
Ayah dan ibu tirinya sudah berada meja makan untuk sarapan pagi
"Nara,duduk lah.kita makan bareng" Ucap handoko yang melihat naraya keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapih
"Tidak,terimakasih" Naraya menjawab dengan dingin
"Duduklah nak" Ucap ayahnya dengan nada merendah
Naraya hanya bisa pasrah ketika suara ayahnya sudah merendah begitu.
**Handoko tersenyum
"M**akanlah nak" Ucap handoko sambil meletakkan roti di piring dan memberikannya pada naraya.naraya hanya menerima dengan malas
"Katakan,apa maumu" Ucap naraya dingin
"Kau ini" ucap ibunya yang sudah mulai emosi
"Sudahlah"ucap andoko melerai istrinya Dengan wajah masam istriny hanya menuruti permintaan suami ny itu
__ADS_1
"Tolong lah nak,bantu ayah sekali ini.ayah sangat butuh bantuanmu.menikahlah nak dengan tuan muda christ" Ucap ayahnya memohon
"Kau ingin menjualku hanya untuk kepuasanmu sendiri handoko?" Tanya naraya yang tidak memperdulikan siapa lawan bicara nya saat ini
"Dasar anak kurang ajar,bahkan dengan ayahmu sendiri kau tidak sopan.seharusnya kau malu.ayahmu sudah menghabiskan banyak uang untuk membiayai mu sampai sebesar ini" Ucap dina yang sudah berapi api dengan kelakuan naraya
"Aku tidak menyuruhmu bicara iblis ******" Ucap naraya yang sudah mulai naik darah
"Sudah sudah,tolong lah nak bantu ayah sekali ini saja" Ucap ayahnya yang bersikap lembut karna dia tau bagaimana watak anaknya bila di lawan dengan kekasaran maka semakin menggila
"Baiklah aku akan menemui nya nanti kalau sudah moodku membaik.tapi asal kau ingat,setelah pesta pernikahan ku dengan Tuan christ selesai.kau bukan siapa siapa ku lagi.Camkan itu" Ucap naraya dingin
*Handoko yang mendengar perkataan putrinya tersebut merasa tersentuh,dia merasa kecewa
"Kau ingat.barang yang sudah di jual tidak bisa di kembalikan lagi.bahkan tidak bisa di anggap menjadi milik pribadi lagi.apa kau paham" Naraya yang mengucapkan begitu pada ayahnya merasa pedih,dan ingin menangis di depan ayahnya
"Tapi nak" Ucap handoko dengan suara bergetar
"Kau tau ayah,aku sudah sangat susah ketika kau bawa perempuan sialan ini ke rumah.dan sekarang kau tambahi dengan cara menjualku demi mempertahankan hartamu yang bahkan tidak pernah aku cicipi" Ucap naraya emosi dan menangis sejadi jadinya
__ADS_1
"Kau tau ayah,aku hanya di anggap anak pembwa sial oleh wanita sialan ini.bahkan dia mengataiku sebagai ******* asal kau tau" sambung naraya sambil menunjuk ibu tirinya itu..
Emosi dina sudah mulai memuncak atas perkataan anak tirinya tersebut.tapi berusaha di tahan karna ada yg lebih penting daripada emosi sesaat fikirnya.
Seketika handoko melihat ke arah Dina dan memelototinya
**Dasar anak sialan tidak tau diri kau,kau handoko.awas pembalasanku
"B**aiklah kurasa cukup acara makan pagi yang sangat menyenangkan ini.Dimana aku akan menemui nya ayah" Ucapnya dan bergegas ingin pergi
"Di restoran XX nak,aku akan mengabarimu nanti bila tuan christ sudah menghubungiku"tutur handoko dengan tidak tau malunya
"Baiklah" ucap naraya berlalu pergi..
Hatinya terasa perih dengan acara sarapan pagi ini.benci yang dia rasakan.dia tak memiliki kepercayaan lagi pada ayahnya.bahkan sudah membencinya dari dalam hati nya yang paling dalam..
dari sudut matanya sudah keluar bulir air bening yang membasahi pipi putih dan lembutnya tersebut
"Semangat naraya" ucapnya dalam hati sambil menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
***************
Bersambung*...