
“ Kalau minta maaf itu yang tulus,” sindir Mama Widya pada sang suami.
“ Aku tulus, kok,” jawab Papa Adrian dengan penuh percaya diri.” Masalah Zavian benar-benar mau memaafkanku atau tidak itu akan menjadi urusannya sendiri.”
“ Masih saja egois,” decak Mama Widya sebal.
Meskipun sudah memutuskan untuk tidak jadi bercerai tapi sikap Mama Widya masih dingin terhadap suaminya. Rasa sakit dan kecewa itu tidak bisa dihapuskannya begitu saja. Apalagi setiap kali melihat Papa Adrian berdekatan dengan Fabian, maka Mama Widya akan bersikap posesif terhadap Zavian. Dia takut sekali jika keduanya kembali merencanakan sesuatu yang buruk pada Zavian.
Dua bulan berlalu…..
Di sela-sela kesibukannya mengurus perusahaan, Zavian selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi fisioterapis agar keadaannya semakin membaik. Tekadnya untuk sembuh dan pulih begitu besar, apalagi sekarang kandungan Nayara sudah memasuki trimester tiga.
“ Aku harus bisa berjalan sebelum anak kita lahir,” ucap Zavian dengan penuh semangat.
Nayara mengangguk dengan ulasan senyum lebar. Dia tampak bahagia melihat semangat suaminya. Apalagi semenjak calon anak mereka dinyatakan berjenis kelamin laki-laki, maka bertambah riuh pula kebahagiaan keduanya.
“ Halo , pangeran… ini Daddy,” bisik Zavian sambil mengelus permukaan perut istrinya.
“ Halo Daddy,” balas Nayara dengan suara dibuat seimut mungkin.
“ Nanti kamu akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan hebat, kita akan bersama -sama melindungi dan membahagiakan Mommy,” ujar Zavian lagi.
“ Mommy menyayangi kalian berdua,” sahut Nayara sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
“ Daddy juga menyayangi kalian,” balas Zavian.
Mereka kemudian saling pandang dan sama-sama tertawa. Zavian berdiri dari posisinya semula dan mencium bibir Nayara.
Nayara baru saja ingin menghindar saat tangan Zavian menyusup masuk ke dalam pakaiannya dan mengelus permukaan perutnya. Tapi terlambat, Zavian telah menemukan apa yang dia cari di balik pakaian yang dikenakan Nayara. Pria itu tampak sedang ingin melampiaskan hasratnya. Terbukti dengan ciuman yang semakin mendalam dan terus menuntut.
Nayara mendessah lemah, lalu berusaha mengikuti permainan suaminya. Dia tidak protes lagi dan juga tidak berniat untuk menghindar. Nayara hanya mendessah dengan lebih kuat saat Zavian mencium lehernya dan berbisik,” Wangi parfum barumu enak sekali, aku suka.”
Seiring dengan itu, remassan Zavian semakin menggila dan dia membuka baju yang dikenakan istrinya dengan cepat . Lalu ciumannya singgah ke dada Nayara yang kini tampak semakin padat dan besar. Lidahnya menjilat, menghissap dan juga menggigit. Membuat Nayara mengeraang tak tertahankan akibat sensasi nikmat yang diberikan suaminya.
Zavian selalu lupa segalanya saat menemukan puncak bukit kenyal Nayara dan bisa bermain di sana selama mungkin. Tapi hasratnya semakin menuntut untuk melakukan banyak hal, jadi dia menyelipkan tangannya ke dalam kain segitiga tipis milik istrinya dan menemukan kehangatan di sana.
“ By….” Nayara memanggilnya dengan dessahan yang begitu merdu. Zavian suka sekali mendengarnya.
Basah, licin dan hangat. Zavian sangat menyukai bagian ini dan dia tidak akan melewatkan setiap kesempatan yang dimilikinya untuk menyentuh bagian bawah Nayara. Dia gerakkan jemarinya dengan lincah di sana dan segalanya semakin menjadi menggairahkan saat Nayara melebarkan pahanya.
“ Aaaahhhhh…” Lalu jeritan itu disusul oleh getaran pinggul dan kaki yang membawa Nayara pada puncak kenikmatan. Napasnya terengah dan dia menatap suaminya dengan sorot mata sayu.
“ Kamu cantik banget,” puji Zavian saat Nayara mendapat pelepassan pertamanya.
Nayara tersenyum dan mereka berciuman sebentar sebelum bertukar posisi. Nayara bangkit dan turun dari sofa sambil mengikat rambut panjangnya. Dia kemudian berjongkok di hadapan Zavian dan membuka resleting celana suaminya . Tatapan Nayara sangat menggoda dan Zavian tahu apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu.
“ Ready for the next part?” tanya Nayara menggoda.
__ADS_1
Zavian menggigit bibirnya sambil mengangguk lemah. Setelah berbulan-bulan menikah dan melakukan hubungan suami istri, Nayara tahu bagaimana cara menyenangkan suaminya sekaligus dimana titik lemah pria itu. Salah satunya adalah dengan memanjakan junior suaminya dengan cara yang menyenangkan .
Nayara mengullum ujung benda keras itu dan berhasil membuat Zavian mengeraang panjang. Saat Nayara mulai bergerak lebih jauh, wajah Zavian terlihat begitu tersiksa tapi dia tidak ingin menghentikan aksi istrinya. Dia membiarkan dirinya berlama-lama dalam siksaan kenikmatan itu dan larut di dalamnya.
Sementara itu, Fabian sedang menghadapi kemelut yang membuat kepalanya nyaris meledak. Semenjak Papa Adrian sakit dan tidak masuk kerja, maka Fabian menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kelancaran perusahaan .
Sayangnya, segalanya tidak selalu berjalan lancar sesuai dengan keinginannya. Ada banyak masalah yang terjadi akhir-akhir ini dan itu sungguh menguji emosinya.
“ Siallan !” Fabian memaki dengan begitu kasar saat melihat daftar karyawan yang hendak mengajukan pengunduran diri.
Dalam bulan ini, ada empat karyawan yang mengajukan one month notice . Padahal bulan sebelumnya sudah ada tiga karyawan yang memutuskan untuk out. Perusahaan juga terus membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi berbagai posisi yang kosong. Tapi tidak semudah itu mendapatkan sosok kompeten untuk menjalankan tugas yang krusial.
“ Semua ini gara-gara Zavian !” rutuk Fabian geram.
Karyawan yang mengundurkan diri dari Raya Corp, bisa dipastikan akan mengajukan lamaran pada perusahaan milik Zavian. Dengan kata lain, karyawan itu lebih memilih bekerja di bawah kepemimpinan Zavian dibandingkan bekerja untuk Fabian.
“ Kalau begitu terus bisa bangkrut perusahaan ini karena kehilangan tenaga profesionalnya,” ucap Fabian semakin kesal.
Fabian kemudian memerintahkan divisi HRD untuk menolak pengajuan one month notice dan memberikan syarat yang berat bagi karyawan yang hendak resign. Dengan begitu, Fabian berharap tidak ada lagi karyawan yang pindah haluan pada perusahaan Zavian.
Fabian juga tahu bahwa saat ini perusahaan Zavian terus berkembang dengan baik. Sepertinya rasa sakit akibat kecelakaan tidak membuat Zavian surut dalam melakukan persaingan. Sepak terjangnya semakin lihai dari waktu ke waktu.
“ Akh, Siialan !” Fabian mengeraang frustasi sambil memijat pelipisnya.
__ADS_1
.
...****************...