
Pada malam harinya ayahnya menemui naraya dengan penuh tidak merasa bersalah dan dengan angkuhnya
Tok..tokk
"naraya? apa kamu sudah tidur nak?" ucap ayahnya untuk memastikan bahwa putrinya sudah tidur atau belum
naraya yang mendengar suara ayahnya bergegas membukakan pintu kamar itu
naraya tersenyum
"belum ayah,ada apa? masuklah" Ucapnya mempersilahkan ayahnya masuk,dia tidak tau bahwa ayahnya telah merencanakan yang sama sekali tidak dia inginkan
"Baiklah"
Begini,ayah merencanakan akan menjodohkan mu dengan seorang tuan muda yang sangat kaya raya.bahkan dia bisa menyelamatkan perusahaan ayah" Ucapnya tanpa memandang naraya ketika berbicara tadi
Hah? kenapa harus aku ayah? apa aku tidak salah dengar? "Tanya naraya yang tidak mempercayai apa yang dia dengar barusan
__ADS_1
Ayahnya memandang tidak suka pada naraya.tiba tiba ibu tirinya masuk dan ikut dalam obrolan,dan memandang tidak suka padanya
Sudahlah nay,ikuti saja apa kata ayahmu itu " Ucap ibunya dan memandang naraya tidak suka
Diam,aku tidak berbicara padamu ular berbisa " Ucap naraya tak suka pada ibu tirinya tersebut
Dan..
Plak.."Spontan ayahnya menampar pipi naraya dan membekas tanda merah yang sangat menyakitkan
"Ayah" Naraya melihat ke arah ayahnya dengan pandangan tidak percaya atas apa yang dilakukan ayahnya
Apa ayah,mau nampar.tampar,cepat.lakukan sebanyak yang ayah suka" Ucap naraya yang sudah merasa sakit hati pada perlakuan ayahnya barusan
Dengan tersenyum licik ibunya memandang ke arah naraya dan merasa puas dengan apa yang dia lihat.pertengkaran antara ayah dan anak yang selama ini dia inginkan
"Sudahlahlah,ayah tidak mau tau,besok temui tuan muda di restoran XX.bersikaplah sopan.jangan buat aku malu" Dengan tatapan kosong melihat lurus kedepan,disana ada rasa penyesalan karna seumur hidup dia belum pernah berbuat kasar pada putri nya itu
__ADS_1
Dengan masih terisak tangis,naraya beranjak dari tempat tidurnya dan ingin keluar.namun di tahan ibu tirinya tersebut
"Mau kemana kau? Kurang ajar sekali! ayahmu belum selesai bicara" Ucapny garang sambil mencengkram erat tangan naraya
"Lepaskan" naraya berbicara namun tidak melihat ibunya
"Tidak akan" ibunya masih mencengkram erat tangan naraya.bahkan sampai terlihat memerah
Ntah kekuatan manusia atau iblis,naraya memaksa tangan nya agar terlepas dari cengkraman ibu tirinya tersebut.dan secara spontan menampar dan mendorong nya hingga terduduk ke lantai
"Naraya cukup" Ucap ayahnya yang sudah sangat geram dengan perlakuan tidak sopannya tersebut
"kenapa? apa kau mau membela wanita penggoda ini? apa kau mau membela wanita yang sudah membunuh ibuku? kenapa? apa hebatnya dia Handoko" Ucap naraya yang sudah berapi api karna menahan emosinya sejak lama dan menyebutkan nama ayahnya secara terang terangan
"Kau ini" ucap ayahnya yang terpotong karna penyakit jantungnya kambuh
"Maafkan aku ayah" Ucap naraya yang berlalu pergi meninggalkan ayah dan ibu tirinya.dia pergi dari rumah.walaupun tak tau mau kemana.yang penting meninggalkan ayah dan ibu tiri yang sudah di anggapnya seperti iblis tersebut..
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau akan berbuat seperti itu ayah,waktu ibu masih ada.kau tidak pernah menamparku,bahkan membentakku saja kau enggan.tapi semenjak ada iblis keparat itu.kau menamparku,aku membenci mu dengan seluruh hidupku ayah" ucapnya dalam hati dan mengambil foto keluarga Naraya,ayah,dan ibunya.dan melemparkannya ke tembok sampai pecah berkeping keping