
Rutinitas pagi hari, mengantarkan Saga masuk ke dalam mobil untuk pergi bekerja. Sekertaris Han sudah berdiri sedari tadi di dekat mobil.
Saga melambaikan tangan kirinya, hal yang tanpa sadari dia lakukan saat mobil melaju meninggalkan Daniah. Lagi-lagi Daniah masih berdiri tidak bergerak ketika mobil menghilang di gerbang utama. Dia masih memandang langit, melihat serombongan burung terbang bebas di langit yang luas. Senangnya, andai dia hanya seekor buruk milik Tuhan, dia bisa terbang kemanapun yang dia inginkan.
Mobil Saga sudah melewati gerbang utama, Han di belakang kemudi membetulkan posisi kaca spion. Meliriknya sebentar. Melihat Saga yang pagi ini terlihat sangat senang. Senyum yang jarang dia tunjukan lahir tanpa sengaja saat dia beberapa kali menarik bibirnya.
“Han, buat janji dengan Dokter Harun.”
“Apa Anda sedang sakit Tuan Muda.”
“Sepertinya ada masalah dengan tubuhku akhir-akhir ini.” Saga menyentuh dadanya. “Bagian sini jadi sering berdebar tanda alasan.”
Han yang tadinya panik dan mau langsung memutar arah, terdengar bernafas lega.
Itu karena Anda jatuh cinta Tuan Muda.
“Saya akan segera mengatur jadwal untuk bertemu Dokter Harun.”
Saga menyandarkan kepalanya, lagi-lagi tersenyum. Kejadian semalam masih sangat membekas dalam ingatannya.
Kejadian kemarin.
__ADS_1
Hari ini dia pulang cukup awal, sengaja ingin makan malam di rumah. Kenapa? Tentu saja dia sudah merasa tidak sabar dengan reaksi Daniah tentang hadiah mobilnya. Kalau Han mengatakan, Daniah antara kesal namun tetap mengucapkan terimakasih kepadanya. Saking penasarannya dia membatalkan jadwal malamnya.
Sudah duduk bersandar di tempat tidur, lampu masih menyala dengan terang. Daniah naik ke atas tempat tidur, karena perintah sang raja demikian.
“Bagaimana hadiah mobilnya, kamu suka?”
Haha, dia tersenyum tapi sorot matanya sangat kesal, seperti mengatakan, hal gila apa yang mau kamu lakukan. Ini belum apa-apa, aku bahkan belum melakukan apa pun kan. Terlalu dini untuk kesal sekarang.
Begitu Saga bergumam dalam hatinya.
“Tentu saja saya sangat senang dan berterimakasih, apalagi yang bisa saya lakukan kalau Anda sudah memberi perintah. Saya harus menerima dan berlapang dada kan, untung saja hati saya seluas samudra.” Ucapan terimakasih mengandung ketidaksukaan.
“Berterimakasih dengan benar!” Tunjuknya di kening Daniah, gadis itu mundur.
“Kenapa diam?”
Daniah mengatupkan tangannya, mengumpulkan senyum sejuta watt di bibirnya.
“Terimakasih suamiku, mobil yang Anda berikan bagus sekali, saya akan memakainya setiap hari. Dengan penuh syukur.”
“Itu saja?” Saga menyentuh bibirnya sambil menyeringai. “Tidak ada hadiah?”
__ADS_1
“Hadiah?”
Maksudnya apa? Jadi dia mau hadiah balasan dariku, memang apalagi si yang kamu butuhkan, kamu kan sudah punya semua. Kamu kan bisa mendapat semua hal hanya dengan menghirup nafas saja. Kenapa dia menyentuh bibirnya. Tunggu, dia tidak minta hadiah seperti hadiah yang dia berikan kepadaku waktu itukan. Hadiah ciuman. Tidak kan!
“Mana hadiahku.” Lagi-lagi mengisyaratkan kalau dia ingin Daniah menciumnya.
Persetan!
Daniah maju menabrakkan bibirnya di bibir laki-laki di depannya. “Terimakasih atas mobilnya suamiku.” Lalu dia mundur ke belakang sampai di bibir tempat tidur.
“Berani sekali kamu menciumku, sedang cari-cari kesempatan ya!” berteriak marah, tapi lihat senyumnya, seperti habis makan durian yang dia beli dari hasil pilihan tangannya sendiri dan rasanya manis sekali. Puas menjalar di mana-mana. Tapi sayangnya Daniah tidak melihat, dia sudah masuk ke dalam selimut, menarik kain itu sampai menutupi kepalanya.
Aku pasti sudah gila!
“Kau pasti senang sekali bisa menciumku kan?” Saga menendang kaki Daniah di bawah selimut. “Berani sekali kamu!” Daniah masih meringkuk, wajahnya merah padam. Lagi-lagi Saga menendang kakinya.
Apalagi ya, yang bisa kuberikan padanya? Melihat wajah merah padamnya malah membuat dia mengemaskan. Haha.
“Matikan lampu sana!”
“Baik suamiku.”
__ADS_1
Daniah turun menjatuhkan diri dari bawah selimut, menundukkan mukanya dalam, tidak mau sampai bertatap mata. Setelah lampu semua padam sekarang dia bisa berjalan dengan kepala tegak. Saga sudah tidur di bawah selimut.
BERSAMBUNG