Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Kenangan Jen dan Sofi


__ADS_3

Pristiwa ini terjadi sebelum Saga


bertemu dan berkencan Helena. Jauh sebelum dia mengenal perasaan sayang selain


pada keluarga dan orang-orang yang selalu setia di belakangnya.


Jen dan Sofi beranjak dewasa dan


mulai mendapat izin keluar malam hari. Walaupun mereka tetap mendapat


pengawalan serta jam malam yang cukup ketat. Saga tidak pernah membatasi


pergaulan mereka, dengan siapapun Jen dan Sofi berteman dia memberikan


kebebasan. Asalkan satu hal, patuh pada aturan yang sudah dia tetapkan. Kedua


adiknya pun memahami itu sebagai bukti kasih sayang kakak mereka, hingga mereka


tak pernah protes sedikitpun.


Sampai malam itu, saat ulang tahun


Jen. Dia dan teman-temannya mengadakan pesta di sebuah tempat hiburan. Seperti


biasa tidak ada alkohol ataupun hal yang terlarang. Semua berjalan dengan baik


dan sesuai rencana. Sampai datanglah beberapa orang kenalan dari teman-teman


Jen. Dan mulailah, tiga pria tampan yang dari segi usia jauh dari mereka. Mulai


mendominasi acara dan melakukan hal yang akan mereka sesali seumur hidup


mereka.


***


Jen dan Sofi berdiri di depan meja


kerja Saga. Sementara Saga duduk menatap mereka. Ada kesal yang bercampur


dengan rasa bersalah di matanya. Kedua gadis itu tertunduk dalam.  Percayalah, kalau tidak terpaksa mereka tidak


akan sudi masuk keruangan Saga. Karena kalau di dalam ruangan ini kakak


laki-lakinya akan berubah menjadi orang lain. Bahkan mungkin jauh lebih


menakutkan daripada saat dimarahi ayah sendiri. Kalau mereka masuk ke dalam


ruangan ini, artinya mereka sudah melakukan kesalahan.


“ Aku bisa memberikan apapun yang


kalian mau.” Saga menarik nafas dalam. “ Aku bisa menjaga kalian dengan seketat


apapun. Bahkan aku bisa menugaskan pengawal 24 jam menemani kalian, tapi kalau


kalian tidak bisa menjaga diri kalian sendiri. Maka semua yang aku lakukan


untuk kalian semua akan sia-sia.” Jen dan Sofi mencengkram tangan mereka


masing-masing.


Mereka  melewati jam malam. Pergi kabur dari


pengawasan para pengawal karena hasutan teman-teman mereka. Mengikuti tiga


laki-laki asing yang tidak tahu siapa.


“ Kalian sudah mau menikah?” Saga


bertanya.


“ Tidak kak.” Jen mewakili adiknya


menjawab cepat. Sofi yang hanya ikut-ikutan karena dipaksa olehnya benar-benar


ketakutan.


“ Akan kucarikan laki-laki baik


kalau kau ingin menikah Jen.” Ketukan tangan Saga di meja, menandakan dia


serius dengan ucapannya barusan. Bisa jadi kalau Jen menjawab iya, minggu depan

__ADS_1


dia sudah bisa naik ke pelaminan menikah. Dengan laki-laki pilihan kakaknya.


“ Tidak kak.  Maafkan aku. Maaf. Aku tidak akan


mengulanginya lagi.” Jen sudah mendekapkan tangan di depan dadanya memohon. “Maafkan


aku.”


“ Kalian bisa berteman dengan siapapun,


aku tidak  memperdulikan latar belakang


mereka. Tapi kalau pertemanan kalian membuat kalian tidak patuh dan melanggar


aturanku. Lebih baik kalian tidak perlu berteman. Kalian tidak perlu pergi


kuliah. Aku akan mencari dosen yang bisa mengajar kalian di rumah.”


“ Maafkan kami kak. Kami salah.


Kami tidak akan mengulanginya lagi.” Akhirnya Jen terduduk dan berlutut. Selama


ini mereka senang karena tidak dikenalkan ke publik. Mereka bisa hidup damai


menjadi diri mereka sendiri.


Sesal membuncah. Bagaimana bisa


mereka begitu teledor dan tidak bisa menjaga diri.


“ Jen jaga adikmu. Seperti itukan


seharusnya kakak itu, seperti aku menjaga kalian.” Sekali lagi, Jen semakin


menatap lantai dalam. Sofi mengikutinya duduk di lantai.


“ Maaf kak.” Jen menarik lengan


Sofi di sampaingnya. “ Terimakasih sudah menjaga dan menyayangi kami.”


“ Hanya kalian yang bisa menjaga


kehormatan diri kalian sendiri. Bukan hanya untuk dilihat suci atau sok suci.


sembarangan orang. Tubuh dan hati kalian itu satu kesatuan.”


Saga adalah tipe laki-laki yang


membenci hubungan bebas laki-laki dan perempuan dalam ranah hubungan badan.


Baginya hubungan semacam itu hanyalah merugikan pihak perempuan. Kenapa? Mungkin


itulah yang tercipta di masyarakat ini. Ketika hanya wanita yang dipertanyakan


kehormatannya ketika sebelum menikah. Sementara rekam jejak laki-laki tidak


pernah diungkit sedikitpun.  Walaupun  Saga sendiri dengan gampangnya dia bisa


mendapatkan wanita manapun. Karena banyak wanita yang menawarkan diri padanya.


Baik secara terang-terangan, maupun melalui proposal resmi orangtua mereka yang


mendekat pada Antarna Group.


Namun, karena dia memiliki dua adik


perempuan yang ia jaga dengan nyawanya sendiri. Dia selalu bisa menahan diri


untuk mendekati wanita. Untuk itulah mungkin imej dinginnya terbentuk. Karena


banyak hati wanita tersakiti dengan penolakan dinginnya, rumor yang beredar dia


berganti wanita setiap hari semakin menjadi. Tapi percayalah, itu malah


membuatnya semakin digilai.


“ Keluarlah, renungkan yang aku


katakan. Tidak akan ada peringatan kedua kalau kau melakukan kesalahan yang sama


Jen. “ Beban kesalahan itu jatuh pada jenika. Mereka bangun dan keluar dari


ruangan kerja Saga.

__ADS_1


Tanpa mendapatkan hukuman sekalipun


sudah membuat kakak mereka kecewa sudah seperti mereka mendapat hukuman mati


saja bagi mereka..


Sial! Seharusnya aku tahu kalau


hukuman kami bukan di dalam.


Sekertaris Han berdiri sambil


bersandar di dinding di depan ruang kerja Saga. Hanya berdecak kesal yang


terdengar dari mulutnya. Menatap kedua gadis pembuat onar, begitu pasti yang


dia pikirkan.


“ Ikut aku.” Han melangkah pergi


menjauhi ruangan kerja Saga. Jen mengandeng tangan Sofi. Mengikuti kesebuah


ruangan.


“ Berikan hp kalian nona.” Han menyodorkan


tangannya.


“ Apa!” keduanya langsung


menyentung kantong baju mereka masing-masing. Mempertahankan harta paling


berharga yang mereka punya. “ Kak Saga bahkan tidak memintanya.” Apa hakmu


mengambilnya dariku. Jen ingin berteriak begitu. Tapi lidahnya kelu karena


tidak punya keberanian untuk bicara.


“ Nona apa kalian tahu sebesar apa


kecerobohan kalian?” Han sudah menurunkan tangannya. “Sebesar apa kesalahan


yang sudah kalian lakukan malam ini?"


Jen mengigit bibirnya. Sofi semakin


kuat mencengkram tangan Jen di sampingnya. Tidak berani melihat Han.


“ Apa kalian pikir laki-laki di


luar sana semua sebaik tuan muda. Lewat sedikit saja kami menemukan kalian,


saat ini kalian hanya bisa menangis menyesali semuanya. Dan kalian tahu, siapa


yang paling merasa bersalah karena ulah kalian.  Jadi jangan membantah, berikan hp kalian sekarang.” Selama satu bulan tanpa hp, selama satu bulan pulang dan pergi ke kampus akan dilakukan sesuai jadwal. Begitu kalimat Han selanjutnya. Dia bicara dengan nada yang sudah membuat siapun tidak berani membantah. "Tunjukan keseriusan nona satu bulan ini."


Karena tahu mereka bersalah, akhirnya


tanpa bisa membantah mereka mengeluarkan hp mereka dari saku. Dengan perasaan


tidak rela apalagi saat semua hp itu sudah berpindah tangan. “ Nona, jangan


membuat tuan muda merasa bersalah dan sedih. Sudah banyak hal yang harus dia


pikirkan. Kalian tahu seberharga apa kalian bagi tuan muda.”


“ Maaf.”


Kak Saga mencintai kami bahkan


melebihi dirinya sendiri.


“ Berandalan-berandalan itu masih


bisa hidup saja sudah keberuntungan untuk mereka.”


Jen dan Sofi langsung teringat tiga


laki-laki tampan yang hampir saja merengut kehormatan mereka itu. Tidak mau


membayangkan jadi seperti apa mereka sekarang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2