Terpaksa Jadi Pelakor

Terpaksa Jadi Pelakor
Akhir Cerita


__ADS_3

Mama Elsa menggenggam tanganku dengan sangat erat dan satu tanganku yang lain menggenggam erat seprai. Dokter Hera dan juga perawat bolak-balik melihat sudah pembukaan berapa dan aku masih tetap sama yaitu merasakan sakit yang semakin parah di perut ini bahkan aku juga merasakan jika perut ini kaku sekali.


“Coba sekarang tarik nafas dalam, lalu hembuskan perlahan selama beberapa kali sampai rileks sebab tidak boleh tegang. Anda dan juga calon janin ini harus bekerja sama agar melancarkan persalinan ini,” ujar Dokter Hera lembut.


Aku hanya mengganggukkan kepala pelan kemudian mengikuti interupsi darinya. Mama Elsa mengusap peluh di jidatku dengan mengulas senyuman tipis, aku tahu wanita paruh baya itu sangat cemas sekali akan tetapi ia menutupi kecemasan itu dari senyuman manisnya.


Aku berusaha sekuat tenaga untuk menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dan ketika mendapatkan interupsi lagi dari Dokter Hera aku langsung mengejan, akan tetapi kepala janin itu masih belum berhasil keluar juga, tapi setelah mengejan satu kali lagi akhirnya suara tangisan bayi itu mulai terdengar dan memecahkan kesunyian di dalam ruangan ini. Aku merasa semua rasa sakit di tubuhku ini seakan lenyap ketika melihat bayi tampan yang kini masih berlumuran cairan merah, bayi itu menangis dengan sangat nyaring sekali lalu aku mengalihkan pandangan kearah Mama Elsa yang langsung tersenyum bahagia bahkan aku juga melihat Dokter dan juga Perawat yang berada di dalam ruangan ini menghembuskan nafas lega seakan kelahiran bayiku membuat ketenangan sendiri di hati mereka semua.


“Elsa, lihatlah ini dia sangat tampan sekali mirip seperti Papa dan juga Mamanya,” puji Dokter Hera sembari mendekatkan bayi kecilku itu di dekat Mama Elsa.

__ADS_1


“Kamu mandikan bayi itu terlebih dahulu,” pinta Mama Elsa. Aku melihat Dokter Hera yang kini sedang menatapku seakan wanita paruh baya itu sedang meminta persetujuan dariku juga dan aku langsung mengganggukkan kepala pelan


“Ma, dia sangat mirip seperti Mas Sadam dari mata dan juga hidungnya,” ujarku pada Mama Elsa.


“Dan bibirnya mirip sekali dengan kamu,” sahut Mama Elsa menimpali ucapanku sebelumnya.


Mama Elsa membantuku untuk membersihkan tubuh, aku turun dari atas ranjang perlahan dengan menahan rasa nyeri di setiap sendi yang ada di tubuh ini. Ketika aku sudah berada di dalam kamar mandi Mama Elsa hendak ikut masuk akan tetapi aku mengurungkan niatnya


“Mama, akan membantu kamu. Kau tidak perlu malu sebab ini sudah menjadi kewajiban Mama.” Melihat tatapan sendu dan juga wajah memohon dari wanita paruh baya itu membuat aku tidak tega untuk menolak keinginannya. Akhirnya aku membiarkan Mama Elsa membantuku membersihkan tubuh dan juga menganti baju.

__ADS_1


Selang beberapa waktu.


Aku melihat kearah Mas Sadam, Papa Damar, Liora dan juga Anggun yang kini tersenyum padaku. Aku bisa melihat dengan sangat jelas jika semua orang merasa bahagia karena hari yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Bayi yang sejak lama mereka semua nantikan kini telah berada diantara kita semua. Mas Sadam menghampiriku kemudian mengecup kening dan juga seluruh wajahku sembari berkata.


“Sayang, terima kasih karena kamu telah berjuang untuk melahirkan anak kita.” Usai bicara ia kembali mengecup keningku lagi dan lagi.


“Mas, aku juga senang sekali bisa melahirkan putra kita tanpa kekurangan suatu apapun,” sahutku padanya.


Aku melihat Mama Elsa dan juga Papa Damar bergantian mengendong bayi mungkin itu. Liora meloncat-loncat kecil meminta untuk mengecup adik yang selama ini ia nantikan. Aku mengamati wajah bahagia semua orang. Anggun memelukku dengan senyuman manisnya sedangkan kini Mas Sadam ganti mengendong putra pertama kami. Kisah ini telah selesai dan sampai jumpa.

__ADS_1


Author minta maaf jika ada kesalahan kata yang di sengaja maupun tidak, ambilah pelajaran baik dari kisah ini. Salam hangat Khairin Nisa.


Jangan lupa baca novel baru khairin Nisa yang berjudul "Kontrak Pernikahan Tuan Arogan." bisa di baca di Mangatoon atau Noveltoon


__ADS_2