Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 64


__ADS_3

Keesokan harinya, Lukas sudah mulai kembali ke rutinitasnya sebagai seorang CEO.


Seperti biasa, Tamara akan menyiapkan dua porsi makanan untuk Lukas di pagi hari. Jika Lukas tak ada jadwal keluar kantor, Tamara akan membuatkan makan siang untuk Lukas. Dan mengirimkannya melalui ojek online.


Sementara Lukas bekerja, Tamara disibukkan dengan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Ia membersihkan setiap sudut rumah yang luas itu seorang diri. Tamara juga mencuci, memasak, menyetrika pakaian, semuanya ia lakukan seorang diri.


Pernah suatu waktu Lukas menawarinya untuk menyewa seorang pembantu, namun Tamara menolaknya. Ia justru merasa senang dengan aktifitas nya saat ini, Tamara jadi tidak merasa jenuh berada di rumah yang besar ini seorang diri.


Sesekali Tamara akan berkunjung ke kontrakan Adrian, dan menghabiskan waktu di sana. Atau Tamara akan menemani Adrian datang ke rumah Dominic.


Sementara kedua kakek-kakek itu mengobrol, Tamara akan menghabiskan waktu mengobrol dengan pelayan di rumah itu. Tamara bisa merasakan Dominic yang kesepian tinggal di istana ini seorang diri.


Meski banyak pelayan yang lalu lalang, namun tanpa kehadiran keluarga tentu saja akan terasa berbeda. Pantas saja Dominic selalu saja bertanya apa Tamara sudah hamil atau belum?


Tamara bingung harus menjawab apa? Bahkan pernikahannya belum genap satu bulan. Tapi Dominic seolah sudah sangat menginginkan kehadiran buah hati di rumah tangga Lukas dan Tamara.


Memang, sejak Lukas kembali bekerja. Lukas sudah tak pernah lagi datang ke rumah Dominic. Bahkan, setiap hari Lukas selalu saja pulang tengah malam.


Rutinitas malam yang biasa Tamara lakukan semenjak Lukas kembali bekerja adalah membersihkan seluruh tubuh Lukas dengan air hangat dan handuk kecil. Setelah itu memakaikan set piyama milik Lukas.


Tak lupa memakaikan rangkaian skin care untuk malam hari sebelum mereka tidur.


Terkadang, mereka berdua akan mengobrol sejenak sebelum benar-benar tertidur.


Tamara akan menceritakan aktifitasnya seharian ini, dan sesekali bertanya tentang kegiatan Lukas yang selalu padat merayap. Bahkan dihari libur pun, Lukas tetap bekerja.


Begitulah keseharian mereka, hingga tak terasa pernikahan mereka genap berusia satu bulan.


Malam ini, Lukas belum juga pulang hingga larut. Sedang Tamara, seperti biasa dengan setianya menunggu kepulangan sang suami di ruang tengah.


Hari ini, Tamata merasa sangat lelah. Padahal ia tak pergi kemana-mana dan hanya melakukan aktifitas di rumah seperti biasa.


Namun entah mengapa, rasanya seluruh badannya terasa sangat lemas. Tenaganya seakan terkuras habis. Hingga tak terasa, Tamara pun tertidur di ruang tengah.


Di pagi hari, Tamara baru sadar bahwa semalam Lukas ternyata tidak pulang ke rumah. Tamara sama sekali tak melihat jejak kehadiran Lukas semalam.


Karena khawatir, Tamara mencoba menghubungi ponsel Lukas. Namun betapa terkejutnya Tamara ketika membuka ponselnya, ada banyak panggilan tak terjawab dari Lukas.

__ADS_1


Ada beberapa pesan yang masuk juga, yang mengatakan bahwa Lukas tak bisa pulang semalam karena ternyata Leonard mengalami kecelakaan.


Tak hanya dari Lukas, tetapi juga ada panggilan masuk dari Olivia, Vanesa, Dominic, bahkan Adrian kakeknya pun juga menghubunginya.


Merasa tak enak hati, karena semalam ia tak menjawab panggilan dari mereka, Tamara langsung menghubungi Lukas. Karena nomor Lukas lah yang paling banyak menghubunginya.


"Halo... Sayang, kamu baik-baik saja?" Terdengar suara Lukas dari seberang sana. Ia terdengar begitu khawatir, karena semalaman Tamara tak mengangkat teleponnya.


"Iya aku baik-baik saja, papah kenapa?"


"Papah kecelakaan, kemarin sore. Jadi sekarang aku sedang berada di luar kota, karena papah di rawat di sini."


"Apa papah baik-baik saja?"


"Entahlah, sampai saat ini papah belum juga sadar. Kamu datanglah ke sini bersama kakek Dom dan kakek Adrian, ku rasa mereka sedang dalam perjalanan ke rumah."


Baru selesai Lukas bicara, bel rumah Tamara pun berbunyi.


"Ku rasa itu mereka... Lukas, aku akan membukakan pintu dulu, nanti aku akan menghubungimu lagi," ucap Tamara.


Tamara langsung pergi ke ruang tamu untuk membukakan pintu. Dan benar saja, Adrian dan Dominic sudah tiba di sana.


"Tamara, kamu kemana saja? Kenapa tidak menjawab telepon dari kami? Kamu baik-baik saja kan? Jangan bilang kalau kamu baru bangun?"


Tamara langsung di serbu dengan pertanyaan oleh Adrian begitu membukakan pintu.


"Maaf kek, aku ketiduran semalam. Dan ponsel ku sedang ku charge di kamar. Jadi aku tak tau ada banyak panggilan masuk semalam."


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa, jujur kami sangat mengkhawatirkan kamu. Oh iya, apa kamu sudah dengar berita dari Lukas?"


"Sudah kek, apa kita mau berangkat sekarang?"


"Tentu saja, ayo cepat bersiap!"


Tamara pun bergegas mempersiapkan dirinya, ia mandi dengan cepat dan berdandan ala kadarnya. Tak lupa Tamara juga membawa pakaian ganti untuk dirinya dan Lukas.


Tamara sudah siap dengan membawa koper kecil yang berisi pakaian ganti untuknya dan juga Lukas.

__ADS_1


"Kamu sudah siap?" Tanya Adrian.


"Sudah kek," jawab Tamara.


"Kamu juga sudah membawa pakaian ganti kan? Kemungkinan kita akan menginap di sana." Ucap Dominic.


"Iya kek, sudah."


Mereka pun bergegas pergi menuju rumah sakit, dimana Leonard dirawat saat ini. Jaraknya cukup jauh, sekitar enam jam menggunakan mobil.


Mobil yang membawa mereka menuju kota sebelah itu, dikendarai oleh seorang sopir pribadi Dominic. Adrian dan Dominic duduk di kursi tengah. Sedangkan Tamara duduk di depan bersama pak sopir yang usianya kurang lebih hampir sama dengan para kakek-kakek yang duduk di belakang mereka.


Sepanjang jalan, Tamara terus berkirim pesan pada Lukas. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi papah mertuanya.


Untunglah, ada berita baik yang mereka dapat saat di perjalanan. Leonard sudah sadar, namun karena ada pendarahan di kepalanya, Leonard harus menjalani operasi.


Namun untuk saat ini, belum bisa dipastikan kapan operasi akan dilakukan. Karena kondisi Leonard yang masih belum stabil.


Kedatangan Tamara dan kakeknya, disambut hangat oleh Vanesa yang saat itu terlihat sangat kacau. Tamara memeluk mamah mertuanya itu dengan hangat, memberi dukungan agar tetap kuat dan tabah.


Setelah keadaan mulai tenang, dan Leonard juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Semua keluarga pun datang berkumpul.


"Begini Tamara, apa kakek boleh meminta tolong padamu?" Tanya Dominic membuka pembicaraan.


"Iya kek, ada apa?"


"Saat ini, Leonard sedang menangani sebuah proyek besar. Dan proyek itu masih dalam proses pengajuan ke pihak pemerintah. Karena proyek ini sangat penting bagi perusahaan kita, mau tidak mau, untuk sementara ini Lukas yang akan menggantikan posisi Leonard saat ini," jelas Dominic.


Tamara masih terdiam, ia menunggu apa yang akan selanjutnya akan dikatakan oleh Dominic padanya.


"Lukas tidak pergi sendirian, ia akan ditemani oleh Vanesa. Sedangkan pekerjaan Lukas, aku yang akan menghandle nya bersama Olivia," lanjut Dominic.


Dominic menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Oleh karena itu, mau kah kamu membantu kami menjaga dan merawat Leonard selama ia dirawat di sini? Kamu tidak perlu melakukan apapun, akan ada banyak perawat yang akan mengurus Leonard. Kamu hanya perlu menjaganya saja," pinta Dominic.


.

__ADS_1


__ADS_2