
Saat mengetahui bahwa Austin tidak mau membantu Claire untuk mempertahankan Zavian supaya ada di dalam tim yang sama, akhirnya Nick mencoba mencari kesempatan. Dia menawarkan sebuah kesepakatan yang tidak bisa ditolak oleh Claire. Kesepakatan yang akan menguntungkan mereka berdua.
“ Tidak kusangka kita akan memiliki selera yang sama,” ujar Nick menatap penuh arti pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.
“ Selera yang sama ?” ulang Claire dengan mengernyitkan dahinya samar. Claire paham maksud ucapan Nick karena ia tahu Nick juga menyukai istri temannya, tapi dia ingin memastikan maksud ucapan Nick barusan .
“ Sama-sama menyukai orang Asia,” jelas Nick.
Claire buru-buru mengibaskan tangannya .
” Dia tampan, manis dan kaya. Itu semua harus dimanfaatkan dengan baik. Jadi, buat aku tidur dengannya.”
“ Wah, istrinya pasti akan sangat marah,” tukas Nick.
“ Bukankah itu akan menjadi kesempatanmu untuk menghibur istrinya yang sedang hamil ?” tanya Claire .
“ Bagaimana jika segalanya tidak berjalan dengan baik ? Apa yang harus kita lakukan ?” tanya Nick kemudian. Ia sadar bahwa tak semua yang ia lakukan akan berjalan lancar , dirinya butuh plan B jika nanti rencananya bersama Claire harus gagal.
“ Aku akan berdalih seolah-olah semua itu terjadi karena dia melecehkanku. Dengan begitu aku akan menuntutnya ke pengadilan dan meminta kompensasi yang sangat besar.” ucap Claire. Semua sudah direncanakannya dengan sangat matang sehingga dia tidak perlu khawatir rencananya berhasil atau gagal karena dia tetap akan mendapat keuntungan, pikirnya.
“ Jahat sekali,” celetuk Nick yang tidak menyangka bahwa Claire adalah wanita yang sangat licik.
“ Sudah kubilang, semakin dia menolakku maka aku juga semakin berhasrat untuk memilikinya .Lagipula , kamu harus tahu bagaimana cara memanfaatkan imigran kaya raya seperti dia. “ ujar Claire dengan senyum sinis di wajahnya.
Setelah kesepakatan itu, akhirnya Nick melancarkan aksinya dengan sangat halus. Dia mengajak Austin dan beberapa teman lainnya berkumpul di salah satu pub dan meminta Zavian agar ikut serta. Setelah dibujuk sedemikian rupa, akhirnya Zavian bersedia datang dan bergabung dengan mereka karena tidak ada Claire di sana.
__ADS_1
Austin menyerahkan sloki berisi liqueur yang dituangkan oleh Nick dari botolnya dan Zavian menerima tanpa prasangka apa-apa. Dia menenggak minuman itu dan merasakan manis aroma buah yang bercampur sedikit pahit dari alkohol. Zavian mengernyit sejenak.
“ Setelah ini apa rencanamu?” tanya Austin pada Zavian.
“ Aku hanya mau menemani istriku sampai dia melahirkan,” jawab Zavian. Ya, dia belum ingin melakukan apapun. Fokusnya saat ini hanya Nayara yang sedang hamil dan juga putra mereka. Ia ingin beristirahat sejenak sambil menyusun ulang rencananya, ia tak lagi terlalu berambisi seperti awal mereka datang ke negara ini, saat ini Nayara lebih membutuhkan perhatian lebih darinya. Zavian ingin menghabiskan banyak waktu bersama keluarga kecilnya sebelum nanti kembali sibuk bekerja. Terlebih ia tak nyaman karena harus berhadapan dengan Claire yang semakin berani bersikap agresif padanya seperti di pesta beberapa waktu lalu.
“ Oke , gak masalah,” jawab Austin.” Tapi kalau kamu berubah pikiran dan mau bergabung lagi bersamaku, maka aku akan menerimamu dengan senang hati.”
Percakapan demi percakapan kemudian mengalir begitu saja dan mereka sesekali tertawa. Zavian kemudian merasakan pusing mendadak menyerang kepalanya. Cukup lama dia menahan hingga akhirnya tidak sanggup lagi. Zavian berdiri bermaksud hendak pulang. Lalu Austin menawarkan diri untuk mengantarnya. Tapi Nick juga ikut berdiri dan menyambar lengan Zavian.
“ Biar aku saja yang mengantarnya, kau juga masih membicarakan bisnis dengan Mike , bukan?” ucap Nick menawarkan diri .
Tanpa rasa curiga sedikitpun, Austin akhirnya mengalah dan membiarkan Nick mengantar Zavian.
“ I’ll drive you.” ucap Nick dengan penuh perhatian .
“ Thanks,” sahut Zavian dengan suara serak. Tak ada rasa curiga sedikitpun pada Nick, Karena semenjak Zavian memberi peringatan pada temannya itu, Nick selalu menjaga sikap saat bertemu dengannya. Tanpa Zavian tahu Nick sengaja melakukan itu agar Zavian kembali percaya padanya dan sedikit melonggarkan kewaspadaannya pada Nick. Dan sekarang saat Zavian mulai melunak , ia dengan bebas masuk melalui celah yang Zavian berikan saat dia sedang lengah.
Mereka berjalan meninggalkan ruangan penuh dentuman musik itu dan Nick menggiring Zavian menuju parkiran. Ia tidak lantas membawa Zavian pulang seperti janjinya, tapi dia malah menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel. Zavian sempat protes tapi Nick segera berkilah .
“ Tunggu aku di sini untuk sementara, setelah ini baru kuantarkan kamu pulang,” ujar Nick.
“ Tidak !” ujar Zavian yang menolak untuk turun.” Antarkan aku pulang !” tegas Zavian.
Tapi Nick dengan penuh paksaan segera menyeret Zavian yang lemah memasuki lobi hotel dan mengatakan bahwa dia sudah melakukan pemesanan kamar, Dengan segala tipu dayanya, dia berhasil meminta bantuan petugas hotel untuk membantunya membawa Zavian ke kamar yang telah dipesannya sebelum ini.
__ADS_1
Di ruangan temaran itu ada Claire yang menyambut kedatangan Zavian dengan senyum lebar. Dalam rasa sakit yang menyerang kepalanya dan kesadaran yang hampir terenggut, Zavian masih menyadari bahwa dia sedang berada dalam sebuah jebakan. Zavian langsung mengumpati kebodohannya yang mudah sekali lengah dan memberi celah pada mereka untuk menjebaknya.
“ Shiit !” umpat Zavian kesal. Dia mengerjapkan mata beberapa kali demi mengusir rasa sakit di kepalanya.
Nick segera keluar dari ruangan itu dan menyerahkan laki-laki lemah itu pada Claire. Saat di luar, Nick segera menelpon seseorang. Senyum di bibirnya merekah membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
“ Ayo, kita lihat Zavian. Sejauh apa kamu bisa menjauhkan istrimu dariku.” gumam Nick.
Hanya butuh waktu kurang lebih dua puluh menit untuk menantikan kedatangan seorang wanita yang selama ini selalu mengisi pikirannya. Sepasang kaki jenjang itu melangkah terburu menyusuri lorong dan membuka pintu kamar yang memang sengaja tidak dikunci.
“ Drama dimulai,” gumam Nick dengan senyum penuh kemenangan. “ Suamimu jatuh ke tangan wanita lain, dan kamu akan jatuh ke pelukanku.”
“ Zavian !” Nayara berteriak memanggil suaminya.
Nayara membulatkan matanya melihat pemandangan menjijikan di depan matanya. Claire yang setengah telanjang sedang berada di atas tubuh suaminya yang tidak berpakaian. Keduanya tampak terkejut, tapi Zavian yang sedang di ambang batas kesadarannya menatap Nayara dengan sorot mata memohon ampun.
.
...****************...
Hayo ada yg bisa nebak apa yg akan terjadi sleanjutnya ? Apa yg akan dilakukan Nayara? Apa Zavian dan Claire udah ....... 🤔
Aku tunggu komennya .. 🫶🫰
Aku minta tolong ya, tolong di Like setiap Bab nya, jangan hanya di akhir bab saja... Mohon dukungannya, Terima kasih. Saranghae
__ADS_1