Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
109. Senang


__ADS_3

Malam sudah semakin larut ketika mobil memasuki gerbang utama. Hanya ada beberapa penjaga yang bertugas malam yang terlihat masih bersiaga di posisi jaga mereka masing-masing. Sisanya sudah masuk ke dalam kamar mereka. Meluruskan kaki dan punggung setelah seharian bekerja keras. Mengumpulkan kembali ceceran tenaga untuk dipakai besok kembali. Perputaran rutinitas harian yang tiada habisnya.


Sesampainya kendaraan di dekat pintu utama.  Han ikut masuk mengikuti Saga, dia ingin melihat dan memastikan sendiri. Bagaimana suasana hati Daniah saat ini. Apakah dugaannya benar, tentu saja harus benar, karena dia kan selalu benar.


Kumohon cemburulah nona, tuan muda sudah menendangku karena kemunculan Helen, kalau sekarang Anda tidak cemburu habislah aku malam ini.


“Apa semua sudah masuk ke kamar?” Duduk di sofa menyapu ruangan yang sepi. Bahkan Pak Mun sudah mematikan beberapa lampu di sudut ruangan yang sudah tidak mungkin dilewati orang lagi.


Pak Mun bangun setelah meletakan sandal di samping kaki Saga. Mulai memberikan informasi dari hasil pengamatannya.


“Nona Jen dan Nona Sofi cukup lama di luar setelah makan malam tadi, tapi Nona Daniah hanya turun dari kamar untuk makan malam.” Pak Mun menjelaskan.


Sepertinya aku selamat. Han.


“Kenapa?” Saga sudah mulai terpancing untuk tersenyum.


“Siang tadi nona bertiga menonton TV bersama acara peresmian Danau Hijau. Tapi Nona Daniah juga tidak menonton sampai acara selesai.”


“Kenapa?” wajah Saga sudah mulai terlihat senang sekarang.


Lihat tuan muda sudah mulai girang. Sepertinya aku bisa pulang sekarang dengan tenang.


Pak Mun melihat ke arah Sekretaris Han, meyakinkan diri apa dia boleh menyampaikan informasi ini. Han menganggukkan kepalanya.


Tentu saja sampaikan saja, bahkan kalau kau lebih-lebihkan itu akan jadi semakin baik.


“Nona Daniah terlihat mulai kesal saat melihat Nona Helena dalam acara peresmian tadi. Apalagi saat Anda berjalan dan memilih duduk di sampingnya.”


“Semarah apa dia?”


Aku akan senang kalau kau membanting sesuatu misalnya.


“Sepertinya dia memaki dalam hati, karena wajahnya terlihat sangat kesal. Dia bahkan pergi setelah menjatuhkan sekotak stroberi.” Walaupun itu sebenarnya tidak sengaja. “Setelah itu nona benar-benar masuk ke dalam kamar. Saat Anda naik ke podium dan meresmikan Danau Hijau, Nona Jen memanggilnya. Tapi Nona Daniah tidak keluar kamar. Dia hanya keluar kamar untuk makan malam lalu kembali ke kamar lagi.”


“Wahh sepertinya dia kesal sekali. Baiklah, terimakasih kerja keras Pak Mun hari ini. Istirahatlah!” Saga bangun dan menepuk bahu Pak Mun, puas dengan hasil kerjanya.


“Baik Tuan Muda. Selamat malam.” Pak Mun membungkukkan kepala, berlalu membawa sepatu Saga dengan sangat hati-hati di tangannya.


“Saya akan mengantar Anda sampai ke kamar Tuan Muda.” Han mengikuti langkah kaki Saga di belakangnya. Han membukakan pintu kamar. “Tuan muda saya mohon jaga emosi Anda walaupun apa pun yang nona Daniah lakukan nanti.”


“Pulang sana! Kamu pikir aku sebodoh itu apa.”


Anda kan memang bodoh akhir-akhir ini kalau berhubungan dengan nona.


Tapi Han berlalu benar-benar dengan perasaan tenang. Satu masalah terlewat pikirnya. Sekarang tinggal pernyataan cinta secara resmikan.


...*** ...


Memasuki kamar, Saga mendapati lampu sudah dimatikan, saat dia melewati tempat tidur dia diam sebentar. Melihat Daniah di bawah selimut sampai menutupi lehernya. Hanya sedikit kepalanya yang terlihat.


Kau sedang pura-pura tidur ya.


Dia tidak mendekat lalu langsung masuk ke dalam ruang ganti baju. Masuk ke kamar mandi lalu berganti dengan baju tidurnya. Menyisir rambutnya dan menatap wajahnya sendiri di cermin.

__ADS_1


Kita lihat, secemburu apa kau?


Tergelak melihat dirinya sendiri.


“Sayang, kau sudah tidur?” mendekat ke arah tempat tidur.


Cih, memanggilku sayang setelah kau berduaan dengan Helen. Jangan pikir aku akan melunak karena kau panggil sayang ya.


Daniah berada di bawah selimut, masih memejamkan mata, memiringkan tubuhnya ke kiri sambil memeluk bantal guling. Saga naik ke atas tempat tidur, masuk ke dalam selimut. Menjatuhkan tubuhnya ke atas bantal yang nyaman. Dia menyentuh kepala Daniah lembut. Membelainya perlahan.


Aku ingin mencium dan memeluknya.


“Sudah tidur ya?” diam tidak ada sahutan. Saga menggeser tubuhnya mendekat. ”Sayang.” Saga menarik rambut Daniah. Cukup keras membuat gadis itu tidak bisa untuk tidak mengeluarkan suara.


Daniah pura-pura menguap, dia membalikan badan. Tapi tetap berada di bawah selimutnya rapat. “Sudah pulang ya?Tidurlah, kamu pasti lelah kan.”


“Tidak juga.” Memainkan rambut Daniah lagi.


Daniah menyentuh tangan Saga, menghentikan suaminya memainkan rambutnya. Lalu melepaskan tangan Saga saat dia sudah meletakkannya di atas tempat tidur.


Jangan menyentuhku, dasar tidak tahu malu.


“Kau pasti sangat senang hari ini kan.” Daniah bertanya singkat.


Tentu saja, kau bertemu Helen di Danau Hijau dan duduk berdua bersandingan, kau pasti sangat senang sekarang.


“Lumayan.”


Lihat! Lihat! Kau senang sekali kan. Jadi pergi sana, pergi pada Helen kenapa kau malah pulang kemari.


“Kemarilah!” Saga menarik selimut agar terbuka, dia ingin Daniah mendekat padanya. Tapi Daniah diam saja, dia tidak bergerak ataupun menjawab dengan kata-kata. Dia sedang memberanikan diri untuk melakukan aksi protesnya. “Kemari!” karena Daniah tidak bergeming Saga menarik selimut dengan keras sampai selimut itu menumpuk dalam dekapannya. Di lemparkan selimut itu ke lantai.


“Kenapa kau tidur tidak memakai baju tidur?” Melihat pakaian yang di sembunyikan Daniah di bawah selimutnya tadi.


Lagi-lagi Daniah diam tidak menjawab. Dia malah memiringkan tubuhnya. Wahh, ternyata kecemburuan benar-benar bisa menjadi bahan bakar keberanian ya. Kalau dalam situasi normal jangankan diam sampai Saga mengeluarkan perintah untuk ketiga kalinya. Baru berteriak sekali saja nyalinya pasti sudah menciut.


“Ganti bajumu!” Tapi percayalah Saga sudah mulai tergelak sekarang. Dia mulai menikmati suasana hati Daniah yang buruk. “Ganti bajumu dengan baju tidur sekarang!” sudah mulai meninggikan intonasi.


Lihat, sejauh mana kau akan membangkang.


“Tidak mau!” menarik bantal guling semakin erat dalam pelukan.


Aku pasti sudah gila! Ini pertama kalinya semenjak menikah aku berani mengatakan tidak mau di depannya.


“Hahaha.”


Apa! dia tertawa.


“Baiklah! Karena aku sedang senang, kubiarkan kau membangkang hari ini.” Masih tersisa gelak di udara.


Sesenang itu ya kau bertemu Helen, kalau begitu ceraikan aku dan pergi ke pelukannya sekarang, kenapa kau masih di sini. Eh, apa yang kau lakukan?


Saga sudah mendekat, menempelkan tubuhnya. Daniah bisa merasakan nafas Saga di punggungnya. Apalagi saat laki-laki itu menggulung rambutnya ke atas. Dia sudah menempelkan bibirnya di bahunya. Dan meletakan tangannya tepat di atas dada Daniah.

__ADS_1


Kurang ajar, singkirkan tanganmu!


Tangan itu sudah tidak bisa diam. Semakin keras cengkeramannya. Daniah menyentuh punggung tangan Saga. Membuat laki-laki itu menghentikan gerakan tangannya. “Kenapa?” tanyanya.


“Tidurlah, kau pasti lelah.” Tapi dia memaki dalam hati dengan suara sangat keras. Daniah memindahkan tangan Saga ke belakang pinggangnya. Tapi belum dia meletakan tangannya tangannya sendiri, Saga sudah kembali ke posisi semula tadi dia meletakan tangan. Lagi-lagi melakukan tindakan serupa. Jauh lebih keras dari pada yang tadi. Sambil meringis pelan. Lagi-lagi Daniah menghentikan tangan Saga dan memindahkannya ke balik punggungnya lagi. Saga mencium punggungnya keras. Dengan bekas warna merah tertinggal di sana.


“Aku memang membiarkanku sedikit membangkang, tapi jangan bersikap kurang ajar juga.” Saat lagi-lagi Saga mengembalikan tangannya ke posisi yang tadi, Daniah tidak punya keberanian untuk memindahkan tangan itu.


Hei, jiwa yang sedang cemburu gila, beri aku keberanian lagi sialan.


Tapi tetap dia tidak berani menghentikan tangan atau bibir Saga yang sudah melakukan aktivitas semaunya.


“Apa kau menonton acara peresmian tadi?”


“Hemm.”


Saga tergelak mendengar jawaban Daniah.


Wahhh, wahh, kenapa aku sesenang ini dengan sikapmu ya. Tunjukan kecemburuanmu lebih dari ini.


“Apa kau menonton sampai selesai? Apa aku terlihat keren di sana.” Semakin memancing, tahu Daniah yang malas untuk sekedar menanggapi.


Huh! Kau mau aku memuji apa. kalau kau serasi dengan Helen.


“Tentu saja, kau terlihat sangat tampan di antara lautan manusia. Helen juga terlihat sangat cantik. Kalian terlihat sangat serasi sekali.”


Aku menyebut nama Helen tapi kau malah tertawa. Lihat kan kau masih sangat menyukainya kan. Sekarang lepaskan tanganmu jangan menyentuh tubuhku. Biasanya kau akan mencekik atau menciumku sampai aku kehabisan nafas kalau aku menyebut nama Helen.


“Lepaskan aku!” sebenarnya Daniah mengatakannya tidak terlalu keras, tapi karena dia menarik tangan Saga dan menjatuhkan tangan itu dengan keras menjauhi tubuhnya membuat Saga mendesah.


“Sudah kubilang kan jaga sikapmu!” dia sudah mulai menaikan intonasi suaranya. “Kau  sedang menolakku sekarang.”


Daniah mengigit bibirnya keras.


Bagaimana ini, dia sepertinya sangat marah.


“Ia, kau menolakku!” Menuding kening Daniah dengan telunjuknya.


Haha, lihat sampai kapan kau akan menunjukan kemarahanmu.


“Ia aku sedang menolakmu. Kenapa? Kamu marah. Pergi dan temui Helen sana.” Mendorong tubuh Saga yang duduk di sampingnya.


Kecemburuan gila, kenapa dosis keberanianmu berlipat ganda begini. Hei, hentikan aku. Kalau laki-laki ini benar-benar marah aku bisa mati malam ini juga.


“Jangan menyentuhku. Sentuh Helen sana!”


Saga tertawa keras, suaranya memenuhi langit-langit kamar. Membuat Daniah menciut, dan tawa itu seperti menyadarkannya. Dia melihat tangan yang baru dia pakai mendorong Saga.


Aku benar-benar sudah gila. Aku mendorongnya dalam keadaan sadar.


“Baiklah, karena aku sedang senang sekarang, aku maafkan pembangkangan dan sikap kurang ajarmu malam ini.” Menjatuhkan diri ke samping tubuh Daniah. Masih ada sisa gelak tawa. Dia sudah menaikan kakinya. Mendekap tubuh Daniah dalam pelukannya. Gadis itu menggoyangkan tubuhnya agar dilepaskan. Hanya sejauh itu sepertinya energi kecemburuan yang dihasilkan. Karena dia terlihat mulai diam dan membiarkan Saga melakukan apa yang ia inginkan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2