Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 109


__ADS_3

Tamara terkejut mendengar suara Lukas. Ia menoleh dan melihat Lukas yang menatap Jake dengan tatapan dingin.


"Sayang, kau tak lihat? Jake babak belur begini karena aku. Kita juga harus menolongnya!" Tamara mencoba membujuk Lukas.


"Tidak, setelah aku tau ada mata-mata yang berhasil masuk ke wilayahku. Aku tak akan pernah lagi mengizinkan orang yang tak ku kenal masuk ke lingkunganku," jawab Lukas tegas.


"Tapi kasihan Jake, dia pasti akan mati jika tidak kita selamatkan," Tamara tak menyerah untuk membujuk Lukas.


"Percayalah, pria itu tak akan membunuhnya," ucap Lukas dingin.


"Tapi..."


"Cepat keluar!" Bentak Lukas.


Tamara terkejut mendengar bentakan dari Lukas. Ia tak menyangka Lukas akan semarah ini hanya karena ia ingin membantu Jake agar bisa terhindar dari ayahnya.


"Pergilah, aku tak apa," ucap Jake dengan suara lirih.


Tamara ragu sejenak, ia menatap Jake dengan penuh iba. Tamara tak tega jika harus meninggalkan Jake seorang diri.


"Cepat keluar, atau ku tinggal!" ucap Lukas dengan dinginnya.


Tamara sungguh tak menyangka jika Lukas akan bersikap dingin seperti ini. Mau tak mau Tamara terpaksa meninggalkan Jake seorang diri.


Lukas menarik tangan Tamara dan mengajaknya berlari menuju mobil miliknya.


Setelah berhasil membawa Tamara masuk ke dalam mobil, Lukas segera berlari ke arah kemudi dan menyalakan mobilnya.


"Erik cepatlah!" perintah Lukas.


Erik yang sedang berusaha keras melawan Richard pun segera mengeluarkan jurus pamungkasnya. Erik menendang titik vital Richard agar Richard jatuh tersungkur, dan membuatnya memiliki kesempatan untuk kabur.


Setelah Richard jatuh tersungkur, Erik pun berlari sekuat tenaga menuju mobil yang tengah dikendarai oleh Lukas.


Karena kepiawaiannya Erik berhasil masuk ke dalam mobil yang sedang melaju meninggalkan tempat itu. Lukas mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh setelah Erik berhasil naik.


"kita berhasil, tuan muda." ucap Erik sambil berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

__ADS_1


Lukas tak menanggapi ucapan Erik, wajahnya terlihat fokus dan terlalu serius sehingga membuat Erik segan untuk bicara padanya.


"Anda tidak apa-apa nona?" tanya Erik pada Tamara yang duduk di kursi tengah bersama Pras.


Tamara Hanya mengangguk dengan wajah yang tegang. Jantungnya masih berdebar kencang, bukan karena aksi heroik Erik dan Lukas tapi karena sikap dingin dan bentakan dari Lukas padanya tadi.


"Syukurlah," ucap Erik. "Lalu akan ke mana kita sekarang tuan muda?"


Lukas masih tak menjawab, wajahnya masih terlihat tegang. Nampak sekali ia sedang berusaha menahan amarahnya.


Erik yang paham dengan situasinya, akhirnya berhenti bicara. Sesekali Ia hanya melirik Pras di kursi belakang yang sedang memejamkan mata menahan rasa sakit dari lukanya.


Di sisi Richard, Ia berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan kembali ke mobilnya. Richard masih belum sadar bahwa Jake masih Tertinggal di mobil yang ia hancurkan tadi.


Sesampainya di dalam mobil, Richard segera menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.


Jake yang sudah tidak berdaya hanya mampu melihat kepergian ayahnya. Ia ditinggal seorang diri, di tempat yang sepi dengan luka yang cukup parah.


Jake tak tahu, apakah dirinya masih bisa Bertahan hingga seseorang menemukannya di tempat yang sangat kecil kemungkinannya orang akan datang.


"Sial!" bentak Richard sambil memukul-mukul kemudi di hadapannya.


Lukas melihat dari kaca spion keberadaan mobil Richard yang menyusulnya dengan kecepatan penuh. Lukas memang sengaja mengurangi sedikit kecepatannya karena jalan yang berliku-liku.


Melihat mobil Richard yang tidak mengurangi kecepatannya bahkan saat tikungan tajam, membuat Lukas mendapatkan sebuah ide.


Di tikungan berikutnya, setelah berbelok Lukas Memutar Balik mobilnya. Dan tepat saat itu, mobil Richard muncul dari tikungan tajam. Tanpa pikir panjang, luka segera menabrak mobil Richard hingga ke tepi jurang.


akibat dari hantaman mobil Lukas, sebagian mobil Richard menggantung di atas jurang. Richard tak bisa melajukan atau memundurkan mobil miliknya.


Tak hanya itu, kaki Richard pun terhimpit dan tak dapat keluar dari mobil. Richard yang kesal menatap tajam ke arah Lucas dan Erik. Iya lalu memukul-mukul kaca jendela di sampingnya sambil berteriak kesal.


Lukas yang berhasil menyudutkan Richard hanya bisa tersenyum sinis penuh kemenangan.


"Kurang ajar!!! dasar bocah!!" ucap Richard kesal.


Richard membuka kaca jendela mobil dan berteriak dengan lantang.

__ADS_1


"Hei! Keluarkan Aku dari sini!" Teriak Richard.


"Haruskah ku dorong jatuh mobil ini?" Tanya Lukas dengan nada mengejek.


"Jangan pengecut! kalau berani, Ayo lawan aku langsung!" tantang Richard.


"jangan sayang, Jangan lakukan itu! Kumohon! Bagaimanapun dia adalah keluargaku," ucap Tamara memohon pada Lukas.


Mendengar ucapan Tamara, bukannya menuruti Lukas malah kembali mendorong mobil Richard hingga akhirnya jatuh ke jurang.


"Tidak!" Tamara menangis melihat apa yang dilakukan oleh Lukas pada pamannya. Meski begitu Ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Tak hanya Tamara yang terkejut dengan aksi Lukas, Erik dan Pras pun tak menyangka tuan muda mereka tega melakukan itu.


Lukas seolah Tak memiliki hati, dari tatapan matanya nampak sangat dingin. Ia bahkan tak peduli mendengar suara tangisan Tamara.


"Ada apa dengan anda, tuan muda?" batin Erik. Erik menatap tak percaya ke arah Lukas. Lukas yang saat ini terlihat seperti sedang dirasuki oleh sesuatu.


Namun Lukas tetap bergeming, Ia seolah tak peduli dengan apa yang baru saja terjadi.


Perlahan Lukas memundurkan mobilnya dan kembali ke jalurnya. Dengan tenang Lukas melajukan kembali mobilnya.


"Kenapa kau tega sekali?" tanya Tamara di tengah Isak tangisnya.


"Dia pun tega melakukan itu padamu," hanya itu yang Lukas katakan. Tak ada kata-kata menghibur dari Lukas, membuat Tamara semakin terluka.


Bagi Tamara, Lukas kali ini sangatlah jahat. Ia dengan tega meninggalkan jake yang terluka parah, dan juga mendorong mobil Richard hingga jatuh ke dalam jurang.


Bukan ini yang Tamara mau, Ia bahkan belum mendengar langsung dari mulut Richard. Mengapa ia melakukan ini pada Tamara? Dendam apa yang sesungguhnya ingin Richard balas pada Tamara? Apa kesalahan kedua orang tuanya hingga membuat Richard tega menghilangkan nyawa keduanya?


"Apa salahku?" Tamara Hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang memiliki keluarga seperti Richard.


Seolah baru tersadar, Lukas akhirnya bereaksi ada suara tangis Tamara. Lukas menepikan mobilnya lalu turun dari kursi kemudi beralih ke kursi Tengah di mana Tamara berada.


Setelah berada di samping Tamara, Lukas pun dengan Sigap memeluk Tamara.


"Maafkan Aku, Maafkan aku Tamara." Lukas seolah baru menyadari kesalahan yang dibuatnya.

__ADS_1


Lukas memeluk Tamara dengan erat, membuat Tamara menangis semakin kencang. Iya bahkan memukul-mukul dada bidang milik Lukas.


__ADS_2