Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Kunjungan ke Rumah Sakit


__ADS_3

Sudah  hampir seminggu  waktu bergulir dengan tenang. Daniah sudah


rutin kembali bekerja di rukonya. Dia di sambut dengan gagap gempita seperti orang


yang baru kembali dari menaklukan negara. Semua orang merindukannya. Lalu saat


ia memperkenalkan Aran sepertinya tidak ada yang merasa aneh lagi. Semenjak


mereka tahu siapa suami Daniah, mereka sudah siap dengan banyak kejutan-kejutan


tidak terduga. Dimulai dari sopir pribadi, sampai staff ahli yang diperbantukan


di ruko. Kalau bukan karena bos mereka adalah nona muda Antarna Group apa itu


mungkin terjadi. Aran diperkenalkan sebagai pengganti Leela, dia  bisa dengan mudahnya beradaptasi.  Sisa-sisa kemampuannya bekerja dulu dalam


perusahaan, sepertinya masih membekas.


Walaupun diawal kedatangannya ke


ruko Aran benar-benar dibuat terkejut dengan fakta pekerjaan Daniah. Toko online.


Bekerja di sebuah ruko sederhana lantai dua. Sementara suaminya adalah pemilik


market place tempat sehari-harinya toko online ini beroperasi.


Memang ini bisa dibandingkan dengan


uang bulanan yang nona dapat dari tuan saga!


Bergetar jiwa kemiskinan Aran kalau


dia mau menghitung nominal uang bulanan nonanya.


Walaupun dia benar-benar penasaran,


kenapa sampai nonanya membuka toko online tapi dia menahan diri untuk tidak


bertanya. Begitulah akhirnya dia menjalani profesi barunya secara resmi.


Menjadi sopir probadi nona, yang harus melaporkan apapun yang di lakukan nona.


Bahkan sampai makanan apa yang dia makan.


Memang kalau punya suami


konglomerat begini ya! Pekiknya dalam hati. Ketika sekali lagi sekertaris Han


memberikan setumpuk kertas di depan wajahnya.


“ Baca ini dengan baik. Jangan


sampai kau melakukan kesalahan. Kalau tuan muda memecatmu, aku bahkan tidak


akan bisa membantumu.”


Apa dia sedang memperingatkanku.


Kalau aku di pecat jangan mimpi untuk bisa bersamaku. Aaaa, kenapa kau percaya


diri sekali aku tidak akan berpaling darimu. Hiks, memang aku yang mengejarmu,


mau bagaimana lagi. Dasar keras kepala dan keras hati. Aran masih


sempat-sempatnya memantrai Han.


“ Aturan utama yang harus kau


ingat, jangan sampai nona melakukan sesuatu yang tidak disukai tuan muda.”


Aku sudah tahu!


“ Apa saja itu, aku sudah


menuliskannya di kertas-kertas ini. Sekarang ambil ini.” Masih menempelkan di


wajah Aran. “ Kurang baik apa aku padamu!”


Cih!


“ Terimakasih tuan, kalau seperti


ini aku jadi semakin menyukai tuan bagaimana?” Han hanya mendengus mendengar


jawaban Aran. Tapi senyum samar muncul saat dia membalikan badan.


Gadis bodoh.


Dan rutinitas harian yang  mendebarkan bagi Aran adalah mencuri-curi


pandang saat nona mengantarkan tuan Saga ke mobilnya. Di awal-awal dia sempat


depresi dengan keacuhan Han yang melebihi dosis manusia.


Bagaimana bisa dia bahkan sama


sekali tidak melihatku! Baiklah, kalau kau tidak mau tersenyum tidak apa-apa.


tapi pandang aku sesekali kenapa?


Tapi dengan tidak tahu malunya Aran


tetap mengirimkan pesan dengan di selipi tanda hati di setiap akhir kalimatnya.


Walaupun tidak pernah terbalas.


“ Aran!”


“ Ia nona!” Berteriak kaget. “ maaf


saya melamun.” Menepuk tumpukan pakaian di depannya.

__ADS_1


“ Lagi mikirin apa?”


Aran sedang membantu membungkus


paket. Dia hanya tertawa malu mengatakannya. Karena dia sedang memikirkan


harimau gila yang bahkan hanya memandangnya sebelah mata.


“ Ayo berangkat sekarang.” Daniah


pamit pada yang lain. Mengambil tasnya.


“ Ah ia. Maaf nona saya sampai


lupa.”


Hari ini waktunya mendatangi RS


untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus konsultasi. Melihat bagaimana


program pra kehamilan yang di jalani Daniah. Apa semua berjalan dengan baik atau


tidak. Apa sudah ada kemajuan. Atau apa sang nona sudah hamil muda.  Belum tahu. Daniah masih berdebar saat


sekertaris Han mengirimkan pesan tentang jadwal kunjungan ke RS.


Semoga semua berjalan lancar.


Doanya dengan suara lirih.


Kata-kata lembut yang diucapkan Saga semalam padanya, mengusir kegelisahannya.


“ Apa tuan Saga akan datang juga


nona?”


“ Dia bilang si tidak. Tapi tidak


tahu juga nanti. Bisa-bisa dia sudah muncul di sana sebelum kita. Tahu


sendirikan dia seperti apa.”


Rasanya Aran hanya bisa menanggapi


dengan tertawa. Menilik dari sikap Han yang selalu seenaknya, tidak bisa


dibayangkan bagaimana sikap orang yang dilayaninya.


“ Aran, bagaimana perkembangan


hubunganmu dengan Han?” mobil melaju. Aran terlihat tersipu malu-malu. Terkejut


dengan pertanyaan Daniah.


Sejak Daniah mendapatkan hadiah ulang


tahunnya pandangannya untuk Han bergeser sedikit. Dari sekertaris compleks yang


bagi Daniah keposesifan Han pada Saga sudah melindungi suaminya melewati


hari-hari beratnya. Jadi Daniah memutuskan kalau dia akan merubah sikapnya


sedikit pada Han.


Mungkin dengan membantu hubungannya


dengan Aran. Dia mengedipkan mata bangga dengan rencananya sendiri. Walaupun dia


tidak tahu harus mulai dari mana. Kalau sudah buntu ide, paling dia akan


menggunakan Saga sebagai senjata lagi.


“ Semua masih jalan di tempat


nona.” Pasrah Aran menjawab. “Dia tidak bilang memaafkan saya, tapi sikapnya


juga sedikit berubah dari yang kemarin.”


Hah! Atau aku yang besar kepala


pikir Aran.


“ Sabar ya.” Daniah menepuk bahu


Aran.


“ Apa yang harus saya lakukan ya nona?” bertanya dengan sedikit frustasi.


Hah! Aku juga tidak tahu!


Bagi Daniah selama dia pacaran


dulu, diapun selalu yang di tembak duluan dan di ajak berkencan. Dia tidak


pernah berinisiatif duluan. Selain malu karena merasa diri tak pantas. Apalagi saat bersama Saga. Dia tidak akan punya keberanian untuk mengejar cintanya duluan.


“ Apa kamu sudah pernah menyatakan


perasaanmu?” tanya Daniah.


“ Sudah.”


“ Apa!”


Kenapa dia santai sekali si, lalu


Han menjawab apa?


“ Han menjawab apa?” Tidak percaya, kalau Aran sudah benar-benar mengatakan perasaannya. Han lho ini, sebenarnya siapa di sini yang gila. Daniah binggung sendiri.


“ Memang nona berharap dia akan

__ADS_1


menjawab apa?” Aran malah balik bertanya dengan aura menyedihkan. Membuat


Daniah merasa ngilu sendiri.


“ Maaf ya.” Bahkan kalau Han menjawab dengan hanya bergumam itu sudah luar biasa.


Sepertinya memang hanya tuan Saga yang bisa membuatnya membuka hati.


“ Tidak nona, kenapa nona minta maaf, saya juga yang aneh


suka padanya.”


Aran, apa aku perlu mengatakannya


kalau ada satu lagi gadis yang masuk kategori aneh karena menempatkan Han di


urutan pertama sebagai calon suami. Yaitu Amera.


Tapi Daniah tidak mengatakaannya,


dia tidak mau membuaat gadis yang sedang memperjuangkan perasaannya itu


depresi. Karena memiliki saingan.


***


“ Kakak ipar!” Dokter Harun


langsung mendekat bahkan setengah berlari saat melihat mobil Daniah. Dua dokter


kandungan yang dulu pernah dia temui mengikutinya.


Ya Tuhan apa-apaan si mereka,


kenapa menyambutku begini.


“ Dokter apa kabar? Tidak perlu


menyambut begini.”


“ Kakak ipar, kamu kan istri


pemilik RS ini.”


Rasanya Daniah ingin menutup mulut


dokter Harun. Kata-katanya sudah seperti kejutan mematikan untuk Aran.


Pemilik RS ini tuan Saga!


“ Hei!” Dokter Harun berteriak


keras saat melihat seseorang yang berdiri di samping Daniah. “Bukannya kamu


teman kencan Han. Kenapa ada di sini?” Masih ada nada tidak terima sebelum bisa membalas kekalahannya dengan Han.


" Kalian sudah saling kenal?" Berjalan masuk ke RS. " Dia Aran, pengganti Leela." Daniah menjelaskan sambil mengandeng tangan Aran.


" Haha. Kencan!" Tertawa penuh ejekan. " Dasar Han sialan, aku bertemu dengannya di kafe Brian waktu itu dan dia bilang kalau dia sedang kencan. Haha."  Aku bahkan sudah sakit hati dan merasa hina kemarin pikir Harun. " Ternyata dia pengganti Leela. Memang tidak mungkin Han pergi berkencan." Puas dengan kesimpulannya sendiri.


Dokter ini kenapa lagi si. Aran.


" Tapi dokter, mereka benar-benar berkencan." Harun langsung membeku, belum membuka handle pintu. Terkejut dengan perkataan Daniah. "Ya, walaupun belum pacaran si. hehe." Daniah yang mendorong pintu sendiri.


Apa! Jadi aku benar-benar kalah dari si gila itu.


***


Daniah sedang masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Aran berdiri di depan pintu. Harun mendekatinya, kesempatan datang dia ingin mengorek keterangan. Siapa gadis di depannya ini. Kencan tapi belum pacaran.


Kakak ipar tidak mungkin membualkan?


" Aran." Sudah sok akrab dan sok kenal. "Duduklah!"


" Tidak apa-apa dokter." menolak secara halus. Dan tetap berdiri di tempatnya.


" Ayolah duduk. aku tidak akan mengadukan pada Han atau Saga." Menarik tangan Aran. " Apa kamu benar-benar kencan dengan Han?"  Bertanya langsung keintinya.


Ini dokter kenapa si.


" Kamu tahu siapa Han? Makhluk seperti apa dia itu? Kalau di ibaratkan binatang dia itu harimau gila."


" Sepertinya anda benar-benar tidak punya pekerjaan ya dokter." Sebuah suara terdengar dari pintu yang terbuka. Laki-laki yang baru dia sebut harimau gila berdiri di sana.


Matilah aku!


" Saga! kau datang? kenapa tidak mengabariku." Panik. Ketika melihat yang munsul di belakang Han siapa.


" Dimana Niahku?"


" Dia di dalam sedang melakukan pemeriksaan dengan dokter wanita." menunjuk ruangan khusus. " Apa...." Saga tidak menghiraukan dia berjalan masuk menuju pintu yang di tunjuk Harun.


" Hei sialan kenapa tidak bilang kalau Saga mau datang." Setelah Saga menghilang di balik pintu.


" Cih."


Kurang ajar dia mengabaikanku.


" Apa yang kau lakukan di sini, bukankah seharusnya kau masuk ke ruangan pemeriksaan dan menemani nona. Kenapa kau malah duduk bersama dokter tidak punya pekerjaan ini."


Apa! dokter tidak punya pekerjaan.


" Maaf tuan!" Aran melihat gelora menakutkan di mata Han.


" Aran tunggu!" Aran tidak menghiraukan panggilan Harun. Dia berjalan cepat masuk ke ruang pemeriksaan. Berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.


" Aran? Kalian bahkan sudah memanggil nama." melirik dokter Harun. " Dokter Harun sepertinya anda benar-benar tidak punya pekerjaan ya." kesal.


Tidak! Sial! ternyata Han benar-benar suka pada gadis itu. matilah aku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2