Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Penuh cinta


__ADS_3

Perseteruan antara Zavian dengan Papa Adrian semakin meruncing dari hari ke hari. Penolakan Zavian telah membuat batasan yang jelas antara mereka berdua dan hal itu semakin membuat Adrian meradang. Sementara itu, Fabian tidak bisa berbuat banyak selain menjadi penonton yang baik. Dia tidak akan repot-repot mendamaikan Papa dan Zavian seperti yang dilakukan oleh Mama Widya. 


“ Aku pasti akan membuat Zavian kembali tunduk di bawah perintahku,” ucap Adrian dengan yakin.


“ Jangan melakukan hal-hal berbahaya,Pa. Ingat, Zavian itu anak kita, darah daging kita sendiri. Jangan pernah melukainya hanya karena ambisimu yang tidak bertepi itu,” sahut Mama Widya memperingatkan suaminya. 


“ Justru karena dia anakku maka dia harus kembali padaku. Zavian sudah berjalan terlalu jauh sampai aku sulit untuk menggapainya,” timpal Papa Adrian. 


Perdebatan itu masih mengudara dengan begitu sengit. Fabian tidak mempedulikan amarah Papanya atau bersimpati atas rasa cemas yang sedang menghantui mamanya. Fabian tahu persis siapa Zavian, jadi dia tidak akan memberikan usaha apapun agar adiknya kembali pada keluarga Rayyansyah. 


Satu-satunya yang dilakukan Fabian adalah memutus hubungan dengan agen mata-mata yang selama ini disewanya. Fabian sudah tidak memerlukan jasa mereka lagi. Bukan karena usahanya yang selalu gagal itu ketahuan oleh Papa Adrian, tapi karena Fabian sadar bahwa dia tidak perlu melakukan hal itu. 


Suatu saat nanti, entah kapan Fabian yakin sekali bahwa Nayara akan kembali ke rumah ini. Jadi, dia tidak akan bersikap konyol dengan menghabiskan uang untuk meraih Nayara. Biarkan saja Papanya yang berkuasa itu bekerja dengan caranya sendiri. 


Fabian menatap foto Nayara yang masih tersimpan di ponselnya. Tidak hanya satu, tapi ada dua.. tiga… Oh, ternyata ada banyak. Fabian tersenyum sambil menggeser-geser layar ponselnya. 


“ Cantik sekali,” gumam Fabian sambil memperbesar potret wajah Nayara yang sedang tersenyum di sana.” Sepertinya Papa akan melakukan berbagai cara agar Zavian kembali ke rumah ini. Jadi, aku tunggu kedatanganmu, Nay.” 


Sementara itu di tempatnya , Zavian memiliki firasat yang tidak enak. Sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi pada dirinya, tapi entah apa. Berkali-kali dia berusaha menenangkan diri tapi gagal. 


“ Kamu kenapa, By?” Nayara menemukan Zavian dengan wajah kusut di ruang kerjanya. 


“ Tidak apa-apa,” jawab Zavian sambil menggelengkan kepala. “ Semuanya baik-baik saja, jangan khawatir.” 


Nayara yang memiliki perasaan sensitif jelas bisa melihat bahwa suaminya sedang tidak baik-baik saja. Jadi, percuma jika Zavian memintanya untuk tidak khawatir. 


“ Aku mungkin gak bisa ngasih kamu solusi atas setiap permasalahan yang kamu hadapi. Aku juga mungkin gak akan paham tentang apa yang sedang membuatmu merasa terbebani. Tapi setidaknya aku bisa jadi pendengar yang baik untukmu. Ceritakan saja, By. Aku akan dengerin setiap ceritamu,” ujar Nayara. 


Zavian menatap istrinya dengan sorot mata sayu dan lemah, lalu dia mengulurkan kedua tangannya. “ Kemarilah, sayang.” 


Nayara mendekat dan duduk di pangkuan suaminya. Lengannya memeluk tengkuk Zavian yang kini mulai mendekapnya dengan posesif. 


“ Semenjak menolak permintaan Papa, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang menghantuiku,” ujar Zavian mulai mencurahkan isi hatinya. Dia menopangkan dagu di bahu Nayara dan berucap dengan resah.” Firasatku mulai tidak enak, Nay.” 


“ Papa tidak mungkin membuatmu jatuh ke dalam bahaya, By. Kamu anaknya dan Papa tidak akan sekejam itu walaupun begitu ambisius ingin memintamu kembali padanya,” ucap Nayara berusaha meyakinkan suaminya.

__ADS_1


“ Aku tidak masalah jika Papa ingin melukaiku, tapi aku tidak rela jika sesuatu terjadi padamu dan juga anak kita,” ucap Zavian dengan sorot mata penuh kekhawatiran. Kini tangannya mengelus perut Nayara yang mulai menonjol di usia kehamilan memasuki lima bulan.


Selama ini Zavian berusaha menahan diri untuk tidak melakukan pembalasan apa-apa karena dia memiliki alasan untuk itu. Selama Nayara baik-baik saja maka Zavian tidak akan keluar dari jalur untuk menghabisi siapapun yang menghalangi langkahnya. 


“ Aku takut kehilanganmu, Nay. Takut sekali.” bisik Zavian. 


“ Seharusnya aku yang bilang begitu, By,” sahut Nayara sambil mengelus wajah suaminya. 


“ Kamu tempatku bergantung sekarang dan satu-satunya tumpuan hidupku. Jika kamu pergi mungkin aku akan kehilangan diriku sendiri.” 


“ Bagiku, kamu adalah alasan untuk terus bergerak dan berkembang. Karena aku ingin memberimu kehidupan yang layak dan juga kebahagian yang tak terbatas. Kamu adalah alasan terbesarku untuk melepaskan diri dari kungkungan Papa selama ini,” ucap Zavian dengan tak kalah sendu. “ Kamu sumber kekuatanku, Nay.” 


“ Anak kita membutuhkanmu, By.” ujar Nayara pelan. Dia mengelus tangan Zavian yang kini ada di perutnya. “ Jadi, kamu harus tetap sehat dan baik-baik saja sampai dia lahir dan tumbuh besar nanti.” 


“ Tentu saja,” jawab Zavian dengan yakin.


“ Aku akan menjadi orang pertama yang menggendong dan menciumnya saat dia lahir nanti.” 


“ Semangat ya, By. Jangan mengkhawatirkanku, karena aku akan baik-baik saja,” ucap Nayara.


Zavian mengangguk pelan dan berusaha meyakinkan diri bahwa segalanya memang akan baik-baik saja. Seperti ucapannya, dia rela dirinya terluka asalkan Nayara baik-baik saja.


“ Cantiknya istriku,” puji Zavian sambil meraih pinggang Nayara.


Mungkin sudah ratusan kali kata pujian itu terlontar dari Zavian untuk Nayara sepanjang pernikahan mereka. Tapi tetap saja membuat wanita itu merona dalam bahagia. 


Nayara duduk di pangkuan Zavian yang sudah menghabiskan sarapannya. Mereka berciuman dan saling memangut dengan penuh cinta dan juga kasih sayang. Nayara melenguhh pelan saat tangan Zavian mulai bergerak kemana-mana sambil meremass.


“ Stop, By. Jangan dilanjutkan,” bisik Nayara sambil menahan gerakan tangan Zavian.


“ Kamu harus kerja.” 


Zavian tetap saja meremass dada Nayara dari balik dress yang dikenakannya. Matanya tampak berkabut penuh gairah dan terlihat sangat menginginkan istrinya sekarang. 


“ Quickie, ya. Pengen banget sayang,” pinta Zavian penuh permohonan. 

__ADS_1


Nayara mengangguk menyanggupi dan segera turun dari pangkuan Zavian. Dia berjalan duluan ke kamar dengan Zavian yang mengikuti dari belakang. Belum sampai Nayara masuk ke dalam kamar, Zavian telah meraih Nayara dan menyerang istrinya dengan cepat . 


Zavian menutup pintu kamarnya dengan kasar. Dia memangut bibir istrinya dengan rakus sambil meremass kemana-mana. Setelah itu bibir Zavian turun ke leher jenjang Nayara disertai kecupan dan jilatan.


Zavian menyusupkan tangannya ke balik pakaian Nayara untuk meraba kulit halus yang menggairahkan itu . Dia merasa tidak perlu repot-repot membuka dress Nayara karena segalanya harus dilakukan dengan cepat. Dia menarik celana dalaam Nayara hingga kain tipis itu jatuh ke bawah kakinya. 


Lalu Zavian membalikkan tubuh istrinya agar membelakanginya . Zavian menggoda bagian bawah istrinya dengan jemari untuk memastikan agar Nayara basah dan siap menerima dirinya. 


“ By, aahh!” Nayara mengeraang saat jemari Zavian digantikan oleh sesuatu yang keras dan panjang. Lalu desakan di bawah sana memberinya kenikmatan yang luar biasa. 


Zavian terus bergerak cepat. Hentakannya semakin menjadi-jadi demi memuaskan hasrat di dalam dirinya. 


Sedangkan Nayara meremass alas kasur sambil terengah. Sensasi bercinta dengan Zavian selalu menjadi sebuah kesenangan yang luar biasa hebat untuknya . Dan Nayara tidak akan pernah menolak ajakan suaminya untuk berpetualang ke dalam kenikmatan seperti ini. 


Ada eraangan panjang dari Zavian yang memuja istrinya dengan hentakan yang semakin kencang. Teriakan dan jeritan Nayara yang meninggi menandakan bahwa wanita itu akan sampai pada puncak pelepasannya dan Zavian dengan senang hati memberikan surga untuk istrinya terlebih dahulu. 


Nayara merasakana ada kilatan putih yang menyambar pandangannya sesaat sebelum ia mencapai puncaknya. Lalu dia mendessah panjang saat menerima kenikmatan yang luar biasa itu. 


Zavian kembali bergerak untuk mencari kepuasannya dan menghentak cepat bersamaan dengan tumpahan bukti gairahnya atas Nayara. Dia sempat menjatuhkan diri di atas Nayara sambil bertumpu menahan tubuhnya . Tapi kemudian Zavian bangkit dan mengucapkan terima kasih karena Nayara telah bersedia memenuhi keinginannya. 


“ Nanti malam kita bercinta lagi dengan hebat,” janji Nayara pada sang suami. 


“ Wah, aku jadi gak sabar pengen pulang cepat,” sahut Zavian sambil terkekeh. 


“ Kamu harus pulang cepar, By. Aku akan menunggumu,” timpal Nayara dengan senyum manisnya .


“ Aku akan pulang lebih cepat. Pegang janjiku,” bisik Zavian. 


Setelah itu Nayara membantu suaminya merapikan penampilan sebelum akhirnya Zavian benar-benar pergi bekerja. Mereka berpisah pagi itu dengan ciuman hangat dan tatapan penuh cinta. Sampai di situ, segalanya masih terasa baik-baik saja. 


.


...****************...


yg nunggin wedding agreement, silahkan di tengok juga. karena aku sudah up .

__ADS_1


jangan lupa dukungannya ya..


Saranghae 🫶🫰


__ADS_2