
“ Aku sudah mulai gendutan, ya ?” tanya Nayara saat berdiri di walk in closet. Dia mematut penampilannya yang kini tengah mengenakan gaun hitam.
“ Belum, “ jawab Zavian sambil meraba perut Nayara yang masih langsing meski kini sedang hamil tiga bulan. Tangan Zavian kemudian menyentuh dada istrinya yang membusung.” Tapi kalau yang ini iya. Emang sudah gendut dari dulu,’kan .”
Nayara segera memukul pelan tangan suaminya agar menyingkir dari dadanya.”Jangan macam-macam.”
“ Kamu tetap cantik apapun keadaanmu,” ujar Zavian setelah tadi terkekeh sebentar. Diciumnya pipi Nayara dengan lembut dan cukup lama karena dia tidak mungkin melumaat bibir istrinya yang telah terpulas lipstik dengan sempurna.
Sekarang mereka tengah bersiap-siap hendak berangkat menghadiri pesta pernikahan salah satu rekan bisnis Zavian. Keduanya diundang dan telah mengkonfirmasi kedatangan sejak kemarin. Jadi, percuma saja Nayara mengeluh tentang rasa tidak percaya dirinya yang mulai menipis. Karena Zavian akan tetap membawanya ke sana.
Setelah semuanya selesai, kemudian Zavian dan Nayara bersiap untuk berangkat. Sementara itu Zean dititipkan kepada pengasuh yang akan menjaga selama keduanya pergi.
Pesta itu dilaksanakan di sebuah Villa mewah dengan pemandangan alam yang indah. Nayara baru pertama kali pergi ke sana dan tampak kagum dengan keindahan alamnya. Zavian menyapa teman-temannya yang sebagian besar juga telah dikenal oleh Nayara.
Ada Claire juga di sana dan seperti biasa, wanita itu tampak mengagumkan dengan dress merah yang memiliki belahan dada rendah. Seolah-olah ingin memamerkan kepada semua orang bahwa dia memiliki dada yang besar dan indah.
“ Hai,” sebuah suara yang ceria menyapa mereka berdua. Mereka adalah teman-teman Zavian yang datang menghampiri.” Za, Kamu harus mengizinkan istrimu bergabung bersama kami.”
“ Silahkan tapi hati-hati istriku sedang hamil,” pesan Zavian pada kedua orang wanita yang juga dekat dengan Nayara.
“ Wah, protektif sekali,” sahut salah seorang yang bernama Angel sambil tertawa.
Kemudian Nayara dibawa menuju ke lantai dua dimana para wanita sedang berkumpul berbagi kebahagiaan. Sepertinya lantai dua memang disediakan khusus para tamu yang enggan membicarakan masalah bisnis karena suasana di sana terkesan lebih santai. Aneka minuman dan makanan disajikan di setiap meja dan pelayan sibuk berlalu lalang.
__ADS_1
Setelah ikut larut dalam percakapan dengan beberapa teman barunya, Nayara memutuskan untuk menyingkir sejenak.Ada balkon luas dimana dia bisa melihat keberadaan Zavian di bawah sana. Pria itu tampak bercakap-cakap dengan seseorang pengusaha keturunan India. Sesekali Zavian mengedarkan pandangannya seolah mencari keberadaan istrinya.
Kening Nayara berkerut ketika melihat Claire datang menghampiri suaminya. Wanita itu seperti menawarkan champagne yang ditolak oleh Zavian dengan gelengan kepala. Tapi entah untuk alasan apa , Claire malah mengelus lengan Zavian sambil tertawa. Mungkin wanita itu merasa bebas karena tidak ada Nayara di sana.
“ Wanita itu namanya Claire.” seorang laki-laki berdiri di samping Nayara sambil menyandar ke pembatas balkon. Dia adalah Nick dan Nayara telah mengenalnya sejak pertama kali ke sini sebagai salah satu teman Zavian.
“ Aku tahu,” jawab Nayara tanpa melepaskan pandangannya terhadap dua orang di bawah sana. Ada keheningan di antara mereka sebelum akhirnya Nayara berkata,” Claire itu cantik, ya.”
Entah kenapa Nayara malah mengucapkan kalimat itu. Mungkin dia ingin mendengar pendapat laki-laki lain tentang sosok wanita yang kini masih tertawa-tawa di hadapan suaminya.
“ Gak juga,” sahut Nick yang membuat Nayara keheranan. Laki-laki itu menggelengkan kepala pertanda menolak opini Nayara barusan.” Mungkin bagi sebagian orang Claire tampak cantik, tapi bagiku dia justru terlihat biasa saja. Tidak ada yang istimewa darinya.”
“ Bagaimana bisa ?” ucap Nayara tak percaya.
“ Di negaraku wanita seperti Claire itu banyak. Bahkan dia masuk ke dalam wanita berwajah standar karena ada yang lebih cantik darinya. Lagipula, wanita dengan dada dan bokong berisi implan sama sekali tidak menarik,” ucap Nick sambil tertawa kecil.
“ Aku lebih menyukai wanita Asia yang bertubuh mungil dan memiliki wajah manis,” ucap Nick. Laki-laki itu mengangkat gelas dan menyesap isinya sedikit. Matanya memandang Nayara dari samping seraya tersenyum samar dan penuh arti. “ Seperti seseorang yang saat ini berdiri di sampingku.”
Nayara tidak begitu memedulikan ucapan pria di sampingnya. Dia terus fokus menatap bagaimana Zavian mulai bergerak kurang nyaman sambil melihat ke sekeliling, seolah mencari bantuan agar terlepas dari Claire. Seperti memiliki sebuah telepati, dia menatap ke arah balkon dan tersenyum saat menemukan istrinya di sana. Zavian juga melihat Nick berdiri di samping istrinya.
“ Sorry Nick, aku harus pergi,” ujar Nayara. Dia juga berpamitan kepada teman-teman wanitanya yang masih tampak asik bercerita.
Nayara segera berjalan menuju arah tangga turun, sedangkan Zavian juga berjalan ke arahnya dan mereka bertemu di tengah-tengah tangga. Ada senyum lega terbit di bibir keduanya saat akhirnya kembali bersama. Zavian segera menggenggam tangan Nayara dan diciumnya singkat, lalu menuntun istrinya turun ke bawah.
__ADS_1
Di belakangnya, Nick mengikuti mereka dan berhenti di dekat sebuah pilar besar. Claire berdiri di sana sambil memegang gelas champagne dan matanya menatap ke arah Zavian yang kini merangkul pinggang Nayara menuju area outdoor.
“ Mereka suami istri tapi wajahmu sampai memerah begitu karena cemburu,” cibir Nick pada Claire.
“ Siialan !” umpat Claire lalu dia menenggak minumannya hingga tandas.
“ He’s such a lucky bastard,” sahut Nick yang masih mengikuti Nayara dengan tatapannya.
“ Bagaimana bisa dia memiliki wanita secantik itu untuk dirinya sendiri.”
Claire menatap Nick dan balas mengejek laki-laki itu.” Wah, ternyata kamu juga menyukai istri temanmu sendiri, ya. Benar-benar teman yang baik.”
“ Tapi aku belum di tolak mentah-mentah seperti dirimu,” balas Nick sambil terbahak.
“ Semakin dia menolakku, maka aku semakin menginginkannya. Damn ! I really want him .” tukas Claire.
Semenjak mengenalkan Nayara kepada teman-temannya, Zavian sudah bisa melihat kejanggalan dalam sorot mata Nick saat menatap istrinya. Tidak sama seperti temannya yang lain, cara Nick menatap Nayara agak sedikit berbeda. Terlihat tajam, mencari detail dan penuh hasrat terpendam.
Bagi Zavian, semua itu terasa sangat menyebalkan dan mengganggu .
Zavian adalah laki-laki perasa yang sangat sensitif. Dia akan memahami sikap orang-orang di sekelilingnya lalu menempatkan diri dengan baik agar tidak mengusik apapun. Jadi, ketika Nick berulang kali memandangi Nayara dengan cara yang berbeda , maka Zavian langsung tahu bahwa ada yang tidak beres dengan temannya.
Itulah kenapa Zavian merasa kurang nyaman jika Nayara berada di dekat temannya. Zavian juga sering menolak kedatangan Nick ke rumahnya dengan berbagai alasan. Tapi pekerjaannya tidak selalu mendukung Zavian untuk menjauhkan Nayara dari tatapan Nick. Apalagi semenjak Zavian memutuskan untuk work from home. Maka intensitas kedatangan Nick juga semakin sering.
__ADS_1
.
...****************...