Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 92


__ADS_3

Keesokan harinya, Lukas kembali beraktivitas seperti biasa. Ia memulai kembali jadwal yang ia tunda sebelumnya.


Dan pagi ini, seperti biasa Tamara memasakkan sarapan pagi untuk Lukas. Dan seperti biasa juga, Lukas akan menemaninya di meja makan sambil terus memandangi Tamara yang terlihat sangat seksi baginya saat sedang memasak.


Setelah pertengkaran mereka tadi malam, keduanya telah kembali berbaikan dan malah menjadi semakin romantis. Tamara sudah berjanji tidak akan berkomunikasi lagi dengan Jake, dan juga tugas berbelanja ia serahkan pada Rima dan Asti.


"Selamat pagi tuan muda, selamat pagi nona," sapa Olivia pada kedua pasangan suami istri yang kini sedang dimabuk asmara itu.


"Selamat pagi kak," balas Tamara.


Sedangkan Lukas masih betah memandangi Tamara tanpa menghiraukan sapaan Olivia.


"Tuan muda, ini jadwal anda satu minggu ke depan. Silahkan dilihat, dan katakan saja jika memang ada jadwal yang ingin saya tunda atau saya majukan," ucap Olivia seraya menyerahkan tablet berisi jadwal Lukas yang padat merayap.


"Jalankan saja sesuai jadwal," jawab Lukas singkat tanpa melihat sedetik pun pada tablet yang disodorkan Olivia.


"Baik tuan muda," Olivia kembali menarik tablet yang sama sekali tak dilirik oleh Lukas.


"Sarapan sudah jadi, silahkan dimakan sayangku..." Tamara menyerahkan satu porsi besar untuk Lukas dam satu porsi kecil untuk dirinya.


"Kakak sudah makan?" Tanya Tamara pada Olivia.


"Sudah nona," jawab Olivia dengan senyum manisnya.


"Kalau begitu kami makan dulu ya," ucap Tamara sambil menyuapkan makanan ke mulut Lukas.


"Silahkan nona," Olivia pun memilih untuk menyibukkan diri dengan beberapa pekerjaan yang memang ia bawa.


Lukas dan Tamara makan sambil saling menyuapi satu sama lain. Sebuah pemandangan yang membuat iri para jomblo tentunya.


Tapi tidak dengan Olivia, ia bahkan sama sekali tidak merasa terganggu dengan sikap keduanya yang sudah saling bucin itu. Olivia tetap bisa fokus dalam pekerjaannya.


"Jadi kamu pulangnya minggu depan?" Tanya Tamara di tengah aktivitas makan mereka.


"Iya sayang, kenapa? Kelamaan ya?"


"Ga apa-apa sayang, kamu fokus saja selesaikan pekerjaan kamu. Aku di sini kan ada kak Rima dan kak Asti."


"Kamu yakin akan baik-baik saja?"


"Iya sayang, semua kakak pengawal di sini pasti akan menjagaku dengan baik."

__ADS_1


"Tapi nanti yang akan menemani kamu tidur siapa?"


"Ya kamu donk, siapa lagi?"


"Tapi aku kan lagi gak bisa pulang sayang," Lukas membelai rambut Tamara dengan lembut.


"Apa aku pulang pergi saja ya setiap hari?"


Sontak ucapan Lukas langsung membuat Olivia menatap tajam ke arah Lukas.


"Tidak usah sayang, kamu kan bisa menemaniku lewat telepon," Tamara buru-buru melarang Lukas. Jika tidak bisa saja ia nekad untuk pulang pergi keluar kota setiap hari selama satu minggu.


"Aku tidak apa-apa kok," ucap Lukas santai.


Olivia langsung melotot ke arah Lukas.


"Tuan muda..."


"Kenapa? Kamu keberatan?" Tanya Lukas pada Olivia.


"Sayang, aku benar akan baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir sayang. Kita kan bisa saling menemani lewat video call saja. Lagi pula aku justru khawatir kalau kamu setiap hari pulang pergi begini," Tamara berusaha merayu Lukas agar tak melakukan ide gilanya itu.


"Aku tau sayang, tapi aku mau kamu fokus ke pekerjaanmu dulu. Hanya satu minggu saja, setelah itu bagaimana kalau kita liburan bersama?"


"Tapi satu minggu itu lama sayang," Lukas merengek.


"Tidak akan terasa sayang, kamu kan sibuk di sana. Tunggu... Kamu masih mencurigai ku ya?"


"Mencurigai apa?" Lukas tak mengerti.


"Curiga jika aku akan bertemu dengan Jake?"


Lukas terdiam.


"Aku sudah melupakannya kenapa kamu menyebut nama itu lagi?"


"Maaf, aku cuma mau memastikan jika kamu sudah tak mencurigainya lagi."


"Tentu saja tidak sayang, kamu kan sudah menghapus nomornya. Oh iya, Olivia... Tolong kamu cari tau tentang pria bernama Jake itu."


"Baik tuan muda," Olivia menurut saja meski ia tak tau siapa Jake yang dimaksud. Tapi itu bukan hal sulit, ia bisa menanyakannya pada salah satu pengawal di sini.

__ADS_1


Setelah perdebatan panjang lebar, akhirnya Lukas mau menuruti Tamara untuk fokus pada pekerjaannya dulu. Dan baru akan kembali setelah selesai.


"Aku pergi dulu ya sayang, jangan pergi kemana-mana selagi aku tidak ada. Aku tak akan lama, aku akan cepat menyelesaikan pekerjaanku dan pulang menemui mu," ucap Lukas selagi berpamitan dengan Tamara.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya di sana," balas Tamara sambil melambaikan tangannya.


Akhirnya Lukas pun pergi kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda beberapa hari terakhir. Karen khawatir pada Tamara.


Setelah Lukas pergi, Tamara lebih memilih membantu pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan oleh Rima dan Asti.


"Tidak usah nona, biar kami saja yang mengerjakannya," ucap Rima setelah melihat Tamara memegang sapu dan hendak membereskan kamarnya.


"Sudah aku saja, aku sedang tidak ada pekerjaan dan Lukas juga sedang kerja jadi aku tak punya kegiatan apapun," balas Tamara.


"Tapi nona, nanti kami bisa kena marah tuan muda kalau tau nona mengerjakan semua pekerjaan ini. Kamu digaji kan bukan hanya untuk menjaga nona, tapi juga agar nona tak perlu melakukan pekerjaan rumah seperti ini," Asti bantu menjawab.


"Tapi sebelum ada kalian ini semua aku yang mengerjakan," Tamara tetap bersikukuh ingin membersihkan kamarnya sendiri.


"Jika nona bingung mau ngapain, sebaiknya nona menonton seri drama saja," usul Rima.


"Apa itu?"


"Ada banyak nona, ayo sini biar saya kasih lihat," Rima mengajak Tamara menuju ruang tengah. Ia pun menyalakan televisi dan mencari chanel yang berisi drama berseri yang sudah tamat.


"Ini nona, ada banyak pilihan. Nona mau nonton yang genre romantis atau action?"


"Yang romantis aja deh."


Rima memilih salah satu drama berseri dengan genre romantis. Lalu mulai memutar episode satu.


"Ini nona, dijamin nona betah duduk di depan televisi selagi menunggu kepulangan tuan muda."


"Tapi kalian berdua juga ikut nonton dong, aku gak mau nonton sendirian."


Rima dan Asti mau tak mau menuruti permintaan majikannya itu. Namun hanya sampai beberapa menit saja, setelah Tamara dirasa menyukai dramanya, Rima dan Asti pun kembali ke pekerjaan mereka. Meninggalkan Tamara yang mulai asik dengan kegiatan barunya.


"Enak ya jadi istri orang kaya, kerjanya cuma nonton drama aja," bisik Asti saat ia hanya berdua saja dengan Rima.


"Iya, semoga saja besok kita juga bisa dapat suami yang tampan dan mapan seperti tuan muda," balas Rima.


Keduanya langsung mengaminkan ucapan Rima. Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dan membiarkan Tamara menikmati drama yang sedang ditontonnya.

__ADS_1


__ADS_2