Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
50. Hadiah Dari Saga


__ADS_3

Sudah masuk ke dalam kamar. Zona berbahaya kalau Saga sedang dalam suasana hati yang tidak baik.  Saga menjatuhkan diri di sofa, Daniah menyusul ikut duduk di sampingnya. Dia melihat laki-laki itu mendesah dan masih terdiam, bahkan memejamkan mata sambil menyenderkan kepala.


“Kenapa memelototiku.” Saga menjentikkan telunjuknya di kening Daniah. Padahal dia masih memejamkan mata.


“Maaf suamiku.”


Cih, aku bahkan sudah fasih memanggilnya begitu.


“Apa Anda tidak mau turun dan berbincang di bawah?” Berusaha untuk kabur dari situasi yang canggung ini. Akan jauh lebih baik berbincang dengan orang-orang yang ada di bawah. Walaupun mendengar sindiran-sindiran adik ipar jauh lebih baik dari pada berduaan seperti ini.


“Kenapa?” Saga berhenti menunggu jawaban sepertinya. Namun Daniah tidak menjawab “Aku dengar kau tertarik sekali dengan Ele.”


Eh, darimana dia bisa tahu. Apa sekretaris sialan itu yang melaporkan kalau aku beberapa kali kepergok menanyakan tentangnya.


“Tidak, hanya saya pikir Anda sudah lama sekali tidak bertemu dengannya kan. Pasti banyak yang bisa Anda bicarakan dengannya.” Alasan yang masuk akal diberikan.


“Aku sudah bicara banyak dengannya di galery, bukankah kau lihat tadi aku bicara dengannya berdua.” Saga mendekatkan wajahnya ke arah Daniah. Gadis itu terperanjat dan memundurkan kepalanya.


Katakan kau cemburu! Katakan kau cemburu. Gumam Saga sambil menatap Daniah lekat.


“Hehe, benar juga. Jadi apa Anda sudah mau tidur?” Daniah  menggeser duduk dan kepalanya lebih ke belakang.


Sial, bahkan kau masih bisa tersenyum begitu. Kau sama sekali tidak marah aku dekat dengan wanita lain. Huff.


“Tidur, kenapa aku mau tidur. Aku mau menyiksamu dulu. Minggir!”


Apa! Kenapa dia marah? Aku salah apa coba. Kenapa minta dipijat lagi si.


Sudah duduk sambil bersandar di tempat tidur, meletakan kaki di pangkuan Daniah.

__ADS_1


“Kau sudah mulai kelas memijat,” tanyanya biasa, tapi kalau Daniah menjawab belum pasti marah lagi.


“Saya baru mendaftar hari ini dan mulai kelasnya minggu depan.”


“Baguslah, buat dirimu berguna, aku sudah memberimu makan.”


“Baik suamiku,” menjawab cepat, setengah ketus dan malas.


“Kau sedang kesal padaku!”


“Haha, tidak mana mungkin saya berani.” Tertawa, lalu tersenyum secerah mentari dan melanjutkan memijat lagi.


“Terus kenapa kau menekan kakiku!”


“Maafkan saya.”


Pijatan di kaki selesai, naik ke arah paha. Setelah itu menyodorkan tangan kiri. Daniah sudah naik ke atas tempat tidur, duduk bersimpuh di samping Saga.  Saga menyentuh bahunya, agar Daniah juga memijatnya.


“Lumayan juga.” Saga menggoyangkan kepalanya, puas dengan hasil pijatan Daniah.


Apanya yang lumayan bedebah, aku sudah kelelahan. Cium tangan untukmu wahai pemijat profesional. Hidup Anda sungguh sangat mulia, aku akan cium tangan kalau habis pijat.


“Sandal, aku mau ke kamar mandi.”


“Baik.”


Haha, baiklah mulai sekarang aku akan menghabiskan uangmu Tuan Saga, akan kupakai kartu kredit tanpa belas kasih. Aku akan menganggapnya sebagai gajiku sebagai pembantumu. Haha.


Lemas Daniah menyeret kakinya ikut masuk ke ruang ganti, mengambilkan pakaian dan menunggu di dekat pintu. Saga keluar dari kamar mandi langsung mengganti pakaian dengan yang dipegang Daniah.

__ADS_1


Eh, dia melemparkan baju ke dalam keranjang. Bukan ke mukaku. Ada apa dengannya.


“Kemarilah.”


Eh ada apa?


Daniah mendekat, Saga menyentuh dagu Daniah, gadis itu terkejut, tapi belum sempat dia mundur tangan itu sudah mencengkeramnya.


“Ini hadiah untuk kerja kerasmu hari ini.”


Daniah mendorong tubuh Saga, tapi malah  dia yang terjerembab jatuh terduduk. Wajahnya merah merona. Terkejut sekaligus marah.


“Wah, wah, ternyata kamu sesenang itu dengan hadiahmu. Wajahmu sampai merah begitu.” Saga bicara sambil tertawa.


Gemetar-gemetar menahan geram.


Siapa yang sedang senang!!


“Bersikap manis dan patuhlah, aku akan memberimu hadiah lagi nanti.” Saga menyentuh bibirnya, lalu tergelak dan meninggalkan ruangan dengan santai.


Sialan! Kenapa kamu menciumku seenaknya. Hadiah Siapa yang mau hadiah ciuman darimu bedebah gila. Ini kan ciuman pertamaku. Hiks, hiks. Aku menjaganya bahkan walaupun punya pacar aku belum pernah berciuman. Dan, dan dia sudah mengambilnya dariku.


Daniah mengusap bibirnya berulang kali di kamar mandi. Setelah menggosok gigi dia kumur-kumur lebih lama. Kali ini dia bahkan menggosok bibirnya juga dengan sikat gigi. Memandang wajahnya sendiri di pantulan cermin.


Kenapa kau sampai bersemu merah bodoh. Aku kan terkejut. Ya, ya, aku hanya sangat terkejut tadi. Siapa juga yang senang dicium olehnya. Berapa ratus wanita yang sudah dicium bibir itu. cih.


Sementara itu di luar ruang pakaian, Saga yang sudah tiduran tertawa terbahak tanpa suara.


Aku pasti sudah gila, bagaimana aku bisa sesenang ini hari ini.

__ADS_1


Diapun lupa, ada seseorang di lantai bawah, gadis bernama Helena yang selama ini ia rindukan kehadirannya.


bersambung


__ADS_2