Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
25. Laporan Pak Mun


__ADS_3

Saga dan Sekretaris Han sudah masuk ke dalam mobil.


“Katakan pada Pak Mun tidak perlu membangunkan gadis itu!”


“Baik Tuan Muda.”


Sekilas Han melihat senyum samar di bibir Saga. Mereka melajukan mobil kembali ke rumah. Sekretaris Han mengirimkan pesan kepada Pak Mun. Lalu dia meletakan hp, dan fokus mengemudi.


“Tuan Muda.”


“Hemm.”


“Dua bulan lagi Nona Helena akan kembali.” Han melirik kaca spion. Saga masih terdiam sambil menyandarkan kepalanya, memejamkan mata. “Dia akan mengadakan pameran tunggal kepulangannya ke tanah air. Apa Anda mau saya mengurus semuanya.” Han melihat kaca spion lagi, Saga belum bereaksi. “Sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan diri untuk menjadi sponsor, tapi kalau mereka tahu Tuan Muda akan menjadi sponsor Nona Helena, mereka pasti akan mundur dengan sukarela.”


“Lakukanlah. Aku ingin lihat sebaik apa dia hidup selama ini.”


“Baik Tuan Muda.”


Mobil menyusuri jalanan yang mulai lengang. Mobil melaju dengan cepat masuk ke dalam gerbang besar, dan sampailah di depan rumah utama. Saga keluar dari mobil sementara Pak Mun sudah menunggu di depan pintu dan berjalan mendekat.


“Selamat datang Tuan Muda.”


“Pulanglah,“ katanya pada Han.


Han yang sudah mau ikut masuk menghentikan langkah kakinya. “Baik Tuan Muda. Selamat istirahat.” Dia menundukkan kepala, menunggu sampai Saga masuk ke dalam rumah. Baru berbalik menuju mobil yang dia kendarai tadi. Keluar dari gerbang utama.

__ADS_1


Pak Mun membatu Saga melepaskan jas, dipegangnya pakaian itu seperti memegang sesuatu yang sangat berharga. Saga duduk di kursi, sementara Pak Mun berjalan ke belakang mengambilkan sandal rumah. Dia melepaskan sepatu Saga dan meletakan sandal di dekat kaki.


“Ada kejadian apa hari ini di rumah?”


Pak Mun mendekat dan menyerahkan hp yang dia keluarkan dari kantong bajunya.


“Nona muda bertengkar dengan Nona Jenika, Nona Sofia dan pagi tadi juga dengan Nona Clarissa.”


“Hebat sekali, siapa yang menang?”


“Sepertinya nona muda yang menang. Anda bisa melihat dua vidio di hp ini.”


Saga membuka hp yang tadi diberikan Pak Mun. Adegan drama perkelahian tiga lawan satu. Wajahnya berkerut sebentar, tapi tidak lama sudah terdengar gelak kecil  setelah mendengar  kata pamungkas yang dikeluarkan Daniah untuk menjatuhkan Clarissa. Mental Clarissa sepertinya langsung down setelah mendengar kalimat “Haha, ternyata wanita yang disukai Tuan Saga bukan Nona Clarissa ya."


Gadis ini ternyata benar-benar lumayan.


"Rambutnya benar-benar lurus"


Mata Saga melihat vidio yang sedang diputar.


“Apa kalian bisa berhenti bersikap mengerikan seperti ini?” Daniah bangun dari tempat duduknya, memandang ibu mertua dengan kesal. “Bisakah kalian tidak menggangguku, mari hidup di tempat mengerikan ini tanpa saling mengganggu.”


“Beraninya kau bilang ini tempat mengerikan, kau tahu kau wanita beruntung yang bisa menikah dengan Kak Saga.”


“Ya, ya, aku wanita beruntung yang bisa menikah dengan Tuan Saga.” Daniah terlihat menggigit bibirnya geram.

__ADS_1


“Apa kau pikir kalau kau meluruskan rambutmu kamu bisa seperti Kak Helena?”


Saga yang melihat vidio itu menatap tajam, bibirnya bergetar. Pak Mun yang berdiri di sebelahnya sudah ingin mengambil hp di tangan Saga, tapi tentu dia tidak berani melakukannya.


“Aku tidak meluruskan rambutku karena ingin mirip dengan siapa pun.”


“Haha benarkah, tidak tahu malu. Kau itu licik sekali, apa itu yang diajarkan ibumu padamu.”


“Hentikan! Jangan menghina ibuku. Kalau kau mau aku pergi suruh kakakmu itu menceraikan aku. Suruh dia mengusirku dari rumah ini. Aku akan pergi keluar dari rumah ini dengan bahagia. Aku akan memeluk kalian dan berlutut di kaki ibu mertua karena bahagia.”


“Kau!”


Saga menjatuhkan hp ke lantai.


Beraninya kau mengucapkan kata cerai dari mulutmu tanpa izinku. Sepertinya aku sudah terlalu baik padamu sampai kau bisa berfikir kurang ajar begitu.


Saga bangun dari duduk. Pak Mun mengambil hp yang tadi dijatuhkan Saga.


“Apa dia belum makan malam?”


“Nona makan malam dengan mi instan bersama para pelayan di rumah belakang.” Saga menghentikan langkahnya. Menunggu cerita lebih lanjut. “Nona muda menyapa para pelayan dan mengajak mereka bicara terlebih dulu. Lalu mereka sudah makan malam bersama tadi.”


“Tidak usah mengantarku, istirahatlah.” Saga menyuruh kepala pelayan tidak mengikutinya.


“Baik Tuan Muda, selamat istirahat.”  Pak Mun menundukkan kepalanya, dan menunggu sampai Saga menaiki tangga dan hilang menuju kamarnya. Lalu ia pun beranjak juga, menuju kamarnya sendiri. Menghela nafas dalam. Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh tuan mudanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG........................


__ADS_2