
“ Nay kamu sakit?’ mama Widya bertanya saat melihat wajah Nayara yang pucat.
“ Iya, Ma .” jawab Nayara sambil mengangguk lemah. “ Perutku sering mual dan rasanya melilit. Sakit banget.” keluh Nayara pada sang ibu mertua.
“ Biar mama telepon dokter .” wanita paruh baya itu memanggil salah seorang pelayan agar mengambilkan ponselnya. Setelah itu dokter pribadi keluarga Maheswara dipanggil untuk segera datang.
“ Tunggu sebentar.” desis Mama Widya.
” Dokternya akan segera datang.”
Nayara mengangguk , dia merebahkan punggungnya ke sandaran sofa. Saat sedang menunggu kedatangan dokter, ternyata mama Widya mendapat telepon dari salah satu rekan bisnisnya. Ada masalah yang terjadi di restoran yang sedang mereka kelola bersama.
“ Maaf, Nay. Sepertinya mama harus pergi.” ucap Mama Widya tak enak hati, raut wajah wanita itu tampak penuh sesal.
“ Gak apa-apa , Ma.” jawab Nara dengan anggukan lemah .
Wanita yang selalu tampil anggun itu segera memanggil sopir dan meminta untuk diantarkan ke restoran barunya. Setelah itu tinggallah Nayara sendirian . Tidak berapa lama , dokter datang dan Nayara meminta agar diperiksa di kamarnya saja.
“ Kamu sakit? sakit apa memangnya?” Sarah yang berpapasan dengan Nayara mendadak kepo melihat istri tua suaminya sedang bersama dokter.
“ Bukan urusanmu!” ketus Nayara lalu ditutupnya pintu kamar dengan cepat agar Sarah tidak mengetahui apa-apa tentang dirinya.
Setelah diperiksa dan diberi resep obat, dokter pun pamit dan Nayara kembali turun untuk mengantarkan dokter itu sampai di depan pintu. Dia kembali bertemu dengan Sarah yang terus menerus menatapnya sinis.
“ Kamu gak lagi hamil kan ?” tanya Sarah dengan penuh rasa ingin tahu.
“ Kalaupun aku hamil, terus apa urusannya denganmu?” tanya Nayara dengan sorot mata tajam.
“ Kayaknya kamu gak mungkin hamil deh, soalnya mas Bian bilang kamu itu gak mungkin hamil karena kamu itu mandul.” sindri Sarah .” Makanya dia memilihku untuk melahirkan anak yang akan jadi penerusnya.
Jantung Nayara terasa ditikam oleh belati beracun. Rasanya sakit sekali mengetahui alasan Fabian berselingkuh di belakangnya hingga membuat wanita lain hamil. Tapi walaupun hatinya sakit, Nayara tetap menunjukkan ketegarannya.
“ Dia memilihmu bukan karena alasan ingin punya keturunan, tapi karena kamu wanita murahan yang bisa diajak tidur dengan gampang. Dan kehamilanmu itu hanya sebatas kebetulan saja.” cibir Nayara dengan sorot mengejek.
__ADS_1
“ Enak saja kamu bilang begitu ! Mas Bian juga mencintaiku bahkan dia jauh lebih mencintaiku dibandingkan dirimu! Dia sendiri yang bilang begitu.”
“ Oh, ya? Memangnya kamu gak tahu bahwa dia juga mengatakan hal yang sama padaku? bisa-bisanya kamu merasa sebagai wanita yang paling spesial.” Nayara mengejek Sarah dengan telak.
“ Yang paling penting aku bisa hamil dan mengandung anaknya. Tidak sama sepertimu yang mandul !” Sarah kembali menghina Nayara.
“ Jangan merasa menang karena kamu dinikahi oleh mas Bian, dia hanya sebatas bertanggung jawab atas kehamilanmu agar keluarga ini tidak malu karena diterpa rumor dengan adanya anak di luar nikah .” balas Nayara tak kalah menohok.
“ Apa kamu bilang? maksudmu anakku ini anak haram? “ mata Sarah membelalak mendengar hinaan Nayara.
“ Kamu sendiri kan yang bilang begitu ? “ tukas Nayara lagi kemudian hendak berlalu, ia tak ingin lebih lama lagi menanggapi madunya yang semakin membuatnya muak . Tapi saat akan berlalu Sarah malah maju dan menyerangnya. Sarah menjambak rambut Nayara hingga wanita itu terpekik karena kaget dan juga sakit di saat bersamaan.
“ Enak saja kamu bilang aku mengandung anak haram. Dasar perempuan mandul!” teriak Sarah.
“ Lepaskan sakit!” seru Nayara sambil memegang kepalanya.
“ Mati aja kamu perempuan mandul!” Sarah semakin menarik rambut Nayara, hingga Nayara meringis kesakitan.
Sarah langsung melepaskan jambakannya dari rambut Nayara. Tapi sebagai gantinya, dia malah menyerang kembali dengan menampar wajah Nayara dengan keras. Nayara sempat terhuyung dan terjatuh di lantai, tapi dia tidak tinggal diam. Nayara bangkit dan mendorong Sarah hingga wanita itu terjerembab membentur dinding.
“ Aww.. Sakit…” jerit Sarah sambil menangis.
Bertepatan dengan itu, suara mobil terdengar memasuki garasi dan tidak berselang lama Fabian datang. Dia segera menghampiri Sarah yang terduduk di lantai sambil menangis.
“ Ada apa ini?” tanya Fabian sambil menatap Sarah dan Nayara bergantian.
“ Dia menyakitiku , mas. Dia memukulku dan mendorongku sampai jatuh.” jawab Sarah sambil tersedu-sedu.
“ Dia duluan yang mulai !” bantah Nayara. Dia tak terima Sarah berkata begitu padahal jelas wanita itu lah yang mulai mencari gara-gara dengannya.
“ Aku gak menyangka sifat asli kamu seperti itu, Nay. Kalau ada masalah katakan baik-baik jangan berlaku kasar pada istriku.” ucap Fabian dengan tatapan tajam .
“ Mas perutku sakit.” eraang Sarah sambil meremas perutnya. Dia bersandar dengan wajah semakin pucat.
__ADS_1
Mata Fabian melotot lebar saat melihat ada darah yang mengalir dari sela paha istri keduanya itu. Dia mendadak panik, sedangkan tangisan Sarah semakin menjadi-jadi.
“ Kita ke rumah sakit sekarang.” ujar Fabian sambil menggendong Sarah. “ Kalau sampai terjadi apa- apa pada anak dan istriku, aku akan membuat perhitungan denganmu.” setelah berkata begitu Fabian bergegas membawa Sarah ke mobil .
Nayara menatap nanar kepergian suaminya. Pria itu sama sekali tidak peduli dengan dirinya. Fabian hanya memikirkan Sarah dan membuat Nayara tersisih sendirian.
Nayara termenung lama di kamarnya, dia menatap wajahnya yang pucat dengan rambut berantakan. Badannya sakit, tapi hatinya jauh lebih sakit lagi. Air matanya meleleh membasahi pipi dengan kesedihan yang teramat pekat.
“ Nay ! Kamu dimana ?” suara teriakan mama Widya menggema dari luar.
Nayara membuka pintu kamarnya dan menemukan mertuanya kembali pulang dengan wajah cemas.” Nay….”
“ Ada apa .Ma ?” tanya Nayara yang sedikit kebingungan .
“ Kita kerumah sakit sekarang !” ujar mama Widya sambil menarik tangan Nayara,” Mama barusan ditelpon oleh Fabian dan dia bilang bahwa Sarah mengalami pendarahan.”
“ Apa ?” jantung Nayara mendadak berdegup cepat. Mama Widya tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan apa-apa.
Sepanjang perjalanan, Nayara merasa napasnya tercekik. Kepalanya dipenuhi oleh bayang-bayang menakutkan akan sesuatu yang buruk. Dia bisa membayangkan betapa paniknya Fabian saat ini.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berlari menuju ruang IGD dan menemukan Fabian di sana. Laki-laki itu menangis , matanya basah oleh kesedihan yang begitu dalam. Langkah Nayara terhenti saat pandangan keduanya bertemu. Fabian melangkah mendekati Nayara, matanya menyorot dengan kemarahan yang menyala.
“ Sarah keguguran .” ketus Fabian tepat di hadapan Nayara. Pria itu kembali berkata dengan nada tinggi .” Kamu menyakitinya dan membuat kandungan Sarah keguguran, Nayara !”
“ Di-dia yang mulai duluan, mas.” lirih Nayara pelan.
Plak !
.
...****************...
__ADS_1