
Jake sudah berada di ruang gawat darurat. Saat ini tubuhnya sedangdiperiksa secara menyeluruh oleh dokter. Saat tiba di rumah sakit, Jake masih belum sadarkan diri. Sandra memohon kepada para dokter dan perawat untuk menyelamatkan anaknya.
"Dokter, ku mohon selamatkan Jake!" Ucap Sandra sambil terus menangis memandangi putranya yang masih belum sadarkan diri.
"Tenanglah, kita serahkan semua pada ahlinya," Dominic berusaha menenangkan Sandra.
"Apa Jake akan baik-baik saja?" Tanya Sandra pada Dominic.
"Tentu saja, dia anak yang kuat. Terlebih Jake memliki ibu yang luar biasa sepertimu. Jake pasti akan segera sadar," Dominic kembali menenangkan Sandra.
Berkat kata-kata dari Dominic, Sandra berhasil menenangkan dirinya. Ia tau, putranya orang yang kuat. Jake pasti akan segera sadarkan diri.
"Apa kau ingin menemui Lukas dan Tamara?" Tanya Dominic.
Sandra terdiam, ia masih belum tau harus bagaimana? Di satu sisi ia belum siap menerima kenyataan bahwa anak semata wayangnya itu terluka karena ulah dari Lukas atau Tamara. Tapi di sisi lain Sandra juga penasaran dengan apa yang telah terjadi.
Ada banyak pertanyaan di kepala Sandra saat ini. Sepertinya ia harus menyiapkan hatinya. Apapun yang akan ia dengar nanti, Sandra harus siap.
"Aku akan meminta Lukas dan Tamara untuk datang ke sini," Dominic langsung mengambil tindakan tanpa menunggu jawaban dari Sandra terlebih dahulu.
Tak lama setelah mendapat panggilan dari Dominic, Lukas dan Tamara sudah berada di Lobi IGD. Inilah pertama kalinya Sandra bertemu secara langsung dengan keluarga suaminya.
"Kau kah yang bernama Tamara?" Tanya Sandra ketika Tamara mendekat.
"Iya tante," jawab Tamara sambil membungkuk sopan.
"Kemarilah..." Sandra melebarkan tangannya ingin memeluk Tamara.
Tamara pun berjalan semakin mendekat.
Sungguh pelukan Sandra sangatlah hangat, membuat Tamara merasa terharu. Andaikan hubungan mereka baik-baik saja, Tamara pasti sangat senang memiliki tante yang cantik dan juga baik hati seperti Sandra.
"Apa tante baik-baik saja?" Tanya Tamara begitu Sandra melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Sandra mengangguk,
"Kau sendiri bagaimana Tamara? Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa Jake..." Sandra tak sanggup lagi bertanya pada Tamara. Hatinya sakit saat mengingat kondisi Jake saat ini.
"Aku baik-baik saja tante, aku minta maaf. Apa yang terjadi pada Jake saat ini pasti karena aku. Karena Jake ingin melindungiku," Tamara pun juga tak bisa lagi membendung air matanya.
"Melindungimu? Ceritakan Tamara, ceritakan pada tante apa yang sebenarnya terjadi," Sandra menggenggam erat tangan Tamara. Sandra tau, Tamara pasti juga sedang terpukul sama seperti dirinya.
Tamara diam sejenak, ia mencoba mengingat-ingat bagaimana awal mula semua ini.
Tamara pun mulai bercerita sejak pertemuannya dengan Jake di makam kakeknya, saat itulah Tamara pertama kali tau bahwa Jake adalah sepupunya. Namun saat itu Tamara masih belum yakin.
Semua yang terjadi pada dirinya, Tamara ceritakan pada Sandra. Dominic dan Lukas juga mendengarkan di samping mereka.
Tamara juga menceritakan bagaimana pertemuan terakhirnya dengan Jake. Saat itu Jake memberi tau dirinya tentang bagaimana semua ini bermula. Ini semua hanyalah karena rasa dendam yang dimiliki oleh Richard semata.
"Om Richard sepertinya tak rela jika aku harus hidup bahagia," Tamara mengakhiri ceritanya.
Lukas dan Dominic jadi paham apa maksud dan tujuan Richard melakukan hal ini. Meski begitu, Richard tak seharusnya melakukan ini pada Tamara. Bagaimana pun Tamara juga adalah korban. Korban keegoisan Richard.
Selama ini, keduanya hanya menjalin hubungan sebagai suami istri karena mereka berdua adalah orang tua Jake. Sandra tak mau Jake kehilangan sosok ibu dan ayah dalam hidupnya. Sandra sendiri tak pernah tau, apa selama ini Richard mencintai dirinya atau tidak.
"Jadi, bagaimana Jake bisa babak belur seperti itu?" Tanya Dominic pada Tamara.
"Aku sendiri tidak tau kek. Setelah aku sadar, aku hanya berada di dalam mobil dengan tangan dan kaki terikat. Mulutku pun bahkan tertutup oleh lakban. Saat itu aku hanya melihat ada seorang anak buah om Richard di kursi depan. Lalu tak lama, ia keluar dari mobil lalu tiba-tiba Pras datang dan mereka bertarung," Tamara melanjutkan ceritanya.
"Lalu?" Lukas juga penasaran dengan apa yang terjadi sebelum ia datang.
"Pras terus menghajar anak buah om Richard tanpa ampun, tapi saat itu tiba-tiba ada suara tembakan dan ternyata om Richard lah yang menembak."
"Pras kena luka tembak?" Tanya Dominic.
"Tidak kek, untungnya Pras sangat gesit jadi dia bisa menghindari peluru dengan cepat. Pelurunya mengenai anak buah om Richard. Dan setelah itu, Pras bertarung dengan om Richard."
__ADS_1
"Lalu kenapa Pras bisa terluka?" Tanya Donminic lagi.
"Itu karena om Richard menusuknya dengan pisau. SAat itu aku merasa takut sekalii, karena Pras seperti sudah tak sanggup lagi untuk melawan om Richard. Beruntung Jake membantunya, jadi Pras masih bisa bertahan dan menyelamatkan aku."
"Jake membantumu?" Kali ini Sandra yang bertanya.
"Iya tante, tapi saat itu tubuhnya sudah penuh luka."
Mereka semua terdiam. Dominic dan Lukas saling menatap.
"Ini pasti perbuatan om Richard," ucap Tamara.
"Tidak mungkin, Richard tak mungkin melakukan itu pada Jake. Dia amat sangat menyayangi Jake," Sandra langsung membantah.
Seketika Tamara mengernyitkan dahinya. Bagaimana bisa Sandra mengira bahwa Richard menyayangi Jake, sementara yang Tamara tau, Richard dengan teganya menghajar Jake saat Jake menggagalkan rencana Richard menculiknya saat ia berada di supermarket kala itu.
"Richard tak pernah memarahi Jake sekalipun, jadi bagaimana mungkin ia tega menghajar Jake sampai seperti itu?" ucap Sandra dengan yakin.
"Jadi, menurutmu kenapa dia bisa seperti itu?" Dominic bertanya pada Sandra tentang pendapatnya mengenai kondisi Jake.
Sandra melirik ke arah Lukas.
"Tante pikir aku yang menghajarnya?" Lukas langsung merasa bahwa dirinya dicurigai.
"Tidak mungkin tante, bahkan Lukas tak pernah bertemu secara langsung dengan Jake," Tamara langsung menyangkal.
"Tapi kan anak buahmu pernah bertemu dengan Jake." Sandra sepertinya masih sangat yakin bahwa apa yang terjadi pada Jake itu adalah ulah Lukas dan anak buahnya.
"Haha.." Lukas tertawa getir, ia tak percaya dirinya dicurigai. Meski memang ia tak suka pada Jake, namun ia bukan orang yang akan tega menghajar seseorang hanya karena rasa cemburu.
"Tante, ku rasa tante salah paham," Tamara tak menyangka Sandra masih saja mencurigai Lukas.
"Tunggu... Tunggu..." Dominic mencoba menengahi. "Bagaimana mungkin kau berpikir jika yang menghajar anakmu adalah cucuku?"
__ADS_1
"Tentu saja, bisa saja kan dia menjadikan Jake sebagai sandera agar Richard menghentikan aksinya," jawab Sandra sekenanya. Sandra seolah sudah yakin bahwa Lukaslah orang yang telah menghajar Jake.
"Lalu, jika seandainya memang cucuku yang menghajar anakmu seperti itu, apa yang akan kau lakukan?"