Terpaksa Jadi Pelakor

Terpaksa Jadi Pelakor
Dia Merenggut Segalanya dengan Paksa


__ADS_3

 “Mbak Tasya berbohong, dia bahkan sering memukul aku ketika Mas Sadam sudah berangkat berkerja. Dan aku juga pernah mendengar jika Mbak Tasya menyebut nama orang


dengan panggilan sayang bahkan wanita itu juga sering kali keluar tengah malam hanya untuk menghubungi seseorang dan aku percaya jika itu adalah selingkuh ….,”


belum selesai aku berbicara tapi Mas Sadam sudah mengangkat tangannya.


Aku langsung menutup kedua mataku seakan pasrah menerima pukulan dari lelaki itu. Aku merasakan tidak ada yang terjadi perlahan tapi


pasti aku mulai membuka mata ini dan mendapati Mas Sadam sedang mengusap kasar wajahnya mengunakan kedua tangan.


“Tampar aku, Mas jika memang kamu menggangap aku salah. Aku sudah sering kali mendapatkan kekerasan dari Mbak Tasya, jika Mas Sadam ingin melakukannya juga maka aku akan menerimanya walaupun terpaksa,” ucapku dengan nada suara yang gemetar. “aku menikah dengan Mas Sadam juga karena terpaksa


andaikan Adik ku tidak sakit maka aku juga tidak akan sudi mengganggu kehidupan orang lain.”


“Kau masih tidak mau mengaku dan malah mengkambing hitamkan


Tasya,” lelaki itu mencengkram daguku dengan keras aku mulai merasakan nyeri dan juga kaku di dagu ini bahkan tatapan matanya yang tajam seakan ingin membunuhku sekarang.


“Sa-sakit lepaskan,” rintihku dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipi.


Aku melihat kedutan di rahang Mas Sadam, lalu sesaat kemudian


lelaki itu mulai menghempaskan rahangku dengan kasar dan pergi begitu saja. Aku melihat langkahnya cepat dan juga lebar bahkan suara langkah kaki itu seakan bisa menghancurkan lantai marmer ruangan ini, aku terduduk di lantai dengan tangisan yang terisak-isak sesaat kemudian aku mengedarkan padangan ke sekitar ruangan dapur ini dan aku langsung menghembuskan nafas perlahan ketika menyadari jika tidak ada cctv di dalam ruangan dapur ini. Ya seluruh rumah ini di kelilingi oleh cctv sangat berbeda dengan rumah Mas Sadam.


Tengah malam.

__ADS_1


Aku masih belum berhenti menangis meratapi nasibku yang sangat malang sekali, apa kesalahanku dimasa lalu sehingga aku mendapatkan cobaan sebesar ini? Tuhan tidak bisakah kau bantu aku-aku sudah mulai lelah dengan semua cobaan ini tolong bantu aku, Tuhan untuk kali ini saja biarkan


suamiku mengetahui segalanya jika aku tidak pernah di sentuh oleh lelaki lain bahkan aku juga tidak pernah menjual harga diri ini pada siapapun seperti tuduhan Mbak tasya padaku.


Suara pintu yang di buka dengan keras membuat mataku menatap


kearah pintu, aku melihat Mas Sadam berjalan masuk kedalam ruangan kamar ini setelah menutup kembali pintu itu dengan kasar hingga membuat aku terjingkat kaget. Mas Sadam melangkah sempoyongan mendekati ranjang, apakah lelaki itu


mabuk sekarang? Tapi selama berada di rumah keluarga Erlanga aku tidak pernah sekalipun melihat Mas Sadam menikmati minuman keras seperti ini. Kedua tanganku dengan cepat menyeka air mata di pipi kemudian aku berdiri dari posisi duduk hendak membantu Mas Sadam sebab aku melihat lelaki itu hampir saja terjatuh.


“Mas Sadam, kenapa sampai minum seperti ini?” tanyaku padanya. Tapi lelaki itu tidak menjawab dan malah menghempaskan kasar tubuhku


sampai jatuh ke atas ranjang.


tahu jika Mbak Tasya sudah berselingkuh? Belum sempat aku bertanya lelaki itu sudah mengunci aku di bawah tubuhnya. Aku merasa mual sekali ketika aroma alkohol yang begitu pekat keluar dari bibir Mas Sadam, aku meronta hendak


melepaskan diri akan tetapi lelaki itu mengangkat kedua tanganku ke atas lalu mengikat tanganku hingga aku tidak bisa bergerak.


“Malam ini aku akan membuktikan jika kau wanita murahan,” aku menatap mata Mas Sadam memerah mungkin karena terlalu banyak menkonsumsi alkohol.


“Mas, jangan seperti ini aku mohon lepaskan aku,” ucapku padanya dengan air mata yang semakin berjatuhan membasahi kedua pipi.


“Kau tahu, Sifana aku mengira jika kau itu wanita baik tapi ternyata kau hanya wanita murahan yang pernah menjual diri pada lelaki lain. Tasya


sudah mengkhianati aku dengan lelaki lain tapi aku tidak bisa melakukan apapun sebab dia mengancam akan menjauhkan aku dengan Liora kalau sampai aku menceraikannya,” mulutku terbuka karena kaget mendengarkan penuturan Mas Sadam. Ternyata lelaki ini sudah mengetahui semuanya pantas saja dia hanya diam aku sungguh tidak menyangka jika beban yang Mas Sadam tanggung sangat besar sekali. Tapi aku juga tidak tahu apakah ucapan Mas Sadam ini bisa di percaya ataukah tidak sebab lelaki ini sekarang dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Aku kembali merasakan ketakutan ketika melihat tatapan mata tajam Mas Sadam padaku, wajah sendu dan juga sedih yang tadi sempat lelaki itu


tunjukan kini hilang entah kemana. Tubuhku langsung menegang ketika merasakan jika tangan Mas Sadam masuk melalui bagian bawah dress ku dan dia memainkan area sensitive ku. Aku hendak melawan akan tetapi kedua tangan ini di ikat dengan sangat erat.


“Mas Sadam, aku mohon jangan seperti ini, aku mohon,” aku sungguh tidak mengenali siapa lelaki yang berada di atas tubuhku saat ini, dia


terlihat ganas dan juga tidak memiliki belas kasih.


“Bukankah kamu bilang jika aku adalah suami kamu dan aku


boleh melakukannya,” aku sungguh menyesal telah mengatakan kata bodoh itu tadi. Tapi sekarang semua sudah terlambat dan aku tidak bisa melakukan apapun lagi.


Mas Sadam menatapku dengan mata gelap seakan yang ada dibalik manik mata itu hanya cara untuk menyakitiku dan membuktikan kesucian ku tapi jauh dibalik semua itu aku juga percaya kalau Mas Sadam tidak percaya jika aku masih belum tersentuh sama sekali.


Dengan sangat rakus lelaki itu menyatuhkan bibir kami bahkan


aku juga bisa merasakan bibir ini mengeluarkan sedikit darah dari luka bekas gigitannya dengan sangat brutal lelaki itu mengoyak bajuku bagaikan binatang buas yang baru saja bisa menangkap buruan yang telah menjadi incarannya. Bahkan dengan kasar Mas Sadam juga langsung membuka kasar kemeja yang ia kenakan hingga kancing-kancing itu lepas dari tempatnya. Aku hanya bisa terus menangis tanpa bisa melepaskan diri darinya jika saja aku tahu kalau ini akan terjadi maka aku lebih memilih menolak permintaan Mama Elsa tadi. Rumah ini terlalu besar meminta tolong juga tidak akan ada yang mendengar.


“Sekarang akan aku buktikan jika kau memang wanita tidak suci,” dengan kasar lelaki itu menyatuhkan tubuh kami. Aku langsung merasakan


ada yang terbelah dibawah sana dan aku berteriak kesakitan tapi lelaki itu


semakin merasa bahagia ketika melihat aku menderita dan dia malah semakin cepat memacu tubuhnya manju-mundur mengikuti irama dan kini semua yang aku jaga telah diambil paksa oleh suamiku sendiri dengan cara yang selama ini belum pernah aku bayangkan.


Apakah masih kurang hot ini adegan? Kalau masih kurang bisa kalian bayangkan sendiri ehehe.

__ADS_1


__ADS_2