Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 124


__ADS_3

Di rumah sakit.


Satu hari sebelum Richard diperbolehkan keluar dari rumah sakit oleh dokter.


Richard berdiri di samping jendela menatap kejauhan. Richard termenung memikirkan perbuatan Jake padanya. Bagaimana bisa anak yang begitu ia sayangi itu melaporkan kepada polisi tentang kejahatannya di masa lampau. Dari mana Jake menemukan bukti-bukti yangdari kejahatannya itu?


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku beberapa bulan ini?" Gumam Richard.


"Beberapa bulan belakang ini kau terlihat baik-baik saja di mataku," ucap Sandra mengejutkan Richard.


"Kau yakin?" Tanya Richard.


"Ya, dimataku kau terlihat seperti biasanya. Hanya saja, sebelum Jake menghilang dia terlihat sangat menjaga jarak padamu."


"Jake menjaga jarak padaku?" Richard masih belum bisa mengingat sebenarnya apa yang sudah ia lakukan pada anak kesayangannya itu, hingga membuat Jake menjadi musuhnya.


Sandra mengangguk.


Richard sama sekali tak mengerti dirinya, mengapa ia bisa berubah seperti itu? Atau itukah jati dirinya yang sebenarnya?


Richard menatap wajah istrinya yang terlihat lelah, beberapa hari menemaninya di rumah sakit tentu saja membuat Sandra sangat lelah.

__ADS_1


"Sandra, kemarilah," Richard merentangkan kedua tangannya meminta Sandra untuk memeluknya.


Sandra pun menurut, ia memeluk suaminya dan menyandarkan kepala di dada bidang Richard.


"Besok, jika aku diperbolehkan keluar dari rumah sakit, kau pulanglah. Tak perlu menemaniku ke kantor polisi," bisik Richard.


Sandra diam saja, ia juga tak tau harus bersikap bagaimana saat ini.


Satu sisi ia kecewa karena Richard akan masuk penjara dan itu akan merusak kehidupan Jake di mata orang-orang. Di sisi yang lain, Sandra sebenarnya tak terlalu peduli pada masa lalu Richard. Yang ia khawatirkan sanggupkah ia menunggu hingga Richard kembali?


"Aku harus bagaimana? Haruskah aku menyerahkan diri atau..." Richard tak berani meneruskan kata-katanya.


Keesokan harinya.


Tibalah saat dokter datang berkunjung dan memeriksa kondisi Richard. Seperti biasa, dokter ataupun perawat yang masuk akan selalu ditemani oleh polisi.


Selesai memeriksa, dokter menyatakan hari ini Richard sudah diperbolehkan pulang. Namun tidak pulang ke rumah, melainkan ke kantor polisi.


Beberapa polisi ikut mengawal Richard yang keluar dari rumah sakit. Richard masuk ke salah satu mobil polisi yang berjejer di depan rumah sakit, dengan ditemani oleh Sandra tentunya.


Ada beberapa awak media juga yang meliput kepergian Richard, kasus tentang penipuan yang Richard lakukan saat itu, kini menjadi berita besar skala nasional. Kasus penipuan terhadap saudara kandung yang berakhir dengan kehilangan nyawa.

__ADS_1


Seluruh penjuru negeri kini sedang mengawal kasus ini, banyak orang-orang yang merasa sangat marah atas sikap Richard pada Tamara. Meski begitu, media tak ada yang menyorot Tamara sama sekali. Padahal dalam kasus ini ia adalah korban.


Tentu saja ini semua berkat Dominic yang telah meminta para awak media untuk tak mencari tau soal korban. Dominic tak ingin membuat Tamara menjadi sorotan. Karena ia tau, Lukas pasti tak akan suka.


Tiba di kantor polisi, Richard langsung dibawa ke ruang interogasi. Sebelum itu, Sandra yang sejak tadi selalu menemaninya mengajaknya berbicara sebentar. Sandra sudah memohon kepada pihak kepolisian untuk mengizinkannya berbicara berdua saja dengan Richard.


"Aku sudah memikirkannya," ucap Sandra.


Richard menatap Sandra dengan cemas.


"Menyerahlah, kita tak perlu melawan lagi. Akui saja semua yang telah kau perbuat kepada polisi. Dan minta maaflah pada Tamara, aku yakin dia akan memaafkanmu karena dia anak yang baik," Sandra mengutarakan keinginannya.


Richard terdiam, ia tak tau harus berkata apa.


Apa yang Sandra katakan sangat bertolak belakang dengan apa yang ia pikirkan. Richard sebenarnya berniat untuk melawan,. Meski ingatannya belum kembali, nnamun Richard memahami dirinya sendiri.


"Lepaskanlah dendammu," Sandra memeluk Richard. Ia tau bahwa Richard pasti masih ingin melawan Tamara. Namun Sandra sudah lelah, selama ini ia sudah merasa sangat nyaman hidup tanpa ada keluarganya yang mengganggu.


"Sekali lagi, kita mulai dari awal ya. Aku akan menunggu hingga kau kembali," bisik Sandra.


Richard masih terdiam, ia belum mengambil keputusan. Tapi paling tidak saat ini ia sudah tau apa yang Sandra pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2