Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Cintai aku lagi


__ADS_3

Nayara mematut dirinya di depan cermin dengan perasaan ragu. Wajahnya terlihat kuyu meski telah diberi sapuan make up yang menyamarkan rona pucat. Matanya terasa berat meski tidak menggunakan bulu mata palsu.Sesekali perutnya bergejolak terasa seperti ingin muntah.


Rasanya dia ragu ingin mendampingi Zavian dalam Business Gathering tahunan kali ini . Tapi ketika mengingat betapa pentingnya pertemuan ini untuk Zavian yang sedang merintis usaha, maka Nayara tidak mungkin mundur dan membiarkan suaminya pergi sendiri. 


“ Ada apa sayang?” tanya Zavian yang baru saja keluar dari walk in closet. Dia telah berpakaian rapi dengan setelan jas mahal keluaran rumah mode terkenal. “ Kamu terlihat tidak bersemangat ,” komentar Zavian lagi.


“ Bagaimana penampilanku?” tanya Nayara tanpa berpaling pada suaminya. Dia menatap lewat pantulan cermin lebar di hadapannya.


“ Cantik dan mengagumkan,” puji Zavian dengan tulus dan memang benar adanya. Pria itu mendekat dan tangannya memeluk pinggang Nayara yang ramping. Diusapnya perut istrinya dengan telapak tangan lebar yang hangat. “ Selama acara nanti, kamu harus tetap di sisiku. Kalian berdua tidak boleh berada jauh dari penjagaanku.” 


“ Iya By,” jawab Nayara sambil mengangguk kecil. Sekarang dia yakin sekali bisa mendampingi suaminya dengan baik di tengah-tengah keadaannya yang juga butuh perhatian. 


Nayara kemudian berbalik dan berhadapan dengan suaminya yang tampak gagah. Diusapnya rahang pria itu dengan lembut. Mereka saling bertatapan , lalu Zavian mencium pipi Nayara dalam- dalam. Dia tidak ingin merusak lip product yang telah terpulas rapi di bibir istrinya meski hasratnya ingin sekali melakukan itu. 


Setelah itu Zavian membimbing istrinya keluar rumah, dimana sebuah mobil mewah beserta sopir telah menunggu mereka. Evy sendiri telah berangkat duluan ke Hotel dimana acara bergengsi itu diadakan. Perempuan itu harus memastikan keadaan aman dari kemungkinan bencana yang disengaja oleh orang-orang tertentu. 


Saat tiba di hotel, mobil yang ditumpangi Zavian dan Nayara berhenti tepat di depan venue dimana karpet merah digelar dengan para awak media yang telah menunggu. Zavian turun terlebih dahulu, kemudian dia menuntun Nayara dan memastikan istrinya melangkah dengan aman. 


Suara Master Of Ceremony menggema menyebut nama Zavian dan Nayara. Disebutkan pula bahwa Zavian adalah pemilik PT. ZN Abadi yang sedang mengerjakan beberapa proyek dan bekerja sama dengan beberapa perusahaan ternama. Lalu jepretan kamera terarah kepada mereka berdua dan permintaan wawancara langsung menggema dari para wartawan. 


“ Hati- hati, “ bisik Zavian sambil memperhatikan langkah istrinya. 


Nayara mengeratkan pegangannya di lengan Zavian sambil berjalan dengan langkah yang begitu anggun. Dia ikut tersenyum untuk menyapa beberapa kolega yang ditemui oleh Zavian sepanjang perjalanan menuju meja mereka. 


Acara kemudian berlangsung dengan khidmat dan visi-misi Business Gathering kali ini dibacakan oleh panitia acara. Setelah Menteri Perekonomian memberikan pidato sambutan lalu dilanjutkan dengan acara semi formal. Para undangan dipersilahkan menikmati hidangan dan satu circle para pengusaha mulai terbentuk. 


Zavian membawa Nayara menemui dan menyapa beberapa orang rekan bisnisnya Seperti yang telah diucapkannya sebelumnya, Zavian dengan bangga memperkenalkan Nayara kepada semua orang sebagai istrinya. 

__ADS_1


“ Ini istriku,” ujar Zavian saat berhadapan dengan Aryan Maheswara yang juga didampingi oleh istrinya. 


“ Salam kenal. aku Nayara,” Nay mengulurkan tangan terlebih dahulu dan istri Aryan menyambut dengan ramah. 


“ Salam kenal , aku Elnara. Panggil saja Nara,” ujar Nara dengan senyum manis. Sebenarnya ini adalah kali pertama ia menemani Aryan datang ke acara seperti ini, biasanya Nara lebih suka berada di rumah. Kalau saja suaminya tak memaksa mungkin dia tidak akan keluar rumah. 


Tidak lama kemudian Farel yang menjabat sebagai pimpinan perusahaan Magenta Group ikut bergabung bersama mereka. Disusul pula oleh pemilik Moonlite Corp yang semakin menambah ramai.


Sementara itu, dari tempatnya berdiri Fabian menatap adiknya dengan tatapan iri luar biasa. Zavian dengan mudah berbaur dengan orang-orang ternama dan menjadi bagian dari circle elit itu. Lingkaran dimana Zavian berada menjadi sorotan kamera karena di sanalah para pengusaha besar berkumpul.


Para asisten mereka sibuk mencatat tanggal rencana pertemuan selanjutnya dan proyek apa yang akan di gagas. Di antara gelak tawa itu, kerja sama yang menguntungkan pun mulai tampak ke permukaan. 


Fabian menenggak champagne di dalam gelasnya hingga tandas , setelah itu dia menuju ke sebuah lingkaran dimana salah seorang temannya berada. Fabian ikut berbasa- basi meski matanya tidak lepas pada sosok yang mendampingi adiknya. 


Selain mengamati dengan siapa Zavian berinteraksi , Fabian juga selalu memperhatikan Nayara sejak tadi. Bahkan dia seperti tidak bisa melepaskan pandangan dari sosok wanita cantik yang terlihat mengagumkan itu. 


“ Kamu datang sendirian, Bian?” tanya Hendri memecah konsentrasi Fabian yang berfokus pada Nayara. 


“ Ah, iya.” jawab Fabian sedikit mengambang. 


“ Sesekali bawa istrimu ke pertemuan kita, Bian. Kenalkan juga pada kami, siapa tahu istrimu berminat join dengan circlenya istriku,” ucap Hendri .


Fabian tidak begitu menanggapi ajakan itu karena sekarang dia sedang mengamati Nayara yang melangkah menjauh dari Zavian. Wanita itu berjalan sendirian menuju restroom yang terletak di sisi timur ruangan . Ada lorong panjang yang menjadi penghubung antara ruang utama dengan restroom sekaligus toilet.


Fabian mengikut langkah Nayara dan berdiri di depan toilet wanita . Setelah mengamati situasi, dia memberanikan diri masuk secara terang-terangan dan mengusir beberapa wanita agar segera keluar. Setelah itu Fabian mengunci pintu dan menunggu hingga Nayara keluar dari salah satu bilik toilet. 


“ Astaga, Mas Bian !” pekik Nayara kaget mendapati  Fabian berdiri sambil menatapnya.

__ADS_1


“ Aku kangen kamu, Nay,” ucap Fabian dengan jujur tanpa perlu basa-basi.


“ Ke-keluar ! Ini toilet khusus perempuan!” bentak Nayara dengan sedikit ketakutan. 


“ Aku sudah menceraikan Sarah,” beritahu Fabian tanpa mengindahkan peringatan Nayara barusan. “ Ternyata menikahinya benar-benar sebuah kesalahan besar di dalam hidupku.”


“ Jangan bicara lagi ! Keluar !” hardik Nayara . Tapi Fabian malah berjalan mendekat hingga Nayara terpaksa mundur beberapa langkah.


“ Dan melepaskanmu adalah kebodohan yang akan selalu kusesali. Aku mneyesal , Nay… aku menyesal,” ucap Fabian sambil terus berjalan mendekat.


Napas Nayara mendadak sesak dengan rasa takut yang mengurungnya. Teringat lagi betapa gilanya tindakan Fabian yang hendak melecehkannya waktu itu, lalu Fabian juga merencanakan penculikan atas dirinya. Bahkan ada mata-mata yang dikirimnya untuk mengawasi kediaman Nayara. 


Segala tindakan gila Fabian itu membuat Nayara meningkatkan kewaspadaan. Dia otomatis memeluk perutnya demi melindungi janin yang ada di sana. 


“ Aku ingin kamu kembali padaku, Nay. Aku ingin kamu jadi milikku lagi,” ucap Fabian dengan tak tahu malu. Suaranya terdengar memohon dan putus ada. 


Saat Fabian semakin mendekat dan nyaris menyentuhnya, Nayara berteriak sekeras mungkin . Lalu pintu didobrak dari luar dan Evy berlari ke arahnya. Fabian dengan mudah dipukul mundur dan ditarik menjauh dari Nayara. Pria itu terduduk di lantai dengan lemah, matanya masih menatap ke arah Nayara. 


“ Cintai aku lagi, Nay.” 


Lalu kemunculan Zavian di sana menambah suasana semakin tegang dan panas . Diantara amarah yang meluap-luap dan keinginan untuk menghajar kakaknya, Zavian masih bisa mencoba berpikir jernih. Dia tidak mau membuat keributan di sini karena di luar sana ada banyak wartawan yang akan membuat berita sangat cepat beredar. Apalagi dia juga tidak mau mencoreng nama keluarganya dengan insiden ini. 


Jadi Zavian melangkah masuk melewati Fabian dan mengabaikan pria itu. Dia lebih memilih untuk mendekati istrinya yang tampak syok. Zavian yakin sekali, di balik makeup itu pasti wajah istrinya sedang pucat pasi, bahkan jelas terlihat bagaimana bibir Nayara bergetar dalam situasi ini. 


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2