Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 129


__ADS_3

Setelah menunggu selama tiga jam, akhirnya pesawat yang mereka timpangi lepas landas. Untuk perjalanan kali ini akan memakan waktu cukup lama, sekitar delapan belas jam. Tamara yang baru tau nama kota tujuan mereka ketika mereka berada di pesawat pun cukup kaget. Ia tak menyangka Lukas akan mengajaknya pergi ke tempat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Sayang, kamu serius mau mengajakku ke tempat ini?" Tanya Tamara menunjukkan sebuah brosur yang entah ia dapat dari mana kepada Lukas.


"Mmm..." Lukas menjawab sambil mengangkat kedua alisnya seolah menggoda Tamara.


Senyum di wajah Tamara seketika mengembang, matanya berbinar, ia merasa sangat senang. Sebuah tempat yang pastinya sangat diimpikan oleh banyak orang sebagai tempat bulan madu.


Tujuan mereka adalah sebuah kota yang terkenal memiliki udara paling bersih, sejuk, dan cuaca yang sangat bagus. Cocok untuk berbulan madu.


"Sayang, kita harus istirahat. Perjalanan kali ini akan membutuhkan waktu selama delapan belas jam untuk sampai ke kota tujuan kita," ucap Lukas.


"Delapan belas jam?"


"Mmm... Lama sekali kan?"


"Apa tidak lelah selama delapan belas jam kita berada di dalam pesawat terus?"


"Tentu saja tidak, kita kan berada di first class sayang. Aku jamin perjalanan kita akan terasa nyaman."


"Oh ya?"


Lukas mengangguk seraya tersenyum pada Tamara.


"Ayo kita tidur," ajak Lukas sambil mengubah posisi tempat duduknya agar bisa dibuat untuk tempat tidur.


Tapi Tamara belum mengantuk, ia masih ingin melihat-lihat isi pesawat yang mewah ini. Meski sebelumnya ia sudah pernah naik pesawat bersama Lukas. Tapi untuk kelas kali ini berbeda dari sebelumnya. Lukas sengaja memilih tipe first class di penerbangan kali ini. Kursi yang Lukas pesan adalah kursi untuk pasangan, Lukas sengaja memilih tipe kursi ini, agar Tamara bisa merasa lebih nyaman di perjalanan mereka yang jauh ini.


Bagi Tamara, sangat disayangkan jika ia harus segera tidur. Tamara ingin melihat-lihat dulu fasilitas yang ada di sekitarnya.


"Kamu tidur saja duluan, aku masih belum mengantuk. Aku mau lihat-lihat ini dulu," ucap Tamara sambil menunjuk layar yang ada di depannya.


"Kamu mau nonton film?"


"I.. Iya," jawab Tamara ragu.


Lukas terlihat berpikir sejenak, lalu ia kembali merubah posisi tempat duduknya seperti semula.


"Kalau begitu ayo kita nonton sama-sama," ajak Lukas.


Tamara yang memang tidak tau mau apa, menurut saja pada ajakan Lukas.


"Mau nonton film apa?" Tanya Lukas.


"Apa aja, terserah kamu," jawab Tamara.


"Kita tonton film-film romantis aja ya," Lukas akhirnya memutar satu film romantis.


Selama film di putar, Tamara merebahkan kepalanya di pundak Lukas. Hingga tanpa terasa Tamara hampir tertidur. Lukas menyadari saat ini Tamara sudah mulai mengantuk. Lukas pun bergegas mengubah posisi tempat duduk mereka berubah menjadi tempat tidur.


"Aku masih ingin menonton film," ucap Tamara saat Lukas mengubah posisi tempat duduknya.


"Iya, aku juga," Lukas tau maksud Tamara, namun ia tak menggubrisnya dan tetap mengubah posisi tempat duduk mereka.

__ADS_1


"Begini lebih baik, kalau nanti kamu mengantuk kamu bisa langsung tidur saja," ucap Lukas.


Tak butuh waktu lama, Tamara akhirnya tertidur lebih dulu.


Karena tau istrinya sudah tertidur, Lukas mematikan layar di hadapannya, dan ikut tertidur di samping Tamara. Tak lupa sebelum tidur ia menyelimuti Tamara terlebih dahulu, dan mengecup kening Tamara.


"Mimpi indah sayang," bisik Lukas.


Lukas pun bergegas tidur, dan tak butuh waktu lama juga baginya untuk ikut terlelap seperti Tamara.


Malam berlalu, pagi pun tiba. Lukas sudah bangun terlebih dahulu, ia memilih untuk segera membersihkan diri. Tak lama setelah Lukas pergi ke kamar mandi, Tamara pun ikut terbangun.


Menyadari Lukas yang sudah tak ada lagi di sampingnya, Tamara memilih untuk keluar dari kursinya dan mencoba meregangkan badan.


Sebagian dari penumpang pesawat di first class masih tertidur pulas. Seorang pramugari yang melihat Tamara berdiri sambil meregangkan badan, datang menghampiri.


"Selamat pagi nona, apa tidur anda nyenyak semalam?" Tanya pramugari tersebut dengan ramah.


"Eh, ah, iya... Aku bahkan tak sadar jika sedang berada di dalam pesawat," Tamara yang sedang meregangkan badan tentu saja terkejut karena tidak menyadari kehadiran pramugari di sana.


"Syukurlah, apa nona perlu sesuatu?"


"Mmm... Tidak, eh belum," Tamara bingung sendiri karena saat ini ia juag tidak tau apa yang ia butuhkan.


"Baiklah nona, jika nanti nona membutuhkan sesuatu nona bisa memanggil saya dengan menekan tombil ini," pramugari memberi tau Tamara tombol yang ia maksud.


"Ah iya, baiklah," Tamara mengangguk paham.


"Kak, maaf," panggil Tamara.


"Ya nona?" Tanya pramugari dengan ramah.


"Mmm... Ini, aku mau merubah posisi tempat duduknya," ucap Tamara sedikit ragu.


"Oh,baiklah. Tunggu sebentar," Pramugari kembali ke tempat Tamara. Dengan sigap pramugari itu merubah posisi tempat duduk Tamara dan merapihkan selimut dan juga bantalnya.


Sebenarnya, saat pertama kali Tamara diantarkan duduk oleh pramugari ke tempat duduknya. Pramugari sudah memberitau kan cara merubah posisi tempat duduk. Hanya saja Tamara tak memperhatikannya karena terlalu sibuk mengagumi interior pesawat yang sangat mewah itu.


"Sudah nona, silahkan." Pramugari mempersilahkan Tamara untuk duduk di tempatnya.


"Oh iya, terima kasih," ucap Tamara sambil kembali duduk ke tempat duduknya.


"Ada lagi yang bisa saya bantu nona?"


"Kita sampai ke kota tujuan jam berapa ya?"


"JIka tidak ada kendala, kita akan tiba di kota tujuan sekitar pukul dua siang nona."


"Oh bgitu, oke... Terima kasih," Tamara tersenyum kepada pramugari.


"Sama-sama nona," pramugari membalas senyuman Tamara. "Kalau begitu saya permisi dulu."


Pramugari itu pun kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Setelah pramugari pergi, Tamara kembali menyalakan layar di hadapannya.


"Semalam aku nonton film apa ya? Filmnya seru, tapi aku malah ketiduran," gumam Tamara.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Lukas yang tiba-tiba datang.


"Iya, kamu dari mana?" Tanya Tamara yang meilhat Lukas datang dengan rambut yang masih basah dengan handuk di lehernya.


"Kamar mandi," jawab Luaks santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk di lehernya.


"Mandi?"


"Mmm... Kamu juga mandi sana," pinta Lukas.


Tamara menoleh ke arah kamar mandi yang letaknya tak jauh dari kursi mereka.


"Tidak ada orang di dalamnya," ucap Lukas seolah tau jika Tamara sedang memastikan apa saat ini ada yang sedang memakai kamar mandi atau tidak.


"Oke," Tamara langsung beranjak ke kamar mandi setelah yakin jika tidak ada orang di dalamnya.


Beberapa menit kemudian, Tamara sudah keluar juga dengan rambut yang basah seperti Lukas.


"Kenapa tidak kamu keringkan rambutmu?" Tanya Lukas yang melihat rambut Tamara yang masih basah.


"Memangnya ada pengering rambutnya?" Tamara balik bertanya.


"Ada sayang, di ujung dekat cermin," Lukas memberi tau lokasi pengering rambut berada.


"Oh, ku pikir tidak ada."


"Kenapa?"


"Habis rambutmu juga basah, jadi ku pikir memang tidak ada."


"Oh, aku ini memang sengaja. Biar kelihatan seksi," ucap Lukas sambil mengangkat kedua alisnya menggoda Tamara.


"Kalau begitu aku juga," Tamara tak mau kalah, ia balas menggoda Lukas.


"Tapi kan rambutmu ini panjang, nanti bajumu jadi basah. Sudah cepat keringkan dulu sana!" Pinta Lukas sedikit memksa.


"Hhh.. Baiklah," dengan wajah yang cemberut akhirnya Tamara terpaksa kembali ke kamar mandi untu mengeringkan rambutnya.


Keluuar dari kamar mandi untuk yang kedua kalinya, Tamara langsung disuguhkan oleh dua porsi sarapan mewah yang sudah tersedia di tempat duduknya.


"Wah, kelihatannya lezat," ucap Tamara.


"Duduklah, ayo kita sarapan dulu," aja Lukas.


Tamara pun segera duduk dan menikmati sarapan paginya. Tak lupa ia meminta Lukas untuk kembali memitar film yang tadi malam mereka lihat.


"Aku masih belum selesai melihatnya, aku penasaran bagaimana endingnya," ucap Tamara.


Lukas pun menuruti keinginan Tamara. Mereka berdua sarapan pagi sambil menonton film romantis yang semalam sempat tertunda.

__ADS_1


__ADS_2