Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 94


__ADS_3

Hingga 13 tahun berlalu. Richard yang selalu memikirkan nasib wanita yang dicintainya pun akhirnya memiliki keberanian untuk kembali mencari sosok pujaan hatinya itu.


Richard yang sudah dewasa dan sudah memiliki cukup kekuasaan saat itu pun mengerahkan berbagai cara untuk menemukan cinta pertamanya.


Berita terakhir yang ia dengar adalah, wanita yang dicintainya itu dibawa pergi oleh keluarganya keluar negeri. Itu saat Richard mengatakan bahwa ayahnya tak menyetujui ia menikah dengan wanita yang berusia lebih tua darinya.


Dengan kegigihannya, Richard akhirnya bisa menemukan wanita pujaannya. Richard terkejut mengetahui wanita yang pernah ia tiduri ternyata mengandung anaknya dan kini telah beranjak remaja. Dan yang membuatnya semakin terkejut adalah kondisi wanita itu sangat mengenaskan.


Mereka berdua tinggal di tempat terpencil, hidup sebagai seorang gelandangan. Ternyata wanita itu bukan dibawa keluar negeri oleh keluarganya, melainkan di usir karena sudah mencoreng nama baik keluarga. Itulah mengapa mereka hidup sebagai gelandangan saat ini.


Mengetahui cerita yang ia dengar tentang wanita yang ia cintai. Tentu sja Richard merasa sangat kesal, terutama pada Adrian.


Jika saja saat itu Adrian mengizinkannya menikah, mungkin ia bisa melindungi wanita pujaannya dan juga anak kandungnya itu.


Richard memohon ampun pada wanita dan anaknya itu, dan Richard pun membelikan sebuah rumah yang layak untuk mereka. Richard diam-diam merawat keluarga kecilnya itu tanpa sepengetahuan Adrian.


Hingga suatu ketika, Adrian tau dengan apa yang Richard lakukan. Adrian marah besar dan meminta Richard untuk mencari wanita yang sepadan dengannya. Adrian menghina dan memaki keluarga kecil yang diam-diam Richard bina.


Richard yang tidak terima keluarga kecilnya dihina dan dimaki pun hanya bisa diam menerima cemoohan dari ayahnya. Namun dibalik itu ia merencanakan sesuatu, yang membuat bangkrut kakaknya dan ia bahkan tega membuat kakak dan kakak iparnya meninggal dunia.


Semua telah Richard setting sedemikian rupa, agar pembunuhan yang ia rencanakan itu bisa terlihat seperti kecelakaan lalu lintas biasa. Bahkan terkesan seperti memang sengaja untuk bunuh diri.


Richard juga yang mengatur semuanya agar kakaknya itu tertipu dengan bisnis abal-abal buatannya. Sehingga kakaknya bangkrut dan frustasi.


Setelah kakak dan kakak iparnya meninggal, Richard tentu saja sudah berhasil mengambil alih kekayaan kakaknya dengan modus membayar hutang. Richard bahkan dengan tega menyuruh seseorang untuk menagih hutang itu pada Tamara yang masih sangat kecil sehingga membuat Adrian tak tega dan ia justru yang menjual semua hartanya demi membayar hutang anak kesayangannya.


Richard justru semakin senang, mengetahui ayahnya bangkrut. Dengan begitu ia bisa melarikan diri dengan harta milik keluarganya. Dan membiarkan Adrian dan Tamara hidup dalam kesusahan.


Flashback end.


Tamara terkejut mendengar cerita dari Jake. Ia tak menyangka Richard tega menghabisi keluarganya sendiri dan bahkan merampas harta keluarganya.

__ADS_1


"Aku tau apa yang kakek lakukan mungkin memang salah, tapi apa om Richard tidak bisa merayu kakek baik-baik agar hubungan mereka direstui? Jake, aku harap kamu mau memaafkan kakek karena pernah tidak menerima kehadiranmu," Tamara memegang tangan Jake.


Jake terdiam memandangi tangan Tamara yang menggenggam hangat tangannya.


"Aku juga kesal pada kakek, namun bukan berarti apa yang ayahku lakukan bisa menjadi pembenaran atas alasan itu. Selama ini aku tak pernah tau, ibuku menyimpan rapat-rapat rahasia ini. Ayahku hanya mengatakan bahwa keluarganya adalah benalu, itulah mengapa ia tega meninggalkan mereka. Namun mendengar cerita ini, aku..." Jake tertunduk tak tau harus berkata apa.


Demi mempertahankan ia dan ibunya, ayahnya sampai tega membunuh kakaknya sendiri dan bahkan merampas harta keluarganya hingga jatuh miskin.


"Jake... Ini bukan salahmu, kamu jangan merasa terbebani," Tamara membelai lembut tangan Jake.


"Aku tau, apa kau marah padaku Tamara?"


"Tentu saja tidak, tapi yang ingin kutanyakan kenapa ayahmu itu mencari keberadaan ku lagi setelah sekian lama? Jika memang dia sudah membuang kami, seharusnya sekarang pun ia tak lagi peduli dengan keberadaan ku kan?"


"Itu karena kamu menikah dengan laki-laki kaya."


Tamara mengernyitkan dahinya, tak mengerti maksud ucapan Jake.


"Tentu saja ayahku yang sudah gila harta tak mau melihatmu hidup bahagia. Ayahku pernah bilang pada ibuku, jika ia melihatmu bahagia, ia seakan mengingat masa-masa sulit yang pernah aku dan ibuku alami dulu."


Jake mengangguk.


"Ayahku berniat ingin menculik mu dan meminta tebusan pada suamimu."


"Apa?" Tamara melotot tak percaya.


"Dia bahkan berniat untuk menyiksamu dan tak akan pernah membebaskan mu, meski suamimu sudah memberikan uang tebusan yang besar padanya."


Tamara menggelengkan kepalanya, ia tak percaya om nya tega melakukan hal ini padanya. Apa tak cukup membuat dirinya menjadi yatim piatu dan hidup miskin? Apa harus dirinya juga ikut disiksa agar om nya itu puas?


"Itulah mengapa aku disiksa seperti ini, itu karena aku sudah menggagalkan rencananya," lanjut Jake.

__ADS_1


"Apa selama ini dia kasar padamu?"


"Tidak, dia sangat baik dan sangat menyayangi kami. Tapi entah mengapa setelah mempunyai rencana untuk menghancurkan mu, ayahku seolah menjadi orang lain. Dan tega memukuliku bahkan mengancam akan menyakiti ibuku juga."


"Jake, tinggallah di sini malam ini. Aku tak tega melihatmu disiksa seperti ini oleh ayahmu," pinta Tamara.


"Tidak Tamara, aku harus kembali ke rumah. Saat ini ayahku sedang pergi keluar kota, aku harus segera kembali sebelum ayahku pulang," Jake menolak tawaran Tamara.


"Tapi apa kamu akan baik-baik saja?" Tamara merasa sangat khawatir.


"Tenang saja, aku bisa mengatasi semua ini. Aku harap kamu harus lebih berhati-hati. Aku dan ibuku akan merayu ayahku untuk menghentikan rencananya."


"Terima kasih Jake, karena sudah memberi tau ku apa yang sebenarnya terjadi."


Jake tersenyum, ia pun pamit memohon diri untuk segera pulang.


Setelah Jake pergi, Tamara hanya bisa berdiam diri. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


Tamara ingat sekali om nya itu pernah mengatakan sebelum ia pergi. Bahwa dirinya adalah anak pembawa sial, itulah kenapa om Richard tak mau mengurusnya.


Namun ternyata, semua hanya akal-akalan om nya saja.


"Nona, anda baik-baik saja?" Tanya Erik membuyarkan lamunan Tamara.


"Kak, aku harus bagaimana?"


"Sebaiknya nona ceritakan semuanya pada tuan muda. Biarkan tuan muda yang mengambil keputusan selanjutnya," saran Brian.


"Benar nona, untuk saat ini nona sebaiknya istirahat dulu karena besok tuan muda akan pulang," tambah Erik.


"Baiklah, terima kasih. Kalian juga istirahat ya."

__ADS_1


"Iya nona," jawab ketiganya kompak.


Tamara pun berjalan kembali ke kamarnya, entah malam ini ia akan bisa tidur atau tidak. Ada banyak sekali hal yang Tamara pikirkan.


__ADS_2