Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Ternyata lo?


__ADS_3

Dengan langkah yang bersemangat naraya berangkat menuju Cafe Coffeshop,dia sengaja datang lebih awal.ntahlah dia juga tidak tau.


"Hmm,blum datang yah" Ucapnya lirih sesekali mengedarkan pandangan.dia pun memilih tempat duduk di pojok ruangan dengan pemandangan bunga bunga diluar sana.sebari menunggu dia memesan kopi dingin dan kentang goreng sebagai cemilan


Sudah hampir dua jam naraya menunggu,tetapi batman(Christ blum nongol," naraya yang sudah mulai bosan segera mengeluarkan handphone,tetapi nomor yang dituju malah tidak aktif


Sialan"makinya dalam hati


********


selang beberapa menit,seorang pria berpakaian rapi menghampirinya


"Maaf menunggu lama" ucapnya dan langsung duduk di sebelah naraya


Dengan tertawa kekeh naraya bertanya pada batman(christ)


"Habis sidang dimana pak? rapi banget?" ucapnya menyindir namun christ tidak menjawab


Tiba tiba ayahnya muncul dengan dua pengawal christ


Dengan tersedak kaget naraya langsung berdiri mensejajarkan dengahnya yang sudah berdiri tepat di sebelahnya


"Ayah ngapain disini?" tanya naraya heran


"Tuan christ yang menyuruh" ucap handoko


"Christ? yang mana? tidak ada yang namanya christ disini ayah? apa kau?" tunjuk nya pada salah satu pengawal christ di balas dengan anggukan tidak setuju oleh pengawal tersebut


"Bukan dia nak,tapi pria yang duduk di depanmu" ucap handoko memberitahu naraya


"Hah? apa? dia bukan christ! namanya batman!" ucap naraya memperjelas


"Jaga sikap mu naraya'' ucap ayahnya setengah membentak


"Handoko,jangan tunjukkan sikap mu padaku" ucap christ yang tiba tiba marah karna handoko membentak calon istrinya tersebut


"Maafkan saya tuan" ujar handoko


*Naraya yang merasa di permainkan lantas kabur dari kerumunan lelaki tersebut


"Nay,kamu mau kemana" ucap handoko yang ingin mengejar naraya


"Sudahlah,biarkan saja handoko.mungkin dia belum siap" ujar christ dan berlalu pergi

__ADS_1


*****


Disisi lain naraya belum mempercayai apa yang barusan terjadi.dia sangat kecewa.ternyata pria yang dia sukai adalah orang yang sama saja sudah membelinya.itu artinya dia sangat merendahkan harga dirinya


"Kurang ajar" Makinya dalam hati*


"apa kau sekesal itu nona padaku?" tanya christ yang sudah berdiri tepat di belakang naraya.tak tau ntah dari kapan dia sudah berdiri disitu


Tanpa menoleh naraya menjawab pertanyaan yang jelas jelas dia sudah hapal dengan suara itu


"Pergilah.aku sedang tidak butuh siapa siapa saat ini" ujar naraya


"benarkah? secepat kilat christ memeluk naraya dari belakang


Naraya lantas berontak dan melepaskan pelukan christ dengan kasar.dan berbalik badan


"Tolong jaga sikap mu,jangan kurang ajar" Tiba tiba naraya menampar christ dan dengan dengan pandangan tidak suka


"Sekurang ajar apa nona?" christ langsung mencium bibir naraya dan melumatnya dengan kasar


*Naraya beeontak


"Lelaki sialan,dasar tidak punya otak" makinya dan lari meninggalkan christ dengan bercucuran air mata


*****


kenapa harga diriku selalu di injak injak Tuhan,apa aku tidak di takdirkan untuk bahagia?" teriaknya di dalam sepinya kuburan.dia pergi ke pemakaman ibunya sekedar curhat pada batu nisan tersebut


"Bu,naraya datang menjenguk ibu"ucap naraya bersimpuh di tanah pemakaman ibunya itu


"Ibu,naraya tidak bahagia.naraya dijual ayah pada seorang pria yang tadinya aku sempat mengagumi nya.tapi sekarang tidak lagi.di tambah lagi tante dina sebagai pengganti ibu.dia sangat jahat padaku ibu.aku harus bagaimana menjalani hari hariku" Ucapnya sambil menangis meluapkan semua isi hatinya


Naraya masih saja terus di pemakaman ibunya sampai penjaga kuburan mengagetkan nya


**MEMEGANG BAHU NARAYA


N**araya spontan kaget dan menoleh ke belakang


"Maaf non,tapi ini sudah sore.tidak baik berlama lama di makam" ucap si penjaga makam tersebut


"Iya pak,saya akan segera pulang" ucap naraya dan berdiri meninggalkan makam ibunya tersebut.


""""""""""

__ADS_1


Darimana saja kau nay,jam segini baru pulang" tanya ayahnya yang setengah kesal namun di tahan


"baru jam 7 malam'' jawabnya singkat


"Kalau di tanya a jawabnya a" sindir dina


Naraya mengabaikan perkataan dina


"Naraya masuk ke kamar dulu ayah" ucap naraya


"Dasar anak kurang ajar" maki dina


Naraya yang sudah mulai naik pitam justru menanggapi perkataan ibu tirinya tersebut


"Mulai dari tadi aku sudah berusaha menahan diri.tapi kau terus memancingku" ucap naraya sambil menunjuk ke arah dina


"Kalau dari kecilnya di lahirkan wanita sialan,pasti keturunannya juga sialan" maki dina yang menghina ibu kandung naraya


merasa tidak senang dengan penghinaan dina terhadap ibunya.lantas mendekat ke arah dina.


"kau boleh,memakiku menghinaku sepuasmu.tapi jangan ibuku.dia sudah cukup tenang di surga" ucap naraya berang


"memang benar kan kau dilahirkan dari rahim wanita sialan" cibirnya lagi


"Kau" ucap naraya terputus karna tangannya sudah mendarat di pipi dina dia menampar sekuat tenaga


PLAKKKK....


Awwwwwww " pekik dina kencang


"Naraya cukup" ucap handoko melerai


"Kau pantas mendapatkannya" ujar naraya berlalu pergi ke kamarnya


Dengan mata berkaca kaca dina memaki habis naraya


"Lihat kelakuan anakmu itu,sungguh diluar batas" Ucap dina memaki di depan handoko


"Kau yang salah" ucap handoko membela naraya


"Sialan" dina pergi meninggalkan handoko dengan emosi yang sudah sampai di ubun ubun


Bersambung*..

__ADS_1


__ADS_2