Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Terbangun di ranjang ipar


__ADS_3

“ Izinkan aku malam ini memilikimu, Nayara.” ucap Zavian sambil menatap lekat kedua mata Nayara.


Jangan menangis lagi , ayo bersenang - senang bersamaku. Kepala Nayara penuh oleh berbagai pemikiran yang membebani perasaannya. Lalu ucapan Zavian terngiang lagi di telinganya dan dia memutuskan menyambut baik uluran tangan Zavian.


Nayara tidak bersuara untuk menjawab permintaan adik iparnya itu, tapi malah mengalungkan tangannya ke tengkuk Zavian. Dia mencium bibir pria itu lebih dulu dengan hissapan kuat.


Itulah jawabannya.


Nayara setuju jika malam ini dia menyerahkan dirinya pada pria lain selain suaminya. Zavian paham tanpa perlu meminta penjelasan lagi. Dengan ciuman yang masih bertaut erat , Zavian mengangkat tubuh Nayara meninggalkan dapur dan melewati ruangan-ruangan luas dengan sofa mewah.


Beruntung kamar Zavian ada di lantai bawah dengan posisi paling pojok dan berhadapan langsung dengan kolam renang, sehingga keduanya tidak perlu menaiki tangga di tengah hasrat yang semakin menggebu.


Setelah berhasil mendorong pintu kamarnya , Zavian langsung mengunci ruangannya. Pria itu kemudian menjatuhkan dirinya ke atas kasur dalam posisi duduk dan menahan agar Nayara tetap berada di dalam dekapannya. Kedua lutut Nayara  bertumpu pada kasur dan mengurung paha Zavian. Lengan Nayara mengalung di tengkuk adik iparnya dan bibirnya menghissap dengan penuh hasrat. Zavian membalas ciuman Nayara dengan hasrat yang tak kalah menggebu.


Piyama satin itu dibuka Zavian dengan cepat karena ia sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh kakak iparnya itu. Nayara membantunya dengan bekerja sama mengangkat lengan agar kain licin itu lolos dari kepalanya. 


“ Wah.” Zavian berucap takjub melihat pemandangan dihadapannya. Dia benar-benar terpesona, tanpa dibuat-buat.


Bukit kenyal Nayara terpampang jelas di hadapannya, membusung indah dengan puncak merah kecoklatan yang mengundang untuk digigit. Zavian langsung melahap bukit kenyal Nayara dengan cepat, menggigit kerikil kecil di puncak bukit kenyal itu dengan rakus . Sementara satu tangan Zavian meremass kuat bukit kenyal yang satunya.


“ Aahhh..” Nayara menengadah sambil mencengkram erat pundak Zavian. 


Zavian kembali membungkam bibir Nayara dengan cepat . Remassannya di dada Nayara terasa kasar tapi justru semakin membakar gairah. 


“ Vian….” Nayara mnyuarakan nama pria itu dengan suara serak yang terdengar begitu seksi di telinga Zavian.” Aahh…”

__ADS_1


Rasanya Zavian ingin berlama -lama bermain dan menikmati  keindahan bukit kenyal itu, tapi letupan hasrat di dalam dirinya menuntut untuk dipuaskan. Ada hal lain yang tak kalah menggoda gairah dan Zavian tidak mungkin hanya berhenti pada satu titik itu saja .


“ Aku ingin berada di dalam dirimu, Nay.” ujar Zavian. Sekali lagi, Zavian memastikan bahwa kakak iparnya menyerahkan diri padanya dengan sukarela tanpa paksaan sama sekali.


Nayara menatap Zavian dengan sorot mata sayu namun penuh gairah . Wanita itu tidak bicara dia hanya mengangguk lalu mengecup bibir Zavian. Ciumannya yang kuat dan penuh hasrat seolah memberikan izin pada Zavian untuk menjammah tubuhnya lebih jauh lagi. 


Tanpa rasa sabar , Zavian membalikkan posisi mereka hingga Nayara berbaring telentang di atas kasur. Zavian merangkak ke atas tubuh setengah telaanjang itu, lalu menarik kain tipis yang masih menutupi bagian bawah tubuh wanitanya.


“ Perfect.” gumam Zavian sambil menatap tubuh polos Nayara yang sangat indah dihadapannya.


Zavian sendiri melucuti pakaiannya dengan cepat , dilemparkannya bajunya secara asal-asalan ke lantai dan bergabung bersama baju tidur milik Nayara. Setelah itu dia merangkak di atas tubuh wanita yang bersiap menerima dirinya. 


“ Aku mulai, Nay.” bisik Zavian


Pria itu melebarkan paha Nayara dan meraba kembali bagian bawah yang sudah basah itu. Dia ingin memastikan bahwa Nayara benar-benar siap menerima dirinya. Setelah itu barulah Zavian mengarahkan senjatanya yang sekeras batu ke dalam lubaang milik kakak iparnya itu.


Setelah itu, gerakan Zavian mulai mendesak membawa hasratnya yang meronta ingin mencari kenikmatan. Hentakan demi hentakan tertanam kuat hingga menghadirkan dessahan tanpa jeda. 


“ Setelah ini , aku tidak akan melepaskanmu, Nay.” ucap Zavian di antara deru napasnya yang memburu.


Dan Nayara membalas dengan eraangan panjang. Keningnya berkerut dalam sambil mengigit bibir, sementara itu geliat pinggulnya menghadirkan getaran hebat bersamaan dengan kedutan kuat di lubaang kenikmatannya. Setelah gelombang itu reda , Nayara menatap Zavian dengan napas terengah dan sorot mata sayu. Wanita itu sadar bahwa malam ini dia telah membalas pengkhianatan suaminya dengan pengkhianatan yang sama rendahnya.


Sayang sekali, dia sudah tidak bisa melarikan diri dari dosa yang telah diciptakannya sendiri. Karena Zavian tidak akan membiarkan Nayara lepas begitu saja dari genggamannya. Pria itu kembali bergerak demi mencari kepuasan untuk dirinya.


...----------------...

__ADS_1


Nayara terbangun dan menyadari bahwa dirinya sedang berada di ranjang adik iparnya. Dia mengarahkan pandangan ke arah jam digital di atas nakas dan melenguh pelan. Saat ini masih jam tiga dini hari dan kepalanya terasa begitu pusing. 


Wanita itu menggeliat pelan, melepaskan tangan Zavian yang melingkar di pinggangnya dengan hati-hati Nayara turun dari ranjang dan mengambil kemeja milik Zavian untuk menutup tubuh polosnya. Karena gaun tidurnya sendiri terlempar entah kemana Setelah itu dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perut yang bergejolak hebat. 


“ Benar-benar ja*lang .” gumam Nayara saat dia selesai mencuci mulutnya di wastafel dan menatap pantulan dirinya di cermin. Bayangan saat dirinya menenggak wine kembali terlintas , lalu adegan demi adegan yang dilakukannya bersama Zavian membuatnya semakin bergidik antara rasa jijik dan juga malu.


Nayara mencuci wajahnya , lalu keluar dari kamar mandi Dia melihat punggung Zavian yang telanjang, pria itu masih tidur dengan nyenyak. Nayara menggeleng singkat, merasa tidak percaya bahwa dirinya telah bercinta dengan adik iparnya sendiri . “ Astaga, kelakuanku.” Gumam Nayara dengan suara lirih. 


Nayara kemudian memungut pakaiannya yang berceceran di lantai dan keluar dari kamar itu. Dia berjalan mengendap- endap sambil memegangi potongan kain miliknya yang tidak sempat dipakainya lagi. Dia ingin segera sampai ke dalam kamarnya sebelum ada anggota keluarga atau para pekerja memergokinya.


Pasti akan sangat memalukan jika seorang Nayara yang selama ini dikenal sebagai wanita anggun, sopan dan baik keluar dari kamar adik iparnya. Apalagi dalam keadaan hanya mengenakan selembar kemeja tanpa pakaian dalam.


Beruntungnya belum ada pekerja rumah yang terjaga dini hari itu, sementara anggota keluarga Rayyansyah yang lain masih berada di hotel. Sesampainya di kamar, Nayara segera melepaskan kemeja milik Zavian dan melempar kain itu ke dalam keranjang cucian.


Nayara membersihkan diri , mengganti pakaian tidurnya, dan menghambur ke kasur . Saat mengingat kembali momen bersama Zavian , dia berulang kali merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya. Itu dosa, dan Nayara sadar akan hal itu. Tapi siapa yang akan disalahkan selain dirinya sendiri. 


Meski sisi gelap di dalam dirinya terus memberikan pembenaran atas kelakuannya yang kecewa terhadap pengkhianatan suaminya, tapi bercinta dengan adik iparnya sendiri tetap saja merupakan hal yang menjijikan. 


Saat pagi, Nayara tidak berani turun ke lantai bawah untuk sarapan . Dia terlalu malu jika harus berhadapan dengan Zavian. Jadi, dia meminta agar pelayan mengantarkan sarapan ke kamarnya.


Nayara juga mengenakan baju panjang dengan model turtle neck untuk menutupi lehernya. Ada banyak bercak merah yang ditinggalkan oleh Zavian di kulit leher hingga dadanya, hal itu semakin membuat Nayara merasa ketakutan dalam rasa bersalahnya.


Bagaimana jika nanti ada yang menyadari noda itu? Lalu bagaimana cara Nayara memberi penjelasan pada suaminya. Entahlah, Nayara bahkan tidak tahu bagaimana cara menenangkan perasaannya sendiri. Dia terlalu kalut dan juga takut.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2