Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 111


__ADS_3

Sandra mengangguk yakin.


“Apa kau pernah bertemu dengannya?” Tanya Dominic. Ia memperbaiki posisi duduknya yang semula santai menjadi serius.


“Tidak, tapi Richard pernah bercerita padaku,” jawab Sandra santai.


“Dia bercerita tentang Tamara padamu?” Dominic merasa ragu.


“Ya, biasanya Richard memang tak pernah membahas tentang keluarganya. Dia selalu bilang bahwa keluarganya lah penyebab aku dan Jake hidup terlantar dulu.”


Dominic menatap Sandra dengan tatapan yang serius.


“Apa yang Richard ceritakan padamu?”


“Itu sudah lama sekali, katanya dia memiliki seorang keponakan bernama Tamara. Anak dari kakaknya. Richard bilang, jangan sampai kita berhubungan dengannya karena anak itu pembawa sial. Richard bahkan menyuruhku jika suatu saat nanti aku bertemu dengannya atau dia datang ke tempat kami, maka aku harus mengusirnya.” Saat menceritakan semua itu wajahnya Sandra terlihat datar.


Lalu sedetik kemudian Sandra terlihat bingung.


“Tapi kenapa Richard menculik Tamara?” Tanya Sandra pada Dominic.


Dari sini Dominic tau, bahwa Sandra sama sekali tak tahu menahu soal penculikan Tamara.


“Jadi kau pun tidak tau?” Dominic kembali menyandarkan tubuhnya.


“Apa tuan datang ke rumah kami karena tuan berpikir Tamara ada di sini?”


“Tidak, aku tau Richard tidak akan membawa Tamara ke tempat ini. Aku datang ke sini karena aku berharap bisa mendapatkan petunjuk dari tempat ini.”


Sandra mengangguk paham, ia nampak sedang memikirkan sesuatu.


“Apa kau tau, kemana kira-kira Richard pergi?” Tanya Dominic, berharap Sandra mempunyai clue mengenai tempat-tempat rahasia yang dimiliki Richard.


Sandra menggelengkan kepalanya perlahan. Ia sendiri tak tau apapun tentang suaminya.


Dominic menatap Sandra dengan seksama, ia memperhatikan setiap ekspresi yang keluar dari wajah cantik Sandra.


“Aku pernah mendengar sedikit cerita tentangmu dari Adrian,” ucap Dominic masih terus menatap Sandra.

__ADS_1


“Adrian? Ayah Richard?” Tanya Sandra.


“Benar, apa kalian pernah bertemu?”


Sandra kembali menggelengkan kepalanya. Ia memang benar-benar tak tau sedikitpun hal tentang latar belakang suaminya. Padahal keduanya sudah hidup bersama untuk waktu yang sangat lama.


Dominic menghela nafas, ia menatap jauh keluar jendela.


“Adrian bilang, dia kesal karena Richard kabur bersama seorang janda beranak satu. tapi kalian berdua bahkan belum pernah bertemu, aku tak mengerti bagaimana Adrian bisa menyimpulkan tentangmu bahkan sebelum dia bertemu denganmu,” ucap Dominic.


Sandra menundukkan wajahnya, ia sendiri tak pernah tau bagaimana semua itu bisa terjadi. Yang ia tau, semua terjadi begitu saja dan tak terasa waktu sudah berjalan cukup lama. Ia bahkan belum pernah sekalipun bertemu dengan keluarga suaminya.


“Adrian meninggal beberapa bulan yang lalu,” ucapan Dominic mengejutkan Sandra.


“Meninggal? Apa Richard tau?” Tanya Sandra.


“Tentu saja, dia bahkan mencuri ponsel Adrian dan kini ia menculik Tamara.”


Sandra terlihat berpikir keras, mengapa suaminya tak memberi tau dirinya? Apa sampai akhir Richard memang mau menyembunyikan keluarga Richard dari dirinya? Jika memang begitu, mengapa Richard harus menculik Tamara?


“Apa kau tidak mencintainya?” Tanya Dominic.


Sandra terdiam, ia mencoba menelisik masuk ke dalam hatinya sendiri. Mencari sesuatu yang bernama cinta, cinta pada Richard suaminya.


“Kau tidak mencintainya?” Dominic seolah sudah tau jawaban Sandra.


Sandra masih terdiam, baginya cinta tidaklah penting. Ia hanya ingin anaknya Jake tumbuh dengan layak sebagaimana anak-anak seusianya.


“Lalu kenapa kau mau menikah dengannya?” Dominic tak mengerti.


“Karena dia adalah ayah dari anakku,” jawab Sandra datar.


Dominic mengernyitkan dahinya.


“Aku bukan seorang janda, sejak awal aku memang belum menikah dengan siapapun. Tapi aku sudah memiliki seorang anak, dan Richard lah ayah dari anakku,” Sandra seolah tau kebingungan dari wajah Dominic.


Ia menceritakan kisahnya yang membuat hatinya sakit saat kembali mengingatnya.

__ADS_1


Sandra sama sekali tak pernah mencintai Richard, ia bahkan hanya mengenal Richard secara singkat. Namun Sandra tak pernah mengira bahwa pria yang baru ia kenal sudah berani mem per kosa nya. Saat itu ia sendiri tak tau harus bagaimana, berbagai perasaan bercampur menjadi satu.


Marah, sedih, kecewa yang Sandra rasakan. Namun ia tak bisa bercerita pada siapapun. keluarganya yang kaya raya dan gila kehormatan tentu tak akan terima dengan peristiwa yang sudah menimpanya.


Hari-hari berlalu, Sandra berusaha melupakan apa yang telah terjadi pada dirinya dan Richard. Namun sungguh sial nasibnya, ia malah ditakdirkan untuk mengandung bayi dari Richard.


Sandra berusaha menyembunyikan kehamilannya, namun sekeras apapun ia berusaha, keluarganya tetap mengetahuinya. Bagaikan mimpi buruk yang tak berkesudahan, ia diusir dan dicoret namanya dari ahli waris. Ia bukan lagi bagian dari keluarga terpandang itu. Bahkan Richard yang berjanji akan bertanggung jawab pun tak menampakkan dirinya barang sekali pun.


Seorang diri ia membawa pergi dirinya entah kemana? Sandra tak punya tujuan, ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya. Namun disaat itu, saat Sandra merasa hidupnya telah hancur dan tak ada seorang pun yang akan menolongnya. Saat itulah, ia merasakan gerakan kecil dari dalam perutnya.


Tendangan lembut dari Jake kecil yang saat itu masih berada di dalam rahimnya, membuat Sandra mengurungkan niat untuk mengakhiri hidupnya. Saat itu ia bertekad untuk tetap hidup. Apapun yang terjadi, ia akan tetap hidup demi Jake.


Hingga akhirnya Richard kembali. Sandra tak pernah menyangka jika saat Richard tak datang kala itu karena ia tak dapat persetujuan dari Adrian untuk menikahi Sandra. Ada perasaan kecewa yang mendalam pada diri Sandra. Itulah yang membuatnya untuk tak lagi mencari tau tentang keluarga suaminya. Sandra takut, hatinya akan merasaa lebih sakit jika ia bertemu dengan keluarga Richard.


Dominic mendengarkan cerita Sandra, ia menyesali tindakan Adrian sahabatnya kala itu. Seandainya saat itu ia mengizinkan Richard untuk bertanggung jawab pada Sandra, mungkin wanita di hadapannya saat ini tak perlu bernasib buruk seperti itu.


“Kalian seharusnya bisa hidup bahagia,” gumam Dominic.


Sandra terdiam, ia sendiri tak berharap untuk hidup bahagia. Ia hanya mau putranya hidup layak dan bahagia, baginya itu sudah cukup untuk membuatnya tetap bertahan hidup.


Dominic kini jadi sedikit lebih mengerti akan perasaan Richard. Dominic merasa kagum pada Richard yang pada akhirnya memilih untuk tetap bertanggung jawab meskipun butuh waktu yang cukup lama untuk ia akhirnya bisa kembali menemukan wanita yang pernah ia tiduri.


“Jadi, sekarang kau bahkan tidak tau dimana keberadaan suamimu?”


Sandra menggelengkan kepalanya.


“Apa kau ingin mencarinya?”


Sandra terdiam, ia lebih memilih untuk mencari Jake terlebih dahulu.


“Ku rasa, Richard tau dimana keberadaan Jake.” Ucap Dominic.


“Sungguh?”


“Kau mau ikut denganku mencari mereka?”


Sandra mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2