Terjerat Cinta Tuan Muda

Terjerat Cinta Tuan Muda
Bab 80


__ADS_3

Tamara merasa senang karena akhirnya ia berhasil membuat Lukas menyukainya. Kini hubungan mereka tak hanya sebuah status, mereka benar-benar sudah menjadi suami istri sepenuhnya.


Meski kemarin Tamara sempat mengalami keguguran, namun hal itu sama sekali tak membuat hubungan mereka merenggang. Malah setelah peristiwa keguguran itu, Lukas jadi semakin lebih perhatian lagi pada Tamara.


Lukas sudah kembali menjabat menjadi CEO anak perusahaan milik Dominic. Kegiatan sehari-harinya juga tidak sesibuk ketika menggantikan posisi Leonard.


Leonard pun kondisi kesehatannya kini sudah berangsur-angsur membaik. Berkat bantuan dari Agnes juga waktu itu, proyek mereka berjalan dengan lancar. Kini Leonard hanya tinggal melakukan finishing setelah berbulan-bulan proyek itu berjalan dan dipegang langsung oleh Dominic.


Beberapa bulan setelah kepergian Adrian, Tamara sesekali masih mengunjungi makan Adrian. Denhan ditemani oleh Lukas tentunya.


Siang itu, di akhir pekan. Tamara kembali mengunjungi makan Adrian. Namun kali ini ia datang seorang diri. Setelah sekian lama, Lukas sudah mulai sibuk kembali dengan jabatan CEO nya.


Seperti biasa, Tamara akan berkeluh kesah dan menceritakan hari-harinya yang sepi karena sering ditinggal Lukas seorang diri. Tamara ingin segera memiliki momongan, namun nyatanya sampai saat ini ia belum juga mendapat kabar gembira itu.


Bukan hanya Tamara sebenarnya yang menanti hadirnya seorang buah hati di rumah mereka, seluruh keluarga besar Lukas pun juga menantinya.


Meski begitu, Lukas malah tak pernah sekali pun terlihat menginginkan hadirnya seorang buah hati. Bukannya ia tak mau, melainkan Lukas hanya ingin menikmati waktu berdua saja dengan Tamara saat ini.


Bagi Lukas, ada tidaknya kehadiran buah hati di antara mereka sama sekali tak mempengaruhi rasa cintanya pada Tamara.


"Kek, Lukas mengajakku berbulan madu untuk kedua kalinya. Dan kali ini, Lukas meminta aku yang memilih tempat bulan madu kami," ucap Tamara di tengah-tengah keluh kesahnya.


"Aku sampai sekarang masih tak tau mau kemana? Oh iya, beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar dari tetangga kontrakan kita. Mereka bilang, om Richard kini sedang mencariku. Menurut kakek ada apa ya? Setelah sekian lama dia tak memberi kabar, tapi kini tiba-tiba datang mencariku."


Iya, Tamara ingat beberapa hari yang lalu saat ia berbelanja di supermarket bersama Lukas. Tamara bertemu dengan salah seorang gadis seusianya yang ternyata adalah tetangga dekat mereka saat masih tinggal di kontrakan.


Flashback beberapa hari yang lalu.


"Tamara?" Panggil seseorang saat Tamara dan Lukas tengah sibuk memilih bahan makanan untuk stok mereka.


"Loh, Cintya?" Tamara ingat gadis yang menyapanya itu.


"Apa kabar kamu? Udah lama gak ketemu," Cintya memeluk Tamara dengan erat.


"Baik, kamu sendiri?" Tamara membalas pelukan Cintya.


"Aku juga, aku kangen sama kamu. Sekarang kontrakan bekas kamu dulu udah ditempati orang lain," ucap Cintya.


"Oh ya? Baguslah, aku malah takut kalau tidak ada yang mau menyewa karena sudah beberapa bulan kosong."


"Oh iya, beberapa hari yang lalu ada seseorang mencari kakek dan juga kamu."

__ADS_1


"Siapa?"


"Mmm.. Dia bilang namanya Richard. Kamu kenal?"


"Richard? Om Richard? Ada apa dia tiba-tiba datang?"


"Aku tak tau, sepertinya orang itu sudah tau tentang kabar meninggalnya kakek Adrian. Karena saat datang dia langsung menanyakan keberadaan mu."


"Lalu kamu jawab apa?"


"Bukan aku yang menemuinya, tapi ayahku. Ayahku bilang, kami semua tak tau tempat tinggal mu. Karena sejak menikah kita kan jarang ketemu."


"Apa om Richard tau kalau aku sudah menikah dan dengan siapa aku menikah?"


"Sepertinya memang sudah tau, kami sama sekali tak memberi tau apapun karena kami merasa ragu dan sangat aneh dengan orang itu."


Tamara terdiam, ia memikirkan segala kemungkinan mengapa pamannya itu baru mencarinya setelah kakeknya meninggal.


"Oh iya Tamara, maaf ya aku gak bisa lama-lama. Aku ada janji dengan seseorang," Cintya hendak pamit pada Tamara dan Lukas.


"Ah iya, terima kasih buat infonya ya. Nanti kalau om Richard datang lagi, bilang saja kalian tidak tau apa-apa," pinta Tamara sebelum Cintya pergi.


"Siap... Aku pergi ya, bye..." Cintya pun berlalu meninggalkan Tamara dan Lukas.


"Cintya, tetanggaku saat di kontrakan dulu," jawab Tamara.


"Bukan dia, tapi om Richard."


"Oh, dia itu pamanku. Adik dari ayahku, anak kedua kakek Adrian."


Lukas mengangguk paham, ia memang pernah mendengar kisah tentang paman Tamara dari kakek Dominic.


Flashback end.


"Aku harus apa sat bertemu dengannya nanti kek? Entah mengapa firasatku tidak enak," gumam Tamara.


Tanpa Tamara sadari seseorang berjalan mendekat ke arahnya.


"Kamu siapa?" Sapa orang tersebut. Dia adalah seorang pria yang wajahnya tak asing bagi Tamara. Orang itu nampak heran melihat Tamara datang ke makam Adrian.


__ADS_1


"Seperti pernah lihat, tapi dimana ya?" Batin Tamara.


"Kamu sendiri siapa?" Tamara balas bertanya.


"Aku? Aku Jake, aku cucu orang itu," ucap Jake sambil menunjuk makam Adrian.


"Cucu?" Tamara semakin bingung.


"Benar, aku baru menemukan makam ini beberapa hari yang lalu bersama ayahku."


"Ayahmu? Siapa nama ayahmu?" Tanya Tamara penasaran.


"Richard," jawab Jake.


Tamara terdiam mematung. Lidahnya mendadak kelu, ia tak bisa berkata apa-apa. Jika pria di hadapannya saat ini adalah anak dari Richard berarti dia adalah sepupu Tamara. Tapi, seingat Tamara dulu saat Richard pergi meninggalkan ia dan kakek ya, pamannya itu masih berstatus lajang.


Sedangkan pria di hadapannya saat ini, terlihat usia sudah lebih tua dari padanya.


"Kamu belum jawab pertanyaanku, kamu siapa?"


"Aku... Aku Tamara," jawab Tamara ragu-ragu.


"Tamara? Kau juga cucu dari kakek Adrian?" Jake terkejut melihat Tamara yang malah nampak ragu, ia seakan menyesal karena sudah mengatakan nama aslinya.


"Benar," jawab Tamara singkat. Tamara melihat ke sekeliling namun ia tak menemukan keberadaan orang lain di sana.


"Kamu datang sendiri?" Tanya Tamara dengan mata yang masih melirik ke kanan dan kiri.


"Iya, kamu kenapa?" Jake seakan sadar jika Tamara sedang mewaspadainya saat ini.


"Tidak apa, kalau begitu aku permisi dulu," Tamara hendak pergi, namun Jake segera menahannya.


"Kau menghindariku?"


"Tidak!" Jawab Tamara sedikit berteriak. Tentu saja membuat Jake semakin curiga.


"Aku... Aku hanya sudah terlalu lama di sini. Kalau begitu aku duluan ya," entah mengapa Tamara merasa tak nyaman dengan kehadiran Jake. Apalagi setelah ia tau siapa Jake sebenarnya.


Jake seakan tau kekhawatiran Tamara, ia kembali mencegah kepergian Tamara.


"Kau tak usah takut, aku tak akan mengatakan apapun pada ayahku," ucapan Jake berhasil membuat Tamara mengurungkan niatnya untuk pergi.

__ADS_1


Tamara menatap Jake, meski ada keraguan dalam hatinya. Namun melihat ekspresi Jake yang serius, Tamara pun menurut untuk tinggal lebih lama.


Tamara pun sebenarnya penasaran, apa benar Jake anak kandung Richard atau hanya anak tiri? Karena menurut berita yang ia dengar, pamannya itu telah menikah dengan seorang janda.


__ADS_2