Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
28. Menyusun rencana


__ADS_3

Aku harus membuat Tuan Saga menceraikan aku dengan baik-baik. Bukan karena dia mengusirku. Kalau aku ditendang keluar dari rumah karena dia marah, itu akan berimbas pada perusahaan ayah. Bisa saja dia membuat keluargaku benar-benar bangkrut dan tidak punya harga diri lagi. Kalau ayah dan ibu marah, jangankan aku bisa kembali ke rumah, aku pasti akan langsung diusir dan dibuang dari daftar keluarga.


Tapi dia kan benar-benar gila, aku tidak tahu apa yang ada di kepalanya. Kadang dia tertawa tanpa alasan. Kadang dia marah tanpa aku tahu sebabnya. Kadang bibirnya menyeringai tersenyum tanpa sebab.


Ahhh pusing, aku bahkan belum bisa menemukan alasan kenapa dia menikah denganku. Sekretaris sialan itu juga pelit sekali kalau ditanyai.


Aku ingat jelas perkataan Sekretaris Han.


“Sekretaris Han boleh saya bertanya?”


“Silahkan Nona.”


“Apa Anda tahu kenapa Tuan Saga memilih menikah dengan saya?”


“Tidak.”


“Tidak mungkin Anda tidak tahu.”


“Saya memang tidak tahu.”


“Sekretaris Han, lewati pertanyaan saya tadi. Saya akan bertanya pertanyaan selanjutnya.”

__ADS_1


“Silahkan Nona.”


“Apa Tuan Saga tidur berganti-ganti wanita setiap malam?”


“Tidak.”


“ Hei, bisa tidak menjawab lebih spesifik, jangan hanya satu kata tidak ada maknanya itu.”


Sekretaris Han diam, tidak menyanggah apa pun semakin membuatku kesal setengah mati. Aku kan hanya penasaran dan ingin tahu tentang Tuan Saga. Mungkin jika aku bisa memahami laki-laki itu, mudah diriku untuk lepas darinya.


“Sekretaris Han, seperti apa tipe wanita yang disukai Tuan Saga?”


“Apa Anda ingin berubah menjadi tipe wanita yang disukai Tuan Saga?”


“Seperti apa Nona Helena itu?”


“Apa Anda sedang cemburu?”


Hei, hei berhenti menanyakan hal tidak masuk akal.


“Kenapa saya harus cemburu?”

__ADS_1


Sekretaris Han diam, tidak menjawab atau bertanya lagi. Aku benar-benar ingin mencekiknya kesal. Aku sama sekali tidak bisa mendapatkan informasi berharga apa pun darinya.


Benar, Nona Helena. Wanita itu, jika benar dia wanita yang disukai Tuan Saga, apa dengan kemunculan wanita itu aku bisa bebas dari neraka mengerikan ini. Tapi di mana keberadaan wanita itu sekarang. Seingatku Clarissa pernah mengatakan, kalau kakakku kembali kau pasti akan ditendang dari sisi Kak Saga. Dia sedang ada di mana sekarang. Benar, aku harus mencari tahu tentang Helena. Tapi dari siapa, Sekretaris Han. Mengingat namanya dan senyum di bibirnya saja sudah membuatku jengkel.


Baiklah misi pertamaku untuk lari dari Tuan Saga adalah mempertemukannya kembali dengan wanita yang disukainya. Helena.


“Mbak Niah kenapa tertawa sendiri?”


Daniah gelagapan, tersadar dia sedang ada di mana. Tiga karyawannya menatap antusias dan penuh harap, seperti bocah yang akan dibacakan dongeng oleh orangtua mereka.


“Mbak Niah lagi jatuh cinta ya?”


“Ia kan, ia kan, Mbak Niah sudah punya pacar ya?”


Aku bahkan sudah sudah punya suami gila!


“Pacar apa, nggak kok, cuma kepikiran kucing tetanggaku saja, sepertinya lucu kalau dia punya pasangan.”


“Ahhh, yang benar. Cieee, Mbak Niah udah melepas status jomblo ni.”


Haha, aku sudah gak jomblo lagi kali, aku sudah punya suami laki-laki gila yang bisa melakukan apa saja. Padaku atau pada keluargaku.

__ADS_1


Mereka tidak berhenti meledek, sampai Daniah bingung sendiri menjawabnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2