungan. Teriakan Nayara menggema ke seluruh kamar hingga keluar. 


Nayara menemukan gelas kaca di atas nakas dan langsung menghantamkan benda itu kepada sosok pria yang kini berusaha membekap mulutnya agar berhenti bersuara.


Terdengar bunyi pecahan kaca yang berderai bersamaan dengan lampu ruangan yang menyala terang. Dia terperanjat kaget melihat Fabian sedang berhadapan dengannya. Pelipis pria itu mengucurkan darah akibat hantaman gelas barusan. 


Sedangkan di ambang pintu, Zavian berdiri dengan mata melotot tajam. Detik selanjutnya, Fabian tumbang ke lantai. Seumur hidupnya Zavian belum pernah memukul kakaknya. Karena Papa Adrian selalu berkata bahwa sesama keluarga tidak boleh saling menyakiti. Tapi kali ini Zavian mengabaikan pesan yang pernah Papanya katakan sejak dulu. 


Awalnya satu tinju bersarang di rahang Fabian dan disusul dengan tinju selanjutnya. Zavian berkali-kali mengumpat kasar dengan emosi yang menggelegak. 


“ Berani-beraninya kamu melecehkan istriku ! Brengssek !” teriak Zavian murka . 


“ Akh!” Fabian kembali terkapar di lantai.


“ Nayara punya gue !” lanjutnya seolah tak takut sama sekali dengan amukan Zavian yang semakin menggila.” 


“ Badjingan ! Bangshat !” teriak Zavian yang terus menerus mengumpat kasar sambil terus memukuli kakaknya itu. 


Fabian ingin membalas tapi gerakan Zavian jauh lebih cepat menghantam rahangnya berkali-kali. Telinganya mendengung dengan rasa sakit yang menjalar hebat ke seluruh kepala. Darah di pelipisnya semakin mengalir hingga nyaris membasahi sebagian wajahnya. 


Seolah tidak puas, Zavian terus melayangkan pukulan meskipun tahu kakaknya tidak akan sanggup melawan. Kemarahannya telah melewati batas wajar dan dia tidak sanggup lagi untuk berpikir tenang. 


Nayara berdiri di sudut kamar, dia tidak berani mendekat untuk melerai Zavian yang tampak sedang dikuasai emosi. Nayara hanya menjerit ngeri setiap kali pukulan Zavian singgah ke tubuh Fabian.


Tidak lama setelah itu, Papa Adrian dan Mama Widya langsung masuk ke dalam kamar dan memisahkan kedua anak mereka. Papa menenangkan Zavian sedangkan Mama mendekap Fabian. 


“ Kamu kenapa, hah?” bentak Papa Adrian sambil mendorong Zavian menjauh dari kakaknya. “ Kenapa kamu memukuli kakakmu sampai separah itu?” 


.


...****************...

__ADS_1


Like tiap bab nya jangan lupa.. rate bintang 5 juga ya. Saranghae 🫰🫶


Akan Up tiga bab hari ini.. tungguin ya..


__ADS_2