
Sayangnya, setelah kejadian itu Nayara malah kembali mengurung diri di dalam kamar. Dia tidak turun untuk makan malam dan menolak untuk bergabung bersama keluarga yang lainnya. Nayara menghabiskan waktu dengan merebahkan diri di kasurnya. Kepalanya penuh oleh pemikiran rumit yang membuat raganya mendadak lelah.
‘ Cari aku jika kamu butuh perlindungan.’ begitu ucapan Zavian saat mereka selesai bercinta kemarin.
Memangnya perlindungan seperti apa yang akan diberikan Zavian untuknya? Entahlah Nayara pusing memikirkan semua ini.
Di sisi lain, Zavian berhasil membuat Nayara menjadi ketergantungan dalam waktu singkat. Pelukannya, sentuhannya dan sikap hangatnya membuat Nayara berpikir bahwa dia sangat membutuhkan pria itu .
Bersama Zavian, rasa sakit hati dan kecewa seolah menguap di dalam hidup Nayara. Pria itu sukses menciptakan sebuah dunia baru untuk Nayara yang sedang berada dalam keadaan menyedihkan. Nayara sadar ada kesalahan yang sedang terjadi di dalam dirinya. Dan segalanya di perparah oleh perasaannya terhadap Zavian yang membuat hidupnya terasa jungkir balik dalam sekejap.
Malam ini, Nayara manatap penampilannya di cermin besar yang ada di walk in closet. Zavian benar, Nayara telah jauh berubah. Tidak hanya tentang urusan hati, tapi juga mengenai penampilannya. Dia seperti kehilangan dirinya sendiri.
Wajahnya tampak tirus dan lelah. Ada kantung mata yang melingkar hitam di bawah matanya. Kulit wajahnya juga menjadi lebih kusam karena tidak terawat. Semua itu jauh berbeda dengan Sarah yang cantik berseri-seri sepanjang waktu.
Pantas saja Fabian jatuh cinta sampai tergila- gila hingga melupakan keberadaan Nayara.
“ Menyedihkan sekali.” bisik Nayara pelan.
Nayara mengambil krim wajah dan memulas wajahnya. Dia harus menghilangkan jejak kesedihan itu agar segalanya tampak baik-baik saja. Tidak ada yang boleh berteriak kegirangan di atas kehancuran hidupnya saat ini.
Setelah merenung dan menghindar cukup lama, Nayara memberanikan diri turun dan bergabung dengan anggota keluarga yang lain. Dia menampilkan sosok Nayara yang selalu baik-baik saja meski hatinya remuk redam tak berbentuk.
“ Mau kemana Nay? cantik banget dandanannya.” ujar mama Widya mengomentari penampilan menantunya.
“ Gak kemana-mana, Ma.” jawab Nayara sambil duduk di sebelah Fabian.
“ Hari ini mama sengaja minta dibuatkan udang telur asin kesukaan kamu. Sudah berapa hari kamu kayak gak selera makan dan jarang turun untuk makan malam bersama. Bikin khawatir aja.” ucap Mama Widya . Disodorkannya piring bulat berisi menu kesukaan Nayara. “ Makan yang banyak, ya.”
“ Makasih ,Ma.” jawab Nayara seraya tersenyum.
“ Ma, aku juga suka udang loh.” Sarah mencoba mencari perhatian mertuanya. Tangannya terulur hendak mengambil piring berisi udang dengan saus telur asin yang disodorkan ke arah Nayara.
“ Perempuan hamil gak boleh makan seafood, bahaya.” ketus mama Widya . Dia menepis tangan Sarah yang hendak meraih piring di depannya.
“ Eh, masa sih?” tanya Sarah dengan raut wajah memerah karena malu. Dia urung mengambil menu yang tampak menggoda seleranya itu.
__ADS_1
“ Tanya sama dokter atau banyakin baca artikel tentang ibu hamil.” sahut mama Widya.
Seakan tidak cukup sampai di situ, mama Widya menoleh ke arah Zavian yang sedang menambah minum.” Jangan suka mengambil kepunyaan orang lain , Vian. Nanti jadi kebiasaan sampai tua merebut apa yang ada di tangan orang.”
“ Eh?” Zavian yang tidak merasa melakukan apa-apa terbelalak kaget mendapat semburan ketus dari mamanya. Tapi setelah menyadari untuk siapa sindiran itu ditujukan, Zavian justru meladeni ucapan mamanya.
“ Ya, gimana . Soalnya apa yang ada di tangan orang lain itu selalu tampak menggoda mata.” ucap Zavian . Tatapannya tertuju pada Nayara.
Nayara yang menyadari tatapan Zavian hanya bisa pura-pura sibuk dengan makanannya. Dia mengabaikan tatapan menggoda dari adik iparnya itu.
“ Udangnya enak.” celetuk Nayara kemudian.
“ Senang deh , kalau kamu suka.” balas mama Widya.” Habiskan ya.”
Nayara mengangguk mengiyakan , meski tahu bahwa dia tidak mungkin akan menghabiskan sepiring penuh udang saus telur asin sendirian.
“ Kamu sakit, Nay?” Fabian mencoba memberi perhatian kecil untuk istri pertamanya itu.
“ Gak, aku baik-baik aja!” jawab Nayara tanpa menoleh ke arah suaminya.
“ Dia memang tampak baik-baik saja, mas. Gak terlihat sakit sedikitpun.” kata Sarah . Perempuan itu tampak tidak terima melihat suaminya memberi perhatian kepada Nayara.
“ Mungkin itu karena dia terus mengurung diri di dalam kamar.” sahut Sarah.
Nayara nyaris tergelak mendengar ucapan Sarah, tapi dia hanya menampilkan senyum tipis dengan raut wajah tidak peduli.
“ Nay, kalau ada apa-apa cepat bilang. Jangan ditahan sendirian.” ucap Fabian.
Nayara menoleh ke arah suaminya , menatap pria itu dengan tatapan sedikit kesal. Dia mendekat, lalu membisikkan sebuah kalimat di telinga Fabian. “ Aku tidak butuh perhatianmu!”
Setelah itu Nayara kembali melanjutkan makannya meski tidak berselera sama sekali. Entah kenapa , dia jengkel melihat sikap perhatian yang ditunjukkan Fabian padanya.
Sementara di seberang mejanya, Zavian tersenyum melihat sikap Nayara yang dingin melebihi gunung es. Pria itu juga puas melihat bagaimana wajah Fabian yang ciut mendapat sikap ketus dari istrinya.
Selesai makan malam, Nayara ikut bergabung bersama di ruang tengah. Tapi tidak berapa lama, dia segera masuk ke dalam kamar karena merasakan perutnya mendadak mual. Sesampainya di kamar, Nayara memuntahkan makan malam yang ditelannya tadi hingga perutnya kembali kosong. Rasanya perih, tapi ada juga rasa lega.
__ADS_1
Saat keluar dari kamar mandi, Nayara terkejut mendapati Fabian sedang menunggunya di sisi ranjang.” Kamu kenapa , Nay? sakit?”
Wajah Fabian tampak khawatir melihat keadaan istrinya. Tapi sikap itu justru membuat Nayara merasa muak. “ Jangan sok perhatian. Urus saja istri barumu yang manja itu !” balas Nayara sambil berlalu.
“ Kamu kenapa sih, Nay? ketus banget kalau ngomong sama aku .” sahut Fabian tidak terima. Dia mengikuti langkah Nayara menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
“ Ucapanku benar, kan?” ketus Nayara yang sudah muak selama ini.” Sebaiknya kamu urus saja istrimu yang manja itu. Ngapain nanyain aku, sok perhatian !”
“ Kamu juga istriku, Nay.” ujar Fabian.
“ Oh, ya ? baru ingat kalau aku ini masih jadi istrimu? kukira sudah lupa.” sindir Nayara yang semakin ketus.
“ Maaf kalau akhir-akhir ini aku jarang menemanimu. Soalnya Sarah….”
“ Mending kamu keluar sekarang ! Urus aja si Sarah itu.” ketus Nayara.
Fabian tampak salah tingkah menghadapi sikap Nayara yang tampak ketus terhadapnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk kembali membuat hubungan mereka kembali manis seperti dulu.
“ Aku tidur di sini malam ini.” ucap Fabian dengan mantap.
“ Gak usah, nanti istri barumu marah.” ketus Nayara.
“ Dia pasti mengerti kalau aku harus bersikap adil pada kalian berdua.”
Nayara tertawa mendengar ucapan Fabian.
“ Adil? Ah, bunyinya lucu sekali.”
“ Aku kangen kamu, Nay.” Fabian memeluk Nayara dari belakang tapi istrinya segera melepaskan pelukan itu dengan cepat, lalu memandang suaminya dengan air mata hampir tumpah.
Berminggu-minggu dia diabaikan, meringkuk sendirian dalam kesepian dan berkubang dalam rasa sakit karena merasa tidak dicintai lagi. Tapi sekarang, Fabian dengan mudahnya kembali tanpa merasa bersalah sama sekali. Nayara semakin merasakan sakit luar biasaa.
“ Aku tidak membutuhkan kamu lagi, Mas.” ucap Nayara di sela air matanya yang berjatuhan.
Fabian yang merasa mendapat penolakan tegas dari Nayara akhirnya memilih mengalah dan keluar dari kamar Nayara lalu kembali ke kamarnya dengan Sarah.
__ADS_1
.
...****************...