Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Bulan madu (Part 5)


__ADS_3

Kembali ke vila di kota XX, tempat


Daniah dan Saga menikmati waktu mereka bersama. Tidak tahu, apa semua agenda


ini benar-benar dinikmati pasangan yang sedang bulan madu atau tidak. Tapi


berdasarkan semua data yang sudah dikumpulkan Han seperti inilah versi bulan


madunya.


Pagi hari, angin laut berhembus


dengan segar. Sejuk dan membuat semangat.  Semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Menyiapkan


banyak hal untuk acara siang nanti.  Aran


berjalan dengan cepat di belakang sekertaris Han.


“ Kau sudah membaca semua email


yang ku kirim.” Tidak memperlambat langkahnya, menyusuri pasir yang berserak di


sepatu mereka. Tapak-tapak dengan langkah besar diimbangi dengan jejeran langkah kecil.


“ Ia, tuan sudah.”


Tentu saja belum semua, memang kau


pikir sebanyak apa email yang kau kirim.


“ Benarkah?” Nada sanksi dari suaranya.


“ Ia.” Aran menjawab seyakin mungkin supaya laki-laki di depannya percaya. Dia akan membaca ulang siang ini sembari menemani nona Daniah pikirnya.


“ Sebutkan poin.” Belum selesai Han


bicara Aran sudah merasa akan ada bahaya mengancam. Membuatnya memilih mengaku.


“ Saya belum membacanya semua. Akan


saya selesaikan hari ini tuan.” Pasrah.


“ Sebaiknya ingatanmu cukup bagus,


hafalkan semua itu. Aku sudah membuat semua daftar yang tidak disukai tuan muda


kalau sampai nona melakukannya.”


Membayangkan Aran rasanya ingin


pingsan. Tapi tidak dibaca bagaimana kalau salah satunya dia lakukan. Mungkin


bukan tuan Saga yang murka, tapi laki-laki di depannya ini.


“ Tuan Han.” Aran ingin mendapat


penjelasan singkat yang bisa dia pakai sebagai pedoman.


“ Jaga sikapmu di depan nona.”


“ Baik.” Tidak punya kesempatan


bertanya.


Menjaga sikap di hadapan nona


Daniah, tuan Saga bahkan tidak suka kalau nona memiliki kontak fisik berlebihan


dengan sesama perempuan.


Kira-kira standar berlebihan tuan


Saga sampai batas apa ya?


Pikiran Aran menerawang, sampai dia


berada di depan sebuah pintu. Kamar utama vila megah ini.Han mengetuk dua kali


lalu membuka pintu. Terlihat Daniah sedang mengeringkan rambutnya dengan


handuk. Dia sudah memakai pakaian lengkap. Hanya rambutnya yang masih terlihat


basah.


“ Selamat pagi nona.”


“ Ia, pagi.” Daniah melihat


seseorang di belakang sekertaris Han, membuatnya antusias. Dia meletakan


hair dryer yang sudah ada ditangannya walaupun belum dia hidupkan. “ Siapa dia?” tunjuk pandangannya.


“ Mendekatlah, perkenalkan dirimu


pada nona Daniah.” Han mendorong Aran dengan tangan kirinya.


Aran mendekat sambil melihat


situsi. Tuan Saga tidak terlihat batinnya.


“ Selamat pagi nona, saya Arandita.


Nona bisa memanggil saya Aran. ”


“ Hallo Aran, senang bertemu


denganmu.” Daniah mengulurkan tangannya, Aran terkejut dan mendekat. Tapi


tangan sekertaris Han jauh lebih sigap  menahan tubuhnya. Laki-laki itu


meliriknya tajam. Membuatnya menghentikan langkah.


“ Kenapa? Diakan perempuan. Apa aku


tidak boleh berjabat tangan dengannya.” Daniah mendelik gusar. Merasa Han sudah


kelewatan. “ Ayo berteman Aran, jangan perdulikan laki-laki ini.” Daniah


menarik tangan dan memeluk Aran di depan Han. Dia tersenyum penuh kemenangan


dibalik punggung Aran.


Apa! kau mau apa?


Han hanya mengeleng sambil berdecak.


Lakukan saja nona, kalau nona


bahagia,


“ Dia bukan teman nona, dia yang


akan mengantikan semua tugas Leela kedepannya.”


“ Apa maksudnya?” Daniah melepaskan

__ADS_1


pelukannya terkejut.


“ Dia yang akan mengantikan semua tugas


Leela, dimulai hari ini. Tuan muda sudah mengatakaan kalau dia harus pergi


sebentarkan.”


Apa! aku bahkan belum membahas ini


dengan tuan Saga. Aaaa, maafkan aku Aran, kamu tidak terlihat keren lagi sekarang.


Kupikir kamu pacar sekertaris Han kemarin. Dan kita bisa berteman dengan


normal.


“ Tunggu, sekertaris Han, aku baru


akan membahas ini sepulang dari sini. Aku ingin membawa mobil sendiri.”


Apa! kenapa berdecak. Akukan sudah


menunjukan sikap baik dan patuhku. Apa aku tidak boleh mendapat sedikit


kebebasan.


“ Kau sudah datang Han.”


Saga muncul dari kamar mandi sambil


merapikan kancing bajunya. Mendekat kearah Daniah, memintanya secara tidak


langsung merapikan pakainnya. Daniah mengaitkan kancing baju. Dan merapikan


Dasi.


“ Semua sudah siap tuan muda.” Han menjawab dari belakang tubuh Saga.


“ Niah, kamu benar tidak apa-apa.


Maaf ya, aku ketahuan sedang ada di kota ini.” Saga membelai pipi istrinya. “


Inikan bulan madu kita, aku malah meninggalkanmu sendiri.” Ciuman selamat pagi


di hadapan semua orang. Aran membelalakan mata tidak mau kehilangan momen sedikitpun.


Sementara Han melihat jendela.


“ Tidak apa-apa sayang, aku bisa


menunggu.” Memberi sentuhan terakhir dengan menepuk bahu Saga pelan.


“ Han, apa kau tidak bisa meminta


Ken menyiapkan area privat untuk Daniah. Sial, hari ini pasti banyak sekali media


yang meliput, dia benar-benar kurang ajar memakai namaku untuk promosi


acaranya.”


Keanu adalah orang nomor satu di


kota XX ini. Sahabat sekaligus pendukung setia Saga. Dia asli lahir di kota ini.


Naiknya dia menjadi orang nomor satu tentu tidak lepas dari bantuan Saga. “


Maaf tuan karena ini di area publik sepertinya sulit. Tapi saya akan meminta


mereka mengusir media dari pintu masuk.”


Daniah tahu, Han selalu akan


menuruti mau Saga, walaupun itu di luar batas kemampuan manusia normal.


“ Sayang, aku tidak apa-apa.


selesaikan semua urusanmu. Aku akan menunggu bersama Aran.”


“ Siapa Aran?”


“ Saya tuan.” Aran mendekat karena


merasa terpanggil, tapi bahkan menoleh pun tidak Saga dari wajah istrinya.


Membuat Aran mundur lagi.


Aaaaa, aku mau dicintai seperti


nona Daniah.


“ Benar tidak apa-apa?” bertanya


dengan cemas lagi.


Ia! Pergilah! Aku tidak apa-apa.


“ Ia sayang.”Meneriakan kalau dia


butuh bantuan pada Han.


Bawa pergi tuan Saga sekarang,


sebelum terlambat!


“ Nona akan bersama beberapa


pengawal tuan. “


“ Tapi aku kuatir meninggalkanmu


sendiri di sini. Apa sebaiknya kau ikut dan menunggu di ruangan privat sampai


acara selesai.”


“ Tuan keanu dan istrinya pasti


tidak akan membiarkannya tuan, mereka pasti akan dengan bangga memperkenalkan


nona Daniah ke publik. Ya, menilik sifat mereka yang memang agak kurang ajar.” Han terdengar sedikit ketus mengatakannya. Ternyata ada yang sedikit berani menantangnya juga ternyata.


Saga terlihat menimbang sesuatu


sebentar. Tidak rela. Padahal dalam rencananya dia tidak mau sedetikpun


melepaskan pandangannya dari istrinya.


“ Benar tidak apa-apa.” Mendekat lagi, sambil menyisir rambut Daniah dengan tangannya. "Benar, tidak apa-apa?"


Ayo merengeklah minta ikut. Saga menunggu kata-kata yang tidak mungkin diucapkan Daniah dalam keadaan sadar.


Han menarik lengan baju Aran yang


masih terhipnotis. Gadis itu terlihat protes ketika dipaksa keluar dari


ruangan. Tapi tetap mengekor. Sekali lagi dia membalikan kepala ingin melihat adegan selanjutnya.

__ADS_1


Aaaaaa, apa yang mereka lakukan.


***


“ Kenapa kita keluar tuan?” Masih melihat pintu, seperti ingin mengintip melalui celah sempitnya.


Han menjentikan tangan di kening


Aran. Membuat gadis itu mengaduh keras, sambil mengusap-usap keningnya.


Salahku apa? Hiks.


“ Kau mau melihat apa?”


Gadis itu jadi tersipu malu. Tentu


saja referensi adegan romantis untuk adegan novelnya selanjutnya. Gumamnya malu. Maklum saja sebagai penulis drama romantis, dia sama sekali tidak punya pengalaman nyata percintaan romantis itu seperti apa.


“ Tuan apa tuan juga menyukai


nona?” Setelah duduk Aran tiba-tiba spontan menanyakan itu.


Di dalam tadi yang di lihat Aran


adalah. Pandangan mata Daniah yang tertuju untuk suaminya. Begitu pula


sebaliknya. Perasaan cinta yang tertuang lewat sorot mata tuan Saga. Begitupula


pandangan bahagia Han saat melihat keduanya. Aran tidak mungkin menafsirkan


kalau Han menyukai tuan Sagakan.


“ Tentu saja.” Han menjawab sambil mengambil hp yang bergetar di saku kiri jasnya.


“ Benarkah.”ntah kenapa isi


kepalanya langsung mengeliat.


“ Tentu saja, karena nona adalah


wanita yang dicintai tuan muda. Wanita yang bisa membuat tuan muda bahagia,


kenapa aku tidak mennyukainya.”


“ Oh begitu.” Buyar sudah bayangan


rumitnya cinta segitiga antar umat manusia.


“ Apa yang kau pikirkan sekarang,


dewi kecantikan tidak tahu malu.” Seringai jahat muncul lagi dibibir Han. "Akan kuminta pak Mun menyiapkan kaca besar di kamarmu nanti."


“ Aku sudah menganti nama akun


menulisku.” Laporan, kalau sekarang dia bukan lagi dewi kecantikan. “ Tuan, apa


saya boleh memakai cerita kehidupan tuan Saga dan nona Daniah untuk novel


saya.”


Han menunjukan tatapan kesal yang


menakutkan.


“ Aku akan menuntut royalti seribu


kali lipat dari gajimu di Antarna Group. Ajukan saja proposal resminya kalau


kau sangup membayar.”


Mati saja kau tuan, memang kau


pikir berapa penghasilanku dari menulis.


“ Sepertinya saya terlalu hina


untuk menuliskan kisah indah hidup mereka.” Kenapa ada orang sepertinya dimuka


bumi ini si. “ Bagaimana kalo tuan, apa saya boleh membuat karakter seperti


tuan.”


Harimau gila tampan, seorang


psikopat yang terobsesi pada rambut bergelombang milik nona majikannya.


Aran tertawa dalam hati.


“ Kau bisa memberiku royalti


seratus kali lipat dari gajimu.”


Mati saja kau tuan, percuma bicara


dengannmu.


“ Ah, sepertinya saya juga masih


terlalu hina untuk menuliskan kisah tuan.” Menyudahi usaha sia-sia bicara baik-baik dengan Han.


“ Berikan hpmu.” Han menyodorkan


tangannya. Aran mengambil hp yang ada di saku celannya dengan cepat. Hp tanpa aplikasi hiburan. “Hubungi aku jika ada


sesuatu dengan nona. Periksa hpmu secara berkala, aku akan memeriksa keberadaan kalian selama kami pergi.”


“ Ia baik. Kalau saya yang


kenapa-kenapa apa saya boleh menghubungi tuan juga.”


“ Tentu saja.”


Hah! Aku tidak salah dengarkan.


Ternyata manusia satu ini masih perduli pada bawahannya. Ya, bagaimapun akukan perempuan juga. Dia pasti kuatir jugakan.


“ Karena kalau kau sampai terluka


atau mati, tentu artinya nona dalam bahaya.”


Aaaaaa, aku ingin memukulnya.


Sudahlah Aran kau itu cuma serangga dimatanya jangan meminta dia melihatmu


layaknya manusia.


" Tuan, apa tuan tidak mau menanyakan nama pena saya?"


" Tidak!"


" Aku tetap akan mengatakannya walaupun tuan tidak bertanya." Sambil menunggu tuan Saga dan Nona Daniah menyelesaikan urusannya. Aran masih bicara banyak sekali. Sementara Han tidak bergeming, memeriksa email di hpnya.


" Tuan, apa tuan mendengarkan saya?"


Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2