Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Pingsan (Part 2)


__ADS_3

Han masih berdiri di luar ruangan


meeting. Dengan wajah sedikit tegang. Dia sengaja mengangkat telfon di luar


karena menduga ada hal yang tidak beres. Jika Aran sampai berani menghubungi di


jam kerjanya.


Bagaimana bisa kau seceroboh itu.


Sudah tidak tahu segeram apa Han


sekarang menyebut nama Aran. Bagaimana sampai nona bisa pingsan, memang apa


saja yang kau lakukan bersamanya. Kata-katanya mencekik harga dirinya sendiri.


Saat ini sedikit kepercayaannya pada Aran mulai luntur. Apakah keegoisannya


menempatkan Aran di sampai Daniah malah akan menjadi bumerang. Beberapa kali


Daniah berada di situasi yang tidak baik karena kecerobohannya.


Han merasa gagal, melindungi hal


paling penting bagi tuan mudanya. Dan dia membenci hal ini. Akhir-akhir ini dia


merasa pekerjaannya sedikit banyak mulai tenodai kesempurnaannya. Dia mulai


berfikir, bahwa membawa Aran adalah kesalahan.


Berfikir sebentar sambil menyentuh


handle pintu.


Tuan muda akan semakin mengila


kalau aku mengulur waktu memberi tahunya. Akhirnya dia masuk kembali ke ruangan


meeting. Selesai dia berbisik di telinga Saga seperti yang sudah dia duga.


Tanpa bicara sepatah katapun Saga bangun, mendorong kursi dan menatap Han tajam.


Semua orang di dalam ruangan ikut bangun dari duduk. Saling berbisik panik,


menggangkat bahu. Bertanya satu sama lain.


Tidak ada yang tahu kenapa presdir


Antarna Group tiba-tiba berubah suasana hatinya.


Maaf tuan muda.


Han memberikan pengumuman


pembatalan meeting dan menyerahkan acara selanjutnya pada staff sekertarisnya.


Sementara Saga sudah keluar dari ruangan. Secepatnya dia berlari menyusul


ketika Saga sudah berdiri di depan lift.


Di dalam lift. Saga meraih kerah


kemeja Han dan membenturkannya ke dinding lift. “Apa yang dilakukan gadis itu?


Kau membawa orang tidak becus bekerja ke samping Daniahku.” Han tidak menjawab


apapun.


Ya, ini kesalahannya. Dia yang

__ADS_1


membawa Aran.


“ Kau tau berapa kali kesalahan


yang dia buat?” Masih mencengkram kuat .” Kalau Niahku kenapa-kenapa, kaupun


harus bertanggung jawab karena membawanya.” Bahkan ketika tangan Saga sudah


tidak bisa tertahan, Melampiaskan semua kesal dan rasa kuatirnya. Han hanya


diam. Tidak ada niatan menjawab atau membela diri. Karena baginya ini memang


kesalahan terburuknya selama bekerja bersama Saga.


“ Kenapa lift ini lama sekali!”


Teriaknya menahan kesal.


Di dalam mobil masih dipenuhi


kecemasan. Han melajukan mobil dengan cepat, menyalip beberapa mobil di


depannya. Untung saja kendaraan mereka tidak tercegat lampu merah. Sehinga


melaju tanpa hambatan. Dilihatnya di kaca spion Saga mulai tenang setelah


berteriak dan memaki beberapa saat lalu.


“ Han.” Duduk menyandarkan kepala. Suaranya sudah melunak.


“ Ia tuan muda.”


“ Kau tahu sepenting apa Niah


bagikukan?”


“ Ia tuan muda.”


bodoh itu ke samping Daniahku.” Tersulut lagi. “ Seharusnya kau mencari


pengganti Leela dengan benar.” Menendang kursi sekertaris Han dengan keras


lagi. “Apa kau sudah kehabisan orang di Antarna Group sampai membawanya.”


“ Maafkan saya tuan muda.”


“ Bawa mobil lebih cepat lagi!”


“ Baik.”


Sekertaris Han kehilangan rasa


percaya dirinya untuk sekedar menjawab. Dia tidak mau membantah apapun, karena


ini memang kesalahaannya. Dia yang membawa Aran ke samping nona Daniah semata


karena ingin mengikat gadis itu. Dan itulah awal rentetan beberapa masalah yang


terjadi akhir-akhir ini.


Saga mendesah, menatap kaca. Mencari


seribu satu alasan kalau istrinya baik-baik saja.


Membiarkannya keluar rumah memang


bukan pilihan yang tepat.


“ Han.” Tanyanya lagi. “ Kau

__ADS_1


menyukai gadis itu?” Masih belum ada jawaban. “ Jawab pertanyaanku!”


“ Maafkan saya tuan muda. Saya yang


ceroboh membawanya ke samping nona. Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja.” Keputusan final yang akan di ambil sekertaris Han hari ini. Dia lupa janjinya semalam. Hari ini, pingsannya nona telah merubah seluruh rencana hidupnya.


" Kau menyukai gadis itu?" Tidak menjawab apa yang di sampaikan Han, masih menanyakan pertanyaan yang sama. " Kau tidak mungkin menahan diri dengan semua kesalahannya kalau kau tidak menyukainya. Jadi jawab aku, kau suka padanya?"


Kenapa anda jadi seperti nona Daniah di situasi semacam ini tuan muda!


Han tidak akan menjawab kalau tidak sedang disituasi terselut seperti ini. Dia akan memilih diam dan berlalu. Tapi saat ini suasana hati Saga sedang sangat buruk.


" Kau mau aku bertanya berapa kali lagi hah!"


" Ia, saya tertarik padanya."


" Cih, susah sekali kau mengaku." Sambil mengemudi Han tersenyum masam. Ingat bagaimana dulu tuan mudanya yang susah sekali mengaku cinta pada nona.


Pengakuan cinta memang tidak mudah tuan muda!


" Baiklah, aku akan mengampuninya hanya karenamu. Kalau kau suka padanya nikahi saja dia. Aku bosan kalau Niah membahas mau menjodohkan kalian tiap hari."


Apa lagi ini, kenapa membahas pernikahan.


" Sial! kenapa lama sekali!"  Mobil memasuki area parkir RS. Sudah terlihat dokter Harun dari kejauhan berjalan cepat, walaupun mobil belum berhenti.


***


Pintu ruangan perawatan VVIP terbuka lebar. Semua langsung bangun dari duduk. Satu dokter dan perawat langsung berdiri berbaris. Aran yang duduk di pinggir tempat tidur langsung berdiri dengan wajah pucat. Saga berjalan cepat mendekat ke tempat tidur, sementara semua orang menjauh. Berdiri di dekat pintu.


" Sayang, aku." Daniah yang duduk bersandar terlihat sedikit panik. Karena reaksi berlebihan suaminya.


" Keluar semua!" Mengedarkan pandangan ke semua orang. Tanpa perlu bicara untuk kedua kalinya semua orang langsung angkat kaki bergegas. Aran yang terlihat ragu, kalau Han tidak menarik tangannya mungkin dia mau berlutut dan memohon maaf.


" Tuan, saya ingin bicara dengan tuan Saga."


" Kau pikir kau punya nyawa berapa, mau bicara sekarang. Keluar!" Akhirnya dia setengah berlari mengikuti langkah sekertaris Han keluar.


Senyap. Semua orang menghilang secepat itu. Pintu sudah tertutup rapat. Daniah malah yang merasa takut sendiri. Saga langsung mendekat, duduk di tepi tempat tidur. Memeluk Daniah erat.


Dia tidak bicara sepatah katapun.


" Sayang, aku baik-baik saja." Menepuk bahu Saga yang masih memeluknya erat sekali. Saga mengangkat kepalanya menatap Daniah lekat. Ujung matanya sembab.


Huh! dia menangis.


" Sayang aku."


" Kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah hamil!" Setelah menguasai diri dan menyeka ujung matanya mulai melancarkan aksi kesalnya. " Kalau kau sampai kenapa-kenapa bagaimana?" memeluk Daniah lagi. "Aku bisa gila kalau kau sampai terluka."


Aaaaa, aku juga tidak tahu kalau aku sedang hamil. Tidak ada gejala aneh ditubuhku soalnya.


" Maaf sayang. Bayi kita baik-baik saja kata dokter."


" Tentu saja dia baik-baik saja. Memang mau terjadi apa padanya." Nada suaranya meninggi. "Tapi bagaimana denganmu, bagaimana kau bisa pingsan. Memang keluargamu menyuruhmu melakukan apa sampai kau kelelahan begitu."


Aaaa, mulai lagi deh.


" Maaf."


" Kenapa minta maaf? kau yang sakit. Seharusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu." Meraih tubuh Daniah dan memeluknya lagi. " Terimakasih, terimakasih untuk semuanya." kecupan lembut di kening. " Terimakasih karena ada di sampingku dan bersedia menjadi ibu dari anakku."


Saga menyentuh perut Daniah, menundukan kepala.


" Jangan membuat ibumu susah, atau kau akan berhadapan denganku."


Haha, apa coba. sepertinya dia tidak akan membuatku susah, tapi membuatmu susah nanti dengan kemauannya yang aneh-aneh.


Ntah sadar atau tidak sepertinya acara ngidam Daniah telah terancang di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2