Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Bulan Madu (Part 15)


__ADS_3

Saga hanya menyeringai sambil


memberikan hpnya pada Han. Karena Ken belum berhenti bicara di sebrang sana.


Tapi dia sudah malas mendengarkan.  Kemampuan bicara laki-laki itu memang diluar


batas kemampuan normal laki-laki bicara. Karena banyak maunya terkadang Saga


hanya mengiyakan supaya urusannya dengan Ken cepat selesai. Bicaranya itu


selalu jadi senjata meluluhkan Saga kalau Ken punya sejuta kemauan.


“ Han jangan biarkan si gila itu


sampai datang ke vila. Tendang saja dia kalau sampai dia berani menampakan diri


dan masuk ke gerbangnya saja.”


Huh! Dia tidak mungkin muncul di


vila kecuali membawa tameng hidup istrinya tuan.


Han tahu strategi licik Keanu


menghadapi Saga, selain memakai mulutnya yang banyak bicara dia selalu


mengandeng istrinya. Sebagai senjatanya memohon.


“ Baik tuan.”


Setelah selesai membahas Ken, pandangannya


Saga beralih menatap laki-laki yang sedang tertunduk dan menahan sakit.


Pandangan mata mereka bertemu saat Haksan mengangkat kepalanya, lalu dalam


sekejap dia langsung menundukan kepalanya lagi.


Apa yang harus kulakukan sekarang?


Bagaimana Niah bisa menikah dengannya. Lagi pula siapa yang akan percaya kalau


Daniah menikah dengan laki-laki berkuasa sepertinya.


Tubuh Haksan semakin lunglai saat


dia melihat laki-laki di belakang tuan Saga. Dia sekertaris itu, yang


menghajarnya tanpa ampun tadi. Bahkan sedikitpun Haksan tidak melihat rasa


belas kasihan laki-laki itu dimatanya. Dia merintih lagi. Menahan sakit.


Kenapa malah dia yang murka tadi!


Semua rasa penasarannya sudah tidak


berarti lagi. Hanya satu hal yang penting sekarang. Bagaimana dia bisa


menyelamatkan diri dari situasi ini. Luka-lukanya memang diobati. Jadi dia


berfikir kalau tuan Saga tidak akan melenyapkannya tanpa jejak. Haksan dan para


anak buahnya sudah bernafas lega tadi, saat Saga dan yang lainnya meninggalkan


kafe membawa Daniah dan yang lainnya.


Tapi kenapa mereka kembali! Tanpa


Daniah lagi.


“ Selain rambut, bagian mana kau


berani menyentuh Daniahku?” Pertanyaan tuan Saga sudah tidak ada niatan ingin


di jawab Haksan. Kalau Haksan menjawab dia tahu dia bisa lebih parah dari ini.


Tapi kalau dia diam dia tahu dia tidak akan selamat juga.


“ Tidak tuan, saya tidak menyentuh


Daniah sama sekali.”


Benarkan? Aku tidak menyentuh


Daniah kecuali ujung rambutnya saja.

__ADS_1


“ Beraninya kau menyebut nama


istriku.” Suara Saga lebih meninggi. Membuat tangan Haksan terjatuh lunglai.


“ Maaf tuan, maafkan saya.” Hanya


itu yang bisa dia ucapkan.  “Maafkan kami


tuan yang bodoh ini.” Haksan tidak tahu harus memakai istilah apa untuk menyebut


kebodohannya.


Kenapa kau bisa menikah dengan


laki-laki ini Daniah!


“ Tapi nona menyentuh tangan


laki-laki ini tuan.” Pengawal yang mengikuti Daniah membuka suara. Membuat


Haksan  tersambar petir. Wajah Saga tadi


yang sudah melunak tiba-tiba menjadi dingin lagi mendengar apa yang dikatakan


pengawalnya. Dia mendesah sambil menendang udara di depannya. Tapi seakan kaki


itu menyentuh wajahnya, pipi Haksan terasa nyeri menusuk.


Habislah kau, kami saja hanya bisa


melihat nona tidak lebih dari tiga detik. Tapi kau memelototi nona berapa lama


tadi. Pengawal berhati dengki sedang laporan. Melihat wajah takut Haksan


membuatnya sedikit terhibur. Hingga dia benar-benar puas melaporkan apa yang


dilihatnya tadi.


“ Niahku menyentuhmu? Jawab! “


Botol minuman dingin yang ada di atas meja sudah melayang mengenai wajah


Haksan. Laki-laki itu menjerit menahan sakit.


“ Tidak tuan, itu tidak benar.” Merintih.


ujung sepatu Saga.


Daniah menepis tangan saya itu baru


benar. Sialan kau pengawal! Menatap kesal pada pengawal yang memberi laporan.


Dia laki-laki yang memberikan tendangan telak di perutnya tadi. Kau sengaja


melapor di saat beginikan! Memaki lagi.


“ Dia juga meminta nona untuk


menghabiskan malam dengannya tuan.” Seperti tidak terusik dengan rintihan dan


tatapan penuh kebencian Haksan. Dia melanjutkan laporan mematikannya lagi. Dia


benar-benar merasa kesal saat menahan diri tidak memukul Haksan tadi. Dan


inilah saat pembalasan dendam yang setimpal pikirnya.


“ Tidak tuan, saya tidak melakukan


itu.” Haksan kembali menatap pengawal yang bicara. Dia melihat senyum tipis


laki-laki itu seperti mengejeknya.


Aku akan membunuhmu nanti sialan!


“ Padahal nona sudah mengatakan


kalau dia sudah menikah dengan anda tuan, tapi laki-laki ini tidak percaya dan


menertawakan nona.” Melanjutkan lagi kalimatnya saat matanya melihat sorot


geram milik Haksan.


“Tidak tuan, tidak.” Dan kalimat


Haksan menguap tidak terdengar di telinga Saga.

__ADS_1


Saga tidak bisa menahan dirinya


lagi. Tangannya yang geram terkepal. Dia bangun mendekati Haksan.  Dan tidak selang lama, Haksan sudah mulai


menjerit memohon.


“ Kau minta Daniahku untuk apa!”


“ Tidak tuan saya”


“ Niahku bahkan mendengar kata


menjijikan itu dari mulutmu hah!”


“ Tidak tuan. Ampuni kami.” Haksan


jatuh ke lantai.


Seharusnya anda diam tuan, semakin


anda banyak bicara semua akan salah di depan tuan muda. Han hanya mengelengkan


kepala. Tidak ingin mencegah atau menahan Saga kali ini. Karena dia sendiri


merasa kesal dengan fakta terakhir yang dilaporkan pengawal Daniah.


***


Han pergi meninggalkan ruangan


pengadilan Saga menuju ruang ganti, dimana para pelayan kafe menunggu seperti


perintahnya. Mereka langsung bangun saat pintu berderik terbuka.


“ Kalian bisa pulang sekarang, akan


ada petugas keamanan yang datang membereskan semuanya. Kalau mereka perlu saksi


mereka akan menghubungi kalian, kalian tahukan harus bicara apa?”


Mereka bertiga saling pandang.


“ Kalau bos kalian yang menggangu


nona kami lebih dulu. Dia memukul dan main keroyokan duluan. Tuan muda kami


hanya memberinya sedikit pelajaran karna sudah menggangu istrinya. Dia tidak


mati kok.”


Ketiganya menelan ludah. Melihat


wajah bos mereka tadi. Apa itu masih dibilang sedikit.


“ Ba, baik tuan. Pak Haksan memang


sering begitu dengan perempuan. Saya bahkan pernah di lecehkan Juga.” Salah


satu pelayan wanita menjawab takut-takut. Wajahnya malu sebenarnya. “Tapi kami


hanya pelayan dan tidak berani melakukan apa-apa.”


“ Aku juga, dia pernah menyentuh


pahaku.” Yang satunya menjawab sambil meremas tangannya takut dan malu.


“ Aku juga.”


Cih, habislah kau keparat gila. Kau


benar-benar tidak tahu malu memanfaatkan pekerjaanmu.


Di Antarna Group kalau ada pimpinan


yang sampai melakukan tindakan pelecehan pada karyawan wanita, maka tamatlah


sudah karir dan hidupnya. Itu adalah salah satu poin kesalahan yang tidak


termaafkan bagi presdir Antarna Group. Sebesar dan setinggi apapun posisinya di perusahaan.


" Kalian bisa melaporkan pelecehan yang kalian lakukan. Jangan kuatir pengacara Antarna Group akan menghubungi kalian. Jebloskan saja bos kalian ke penjara seumur hidup kalau perlu."


Mereka bertiga bersitatap. Masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan laki-laki di depannya ini.


Ini bukan karena dendam pribadi pada bos dia membantu kitakan? Pikiran bertiga mereka bersamaan saat melihat Han meninggalkan ruangan ganti.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2