Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Happy Anniversary


__ADS_3

Zavian yang mendengar hardikan itu segera , mendekat. Ia tak ingin kakak iparnya itu melalui semua ini sendiri. Ia harus berada di sekitar Nayara untuk menjaga dan membelanya. Zavian yang melihat pakaian Fabian dan wanita itu tercecer, segera memungut dan melemparnya tepat ke wajah sang kakak.


“ Kenakan dulu pakaian loe, Badjiingan ! Suruh simpanan loe memakainya juga.” Zavian menatap tajam wajah Fabian. Ia yang lebih sering diluar kantor tentu tak tau tentang kebreengsekkan kakaknya itu, bahkan ruangan mereka pun berbeda satu lantai dan Fabian sangat pandai menutupi perselingkuhannya itu. Sehingga para karyawan yang lain pun tak ada yang tau. 


“ Jangan ikut campur masalah rumah tangga gue, Vian !” bentak Fabian beranjak dari posisinya sambil menahan selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Dengan segera ia berdiri dan memakai pakaiannya asal bahkan dengan kasar ia melemparkan pakaian Sarah hingga terjatuh di atas kepala wanita yang baru saja mendessah bersamanya.


Zavian menarik sudut bibirnya . Mata tajamnya seolah menguliti Fabian tanpa kata. Seolah pria itu ingin menegaskan keberadaannya yang ingin melindungi Nayara.


“ Kalau loe lupa akan gue ingatkan bahwa Ayahnya dan Papa meminta kita untuk menjaga dan melindungi Nayara dan itu yang gue lakukan saat ini. Meski loe suami SAH nya tapi loe itu udah nyakitin Nayara dan gue wajib melindungi dia dari pria brengssek macam loe !” Zavian dengan suara dinginnya mulai berjalan mendekati tubuh Fabian namun Nayara menahan tangan adik iparnya itu saat pria itu mulai kehilangan kendali. Ia menarik Zavian untuk tetap berada di tempatnya. 


“ Tadinya aku ingin memberikanmu kejutan di hari Anniversary kita yang pertama namun ternyata aku justru yang terkejut. Aku hanya ingin memberikan ini.” ujar Nayara sambil mengambil kue yang dia bawa. Wanita itu sungguh ingin memberikan kesan yang tak akan dilupakan Fabian seumur hidupnya.


“ Happy Anniversary, Mas Bian tersayang. Hari ini tepat setahun yang lalu kamu berjanji dihadapan ayahku akan menjadi suami yang baik dan setia tapi sepertinya kamu lupa akan janji itu .” ujar Nayara semakin tersenyum lebar. 


“ Nay, mas….” belum juga Fabian meneruskan ucapannya tiba- tiba sang adik menarik tangan Nayara.


" Ayo pergi dari sini!"


" Jangan sentuh istri gue, brengssek !" pekik Fabian seraya mendorong tubuh Zavian untuk menjauh dari Nayara.

__ADS_1


Sebenarnya wanita itu ingin sekali pergi dari tempat terkutuk ini. namun ada banyak hal yang harus ia selesaikan saat ini juga.


" Nay ..."


Nayara tau bagaimana perangai kedua pria itu jika sedang dikuasai amarah. Nayara tak ingin siang ini di isi oleh perkelahian, jadi ia memaksa Zavian meninggalkan dirinya, meski dengan berat hati akhrinya Zavian menuruti keinginan Nayara, ia melakukannya dengan catatan kalau Nayara butuh bantuan ia meminta wanita itu menghubunginya karena dirinya ada di ruangannya di lantai bawah , Zavian akan cepat datang kalau sampai Fabian macam-macam dengan Nayara.


Setelah kepergian Zavian , Fabian menghampiri Nayara, ia memegang bahu wanita yang dicintainya itu dan menatap lekat kedua manik indah istrinya . " Nayara dengarkan mas. Mas minta maaf..."


" Kamu mencintainya ?"


" Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Nay tapi ada anak ku di dalam rahim Sarah."


Duaaarrr !


" Apa ? jadi kalian sudah lama menjalin hubungan di belakang ku? " tanya Nayara yang sudah dibanjiri air mata yang menetes deras membasahi pipi putih mulusnya .


" Maaf tapi aku akan menikahinya Nay, Kita bisa berjalan bersama. Aku akan adil pada kalian Nay." Fabian menggenggam tangan Nayara sambil menatap istrinya dengan tatapan permohonan berharap Nayara mau memberi restu pada dirinya dan juga selingkuhannya. Kalau masih ada Zavian sudah dipastikan ia akan mendapat bogem mentah dari adiknya sendiri .


Lagi- lagi Fabian berucap tanpa dosa. Banyak sekali keterkejutan yang Nayara dengar dan lihat hari ini. Inikah kado Anniversary yang suaminya berikan untuknya, pikir Nayara. Ucapan sang suami seolah menamparnya berkali - kali.

__ADS_1


" Ceraikan aku kalau begitu. Aku memilih undur diri dari pada harus melihat suami ku menikahi perempuan lain."


" Aku gak akan pernah menceraikanmu Nayara !" Fabian yang mendengar kata cerai pun mendadak emosi, rencananya ingin berbicara baik-baik. tapi sepertinya Nayara tak bisa diajak bicara saat ini.


Bagaimana mungkin istrinya bisa bicara baik- baik setelah melihat semua yang terjadi di depan matanya langsung. Tapi sayang Fabian tak menyadari hal itu.


" Aku akan tetap menikahinya, ku harap kamu mau menerima pernikahanku dengan Sarah. Aku janji akan berlaku adil pada kalian, percayalah padaku. Aku mencintai kalian sama besarnya."


Percaya ? bagaimana mungkin Nayara bisa percaya sementara pria yang berstatus suaminya tersebut sudah mengkhianatinya dan menghancurkan kepercayaannya.


" Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan tapi aku juga akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan." tegas Nayara yang sudah muak berbicara dengan suaminya yang seolah tidak merasa bersalah sama sekali.


Sementara Sarah, wanita selingkuhan suaminya itu hanya diam memperhatikan Fabian yang sedang berdebat dengan istrinya. Ia yang tadinya ingin keluar dari ruangan itu malah di tahan oleh Fabian, seolah Fabian mengajaknya meminta restu dari istri pertamanya itu.


" Apa kamu lupa kita dijodohkan ? Dan sebelum meninggal ayah mu menitipkan kamu padaku dan keluarga ku. Jadi papa gak mungkin membiarkan kamu bercerai dari ku karena itu amanah dari ayahmu sendiri."


Nayara dan Fabian memang dijodohkan, karena ayah Nayara dan papa Fabian yang sudah sejak lama bersahabat berjanji akan menjodohkan anak mereka kelak apabila masing- masing dari mereka memiliki anak dengan jenis kelamin yang berbeda. Dengan kondisi ayah Nayara yang sudah sakit- sakitan ia meminta Nayara menikah dengan Fabian secepatnya. Ia ingin saat dirinya sudah tiada ada seseorang yang bisa menjaga putrinya.


Dengan niat ingin membahagiakan sang ayah Nayara akhirnya menikah dengan Fabian sampai akhirnya cinta mereka tumbuh seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2