
Lukas dan Tamara yang langsung masuk ke taman hiburan, langsung disuguhkan pemandangan yang sangat luar biasa.
Berbagai permainan mulai dari yang biasa saja, hingga yang ekstrim tersedia di sana.
Lukas merasa bahagia, karena memang sudah lama ia tak datang ke tempat itu. Ia ingat sekali, dulu saat masih remaja ia selalu menghabiskan waktu senggangnya di sana.
Kini ada banyak wahana baru yang lebih menarik dan lebih ekstrim tentunya. Lukas tak sabar ingin mencoba semuanya.
Sementara itu, Tamara yang baru pertama kali datang ke tempat yang penuh dengan riuh dan tawa itu. Tentu saja nampak terkagum-kagum.
Dulu, ia hanya bisa mendengar tentang taman hiburan dari cerita teman-temannya. Atau hanya bisa menikmati suasana seperti itu dari televisi.
"Kita mau naik apa dulu?" Tanya Lukas.
"Apa saja, terserah kamu," jawan Tamara.
Tentu saja Lukas jadi semakin bersemangat, karena ia bisa memilih permainan apa yang akan ia naiki terlebih dahulu. Dan Tamara hanya mengikuti Lukas.
"Oke, pertama kita akan menaiki wahana 3D," ajak Lukas. Tak lupa ia selalu menggandeng tangan Tamara agar tidak tertinggal.
Keduanya masuk ke dalam sebuah ruangan yang besar, ada layar besar yang terpampang jelas di depan mereka. Lukas dan Tamara naik ke kursi yang sudah tersedia, kursi itu cukup tinggi bagi Tamara. Lukas membantu Tamara naik ke atas kursi.
"Pakai sabuk pengamannya ya, supaya kamu gak jatuh," ucap Lukas.
Tamara menurut. Dan Lukas pun duduk di samping Tamara.
Tak lama, sebuah tayangan muncul di layar lebar itu. Ada sebuah film yang menceritakan sebuah perjalanan seseorang. Selama film itu tayang, kursi yang mereka duduki juga ikut bergoyang-goyang.
Kadang bergetar, kadang miring ke kanan atau ke kiri, kadang pula menukik ke ata atau ke bawah.
Orang-orang yang saat itu juga ada di ruangan itu kompak berteriak, begitu juga dengan Tamara dan Lukas.
Begitu permainan selesai, Lukas kembali membantu Tamara turun dari kursinya.
"Bagaimana? Seru?"
"Seru banget!!!" Tamara bersemangat. Ini kali pertama ia menaiki permainan yang sedikit ekstrim di tempat itu.
"Kalai begitu ayo kita lanjut ke wahana berikutnya," ajak Lukas.
"Ayo!"
Mereka keluar dari ruangan 3D dan menuju wahana lainnya. Kali ini mereka akan menaiki satu wahana dengan banyak sekali ayunan yang tersedia.
Setelah membantu Tamara naik ke salah satu ayunan, Lukas pun ikut naik di sebelahnya.
"Siap?" Tanya Lukas, tak lupa tangannya menggenggam tangan Tamara.
Tamara mengangguk dengan semangat.
Kemudian, operator wahana pun memulai aksinya. Ayunan yang jumlahnya banyak itu dibuat berputar hingga terangkat sangat tingga.
__ADS_1
"Takut gak?" Teriak Lukas.
"Enggak!" Sahut Tamara.
Lukas tersenyum.
Selesai permainan, Lukas pun mengajak Tamara untuk menaiki wahana yang lebih ekstrim lagi.
Ada sebuah wahana yang tiangnya menjulang tinggi, lalu mereka dibiarkan jatuh dari ketinggian itu.
Ada lagi wahana yang bentuknya mirip seperti kincir angin, lalu di atas sana mereka diputar-putar dengan kencangnya.
Ada juga wahana ayunan raksasa. Bentuknya seperti perahu bajak laut. Saat menaiki wahana itu, Tamara merasa perutnya ada yang menggelitik sehingga ia tertawa dengan lepasnya.
Dan tak ketinggalan, mereka juga menaiki roller coaster yang panjang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Lukas juga mengajak Tamara bermain wahana air yang membuat baju mereka menjadi basah.
"Ayo kita ganti baju," ajak Lukas.
"Tapi kita kan gak bawa baju ganti," ucap Tamara.
"Kita beli saja, tuh di sana ada tokonya," tunjuk Lukas.
Lukas pun berjalan menuju toko souvenir sambil menggandeng tangan Tamara.
Setelah memilih beberapa baju couple, mereka menuju ruang ganti, dan mengganti baju mereka yang basah.
Tamara mengangguk, ia tak menyangka Lukas akan memanggilnya dengan sebutan itu saat mereka hanya berdua.
"Kalau gitu ayo kita makan," Lukas lagi-lagi menggandeng tangan Tamara menuju restoran cepat saji yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Seperti biasa, ia akan memesan dua porsi besar untuk dirinya sendiri. Sedangkan untuk Tamara hanya satu porsi berukuran regular.
"Bagaimana? Kamu senang aku ajak ke sini?" Tanya Lukas.
"Seneng banget, ini pertama kalinya aku datang ke tempat seperti ini," jawab Tamara dengan riang.
"Kamu tidak takut menaiki wahana-wahana ekstrim tadi?"
"Tidak, kamu saja terlihat begitu bahagia saat menaikinya, kenapa aku harus takut?"
Lukas senang karena ternyata Tamara bukanlah tipe wanita manja yang hanya menjerit-jerit ketakutan saat diajak ke wahana ekstrim.
Mereka pun dengan lahap menyantap makanan yang tadi dipesan oleh Lukas.
"Lukas..."
"Mmm?"
"Kamu memang biasanya makan sebanyak itu?"
__ADS_1
"Mmm..." Lukas hanya mengangguk sambil mengunyah makanannya.
"Berarti nanti aku akan masak dalam porsi yang besar untukmu," ucap Tamara.
Lukas hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk.
"Masakanmu enak, kamu belajar masak dari siapa?"
"Kakek."
"Kakek Adrian?"
"Iya..."
"Hebat... Oh iya, Lusa aku sudah mulai kerja. Besok kamu mau kemana? Biar aku temani mumpung masih libur," Tanya Lukas.
Tamara nampak berpikir, ia sendiri tak pernah membayangkan akan pergi kemana selama ini. Karena sepanjang hidupnya hanya diisi bekerja dan bekerja.
"Aku tak tau," jawab Tamara akhirnya.
"Bagaimana kalau pergi ke wisata arung jeram?"
"Arung jeram?"
"Iya, aku tau sungai yang biasa dibuat wisata arung jeram. Kamu mau?"
"Iya mau," Tamara setuju-setuju saja karena ia sendiri belum pernah pergi ke tempat seperti itu
"Kalau begitu, setelah selesai makan kita langsung meluncur ke sana," ajak Lukas.
"Sekarang? Bukannya besok?"
"Sekarang aja, nanti kita menginap di penginapan yang ada di sana. Nanti pagi-pagi sekali kita langsung datang ke tempat arung jeramnya. Biar siang hari kita bisa langsung pulang," jelas Lukas.
Tamara yang memang tak tau apa-apa, mengikuti saja rencana yang Lukas buat. Paling tidak, ia akan pergi wisata satu kali lagi bersama Lukas sebelum akhirnya Lukas akan kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Sejauh ini, Tamara berpikir jika hubungannya dengan Lukas semakin ia membaik. Ia berharap setelah Lukas kembali bekerja, ia masih bisa menyempatkan waktu untuk sekedar menemaninya belanja kebutuhan sehari-hari.
Karena selama ini yang Tamara bayangkan, Lukas yang seorang CEO pasti memiliki banyak sekali pekerjaan. Yang Tamara takutkan, Lukas hanya datang ke rumah tengah malam dan langsung tidur. Lalu keesokan harinya pagi-pagi sekali Lukas sudah berangkat untuk kembali bekerja.
"Berarti kita pulang dulu?" Tanya Tamara.
"Tidak usah, kita langsung ke sana saja. Tempatnya cukup jauh, jadi akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke sana," jawab Lukas.
"Terus baju gantinya?"
"Nanti kita beli saja ya," ucap Lukas.
Selesai makan, keduanya bergegas pergi meninggalkan arena taman hiburan. Lukas melajukan mobilnya dengan kencang karena memang jarak yang akan mereka tempuh lumayan jauh.
"Semoga kita bisa sampai sebelum gelap," ucap Lukas.
__ADS_1