Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
147. Rahasia Han


__ADS_3

Setelah berhasil meyakinkan diri


bahwa semua baik-baik saja, Daniah menurut ketika Leela membawanya masuk ke


dalam restoran. Mereka memilih menu makan siang mereka masing-masing. Leela


masih memperhatikan lekat nona muda di depannya.


Nona, bagaimana bisa Nona masih


secemas itu. Kalau saja Nona menyadari sebesar apa tuan muda mencintai Nona.


Hehe, tapi sifat Nona yang menggemaskan saat cemas itu benar-benar manis. Maaf ya


Nona.


Leela merasa sedikit bersalah namun


tidak mau ikut campur lebih lanjut. Sifat polos nona mudanya itu biarlah


menjadi sifat Nona Daniah yang akan membuat banyak orang menyayanginya.


Setelah memilih menu makan siang


selesai. Sambil menunggu pesanan datang, ada potongan buah segar di hadapan


mereka. Karena memang sebaiknya mengkonsumsi buah memang dilakukan sebelum


makan, banyak restoran yang mulai memberikan servis buah di awal menu utama.  Sambil menyantap buah Daniah ingin sekali


lagi mencoba mengulik rahasia besar yang sampai hari ini masih menghantui


pikirannya. Siapa lagi kalau bukan Sekretaris Han.


“Leela, beri tahu satu rahasia


Sekretaris Han.” Menatap penuh harap. Walaupun tahu, kalau dia tidak boleh


berharap lebih. Karena sejauh ini Leela selalu bungkam jika Daniah menanyakan


perihal Sekretaris Han.


“Nona.” Langsung frustasi kalau


Daniah lagi-lagi menyinggung masalah ini. Bagaimanapun Leela masih menyayangi


nyawanya.


“Satu saja please. Apa saja,


rahasia sekecil apa pun aku akan sangat berterimakasih.” Memasang wajah penuh


harapnya.


“Kenapa Nona tertarik sekali pada


Sekretaris Han?” Lirikannya penuh makna. Seperti orang yang penuh curiga.


“Cih, aku kan ingin sekali-kali


melihat dia di marahi Tuan Saga. Dan aku benar-benar ingin membalasnya sekali


saja.” Belum apa-apa dia sudah membayangkan di kepalanya. Daniah sudah tertawa


puas, padahal dia belum mendapat info apa-apa.


“Maafkan saya Nona.” Leela merasa


bersalah karena wajah Daniah langsung berubah.


Aku tidak mungkin menceritakan kehidupan tuan muda, sekalipun aku tahu.


Daniah langsung merasa keceawa.


Saat makanan pesanan datang dia memilih langsung meraih makanannya menunjukan


kecewa pada Leela. Gadis itu paham.


Wajah cemberut nona saja


mengemaskan begitu, kalau nona sering menunjukan wajah semacam itu, aku yakin


tuan muda akan mati gaya menghadapi nona. Eh, tapi bisa saja nona langsung


habis dimakan tuan muda.


Pikiran Leela berkeliaran nakal


ke mana-mana. Dia menundukkan kepala sambil menahan senyum dan mengunyah


makanannya.

__ADS_1


“Kenapa Nona tidak menanyakannya


pada tuan muda? Saya rasa tuan muda akan menjawab kalau Nona bertanya.” Pilihan


bijak yang diambil Leela setelah dia berhenti dengan pikiran nakalnya.


Saat bersama Saga Daniah tidak


terpikirkan untuk bertanya. Lagian kalau sampai dia bicara tentang laki-laki


lain apa suaminya itu tidak akan murka. Tapi benar juga, ini kan Sekretaris Han,


tidak mungkin kan dia cemburu dengannya. Daniah mulai digerogoti penasaran


perihal yang lainnya. Bagaimana Tuan Saga bisa bersama dengan Sekretaris Han.


Hubungan apa yang terikat di antara mereka.


“Tapi sepertinya saya bisa


memberitahu sedikit hal tentang Sekretaris Han. Sepertinya tidak apa-apa,


sebagai hadiah untuk Nona.”


“Apa?” langsung merasa sangat


antusias sekali.


Akhirnya satu aibmu akan aku


ketahui.


Daniah sudah gemas ingin segera


tahu, ingin segera meledek Sekretaris Han kalau perlu.


“Nona pernah melihat siaran di Tv


XX, acara love story.” Leela melihat Daniah berfikir keras, mengingat-ingat.


Tapi sepertinya sia-sia, karena Daniah menggeleng kemudian. “ Itu program acara lamaran seseorang pada orang yang dicintainya.” Leela menjelaskan secara garis besar.


“Lalu, apa hubungannya acara itu


dengan Sekretaris Han. Dia tidak mungkin menyatakan perasaannya pada seseorang


di acara itu kan?” Kaget sendiri dengan pertanyaan yang dia lontarkan. “Dia


lucu seperti apa sampai melihat laki-laki itu melamar seorang wanita di sebuah


program acara.


Tunggu, jangan-jangan ide Tuan Saga


menyatakan perasaannya di tv waktu itu, ide Sekretaris Han. Apa dia ditolak


ya, sampai membuatnya jadi menyebalkan begitu.


Daniah berharap apa yang dia


pikirkan benar adanya. Entah kenapa kalau sampai benar laki-laki seperti


Sekretaris Han pernah ditolak, itu akan jadi aib seumur hidup yang bisa dipakai


untuk menjatuhkan kesombongannya.


“Sepertinya Nona akan senang


sekali kalau Sekretaris Han ditolak ya?” Leela bahkan tergelak sambil


mengatakannya.


“Haha, bagaimana kau bisa membaca


pikiranku leela. Tapi memang itu yang aku pikirkan si.” Daniah menutup mulutnya


malu dengan ucapan jahatnya barusan.


Kalau itu benar-benar terjadi Daniah


sudah ingin memakainya sebagai senjata untuk mengendalikan Sekretaris Han.


“Sayangnya tidak seperti itu


Nona.” Leela tertawa saat melihat raut kecewa Daniah yang tidak bisa ia


sembunyikan. “Saat itu putri konglomerat pemilik stasiun TV itulah yang


melamar Sekretaris Han di TV.”


Apa! kenapa sampai putri

__ADS_1


konglomerat juga yang melamarnya si. Geram karena walaupun dengan wajah


sedingin itu tetap saja dia sangat populer di kalangan wanita.


“Eh, jangan bilang dia mengacaukan


acara itu dan menolak lamaran, dengan sifatnya yang.” Tiba-tiba muncul hipotesa


yang terasa jauh lebih masuk akal. Ketimbang menerima, dengan wajah itu yang


ada pasti ditolak mentah-mentah.


Aku tidak bisa membayangkan


wajahnya. Bagaimana kalau Sekretaris Han dengan tersenyum malu-malu lalu


menerima lamaran itu. Haha, itu mustahil. Yang ada dia menghancurkan semua


kamera baru benar.


“Jangan dibayangkan Nona.” Leela


tahu apa yang sedang dipikirkan Daniah sambil senyum-senyum itu. “Mungkin yang


Anda pikirkan semuanya benar. Sebenarnya dia tidak terlalu perduli dengan


lamaran itu sendiri, tapi yang membuatnya marah adalah vidio narasi kehidupan


pribadinya. Foto-fotonya melakukan kegiatan sehari-hari juga banyak beredar.  Reporter stasiun TV XX membuntutinya selama


hampir satu minggu. Dia mendapatkan vidio dan gambar-gambar kehidupan pribadi


Sekretaris Han. Nona masih bisa melihatnya di internet potongan-potongan


vidionya. Sudah di hapus dari chanel resmi memang. Tapi tentu saja tidak bisa


dihapus dari postingan-postingan orang”


“Bagaimana dia bisa tidak tahu


kalau dia dibuntuti.” Daniah meletakan sendoknya, bicara dengan serius. “Dia


bahkan tahu apa yang cuma aku pikirkan.” Protes pada dirinya sendiri.


Diakan tahu segalanya, kenapa tidak


tahu kalau dibuntuti.


“Entahlah, mungkin reporter itu


yang terlalu hebat, atau memang Sekretaris Han yang mengendurkan


kewaspadaannya. Dia kan memang selalu waspada dengan sempurna jika berhubungan


dengan tuan muda saja. “


Daniah mengambil hp yang di


sodorkan Leela. Melihat Potongan vidio acara love story yang pernah tanyang di stasiun TV dan beberapa foto.


Ya Tuhan, bahkan ada foto dia di gym sedang olahraga. Gila, gila, reporter ini luar biasa sekali. Ternyata laki-laki ini hidup juga ya setelah mengantar Tuan Saga. Kupikir dia akan pulang lalu tidur di peti misalnya, dan siuman esok hari untuk kembali bekerja. Ternyata dia juga manusia.


“Tunggu, apa dia masih hidup?” Daniah masih memperhatikan foto-foto yang lainnya.


Hebat sekali si dia, bahkan Sekretaris Han tidak tahu. Aku ingin bertemu dengannya dan berguru padanya untuk bisa mengelabui Sekretaris Han.


“Siapa Nona?” Leela mengambil hp yang di sodorkan Daniah. lalu melihat apa yang sedang dilihat nonanya.


Lha, dia kan Sekretaris Han. ya, dia kan memang masih hidup.


“Reporter yang berhasil mengambil vidio dan foto-foto Sekretaris Han. Apa dia masih hidup?”


Reporter ya, sepertinya dia hilang ditelan bumi setelah itu.


Leela bahkan tidak penasaran atau ingin tahu. Dia sudah membuat orang seperti Sekretaris Han marah, tidak tahu apa yang terjadi padanya.


“Entahlah, tidak ada yang tahu Nona.


Acara TV itu langsung dihentikan, reporter itu mungkin saja di pecat atau


mendekam dipenjara karena tuntutan Sekretaris Han. Saya tidak tahu Nona.”


“Aku tidak bisa membayangkan


nasibnya sekarang.” Daniah menjawab apa yang juga dipikirkan Leela.


Tapi, aku benar-benar ingin bertemu dengannya. Aku ingin seberani itu. membayangkan saja sepertinya dia keren sekali. Apa dia seumuranku atau Raksa ya. Ahh, semoga dia baik-baik saja.


Dipikiran Daniah reporter yang berhasil menantang Sekretaris Han adalah laki-laki keren yang mungkin juga tampan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2