Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Bermulut besar


__ADS_3

Sementara itu, Fabian mengira Zavian membuat keputusan besar itu hanya sebatas emosi saja. Dia kira Zavian marah padanya karena dirinya itu tidak diberi kekuasaan sebesar dirinya. Fabian masih merasa bahwa dirinya begitu istimewa dan dia tidak pernah tahu kalau keputusan adiknya akan membuatnya berada dalam posisi sulit di masa depan. 


Dengan angkuh Fabian melarang ayahnya untuk menyusul Zavian dan meminta agar adiknya dibiarkan pergi. Dia tidak ingin sang papa menahan Zavian agar tetap ada di posisinya saat ini. 


“ Dia pikir aku akan takut dengan gertakan murahan itu .” ujar Fabian dengan sinis. 


“ Memangnya dia pikir perusahaan ini akan lumpuh jika tidak ada dirinya, cih !” 


“ Sekarang papa hanya mengandalkanmu, Bian . Bekerjalah dengan baik agar perusahaan kita tetap jaya.” pesan sang papa padanya. 


“ Tentu saja, Pa. Aku merasa lega Zavian keluar dari perusahaan ini. Karena hanya akulah anakmu yang pantas untuk menjadi satu-satunya tumpuan di sini.” ucap Fabian dengan angkuh.


“ Hm.” sahut papa Adrian dengan suara samar. Tapi kekalutan jelas tercetak di wajah laki-laki paruh baya itu. 


Adrian Rayyansyah hanya menghela napas dalam. Ada perasaan gamang yang kini bersarang di dalam hatinya. Dia tidak yakin semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja setelah ini. Zavian adalah bagian penting di dalam perusahaan ini dan segalanya bergantung pada Zavian. 


Adrian tahu bahwa Fabian tidak sehebat Zavian . Dia tahu persis hal itu, tapi entah kenapa dia malah membiarkan Zavian pergi dan mempercayakan segalanya pada Fabian. Itu adalah keputusan yang berusaha diyakininya meski ada rasa gamang di dalam hatinya. 


Mungkin suatu saat nanti, ketika hari penuh penyesalan itu tiba, Adrian berharap bisa memutar waktu kembali ke titik ini dan menahan Zavian agar tidak pergi. 


“ Apa yang akan kamu lakukan setelah ini , By?” tanya Nayara pada Zavian. 


“ Menghabiskan waktu dengan bermanja-manja padamu.” jawab Zavian asal-asalan . Dia menjatuhkan kepala di bahu istrinya dan mengecup kulit leher yang halus dan wangi itu. 


“ Aku serius, By.” ujar Nayara sambil menahan kepala Zavian dengan sebelah tangannya. 


“ Apa yang akan kamu lakukan setelah keluar dari perusahaan papa.” 


“ Selama ini aku sudah menjalankan beberapa proyek kecil-kecilan yang dibantu oleh temanku. Sekarang saatnya aku membangun perusahaanku sendiri.” jelas Zavian. 

__ADS_1


“ Pasti butuh banyak dana untuk melakukan itu.” sahut Nayara. 


“ Aku sudah mendapatkan beberapa investor untuk pendanaan dan akan menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan besar.” jelas Zavian lagi. Semua langkah itu sudah dirancang dengan matang sebelum Zavian memutuskan keluar dari perusahaan ayahnya. 


“ Perusahaan mana yang akan bekerja sama denganmu ?” tanya Nayara penasaran. 


“ MH Corporations .” jawab Zavian dengan santai. “ Pemiliknya sendiri yang memintaku untuk menjalin kerjasama dan berjanji akan memberi perlindungan di bawah naungannya.” 


Nayara membelalakkan matanya dengan rasa terkejut yang luar biasa .” Itu kan perusahaan kompetitor , By. Papa pasti marah kalau tahu setelah ini kamu bekerjasama dengan lawan beratnya. Kamu pasti akan dianggap pengkhianat , By.” 


“ Gak pa-pa sayang, anggap aja sebagai kejutan tak terduga untuk Fabian.” jawab Zavian sekenanya. “ Lagipula dia memang sudah menganggapku sebagai pengkhianat semenjak menikahimu.” 


Nayara tidak habis pikir dengan pemikiran Zavian yang tidak pernah bisa ditebaknya. Tapi di sisi lain, Nayara juga lega melihat Zavian bisa melepaskan diri dari tekanan papanya yang seperti mencekiknya. 


“ Seperti yang pernah kubilang, aku akan mendukung semua keputusanmu. Aku akan mendukung semua hal-hal baik yang akan kamu lakukan untuk masa depan kita.” ucap Nayara dengan tulus. 


“ Terima kasih, ya sayang. Aku hanya sedang mencari tempat dimana aku dihargai, bukan hanya sebatas dibutuhkan saja. “ lirih Zavian . 


Hingga akhirnya proyek yang digagas Zavian menarik perhatian Aryan Maheswara, seorang CEO dari MH Corporations yang sangat terkenal. Awalnya Aryan meminta Zavian bergabung dengan perusahaannya, tapi Zavian menolak dan berkata bahwa dia akan mendirikan perusahaan sendiri atas namanya. 


Bukannya merasa takut akan mendapat saingan, Aryan justru semakin mengulurkan tangan dengan menawarkan kerjasama dan juga bantuan dana. Bahkan Aryan membantu Zavian dalam pengurusan akta legalitas perusahaannya yang baru saja akan dimulai. 


Jika kerjasama proyek ini berhasil, maka Zavian otomatis akan berada di bawah naungan MH Corporations . Itu artinya Fabian atau papanya tidak akan bisa mengusik Zavian dengan mudah. Ada sebuah titik aman yang didapatkan Zavian dari kerjasamanya dengan Aryan.


Berita keluarnya Zavian dari perusahaan keluarga cukup membuat semua pihak terkejut.  Tidak hanya keluarga inti Rayyansyah yang merasa syok tapi seluruh jajaran pejabat perusahaan juga merasa kaget. Hal itu membuat Adrian Rayyansyah harus mengadakan rapat internal untuk menjelaskan bahwa kondisi perusahaan akan baik-baik saja meski Zavian tidak lagi bergabung. 


Anggota keluarga yang lain juga mencecar Adrian dengan pertanyaan kenapa Zavian sampai cabut dari perusahaan. Lalu rasa terkejut itu semakin dibuat parah ketika mengetahui bahwa Zavian tidak lagi tinggal di kediaman keluarga Rayyansyah. Berbagai asumsi bergelinding cepat seperti bola panas yang membawa kecurigaan terhadap buruknya hubungan Zavian dengan Adrian. 


“ Kami baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” jelas Adrian dengan suara tenang. Seperti kebiasaan keluarganya, Adrian akan mengundang kerabat inti untuk duduk bersama di meja makan dan menjelaskan situasi yang tengah dihadapinya. 

__ADS_1


“ Zavian keluar atas kemauannya sendiri tanpa ada desakan atau paksaan dari kami.” tegas Fabian. 


“ Pasti ada hal lain yang membuat Zavian keluar dan melepaskan jabatannya.” cecar tante Tania. 


“ Aku sudah menghubungi Zavian dan bertanya langsung padanya, tapi dia malah memintaku agar menanyakan hal ini secara langsung kepada mas Adrian.” sahut Om Farhan . 


“ Dia hanya menggertak kita saja.” sahut Fabian dengan santai. “ Ada proyek besar yang sekarang sedang berlangsung dan itu di bawah tanggung jawabku. Kemarin papa menyerahkan tanggung jawab itu kepada Zavian dan dia menerimanya. Tapi entah kenapa, sekarang dia malah cabut dan meninggalkan pekerjaan yang terbengkalai. Dia pikir hanya dirinya saja yang bisa melakukan hal itu.” 


“ Aku tahu tentang proyek itu.” sahut Om Farhan. “ Lalu bagaimana sekarang ? Apa kamu akan melanjutkannya?” 


“ Tentu saja, Om. Memangnya kalian pikir cuma Zavian yang bisa melakukan itu ?” tanya Fabian dengan kilat mata penuh kesombongan. “ Aku juga bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih baik darinya.” 


“ Baguslah.” timpal Om Farhan. “ Kuharap kamu memang sehebat Zavian dalam mengerjakan segala sesuatunya.” 


“ Semoga perusahaan tidak kacau setelah ditinggalkan Zavian.” timpal Tante Siska. 


Mendengar suara-suara yang menyayangkan kepergian Zavian dan meragukan kemampuannya sontak membuat Fabian marah. Dia tidak terima jika orang-orang menganggap Zavian sebagai sosok yang luar biasa. Sebagai calon CEO yang akan menggantikan posisi ayahnya, Fabian merasa bahwa dirinyalah yang harus dianggap hebat. 


“ Sebagai pewaris utama dan juga calon CEO , aku akan membuat perusahaan jauh lebih maju di tanganku. “ ujar Fabian seraya menahan rasa geram. “ Jadi, berhenti menyanjung Zavian di hadapanku. Karena dia hanyalah sosok yang lebih pantas menerima sisa dariku.” 


Tante Tania, Tante Siska dan Om Farhan dan seluruh keluarga yang ada di sana menatap Fabian dengan sinis dan penuh keraguan. Tapi karena tidak mau memperkeruh keadaan, maka mereka memilih diam dan membiarkan Fabian bersama kesombongannya. 


Mereka hanya menunggu langkah tepat yang diambil Fabian setelah Zavian meninggalkan semuanya. Tapi sayangnya, Fabian hanya bermulut besar saja. 


Sebulan pasca Zavian hengkang dari perusahaan, segalanya seolah stuck tanpa ada pergerakan yang berarti. Posisi Chief Operational Officer yang semula diisi Zavian masih kosong hingga sekarang. Berbagai agenda pelaksanaan proyek baru yang awalnya berjalan dengan baik kini satu persatu ditunda. 


Fabian tidak bisa mengurus perusahaan seperti yang diucapkannya dengan lantang. Dia masih sibuk dengan ambisi pribadinya untuk mengejar Nayara. Setiap saat dia akan menghubungi mata-matanya untuk menanyakan dimana Nayara sedang berada. 


Karena penyamaran Boris telah diketahui oleh pihak Zavian, maka Fabian mencari agen baru untuk menjadi mata-matanya. Seorang pria bernama Bram yang masih satu organisasi dengan Boris kini menjadi kaki tangannya. Pria itu berhasil masuk ke lingkungan perumahan elit tempat Zavian tinggal dan menyamar sebagai pekerja taman.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2