Talak Di Malam Pertama (Kesucian Yang Diragukan)

Talak Di Malam Pertama (Kesucian Yang Diragukan)
125 : Cerita yang Sebenarnya


__ADS_3

Kediaman rumah almarhum orang tua Resty yang sudah dibangun menjadi rumah gedong nan megah, menjadi tujuan pak Restu sekeluarga. Kedatangan mereka sudah langsung mengusik kedamaian di sana dan memang menjadi tempat tinggal Tuan Maheza sekeluarga.


Chole yang awalnya sedang beres-beres koper dan membiarkan wajahnya dipoles masker, bergegas melongok ke depan. Chalvin sang kakak yang mengabarinya. Karena tadi, kakaknya itu tengah bersantai di ruang keluarga bersama orang tua mereka. Malahan Chole juga yang membantu Chalvin membereskan barang-barang kakaknya itu ke koper, dan memang sudah lebih dulu beres.


“Ada apa sih, yah, Kak? Duh, retak ini maskerku!” ucap Chole berucap hati-hati. Karena walau sudah begitu, masker hitam di wajahnya tetap menjadi berkerut.


“Yang mereka cari kamu sama papah mamah. Bau-baunya bakalan ada yang akan meminta maaf!” balas Chalvin dengan santainya. Pemuda yang begitu menyukai basket itu masih berucap santai.


“Maksudnya, Didi yang mau minta maaf ke aku?” Chole berkedip menatap wajah sang kakak yang memang sangat tampan.


Karena Chole tetap diam dan terlihat tengah merenung serius, Chalvin sengaja mencubit gemas pipi Chole yang memang masih bernasker. Chole langsung jengkel dan buru-buru mengejar sang kakak yang juga sudah langsung kabur.


Dulunya bahkan sampai sekarang, sosok mas Aidan memang digadang-gadang menjadi pasangan sekaligus suami idaman. Kenyataan mas Aidan yang penyabar, sangat penyayang, dan juga sangat santun, selain mas Aidan yang memang berwajah tampan, menjadi alasan utamanya. Ditambah lagi, walau tinggal di kampung, mas Aidan juga tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Mas Aidan memiliki bentuk tubuh yang bagus, dan lagi-lagi masih menjadi bagian dari tipikal idaman. Jadi, para wanita yang sudah kenal yaitu Chole dan Divani karena hubungan baik orang tua mereka, juga menaruh hati kepada mas Aidan.


Awalnya semuanya bersahabat. Hubungan mereka benar-benar dekat layaknya sebuah keluarga. Yang tua menjadi kakak bagi semuanya, dan yang muda juga menjadi adik dan tak jarang menjadi kesayangan khususnya Chole.

__ADS_1


Chole yang periang, santun dan memang menggemaskan walau gadis itu terbilang manja, menjadi kesayangan dalam kebersamaan mereka. Terlebih walau memang manja, kemanjaan Chole bukan yang membuat repot apa lagi membuat wanita itu tak tahu diri sekaligus egois layaknya Divani.


Awalnya baik Divani dan Chole tidak ada yang tahu jika mereka mencintai orang yang sama, yaitu mas Aidan. Keduanya fokus mencoba mencuri perhatian mas Aidan dengan cara masing-masing. Kemanjaan dan sibuk mencuri perhatian menjadi cara yang keduanya pilih khususnya ketika bertemu mas Aidan. Baik ketika mas Aidan sedang berkunjung ke Jakarta. Atau malah mereka yang sedang pulang kampung.


Bedanya Chole dan Divani dalam mencintai mas Aidan, Chole sampai membuat aneka pernak-pernik. Dari origami, kue kering berkarakter, bekal makanan, handuk, sarung tangan rajut, cokelat, juga sederet surat romantis untuk mas Aidan. Hanya saja selama itu juga, Chole memilih menjadi pengagum rahasia, walau di beberapa kesempatan, mas Aidan akan membalas surat rahasia dari Chole.


Di suatu kesempatan ketika Divani dan Chole sama-sama pulang kampung, Chole kembali mengirimi cokelat, setangkai bunga dan juga surat romantis. Saat itu, sekitar empat tahun lalu, Divani yang sudah lebih dulu sampai dan sudah ada di dalam rumah orang tua mas Aidan, tak sengaja memergoki. Kejadian tersebut pula yang menjadi awal mula kebohongan Divani. Divani mengetahui ternyata Chole juga mencintai mas Aidan layaknya dirinya. Divani benar-benar marah, dan langsung benci Chole.


Di saat yang sama, mas Aidan datang. Divani yang awalnya akan membuang kiriman dari Chole justru mendapati kenyataan mengejutkan. Bahwa gara-gara bingkisan tersebut, mas Aidan memintanya menjadi kekasihnya.


“Sejak saat itu hubungan kami memburuk dan aku memilih menjaga jarak karena Didi juga sampai mengancam. Terlebih semenjak itu juga, Didi membuat Kak Rayyan mengejar-ngejar aku,” ucap Chole menutup ceritanya di hadapan semuanya. Ia duduk di sebelah Cinta dan Chalvin, dan memang sudah tak memakai masker.


“Kamu beneran mau minta maaf?” sergah Cinta sinis sambil bersedekap. Ia menatap sengit Divani yang duduk di sofa panjang di hadapannya diapit oleh pak Restu dan ibu Arnita.


Divani yang masih menunduk masih bungkam.

__ADS_1


“Malahan saya baru tahu, ternyata ada tragedi pelik. Ini pasti enggak mudah buat Chole.” Ibu Aleya menatap sedih sang putri. “Kok kamu enggak pernah cerita?”


Chole langsung bingung sekaligus nelangsa. Luka lama yang belum sembuh karena memang sulit ia sembuhkan, kembali menganga, meronta-ronta akibat sakit yabg teramat menyiksa.


Sambil menunduk, Chole yang merasakan kedua matanya mulai berembun, berkata, “Aku terlalu takut membuat hubungan baik keluarga kita menjadi tidak baik-baik saja. Persis seperti yang diancamkan Didi. Hubungan kita pasti akan bermasalah jika aku sampai jujur.”


“Tanpa bermaksud tidak iba ke kamu, cara kamu diam malah salah, Chole. Salah buat kamu, buat Divani, juga salah buat mas Aidan. Kamu jadi kehilangan apa yang harusnya kamu miliki. Divani yang makin enggak tahu diri, juga mas Aidan yang menjadi korban kebohongan sekaligus sandiwara Divani.” Devano angkat bicara. “Kalian sama-sama salah, meski tentu saja, Didi paling salah!”


“Iya, Didi dan Chole sama-sama salah. Meski Didi memang jauh lebih salah,” ucap Tuan Maheza yang akhirnya angkat bicara. Ia menatap iba bontot kesayangannya yang menjadi bersedih dan tak hentinya menunduk.


“Ya sudah, kataknya mau minta maaf,” ucap Chalvin sengaja menagih. Tak beda dengan Cinta, ia juga memperlakukan Divani dengan sinis. Namun jika melihat dari kenyataan Divani yang hanya diam sambil menunduk dalam, ia tak melihat tanda-tanda wanita muda itu benar-benar akan minta maaf.


“Ayo, Di. Minta maaf!” sergah ibu Arnita berbisik-bisik kepada sang putri. Ia dapati, Divani masih tampak enggak untuk memulai.


“Kalau Didi tetap enggak mau minta maaf, jangan harap kamu bisa keluar dari rumah ini, Di. Andai kamu pulang pun, Papah enggak mau terima sebelum kamu minta maaf disaksikan semuanya.” Pak Restu angkat bicara, lirih tapi sangat menusuk.

__ADS_1


“Jadi, kalau Didi tetap enggak mau minta maaf, saya akan tinggal dia di sini. Terserah kalian mau apakan dia. Suruh bantu-bantu tanpa dibayar pun, bukan masalah. Karena pada kenyataannya, apa yang dia lakukan benar-benar bikin malu!” Pak Restu tidak main-main dengan ucapannya. Tak sudi jika putrinya tetap tidak tahu diri dan ia khawatirkan mirip Azelia mantan istrinya di novel Menikah Dengan Suami Sahabat Karena Dijebak.


__ADS_2