
Semenjak Zavian work from home, Nayara tampak bahagia sekali. Awal kehamilan yang menyiksa tidak terasa begitu berat karena ada Zavian di sisinya. Laki-laki itu terus menemaninya setiap saat dan membantu menyediakan apa yang dibutuhkan Nayara. Zavian juga menyewa pekerja paruh waktu yang akan membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan meminta istrinya tidak terlalu banyak bergerak agar tidak kelelahan.
Dia memperhatikan setiap kebutuhan kecil Nayara karena sadar bahwa saat ini hanya dirinyalah yang menjadi satu-satunya tempat bersandar. Segala hal yang dilakukan Zavian demi kebahagiaan sang istri.
Di balik itu semua, kediaman mereka menjadi sering dikunjungi oleh orang-orang yang bekerja sama dengan Zavian. Ruang outdoor yang ada di depan rumah menjadi tempat Zavian menerima tamu dan berdiskusi dengan rekan bisnisnya di sana.
Segalanya masih terasa baik-baik saja dan Nayara tidak keberatan dengan teman-teman sekaligus rekan bisnis Zavian yang datang ke rumahnya. Karena itu resiko yang harus diterima saat Zavian memutuskan untuk bekerja dari rumah. Lagipula, para tamu itu tidak datang setiap hari. Hanya Austin dan sekretarisnya yang sering datang untuk meminta tanda tangan Zavian atau diskusi penting lainnya.
Sampai suatu hari , seorang wanita datang berkunjung dan menanyakan apakah dia bisa bertemu dengan Zavian. Katanya ada hal penting yang harus mereka bahas secara langsung. Nayara yang baru saja memuntahkan isi perutnya kembali mual saat mencium aroma parfum wanita itu.
“ Silahkan menunggu sebentar,” ucap Nayara sambil menunjuk sofa yang ada di ruang depan.
Nayara berjalan ke dalam rumah dan memanggil suaminya yang baru saja selesai menyuapi Zeano buah-buahan. Zavian segera berjalan ke depan dan mengintip tamunya melalui jendela kaca di ruang tengah.
“ Dia Claire , seorang Digital Advertiser yang sudah bekerja cukup lama dengan Austin,” jelas Zavian.” Aku butuh bantuannya dan akan berdiskusi dengannya sebentar.”
“ Oh,” sahut Nayara seadanya. Dia berusaha untuk tidak begitu peduli dengan wanita itu, tapi perasaan Nayara jelas tidak enak saat melihat keberadaannya.
Nayara masih berdiri di ruang tengah sambil mengamati bagaimana suaminya berinteraksi dengan wanita cantik itu. Benar, Nayara harus mengakui bahwa Claire memang cantik, bahkan sangat cantik malahan dan juga seksi. Dia memiliki kecantikan khas wanita Amerika Latin yang kerap menjadi standar dalam dunia model atau fashion.
Jika Claire tinggal di Indonesia, mungkin dia akan diburu oleh fotografer untuk dijadikan model iklan atau mendapat tawaran bermain film. Segala hal dalam wanita itu tampak begitu mengagumkan. Tubuhnya tinggi ramping dengan dada membusung dan bokong seksi, Kaki jenjangnya tampak indah dengan stiletto hitam yang dikenakannya. Rambutnya yang berwarna caramel dibiarkan terurai setelah ditata begitu apik dengan perawatan keratin.
Caranya bicara, tertawa, bahkan bergerak tidak luput dari perhatian Nayara. Selain wanita itu, Nayara juga memperhatikan raut wajah suaminya saat berhadapan dengan wanita secantik itu.
Sebelumnya Nayara tidak pernah cemburu terhadap wanita-wanita yang berusaha menarik perhatian suaminya. Sejak dulu , dia tahu bahwa Zavian selalu menjadi pusat perhatian wanita dimanapun dia berada.
Dan, Nayara tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena dia tahu bahwa Zavian tidak pernah memberi kesempatan untuk wanita manapun memasuki ranah pribadinya.
__ADS_1
Tapi sekarang, ada rasa yang mengganjal di dalam dadanya saat melihat Zavian tertawa dengan lebar di hadapan wanita itu. Tidak ada kontak fisik karena posisi duduk yang dipisahkan oleh meja, tapi pembicaraan mereka tampak hangat dan keduanya kelihatan sangat akrab.
Nayara bertanya-tanya di dalam hati, apakah selama ini Zavian berinteraksi sedekat itu dengan wanita lain ketika berada di luar sana ? Jika di lingkungan rumahnya saja mereka bisa tampak begitu hangat, lalu bagaimana jika di kantor ?
“ Dia cantik ya, By,” ujar Nayara sesaat setelah Claire pergi dan Zavian melambaikan tangan padanya.
“ Iya,” jawab Zavian jujur dan itu melukai perasaan Nayara secara langsung. Suaminya yang jarang memuji perempuan kini terang-terangan mengakui kecantikan wanita lain. Rasanya menyesakkan.
“ Sudah berapa lama kalian dekat begitu?” tanya Nayara lagi.
“ Eh ? Mmm…. Kami gak sedekat itu, Sayang ,” jawab Zavian.
“ Oh, ya ?” Nayara meninggikan kedua alisnya dan menyorot Zavian dengan tatapan tajam.
“ Gak dekat tapi bisa tertawa lebar sampai dadah-dadah segala.”
“ Aku biasa aja kok. Ya maksudnya tadi cuma ketawa biasa dan say goodbye dengan wajar, lalu apa salahnya ?” tanya Zavian.
“ Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba banget kayak gini,” ujar Zavian yang semakin dibuat bingung dengan sikap Nayara yang tak pernah seperti itu sebelumnya.
“ Kamu tuh yang kenapa kok tiba-tiba begini ? Aku sampai heran melihat sikapmu.” kesal Nayara sambil menahan tangis.” Kamu ada main dengan wanita itu ? Sudah berapa lama ?”
“ Hah? Ada main apaan ? Gak ada ! “ sergah Zavian sambil menggeleng.
“ Aku gak percaya !” seru Nayara sambil berlalu meninggalkan suaminya.
Laki-laki itu memutuskan untuk mengejar Nayara dan menjelaskan segalanya. Tidak ada hubungan apa-apa antara dirinya dengan Claire selain urusan bisnis semata. Lagipula, sikapnya juga masih biasa saja dan tidak melewati batas apapun.
__ADS_1
“ Banyak orang-orang kantor dan juga rekan bisnisku yang perempuan, kenapa kamu hanya mencurigai Claire ?” tanya Zavian .
“ Karena perasaanku gak enak saat melihatmu berinteraksi dengannya, dan perasaanku juga mengatakan bahwa kamu tertarik padanya,” ucap Nayara.
“ Jangan mikir terlalu jauh begitu, Sayang. Semenjak menikahimu , aku tidak pernah tertarik lagi pada perempuan lain,” jelas Zavian .
“ Bullshit!” balas Nayara dengan ketus. “ Kalau wanita itu ikut ajang Miss Universe, aku yakin dia bakalan menang. Wanita secantik itu gak bikin kamu tertarik, Masa sih ?”
“ Kalau dia cantik terus aku sudah pasti tertarik begitu ?” tanya Zavian yang mulai merasa frustasi.” Ya, enggak lah Sayang.”
“ Semakin kamu mengelak, maka semakin terlihat jelas kebohonganmu !” seru Nayara lagi.
“ Astaga !” Zavian mengacak rambutnya frustasi. Ia mencoba meyakinkan istrinya tapi sepertinya wanita itu tetap pada pemikirannya sendiri.
Kemarahan Nayara menciptakan jarak yang cukup renggang di antara mereka. Wanita itu menolak bicara dengan Zavian dan tidak mempercayai setiap penjelasan yang diberikan oleh suaminya. Zavian sampai tidak mengerti kenapa perasaan Nayara sampai seburuk itu hanya gara-gara melihatnya bicara dengan Claire. Bahkan Zavian menyesal telah menerima wanita itu berkunjung ke rumahnya.
“ Mungkin ini hanya faktor hormon kehamilan Nay saja," ucap Zavian menenangkan diri setelah berkali-kali berseteru dengan istrinya dan tidak kunjung menemukan solusi .
Ketegangan di antara mereka tak kunjung reda setelah satu minggu berlalu. Nayara masih menjaga jarak dan bersikap ketus ketika Zavian mencoba membujuknya. Hingga suatu hari, Zavian merasa kesal sendiri karena seluruh usahanya menenangkan Nayara tidak kunjung berhasil .
“ Terus saja cemberut begitu, terus saja marah padaku untuk hal yang tidak pernah kulakukan,” ucap Zavian yang mulai muak.
Dia meraih jaketnya dan pergi keluar rumah. Dipacunya mobil keluar , entah kemana. Kepalanya berdenyut sakit dan perasaannya kalut. Entah kemana tujuannya, Zavian tidak tahu. Dia hanya berputar-putar dan menghabiskan waktu di luar sendirian. Saat malam barulah dia memutuskan untuk pulang ke rumah.
.
...**************...
__ADS_1
Yang kangen Fabian sm Mama Wid sabar ya 🤭, aku lagi bikin huru hara sama Zavian dan Nayara dulu .... 😁
Ayo, Ramein komennya nanti aku Up 3 bab hari ini... 🫶🫰