Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 26


__ADS_3

Hari kedua mereka berada di pulau pribadi milik Dominic. Entah apa yang terjadi tadi malam, keduanya tidur bersama di atas ranjang.


Lukas yang terbangun lebih dulu, merasa kepalanya sangat pusing. Lukas menoleh ke sebelahnya dan ada Tamara masih tertidur di sana.


Lukas berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam, namun melihat pakaian yang dikenakannya masih komplit ia merasa sedikit lega.


Semalam Lukas ingat, pelayan memberi minuman beralkohol pada mereka. Dan saking asiknya ngobrol, mereka jadi tak sadar sudah menghabiskan minuman itu.


Untung saja mereka meminum minuman itu di dalam kamar. Jika tidak, entah hal konyol apa yang akan mereka berdua lakukan di luar kamar. Bisa saja sandiwara mereka akan ketahuan oleh para pelayan di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Lukas memandangi wajah Tamara yang masih tertidur pulas.


"Hei, bangun..." Lukas mencoba membangunkan Tamara.


Tamara tak merespon. Namun Lukas tak menyerah, ia sekali lagi mencoba membangunkan Tamara. Kali ini Lukas mengguncang tubuh Tamara dengan sedikit kencang.


"Hei, bangun! Berani sekali kau tidur di tempat tidur bersamaku?"


Perlahan Tamara membuka matanya, dan betapa terkejutnya Tamara saat melihat wajah Lukas ada di hadapannya.



"Aaaa..." Tamara berteriak karena kaget. Tanpa sadar ia menggulingkan dirinya hingga terjatuh dari atas tempat tidur.


"Kau mengagetkan aku saja!" Gerutu Tamara.


"Cih, aku hanya membangunkanmu, dan sama sekali tak ada niat untuk membuatmu kaget," Lukas terduduk menghadap Tamara.


"Apa tadi malam kita tidur bersama di tempat tidur?" Tanya Tamara ragu-ragu.


"Mmm..." Lukas mengangguk.


"Kau tak melakukan sesuatu padaku kan?" Tamara menutup dirinya dengan kedua tangannya.


"Hei, lihatlah pakaianmu itu masih utuh!"


Tamara melihat ke tubuhnya, dan benar saja seluruh pakaiannya masih sama dengan yang ia kenakan tadi malam.


Meski begitu, Tamara tetap menatap Lukas dengan curiga.


"Bisa saja kau sudah memakaikan kembali baju untukku!"


"Hah?" Lukas tak percaya Tamara menuduhnya yang tidak-tidak.


"Kalau kau tak percaya, periksa sendiri sana apa kau masih perawan atau tidak?"


"Ish..." Tamara bergegas bangun dan berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Wah... Aku tak percaya dia langsung mengeceknya," Lukas menggelengkan kepala dan memilih kembali tidur sambil menunggu Tamara selesai dari kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Tamara gelisah sendiri. Ia sendiri juga tak tau bagaimana cara mengecek apa dirinya masih perawan atau tidak?


Tamara memutuskan untuk memeriksa seluruh tubuhnya, namun sebelum ia membuka seluruh pakaiannya, Tamara mengunci pintu terlebih dahulu.


Ia tak mau kejadian kemarin terulang kembali.


Setelah mengunci pintu, Tamara membuka seluruh pakaiannya dan memeriksa tubuh polosnya melalui cermin yang ada di dalam. Ia tak menemukan sesuatu yang aneh.


"Ah, semoga saja dia benar-benar tidak melakukan apapun padaku. Sial, aku bahkan tak tau diriku ini masih perawan atau tidak?" Gumam Tamara.


Akhirnya Tamara memutuskan untuk segera mandi, agar merasa lebih segar. Minuman alkohol yang tadi malam ia minum cukup membuatnya sangat pusing, Tamara berharap setelah mandi kondisi tubuhnya jadi lebih baik.


Selesai mandi, Tamara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju handuk. Ia melihat Lukas yang sudah kembali terlelap.


"Apa-apaan dia malah tidur lagi?" Gerutu Tamara.


"Lukas, bangunlah! Mau tidur sampai kapan? Lihat matahari di luar sana sudah sangat terang," ucap Tamara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Lukas.


Lukas segera terbangun begitu mendengar Tamara membangunkannya.


"Kau sudah selesai?"


"Mmm... Apa kau masih ingin melanjutkan tidurmu?"


Lukas meregangkan otot-otot di tubuhnya yang kaku. Ia tak menjawab pertanyaan Tamara, dan melengos begitu saja meninggalkan Tamara yang masih mematung memandanginya.


Tamara tak peduli, ia lebih memilih untuk segera memakai pakaiannya. Ia takut Lukas akan mandi dengan cepat seperti kemarin dan saat Lukas keluar ia belum selesai berpakaian.


Tamara sudah selesai, ia sudah berdandan rapih. Rencananya ia ingin berkeliling pulau hari ini.


"Apa Lukas mau mengantarku ya?" Batin Tamara.


Tak lama Lukas sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Tamara yang sudah berdandan rapih.



"Mau kemana?" Tanya Lukas.


"Aku mau jalan-jalan keliling pulau hari ini, kau mau ikut?" Ajak Tamara.


"Tidak, kau pergi saja sendiri!" Lukas langsung menolak mentah-mentah ajakan Tamara.


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi sendiri!" Gerutu Tamara. Sambil menghentakkan kakinya ia berjalan keluar dari dalam kamar.


Lukas hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Tamara.

__ADS_1


Keluar dari kamar, Tamara langsung bertemu dengan seorang pelayan yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi.


"Anda sudah bangun nona? Apa mau sarapan sekarang atau menunggu tuan muda?"


"Ah," Tamara yang bingung akhirnya memilih untuk kembali ke dalam kamar. "Tunggu sebentar."


Lukas yang masih sibuk dengan rutinitas skincare paginya, terkejut melihat Tamara yang kembali masuk ke dalam kamar.


"Ada apa?"


"Kau mau sarapan bersamaku?" Tanya Tamara.


Lukas terdiam sambil memandang Tamara dengan heran.


Beberapa menit kemudian, keduanya sudah berada di ruang makan yang berada di dalam ruangan. Tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka, keduanya asik dengan sarapan masing-masing.


Lukas yang sudah selesai lebih dulu melihat makanan di piring Tamara masih banyak.


"Lama sekali," batin Lukas.


Ia lalu melirik beberapa pelayan yang ada di sekitar mereka, yang sedang menunggu keduanya sarapan.


"Ehem..." Lukas akan kembali memulai aktingnya.


"Sayang, kau mau kita melakukan apa hari ini?" Tanya Lukas pada Tamara dengan manisnya.


"Tadi kan sudah ku bilang, aku mau berkeliling pulau dan kau..." Tamara terdiam. Ia lupa bahwa mereka harus berakting saat ada orang lain di sana.


Tamara melihat sekeliling, ada sekitar tiga sampai empat pelayan di sekitar mereka yang sedang memperhatikan mereka. Lalu Tamara melihat Lukas yang sudah menatapnya dengan tajam.


"Kau bilang mau menemaniku," Tamara segara meneruskan ucapannya yang terhenti tadi. Ia bahkan memberikan senyuman termanisnya untuk Lukas.


Wajah Lukas yang tadi menegang, sudah mulai melunak.


"Tentu saja, ayo kita berkeliling pulau," ajak Lukas.


Akhirnya Tamara sudah menyelesaikan sarapan paginya yang kesiangan itu. Sesuai janji, Lukas sudah menunggu Tamara di depan vila dengan satu sepeda tandem.



"Kita keliling pulau dengan ini?" Tanya Tamara yang nampak kagum melihat sepeda itu.


"Tentu saja, pulau ini tak terlalu besar, aku rasa tak masalah jika kita keliling dengan menggunakan sepeda," jawab Lukas.


Tamara dengan semangat segera berlari menghampiri Lukas.


"Ayo kita pergi!" Ajak Tamara dengan senangnya.

__ADS_1


Lukas duduk di sepeda bagian depan, sedangkan Tamara di bagian belakang. Mereka tampak riang mengendarai sepeda tandem itu bersama.


Lagi-lagi pelayan yang menjadi mata-mata Dominic mengabadikan momen itu, dan segera mengirimkannya ada Dominic.


__ADS_2