
Lukas saat ini berada di rumah sakit, ia
masih belum bicara banyak pada Tamara. Tamara sudah menjalani pemeriksaan, dan
hasilnya baik-baik saja.
Sedangkan Pras kini sedang berada di ruang
operasi, luka tusuk di perutnya ternyata
cukup dalam. Tim medis berusaha sebaik mungkin untuk menghentikan pendarahan
dari perut Pras.
Erik yang sebenarnya juga memiliki luka
lecet di beberapa bagian tubuhnya akibat pertarungannya dengan Richard, memilih
untuk tak memeriksakan tubuhnya. Padahal Lukas sudah menyuruhnya untuk diobati,
namun Erik menolak. Ia merasa dirinya baik-baik saja saat ini.
Lukas, Tamara, dan Erik menunggu di depan ruang operasi. Mereka sedikit cemas karena operasi sudah berjalan cukup lama,
namun tim medis belum juga keluar.
“Apa kak Pras baik-baik saja?” Tanya Tamara
memecah keheningan.
“Dia pasti baik-baik saja, dia adalah orang
yang kuat,” jawab Lukas. Dalam hatinya, Lukas merasa sangat berterima kasih
pada Pras. Karena Pras telah bertahan hingga berhasil menemukan Tamara.
“Ah iya, aku lupa mengabari kakek,” ucap
Lukas. Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Dominic.
Tak butuh waktu lama, Dominic sudah
mengangkat panggilan video dari Lukas.
“Hei Lukas, bagaimana?” Tanya Dominic
begitu telepon tersambung dan ia melihat wajah Lukas.
“Aku sudah menemukan Tamara kek,” jawab
Lukas. Ia pun mengarahkan Kamera ke arah Tamara.
Tamara yang melihat wajah Dominic segera
membungkuk sopan, ia menyapa Dominic dengan senyum manisnya. Tamara ingin
memberi tau pada Dominic bahwa dirinya baik-baik saja.
“Tamara, cucuku… Kau baik-baik saja
sayang?” Tanya Dominic khawatir.
“Aku baik-baik saja kek, maaf jika aku membuatmu khawatir,” jawab Tamara.
“Syukurlah, yang penting kau baik-baik saja. Kalian ada dimana sekarang?”
Tanya Dominic lagi.
__ADS_1
“Kami di rumah sakit kek, Pras mengalami
luka serius di perutnya,” kali ini Lukas yang menjawab.
“Oh ya? Lalu bagaimana kondisinya
sekarang?”
“Kami masih menunggu di depan ruang
operasi. Doakan saja agar Pras bisa lekas sembuh.”
“Baiklah.” Dominic mengangguk.
Tak lama Sandra mengambil alih ponsel
Dominic.
“Siapa dia?” Tanya Lukas heran. Ia tak
pernah bertemu dengan wanita itu.
Tamara yang duduk di sampingnya pun juga
tak mengenali wanita itu. Namun wajahnya tampak familier.
“Tamara?” itulah pertama kalinya Sandra
melihat wajah Tamara.
Tamara dan Lukas saling beradu pandang,
keduanya bingung karena tak mengenali wanita itu.
“Syukurlah kau tidak apa-apa. Apa Richard
“Richard? Jake?” Gumam Tamara. “Apa anda?”
“Aku Sandra, ibu kandung Jake, kau
mengenali anakku?” Tanya Sandra lagi.
Tamara mengangguk. Ia lalu menatap Lukas,
karena ia tak tau harus berkata apa? Haruskan ia jujur pada ibu kandung Lukas bahwa mereka meninggalkan Jake di tengah hutan?
“Kek, aku akan memberikan titik lokasi
dimana Jake berada.” Lukas mengambil alih, ia tau Tamara kesulitan menjawab
saat itu. Lagi pula itu adalah tanggung jawabnya saat ini,
Lukaslah yang telah menabrak mobil Richard
hingga terjun ke jurang, dan Lukas juga yang membiarkan Jake ditinggal seorang
diri dengan kondisi tubuh yang sudah babak belur.
“Baiklah, kirimkan lokasinya!” Dominic
mematikan sambungan telepon. Sepertinya Dominic sadar dengan apa yang terjadi.
Kemungkinan terburuknya, Jake dan Richard sudah tak bernyawa.
Lukas meminta Erik mengirimkan lokasi
tempat Tamara diculik tadi kepada Dominic, Erik pun menurut. Tak butuh waktu
__ADS_1
lama Dominic sudah menerima titik lokasi yang dimaksud.
“Ayo kita ke sana,” ajak Dominic pada
Sandra.
Sandra mengangguk setuju, pak Nuh yang
sudah diberi aba-aba langsung tancap gas.
Sebenarnya tugas Dominic seharusnya selesai
saat tau Tamara sudah berhasil selamat. Dominic yakin, pasti Lukas dan anak
buahnya sudah berhasil menghabisi Richard bersama komplotannya.
Namun melihat Sandra yang sangat
mengkhawatirkan anaknya, membuat Dominic tak tega. Ia akhirnya memilih untuk
membantu Sandra mencari Jake. Sekaligus ia ingin memastikan apa yang telah
terjadi di sana.
Butuh waktu satu jam lebih untuk Dominic
sampai ke lokasi. Hari juga sudah mulai gelap
Setelah mereka tiba di lokasi yang
dimaksud, mereka melihat sebuah mobil yang kaca bagian depannya pecah.
Dominic merasa khawatir, apa Jake ada di dalam mobil itu atau Richard yang ada di sana?
Pak Nuh menghentikan mobil tepat di samping mobil itu. Sandra dan Dominic segera keluar dari dalam mobil. Dengan perasaan cemas, Sandra berjalan mendekat ke arah mobil. Pintu mobil bagian tengah masih terbuka, terlihat ada bayangan seseorang di dalam mobil.
Dominic berinisiatif menyorotkan lampu senter dari ponselnya, dan benar saja ada seseorang yang sedang bersandar di kursi tengah. Setelah diperhatikan dengan seksama, orang itu adalah Jake.
"Jake!" Sandra bergegas menghampiri Jake. Betapa terkejutnya Sandra melihat tubuh anaknya yang sudah babak belur penuh luka. Sandra memeriksa seluruh tubuh Jake, ia bahkan memeriksa apa Jake masih bernafas atau tidak.
Untunglah Jake saat itu masih hidup, hanya saja ia terlihat lemah tak berdaya. Matanya masih terpejam, tubuhnya diserang demam tinggi. Sandra segera memeluk Jake.
"Jake, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Sandra. Air matanya mengalir di pipinya, saat itu Sandra mengira itu adalah ulah dari cucu Dominic, yaitu Lukas.
Sandra merasa marah, namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Di satu sisi ia juga membutuhkan bantuan Dominic.
"Apa itu anakmu?" Tanya Dominic dari arah belakang Sandra.
Sandra masih terdiam.~~~~
Melihat Sandra yang diam saja, dan masih terus memeluk anaknya. Dominic berinisiatif untuk lebih mendekat. Dan betapa terkejutnya Dominic saat melihat kondisi tubuh Jake yang babak belur.
"Pantas saja dia tidak bisa bergerak, sepertinya tenaganya sudah habis," batin Dominic.
Apa yang dipikirkan Sandra pun juga terlintas di pikiran Dominic. Dominic juga mengira ini adalah ulah Lukas bersama anak buahnya, meski ada keraguan dan rasa tidak percaya. Tapi secara logika, pihak Richard sedang berhadapan dengan pihak Lukas. Sudah pasti kondisi Jake saat ini akibat pertarungannya bersama anak buah Lukas.
"Sepertinya kita harus segera membawanya ke rumah sakit," ucap Dominic akhirnya.
Sandra mencoba menekan amarahnya. Bagaimana pun ia sendiri tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya. Siapa orang yang dengan tega menghajar habis-habisan tubuh putranya itu.
"Bisakah anda mengantar kami ke rumah sakit?" Tanya Sandra.
"Tentu saja, ayo!" Dominic membatu Sandra mengeluarkan tubuh Jake keluar dari mobil.
Setelah mereka bertiga masuk, pak Nuh yang siap siaga di balik kemudi segera tancap gas.
"Bawa ke rumah sakit di pusat kota!" Perintah Dominic pada pak Nuh. Pak Nuh pun mengangguk.
__ADS_1
"Aku tak melihat orang lain di sana, kemana perginya Richard? Sebaiknya kita tanya Lukas dan Tamara, apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Dominic.