SUARA UNTUK DILARA

SUARA UNTUK DILARA
BAB 134. KEBENCIAN MITA


__ADS_3

Ezra menghembus kasar. "Dila dengarkan baik-baik...."


Putra sulung Emery menatap lekat manik coklat tua milik pemuda di hadapannya, tak jua ingin melepas sorot mata tajam.


"Ckck, suatu kehormatan bagiku di perlakukan special oleh seorang Qavi, silakan...." senyum sinis Zayn tercetak jelas di wajah tampannya.


"Sayang ... pria yang memberi bunga di Mask Party Prince Abdeen adalah dia ... juga dalang di balik pernikahan serupa namun tak sama, yang mengarahkan agar kau berhenti di masjid Agung agar bertemu ustad Zaky, atas saran Velma bukan? ... hingga kau meninggalkanku dan bertemu Asyraf hamid ... semua atas arahan dia melalui jejak yang Velma susun ... semua tidak ada yang kebetulan, Sayang...." Ezra tak melepas tatapan dari wajah yang seolah mengatakan bahwa dia menang telak.


"Ada lagi?" tantang Zayn.


"Kau siap Sayang?" Alih pandang Ezra pada Dilara.


Putri Devanagari menggelengkan kepala, otaknya memindai cepat apa yang baru saja Ezra katakan.


" ... kau masih ingat dengan pria di rumah sakit?" tanya Zayn, kali ini menoleh pada istri dah Ezra.


Dilara diam, samar teringat wajahnya. "Entah, tapi itu bukan kamu, karena berbeda wajah juga postur," ujar Dila ragu.


"Dia gak pede, Sayang ... ingin terlihat tampan ketika menemuimu dengan cara yang baru ... karena beberapa kali pertemuan kalian, kamu tak mengingatnya ... entah aku harus sedih atau bahagia," Ezra menimpali seraya tertawa lepas, teringat ucapan Rolex yang mengatakan bahwa dia melihat Roy mengawal majikan baru.


(inget gak, bab berapa? waktu Cheryl kecelakaan, Rolex sembunyi di lorong rumah sakit 🤭)


Dilara tertegun. Pantas saja Zayn seakan mengenal dia dan Shan dengan baik meski baru beberapa kali bersua.


"Tapi, kenapa? apa hubungannya denganku?" gumam Dila, melihat pada suaminya.


"Tanyakan padanya, Sayang. Kegilaan apa yang mendasari berbuat demikian?" cibir sang keturunan Qavi pada Zayn, yang mulai panas sebab wajahnya menegang hingga urat leher itu menonjol tanda penekanan pada beberapa syaraf.


"Kenapa aku? apa hubungannya denganku?" tanya Dila pada Zayn yang masih melihatnya.


"Kenapa? karena dia...." tunjuk Zayn pada Ezra menggunakan isyarat dagu.


"Abang, bisa jelaskan padaku?" balas Dila.


Ezra enggan. "Kenapa bukan kau? yang punya masalah itukan kamu!"


Merasa situasi makin panas, Ezra malas membuka suara, begitupun dengan Zayn. Akhirnya Emery menyela ucapan keduanya.


"Zayn ... sampaikan apa yang membuatmu luka, Nak. Kami akan mendengar," bujuk Emery pelan. Dia tahu, pemuda ini masih punya sisi lembut padanya.


Al Zayn tak bergeming.


"Zayn...." panggil Emery lagi.


Saat pemuda itu akan membuka mulutnya yang tertutup rapat. Mita masuk dengan sang mertua, namun tindakannya di luar prediksi Ezra.

__ADS_1


Gadis itu tak terima, dia memperlakukan sang kakak sedemikian rupa. Rasa sakit hati Mita pernah di abaikan oleh Papa kala itu seketika membumbung tinggi saat melihat sang tertuduh duduk manis, menyakiti Shan, keponakannya.


"Kurang ajar, enyah dari keluarga ku!" seru Mita menerobos bodyguard dari pintu samping.


"Mita, No!" Ezra berteriak hendak mencegah, namun gerakan adiknya begitu tiba-tiba.


Prangkkk.


Mita meraih tumbler dari mini bar, ingin memecahkan gelas dengan tangan kosong menyasar kepala sang pemuda tampan keturunan bangsawan Arab itu, namun meleset.


Zayn berhasil menghindar, hanya sedikit goresan luka pada dahi karena terlambat mengelak.


Plakk. Brugh. Zayn bangkit dan menampar pipi putri bungsu Emery hingga Mita tersungkur.


"Kak Mita," pekik Dilara.


"Mita!" Emery tak kalah lantang menyebut nama putrinya.


"Bodoh, balasan untuk gadis kurang ajar seperti mu. Cuh," Zayn hendak menendang adik Ezra.


Lelaki keturunan Qavi tak terima atas perlakuan kasar Zayn pada sang adik. Dia pun tersulut emosi.


"Jangan sentuh adikku!" seru Ezra bangkit menarik lengan rivalnya.


Bugh. Satu bogem mentah mendarat di wajah Zayn oleh Ezra.


Merasa keadaan kacau, Dilara tak ingin hanya diam, dia sangat geram pada Velma maka wanita Ezra itupun menghentakkan kakinya pada telapak kaki bodyguard wanita itu.


"Awwh," Velma hilang konsentrasi akibat pria yang dia cintai kalah tenaga bergulat dengan pimpinan El Qavi.


Plakk. Dila berputar badan, berhasil menampar Velma.


Pantang meremehkan keberanian putri angkat Ruhama. Jangankan Velma, dua pria yang mengancam nyawa Emery kala pertama jumpa pun Dila libas tanpa rasa takut.


"Sayang, hati-hati." Ezra berpesan di sela pukulan demi pukulan saling melayang di udara.


"Bagianku, Kak." Mita dibantu bangkit oleh Devanagari. Gadis itu terhuyung namun kemarahan menyentuh puncak meneguhkan tubuhnya berdiri tegak.


"Velmaaaaa....!" seru Mita geram.


Dugh. Mita menendang kuat ke arah perut wanita penghianat itu, membuat tarikan tangannya dari hijab Dilara, terlepas.


"Velma!" teriak Zayn, mendadak tenaganya berkali lipat ketika melayangkan pukulan pada dada Ezra.


Ughghh. Putra sulung Emery terhuyung, menabrak tubuh Dila hingga mereka terjatuh. Al Zayn mengambil kesempatan itu untuk menolong Velma dari amukan Mita.

__ADS_1


"Abang! ... Mama tolong, bawa Shan pergi," seru Dila pada Devana namun tatapan matanya ia tujukan untuk Emery, yang masih berada disana menggendong Shan.


Devanagari dan Emery kemudian menyelinap diantara banyaknya kerusuhan ruangan itu.


Zayn lengah akibat melihat Mita menghajar Velma, semua anak buahnya sibuk baku hantam dengan orang El Qavi. Sementara itu, Ezra pun segera bangkit dibantu Dila. Dia setengah berlari mencegah agar Zayn tak lagi menyakiti adiknya, karena Mita sedang hanyut dalam amarah membabi buta menyerang Velma yang sudah lemah.


"Lepas!" Zayn menarik rambut panjang Mita yang di kuncir tinggi.


"Awh," jerit Mita merasakan perih rambutnya ditarik seseorang dari belakang.


"Jangan sakiti adikku!" Ezra menarik lengan Zayn, hingga perkelahian antar mereka terjadi lagi.


"STOPPP." Emery urung meninggalkan kekacauan disana. Dia kembali.


Sluttt. Sluuut. Dor. Letusan senpi, membelah udara. Seketika keributan berhenti.


"Bisakah kalian tenang! kita bicarakan ini baik-baik. Zayn?" pinta sang pendiri EQ building.


"Dia mulai, bukan aku," tunjuk Zayn pada Mita dan Ezra.


"Kamu yang mulai sejak belasan tahun silam, kau lupa hah?" Mita masih berapi-api. Hendak menyerang Velma lagi, meski kini dalam rengkuhan Zayn.


"Mita, Sayang, tenanglah dulu," Emery memohon pada putrinya.


Dilara menyangga tubuh suaminya. Dia terlihat kesakitan, begitu pula Al Zayn.


Ermita yang dikenal periang, penurut juga kalem oleh Dila, saat ini seperti bukanlah sosok Mita. Gadis itu sangat liar.


Putri bungsu Emery menghela nafas. Dia terengah akibat pergulatan penuh emosi tadi.


"Selama ini aku diam Pa. Seperti Kakak, AKU DIAM!!! tapi melihat dia makin gila, aku gak terima ... bukan cuma DIA yang menderita, tapi aku juga Kakak! Papa tahu itu? enggak kan?" Mita meledakkan emosi terpendam selama ini. Hanya Ezra yang memberi kekuatan dirinya tumbuh, kakak sulung bagai superhero bagi Mita.


Dilara semakin bingung. Ada hubungan apa mereka dengan pewaris keturunan pangeran itu.


"Abang, sebenarnya dia siapa?" bisik Dilara.


"Dia itu...."


"Lanjutkan, Za! AYO, jika kau berani?!" sengit Al Zayn pada Ezra dengan sorot mata penuh amarah.


.


.


...________________________...

__ADS_1


...Silakan berspekulasi... rumit itu aku 😁...


__ADS_2