
Sudah seminggu ini christ tidak memberikan kabar pada naraya,naraya yang sudah mulai rindu akan kehadiran christ mulai uring uringan
Via SMS
-Christ lagi dimana?.
-Rumah
-hhmnn,aku mau ketemu bentar boleh gak?
-untuk apa?
- aku pengen membicarakan sesuatu
-hmm oke.
-di taman biasa yah
Naraya yang sudah cukup lama menunggu kedatangan christ sudah mulai uring uringan
Christ datang
"kamu sudah datang christ" tanya naraya sebari tersenyum ke arah christ
'Hmm,ada apa? tanya christ singkat
"Kamu kenapa christ?" tanyanya lirih
"Tidak ada apa apa" jawabnya singkat
'Trus knapa kamu berubah? aku rasa kamu menjauh dariku" ucap naraya lirih
"aku tidak menjauhi siapa siapa,aku cuman menjaga jarak antara hatiku darimu" ucap christ tegas
"Kenapa?" tanya naraya pada christ yang mulai berkaca kaca
__ADS_1
"tidak apa apa" bahkan untuk melihat ke arah naraya pun dia tak sanggup
"trus kenapa kau memberikan aku harapan harapan palsu christ.bahkan 2 minggu yang lalu kau mengutarakan isi hatimu ke aku christ" ucap naraya yang mulai menangis
"apa kamu gak mau mendengarkan jawaban dari aku" ucap naraya yang sudah berdiri di belakang christ
''Christ,aku mau jadi pacarmu'' ucap naraya yang mengatur emosinya agar bisa tersenyum
"Sudahlah,lupakan saja.anggap aku tidak pernah ngomong apa apa padamu" Ucap christ yang menahan gejolak di hatinya
"lihat aku christ" ucap naraya sambil menarik tangan christ agar berhadapan padanya
"Apa yang harus aku lihat darimu naraya,bahkan aku muak melihatmu.licik" ucap naraya menggertakkan giginya
"Brengsek" Naraya menampar pipi christ dan menangis
"Setelah kau membawaku terbang,kau membuatku bahagia.kau memperlakukan ku seperti ratu.dan sekarang kau mencampakkan ku christ.sialan" Ucap naraya
"Aku membenci mu dengan seluruh hidupku" ucap naraya lagi
"Baguslah" ucap christ lirih
"Bahkan kau tidak tau malu naraya mengajakku bertemu disini" ucap christ mengejek
"Apa maksudmu?"
"Sudah berapa banyak lelaki yang kau pacari naraya,aku korban mu yang keberapa?" ucap christ tersenyum menyepelekan
"maksudmu apa christ?" tanya naraya tidak mempercayai bahwa christ yang dia kenal akan berbicara sekasar ini padanya
"Aku jelas jelas melihatmu begitu mesra dengan seorang pria di bangku taman dekat laboratorium,aku tau itu pasti kekasihmu,dan sekarang.kau mengajakku bertemu untuk membahas masalah perasaan.konyol" ucap christ kesal
"brengsek" ucap naraya dan menampar kembali muka christ
(Christ yang sudah mulai emosi mengepalkan tangannya kuat kuat.kukunya sudah berubah menjadi putih pucat karna menahan emosi)
__ADS_1
"Jaga cara bicaramu,aku dan nathan tidak ada hubungan apa apa" ucap naraya yang mulai ikutan emosi
"Kalau tidak pacaran tidak mungkin semesra itu naraya" ucap christ dengan senyum mengejek
"Aku memang sudah mulai mencintaimu,tapi kau tidak berhak untuk menjatuhkan harga diriku.asal kau tau aku tidak ada hubungan apa apa dengan nathan" ucap naraya yang mulai menangis
Christ yang menyadari kecemburuannya mulai merasa bersalah melihat naraya yang menangis di depannya.dan mulai luluh
"Maafkan aku nar" Ucap christ lirih
(Naraya diam)
"Aku hanya cemburu saja" ucap christ yang mengakui kecemburuannya
"Sudahlah christ,lupakan saja.aku sedang tidak ingin berbicara padamu" ucap naraya malas
"Maafkan aku nar"
"Aku sudah memaafkanmu" ucap naraya lirih
"Trus bagaimana tentang kita?" tanya christ
"lupakan saja,lupakan aku"
(Christ tiba tiba memeluk erat naraya dan menangis di bahu naraya)
"Maafkan aku nar,maafkan kecemburuanku,itu karna aku mencintaimu"
"naraya membalas pelukan christ dan melepaskannya.diamlah,kau itu laki laki.jangan menangis" ucap naraya
"aku mau kau jadi pacarku,please?" tanya christ memohon dan masih menangis
Naraya melihat betapa tulusnya christ mencintainya.hanya saja belum bisa mengontrol kecemburuannya.
"Baiklah,aku mau jadi pacarmu,dan berhentilah menangis" ucap naraya yang sudah berjinjit untuk mensejajarkan dengan christ dan mulai menghapus air mata christ dengan jari jari mungilnya
__ADS_1
"Benarkah?" ucap christ dan memeluk erat tubuh mungil naraya.dan mereka berciuman
****