
Aku mengarahkan satu tanganku untuk menutupi wajah ini karena merasakan silau lampu dari kamera. Mama Elsa mengusap lembut punggung tanganku kemudian mengatakan.
“Sayang, tersenyumlah semua orang sedang melihat kita.” Dengan perlahan Aku langsung menurunkan tanganku dan tersenyum kearah kamera.
“Ma, kenapa mereka menatap kita seperti ini, Sifa tidak terbiasa,” ucapku jujur sembari terus melangkah masuk kedalam ruangan acara ini.
Banyak sekali para wartawan yang mengarahkan kameranya pada kami seakan mereka tidak ingin kehilangan kesempatan emas untuk mengabadikan gambar kami karena setahuku keluarga Erlanga jarang sekali muncul di publik bahkan tidak pernah terdengar kabar buruk tentang mereka. Aku melihat kearah para wanita yang berbisik-bisik sembari menatapku tajam, pasti mereka semua bingung melihat Aku yang datang bersama Mama Elsa dan bukan mbak Tasya. Aku tetap tersenyum dan mengacuhkan mereka karena tidak ingin ada berita buruk tentang keluarga Erlanga.
Ruangan ini tertata sangat apik dan juga mewah sekali beberapa bunga mawar nampak menghiasi setiap sudut ruangan ini dan aku juga bisa melihat para pejabat dan juga banyak sekali Artis yang ikut datang ke acara ini. Aku sungguh takjub sekali dengan keindahan ruangan ini.
“Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang tetap tersenyum manis jangan sampai semua awak media mengira jika Mama ini Ibu mertua yang jahat,” sahut Mama Elsa sembari menatap lurus ke depan setelah Ia melihat Aku mengganggukkan kepala mengerti.
Aku melihat Mas Sadam dan juga Papa Damar sedang menyalami pada tamu. Mas Sadam menatapku dengan tersenyum manis, senyuman itu langsung lenyap ketika Ia menatap kearah baju yang Aku kenakan kemudian suamiku itu menyisir seluruh ruangan ini dengan pandangannya dan Ia melihat jika para lelaki menatapku dengan penuh damba.
"Apakah acara ini diadakan oleh keluarga Erlanga?" tanyaku pada diri sendiri ketika melihat beberapa tamu bersalaman dengan Mas Sadam dan juga Papa Damar.
“Apa yang dia lakukan,” ucap Mama Elsa sembari menatap kearah Mas Sadam.
Aku kembali melihat kearah suamiku. Aku melihat Mas Sadam melepaskan jas hitam yang sempat Ia pakai kemudian lelaki itu melangkah mendekatiku dengan cepat dan menutupi tubuhku menggunakan jas hitam miliknya.
“Sadam, apa yang kamu lakukan?” tanya Mama Elsa. Dan aku hanya bisa diam.
“Ma, aku tidak suka melihat istriku di lihat oleh semua orang,” keluh Mas Sadam.
“Mas, banyak orang yang melihat jangan seperti ini,” sahutku mencoba menenangkan suamiku.
“Jangan berani melepaskan jas ini!” titah Mas Sadam dan aku hanya mengganggukkan kepala setuju.
__ADS_1
“Papa, cemburuan sekali.” Liora bicara dengan wajah polosnya.
“Dedek, jangan bilang begitu sebaiknya kita menemui Kakek saja,” ajak Anggun pada Liora.
“Ayo-ayo,” sahut Liora antusias dengan loncat-loncat kecil.
“Ma, kenapa memberikan baju seperti ini pada istriku.” Aku melihat Mas Sadam bicara dengan masih tersenyum manis Ia pasti tidak mau jika sampai para media mengetahui perdebatan kecil ini.
“Mama, minta maaf,” sahut Mama Elsa.
“Sudah jangan diteruskan lagi, banyak orang yang melihat kita,” ucapku Mas Sadam sembari mengusap pelan dadanya.
“Kau terlihat cantik sekali dan aku tidak suka,” bisik Mas Sadam di dekat telingaku.
“Seharusnya kamu suka melihat Aku cantik, nanti apa kata orang lain jika pengusaha terkenal di kota ini memiliki istri yang jelek dan tidak terawat,” sahutku pada Mas Sadam.
“Posesif sekali.” Aku memutar kedua bola mata malas.
“Jangan tersenyum pada siapapun, terutama lelaki.” Aku hampir saja tersedak ludah sendiri setelah mendengarkan ucapan tidak masuk akal yang barusan terlontar dari bibir suamiku.
Aku melirik kearah Mama Elsa yang hanya bisa menghembuskan pelan nafasnya ketika melihat sikap posesif putranya Mama Elsa mengganggukkan kepalanya menatapku meminta Aku untuk menuruti permintaan putranya dan aku membalas dengan senyuman manis. Jujur saja Aku sudah mengetahui jika semuanya akan jadi seperti ini ketika Mas Sadam melihat aku menggunakan baju mewah ini.
“Mas Sadam, siapa yang mengadakan acara semewah ini?” tanyaku pada Mas Sadam.
“Kita,” jawab Mas Sadam. Aku hanya diam sembari menatapnya.
“Mas, Aku serius jangan bercanda,” ucapku sembari mengerucutkan bibir.
__ADS_1
“Aku mengadakan acara ini untuk memperkenalkan kamu pada semua orang, kau adalah Istriku yang sangat cantik jelita,” puji Mas Sadam sembari mencium pipiku sekilas.
“Mas, banyak orang melihat jangan lakukan ini,” ucapku padanya.
Mas Sadam hanya diam tidak perduli dengan apa yang barusan aku katakan. Aku sampai menitihkan air mata karena tidak menyangka jika acara semewah ini Ia adakan untukku pantas saja jika selama beberapa hari terakhir semua orang sikapnya sangat aneh sekali ternyata semuanya sudah merencanakan semua ini sejak lama.
Beberapa tamu undangan menyalami kami dan juga memberikan selamat pada kami berdua, Aku dan juga Mas Sadam sibuk menjamah para tamu sedangkan Liora dan juga Anggun sibuk mencicipi kue yang mereka sukai. Sesekali Aku menatap kearah Liora dan juga Anggun yang masih betah memakan cake coklat.
“Mas, ayo kita ke Liora dan juga Anggun,” pintaku pada Mas Sadam.
“Ya,” sahut Mas Sadam sembari menaruh salah satu tangannya di pinggangku posesif.
“Sayang, kalian makan terus sejak tadi apakah tidak merasa kenyang?” tanyaku sembari menatap kearah Liora dan juga Anggun secara bergantian.
“Enak sekali, Liora suka coklat,” ucap Liora sembari memasukkan satu suap cake coklat kedalam mulutnya.
“Mbak Sifa, cantik sekali dan Mas Sadam juga tampan jadi sangat cocok.” A,Ku langsung mengusap kepala Anggun setelah mendengarkan pujian darinya.
“Anggun dan juga Liora sangat cantik mirip seperti putri yang ada di negeri dongeng,” pujiku pada kedua bocah itu
"Pada hadirin semuanya, saya minta perhatiannya sebentar." terdengar suara Papa Damar di pengeras suara Aku dan juga Mas Sadam langsung menatap ke asal suara tersebut.
"Kalian semua pasti sedang bertanya-tanya mengenai siapa wanita cantik yang sejak dari tadi berdiri di samping putraku. Namanya Adalah Katarina Putri Sifana-menantu saya." Aku melihat semua orang langsung menatapku dengan wajah kebingungan.
"Ayo kita mendekati, Papa." Mas Sadam langsung mengandeng tanganku setelah berbicara dan Aku menurutinya.
"Putraku-Sadam Erlanga sudah bercerai dengan mantan istrinya. Aku mengadakan acara ini sebagai ganti resepsi pernikahan mereka yang tertunda. Sekilas penjelasan dari saya dan para tamu undangan semuanya silahkan mencicipi hidangan yang telah kami sekeluarga sediakan."
__ADS_1
Semua orang melangkah menghampiriku dan juga Mas Sadam dan mereka memberikan selamat. Aku bisa melihat dengan sangat jelas jika semua orang pasti merasa penasaran mengenai perceraian Mas Sadam dengan Mbak Tasya karena selama ini tidak pernah terdengar gosip miring tentang pernikahan mereka.