
Sudah hampir seminggu waktu bergulir dengan tenang. Daniah sudah
rutin kembali bekerja di rukonya. Dia di sambut dengan gagap gempita seperti orang
yang baru kembali dari menaklukan negara. Semua orang merindukannya. Lalu saat
ia memperkenalkan Aran sepertinya tidak ada yang merasa aneh lagi. Semenjak
mereka tahu siapa suami Daniah, mereka sudah siap dengan banyak kejutan-kejutan
tidak terduga. Dimulai dari sopir pribadi, sampai staff ahli yang diperbantukan
di ruko. Kalau bukan karena bos mereka adalah nona muda Antarna Group apa itu
mungkin terjadi. Aran diperkenalkan sebagai pengganti Leela, dia bisa dengan mudahnya beradaptasi. Sisa-sisa kemampuannya bekerja dulu dalam
perusahaan, sepertinya masih membekas.
Walaupun diawal kedatangannya ke
ruko Aran benar-benar dibuat terkejut dengan fakta pekerjaan Daniah. Toko online.
Bekerja di sebuah ruko sederhana lantai dua. Sementara suaminya adalah pemilik
market place tempat sehari-harinya toko online ini beroperasi.
Memang ini bisa dibandingkan dengan
uang bulanan yang nona dapat dari tuan saga!
Bergetar jiwa kemiskinan Aran kalau
dia mau menghitung nominal uang bulanan nonanya.
Walaupun dia benar-benar penasaran,
kenapa sampai nonanya membuka toko online tapi dia menahan diri untuk tidak
bertanya. Begitulah akhirnya dia menjalani profesi barunya secara resmi.
Menjadi sopir probadi nona, yang harus melaporkan apapun yang di lakukan nona.
Bahkan sampai makanan apa yang dia makan.
Memang kalau punya suami
konglomerat begini ya! Pekiknya dalam hati. Ketika sekali lagi sekertaris Han
memberikan setumpuk kertas di depan wajahnya.
“ Baca ini dengan baik. Jangan
sampai kau melakukan kesalahan. Kalau tuan muda memecatmu, aku bahkan tidak
akan bisa membantumu.”
Apa dia sedang memperingatkanku.
Kalau aku di pecat jangan mimpi untuk bisa bersamaku. Aaaa, kenapa kau percaya
diri sekali aku tidak akan berpaling darimu. Hiks, memang aku yang mengejarmu,
mau bagaimana lagi. Dasar keras kepala dan keras hati. Aran masih
sempat-sempatnya memantrai Han.
“ Aturan utama yang harus kau
ingat, jangan sampai nona melakukan sesuatu yang tidak disukai tuan muda.”
Aku sudah tahu!
“ Apa saja itu, aku sudah
menuliskannya di kertas-kertas ini. Sekarang ambil ini.” Masih menempelkan di
wajah Aran. “ Kurang baik apa aku padamu!”
Cih!
“ Terimakasih tuan, kalau seperti
ini aku jadi semakin menyukai tuan bagaimana?” Han hanya mendengus mendengar
jawaban Aran. Tapi senyum samar muncul saat dia membalikan badan.
Gadis bodoh.
Dan rutinitas harian yang mendebarkan bagi Aran adalah mencuri-curi
pandang saat nona mengantarkan tuan Saga ke mobilnya. Di awal-awal dia sempat
depresi dengan keacuhan Han yang melebihi dosis manusia.
Bagaimana bisa dia bahkan sama
sekali tidak melihatku! Baiklah, kalau kau tidak mau tersenyum tidak apa-apa.
tapi pandang aku sesekali kenapa?
Tapi dengan tidak tahu malunya Aran
tetap mengirimkan pesan dengan di selipi tanda hati di setiap akhir kalimatnya.
Walaupun tidak pernah terbalas.
“ Aran!”
“ Ia nona!” Berteriak kaget. “ maaf
saya melamun.” Menepuk tumpukan pakaian di depannya.
__ADS_1
“ Lagi mikirin apa?”
Aran sedang membantu membungkus
paket. Dia hanya tertawa malu mengatakannya. Karena dia sedang memikirkan
harimau gila yang bahkan hanya memandangnya sebelah mata.
“ Ayo berangkat sekarang.” Daniah
pamit pada yang lain. Mengambil tasnya.
“ Ah ia. Maaf nona saya sampai
lupa.”
Hari ini waktunya mendatangi RS
untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus konsultasi. Melihat bagaimana
program pra kehamilan yang di jalani Daniah. Apa semua berjalan dengan baik atau
tidak. Apa sudah ada kemajuan. Atau apa sang nona sudah hamil muda. Belum tahu. Daniah masih berdebar saat
sekertaris Han mengirimkan pesan tentang jadwal kunjungan ke RS.
Semoga semua berjalan lancar.
Doanya dengan suara lirih.
Kata-kata lembut yang diucapkan Saga semalam padanya, mengusir kegelisahannya.
“ Apa tuan Saga akan datang juga
nona?”
“ Dia bilang si tidak. Tapi tidak
tahu juga nanti. Bisa-bisa dia sudah muncul di sana sebelum kita. Tahu
sendirikan dia seperti apa.”
Rasanya Aran hanya bisa menanggapi
dengan tertawa. Menilik dari sikap Han yang selalu seenaknya, tidak bisa
dibayangkan bagaimana sikap orang yang dilayaninya.
“ Aran, bagaimana perkembangan
hubunganmu dengan Han?” mobil melaju. Aran terlihat tersipu malu-malu. Terkejut
dengan pertanyaan Daniah.
Sejak Daniah mendapatkan hadiah ulang
tahunnya pandangannya untuk Han bergeser sedikit. Dari sekertaris compleks yang
bagi Daniah keposesifan Han pada Saga sudah melindungi suaminya melewati
hari-hari beratnya. Jadi Daniah memutuskan kalau dia akan merubah sikapnya
sedikit pada Han.
Mungkin dengan membantu hubungannya
dengan Aran. Dia mengedipkan mata bangga dengan rencananya sendiri. Walaupun dia
tidak tahu harus mulai dari mana. Kalau sudah buntu ide, paling dia akan
menggunakan Saga sebagai senjata lagi.
“ Semua masih jalan di tempat
nona.” Pasrah Aran menjawab. “Dia tidak bilang memaafkan saya, tapi sikapnya
juga sedikit berubah dari yang kemarin.”
Hah! Atau aku yang besar kepala
pikir Aran.
“ Sabar ya.” Daniah menepuk bahu
Aran.
“ Apa yang harus saya lakukan ya nona?” bertanya dengan sedikit frustasi.
Hah! Aku juga tidak tahu!
Bagi Daniah selama dia pacaran
dulu, diapun selalu yang di tembak duluan dan di ajak berkencan. Dia tidak
pernah berinisiatif duluan. Selain malu karena merasa diri tak pantas. Apalagi saat bersama Saga. Dia tidak akan punya keberanian untuk mengejar cintanya duluan.
“ Apa kamu sudah pernah menyatakan
perasaanmu?” tanya Daniah.
“ Sudah.”
“ Apa!”
Kenapa dia santai sekali si, lalu
Han menjawab apa?
“ Han menjawab apa?” Tidak percaya, kalau Aran sudah benar-benar mengatakan perasaannya. Han lho ini, sebenarnya siapa di sini yang gila. Daniah binggung sendiri.
“ Memang nona berharap dia akan
__ADS_1
menjawab apa?” Aran malah balik bertanya dengan aura menyedihkan. Membuat
Daniah merasa ngilu sendiri.
“ Maaf ya.” Bahkan kalau Han menjawab dengan hanya bergumam itu sudah luar biasa.
Sepertinya memang hanya tuan Saga yang bisa membuatnya membuka hati.
“ Tidak nona, kenapa nona minta maaf, saya juga yang aneh
suka padanya.”
Aran, apa aku perlu mengatakannya
kalau ada satu lagi gadis yang masuk kategori aneh karena menempatkan Han di
urutan pertama sebagai calon suami. Yaitu Amera.
Tapi Daniah tidak mengatakaannya,
dia tidak mau membuaat gadis yang sedang memperjuangkan perasaannya itu
depresi. Karena memiliki saingan.
***
“ Kakak ipar!” Dokter Harun
langsung mendekat bahkan setengah berlari saat melihat mobil Daniah. Dua dokter
kandungan yang dulu pernah dia temui mengikutinya.
Ya Tuhan apa-apaan si mereka,
kenapa menyambutku begini.
“ Dokter apa kabar? Tidak perlu
menyambut begini.”
“ Kakak ipar, kamu kan istri
pemilik RS ini.”
Rasanya Daniah ingin menutup mulut
dokter Harun. Kata-katanya sudah seperti kejutan mematikan untuk Aran.
Pemilik RS ini tuan Saga!
“ Hei!” Dokter Harun berteriak
keras saat melihat seseorang yang berdiri di samping Daniah. “Bukannya kamu
teman kencan Han. Kenapa ada di sini?” Masih ada nada tidak terima sebelum bisa membalas kekalahannya dengan Han.
" Kalian sudah saling kenal?" Berjalan masuk ke RS. " Dia Aran, pengganti Leela." Daniah menjelaskan sambil mengandeng tangan Aran.
" Haha. Kencan!" Tertawa penuh ejekan. " Dasar Han sialan, aku bertemu dengannya di kafe Brian waktu itu dan dia bilang kalau dia sedang kencan. Haha." Aku bahkan sudah sakit hati dan merasa hina kemarin pikir Harun. " Ternyata dia pengganti Leela. Memang tidak mungkin Han pergi berkencan." Puas dengan kesimpulannya sendiri.
Dokter ini kenapa lagi si. Aran.
" Tapi dokter, mereka benar-benar berkencan." Harun langsung membeku, belum membuka handle pintu. Terkejut dengan perkataan Daniah. "Ya, walaupun belum pacaran si. hehe." Daniah yang mendorong pintu sendiri.
Apa! Jadi aku benar-benar kalah dari si gila itu.
***
Daniah sedang masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Aran berdiri di depan pintu. Harun mendekatinya, kesempatan datang dia ingin mengorek keterangan. Siapa gadis di depannya ini. Kencan tapi belum pacaran.
Kakak ipar tidak mungkin membualkan?
" Aran." Sudah sok akrab dan sok kenal. "Duduklah!"
" Tidak apa-apa dokter." menolak secara halus. Dan tetap berdiri di tempatnya.
" Ayolah duduk. aku tidak akan mengadukan pada Han atau Saga." Menarik tangan Aran. " Apa kamu benar-benar kencan dengan Han?" Bertanya langsung keintinya.
Ini dokter kenapa si.
" Kamu tahu siapa Han? Makhluk seperti apa dia itu? Kalau di ibaratkan binatang dia itu harimau gila."
" Sepertinya anda benar-benar tidak punya pekerjaan ya dokter." Sebuah suara terdengar dari pintu yang terbuka. Laki-laki yang baru dia sebut harimau gila berdiri di sana.
Matilah aku!
" Saga! kau datang? kenapa tidak mengabariku." Panik. Ketika melihat yang munsul di belakang Han siapa.
" Dimana Niahku?"
" Dia di dalam sedang melakukan pemeriksaan dengan dokter wanita." menunjuk ruangan khusus. " Apa...." Saga tidak menghiraukan dia berjalan masuk menuju pintu yang di tunjuk Harun.
" Hei sialan kenapa tidak bilang kalau Saga mau datang." Setelah Saga menghilang di balik pintu.
" Cih."
Kurang ajar dia mengabaikanku.
" Apa yang kau lakukan di sini, bukankah seharusnya kau masuk ke ruangan pemeriksaan dan menemani nona. Kenapa kau malah duduk bersama dokter tidak punya pekerjaan ini."
Apa! dokter tidak punya pekerjaan.
" Maaf tuan!" Aran melihat gelora menakutkan di mata Han.
" Aran tunggu!" Aran tidak menghiraukan panggilan Harun. Dia berjalan cepat masuk ke ruang pemeriksaan. Berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.
" Aran? Kalian bahkan sudah memanggil nama." melirik dokter Harun. " Dokter Harun sepertinya anda benar-benar tidak punya pekerjaan ya." kesal.
Tidak! Sial! ternyata Han benar-benar suka pada gadis itu. matilah aku.
Bersambung
__ADS_1