Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 93


__ADS_3

Tanpa terasa waktu enam hari berlalu begitu saja, berkat saran dari Rima, Tamara jadi tak merasa kesepian selama ditinggal Lukas pergi.


Justru, ia sering kali lupa menghubungi Lukas terlebih dahulu karena asik menonton drama. Dan Lukas lah yang selalu menghubungi Tamara lebih dahulu.


Untungnya, selama ditinggal Lukas tak ada satu pun kejadian aneh yang terjadi. Semua nampak baik-baik saja.


Tamara terus menonton drama demi drama, ketika habis ia akan menonton drama yang lainnya. Bahkan tak jarang ia sering ketiduran di depan televisi saat sedang asik menonton drama.


Hingga tak terasa, ini sudah hari ke enam kepergian Lukas. Dan besok Lukas akan pulang. Tamara sangat senang sekali.


Demi ingin menyambut kedatangan Lukas, ia berniat untuk tidur lebih awal malam ini. Kebetulan drama terakhir yang ia tonton sudah selesai, jadi Tamara tak lagi merasa penasaran dengan apa yang terjadi berikutnya.


Setelah selesai bertelepon dengan Lukas, Tamara yang sudah siap dengan baju tidurnya pun langsung naik ke atas tempat tidur. Namun belum sampai matanya terpejam, terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Tamara menghampiri pintu dan membukakannya, ternyata itu adalah Pras, si pengawal yang bertugas menjadi tukang kebun di rumah itu.


"Kak Pras? Ada apa?" Tanya Tamara.


"Maaf nona, malam-malam saya mengganggu waktu istirahat nona. Tapi, saya rasa nona harus ikut dulu dengan saya sekarang," jawab Pras. Wajahnya terlihat seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


"Begini nona, di depan ada seseorang yang mencari nona. Sebenarnya dia sudah datang sejak tadi, namun kami tidak mengizinkan dia untuk bertemu dengan nona. Tapi laki-laki ini terus memaksa bahkan memohon dengan sangat pada kami."


"Siapa dia?"


"Nona, saya sebenarnya ragu apa kami boleh mempertemukan nona dengan laki-laki ini. Tapi akhirnya kami semua sepakat, dengan syarat kalian berdua harus berbicara di depan kami. Saya mohon nona, agar nona mau berbicara dengan laki-laki ini di depan kami," ucap Pras dengan sopan.


Mendengar ucapan Pras, jantung Tamara berdebar dengan kencang. Ia tau siapa laki-laki yang ingin menemuinya malam-malam begini.


"Apa dia Jake?"

__ADS_1


"Bagaimana nona tau?"


"Jadi benar dia Jake? Bagaimana penampilannya? Apa dia baik-baik saja?"


Kekhawatiran Tamara pada Jake yang semula sudah mulai ia lupakan, kini kembali datang menghampiri.


"Dia tidak terlihat baik-baik saja nona," jawab Pras.


Jantung Tamara berdegup semakin kencang.


"Ada dimana dia sekarang?" Tamara mengguncang tubuh Pras. Ia tak sabar ingin melihat kondisi Jake saat ini.


"Ada di ruang tamu nona, maaf sebelumnya karena kami mengizinkannya masuk karena dia memohon untuk minta diberi perlindungan..."


"Tak apa," Tamara langsung memotong ucapan Pras. "Apa kalian sudah melapor pada Lukas?"


"Belum nona, perlukah kami melapor?"


Tamara pun berjalan menuju ruang tamu dan benar saja di sana sudah ada sosok Jake dengan wajah yang penuh dengan lebam kebiruan.


"Jake..." Tamara segera berlari menghampiri Jake.


"Tamara, apa kau baik-baik saja?"


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Jake kenapa kamu bisa seperti ini? Apa om Richard terus saja menyiksamu?" Tamara mengamati dengan seksama wajah Jake yang sudah tak karuan bentuknya itu.


Seketika ada rasa bersalah karena ia sudah memblokir nomor Jake, sehingga ia tak tau lagi kabar terakhir mengenai Jake dan Richard.


"Maaf, aku..." Belum selesai Tamara mengungkapkan penyesalannya, Jake sudah memotongnya.

__ADS_1


"Tamara, dengarkan aku. Aku tak punya banyak waktu sekarang. Karena aku harus kembali ke rumah dan menyelamatkan ibuku."


Tamara pun menurut, ia berusaha fokus mendengarkan apa yang akan Jake katakan. Taka hanya Tamara, ketiga pengawal yang sejak tadi mendampingi mereka berdua pun ikut fokus mendengarkan apa yang akan Jake katakan.


"Tamara, maaf jika aku baru mencari mu sekarang-sekarang ini. Sebenarnya aku sudah tau sejak lama jika aku memiliki sepupu dan kakek dari pihak ayahku. Namun ayah selalu melarang ku untuk bertemu dengan kalian, ayah bilang jika kami masih berhubungan dengan kalian maka kalian semua hanya akan memanfaatkan keluarga kami. Itulah yang selalu ayah katakan."


"Karena ucapan itu, aku jadi merasa bahwa keluarga ayah adalah keluarga yang selalu menyusahkan ayah sehingga ayah pergi meninggalkan kalian. Tapi beberapa waktu yang lalu, setelah kami mendengar kabar berpulangnya kakek. Entah mengapa, ibuku tiba-tiba menceritakan apa yang sebenarnya terjadi."


Flashback.


Kejadian bermula saat dua puluh enam tahun yang lalu, saat Richard baru pertama kali mengenal seorang wanita cantik yang berasal dari keluarga kaya raya. Richard sangat menyukai wanita itu yang ternyata berusia lima tahun di atasnya.


Berbagai cara Richard lakukan demi mendapatkan hati wanita pujaannya. Hingga suatu malam, Richard yang tengah mabuk setelah pulang berpesta bersama dengan teman-temannya. Tanpa sengaja bertemu dengan wanita idamannya itu.


Saat itu, wanita yang Richard cintai sudah mulai kenal dekat dengan Richard. Sehingga saat Richard menyapa, wanita itu tentu saja membalasnya.


Melihat Richard yang mabuk berat, wanita itu tak tega melihatnya. Ia hendak membantu Richard mengantarnya sampai rumah. Namun Richard tak mau pulang ke rumah, ia takut Adrian akan memarahinya. Sehingga Richard meminta wanita itu untuk mengantarnya ke hotel terdekat.


Wanita cantik itu menurut, namun itu adalah awal petaka baginya.


Setelah berada di dalam kamar hotel, saat wanita itu hendak pergi meninggalkan Richard. Richard malah menarik tangan wanita itu dan memaksanya untuk melakukan hubungan badan.


Wanita itu menolak dan meronta-ronta minta dilepaskan. Namun tenaga Richard yang memang jauh lebih kuat membuat wanita cantik itu tak berdaya, dan akhirnya Richard berhasil memper kosa wanita pujaannya itu.


Ketika pagi tiba, Richard baru sadar dengan apa yang ia lakukan tadi malam. Wanita yang baru saja ia lecehkan tadi malam itu kini tengah menangis di dalam kamar mandi.


Richard yang merasa bersalah mengaku akan bertanggung jawab dan dengan segera akan menikahi wanita itu.


Namun keinginan Richard di tolak mentah-mentah oleh Adrian. Selain karena Richard masih belum lulus sekolah, Adrian tak merestui hubungan itu karena usia wanita yang ingin Richard nikahi berjarak lima tahun lebih tua dari Richard.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak pernah melakukan sesuatu yang membuatku bangga? Kau selalu saja menyusahkan aku, tidak seperti kakakmu yang bla... bla... bla..." Begitulah Adrian memarahi Richard dengan selalu membanding-bandingkan dirinya dengan kakaknya.


Richard yang saat itu masih sangat muda tak tau harus berbuat apa. Belum lagi sosok Adrian yang saat itu juga penuh dengan kekuasaan, membuat Richard takut untuk berbuat semaunya. Ia hanya bisa menuruti keinginan ayahnya.


__ADS_2