Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
62. Jangan Menahan diri


__ADS_3

Prankk!


Gelas kaca itu pecah terburai menjadi serpihan kecil, berhamburan ke mana-mana. Masuk di kolong meja, bercecer di dekat tembok tempatnya terhantam tadi. Laki-laki yang diutus Han mengawasi pergerakan Daniah berdiri tepat di mana gelas kaca itu melayang. Tangannya bergetar, tapi dia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Mengirimnya adalah hal yang tepat, Han sudah memperkirakan semua ini. Karena pasti tidak semudah itu Helena akan menyerah.


Setelah rekaman percakapan itu selesai, darah di tubuh Saga seperti mendidih. Lava kemarahan meluap di sekujur tubuhnya. Dia membuang semua benda yang ada di mejanya. Berjatuhan begitu saja. Sementara Han masih berdiri di sampingnya.


Aku benar-benar sudah terlalu baik padanya. Apa cuma aku yang merasa, hubungan kami akhir-akhir ini sudah berjalan lebih manusiawi. Tapi kenapa hanya aku yang merasa seperti itu. Lihat dia, bagaimana dia bisa melepaskanku dengan begitu mudahnya. Bercerai, jangan mimpi. Sampai mati pun kau tidak akan bisa bergerak selangkah pun dari sisiku.


“Han.”


“Ia Tuan Muda, apa Anda mau saya mengurus Nona Helena.” Tahu apa yang harus dia lakukan, itulah Sekretaris Han.


“Terserah.”


Aku menyuruhmu memohon dan mengakui kesalahanmu dengan benar, tapi kamu malah mengambil langkah sulit ini.


“Apa yang dilakukan Daniah setelah itu?” kembali ke masalah Daniah.


“Nona muda kembali ke ruko, setelah itu tidak keluar lagi sampai saya datang kemari.”


“Keluarlah, kau sudah bekerja dengan baik. Han, berikan bonus padanya.”


“Baik Tuan Muda.”


Han menyusul pengawal yang sudah mengawasi Daniah seharian ini keluar dari ruangan.


... ***...


Jadi ini yang kamu rasakan ya.Tersiksa di dekatku. Padahal aku sudah sangat baik padamu. Apa otakmu seujung kuku sampai tidak bisa merasakan bahwa aku memperlakukanmu berbeda. Jadi semua sikap baikmu itu cuma akting, palsu, menyenangkanku hanya untuk menyelamatkan keluargamu.


Sepertinya Saga sedang mengalami suatu peristiwa dan fakta yang mengejutkan. Selama ini dia merasa Daniah yang bersikap malu-malu dan membencinya namun juga menyimpan sedikit debaran hati padanya. Senyum dan sorot mata yang tidak sinkron berhasil membuatnya terhibur sekaligus membuatnya tidak menyadari. Bagaimana sebenarnya hati Daniah.


“Tuan Muda.”


Han muncul dengan dua orang di belakangnya, yang membawa peralatan untuk membersihkan pecahan kaca. Kedua orang itu langsung sigap mengurus pekerjaannya. Lalu Han mendekati Saga. Dia melihat Saga yang tertidur di sofa.


“Seharusnya Anda memakai bantal, kepala Anda. akan sakit kalau begini.” Han mengangkat kepala Saga seperti ibu yang memindahkan kepala anaknya.


“Kenapa Tuan Muda harus menahan diri seperti ini.”

__ADS_1


Saga bergumam menyentuh kepalanya.


“Apa maksudmu?” Saga masih memejamkan mata.


“Bukankah Nona Daniah itu istri sah Anda.”


Lalu? dia memang istriku.


“Anda tidak perlu menahan diri seperti ini, terlepas pernikahan ini terlaksana karena ada suatu alasan, yang pentingkan hati Anda sekarang. Bukankah Tuan Muda sudah menandatangani kontrak yang hanya bisa dibatalkan oleh Anda sendiri, Nona Daniah sudah terikat hidup dan mati dengan Anda.” Han sudah duduk di sofa di samping Saga.


Saga terdiam, mengurai penjelasan Han.


Saga teringat kata-katanya saat awal pernikahannya


“Jangan mimpi untuk mendapatkan cinta atau belas kasihku, kamu tahukan kenapa kamu kunikahi. Aku hanya perlu seorang pelayan, jadi lakukan semua kewajibanmu, itu sudah cukup membayar semua hutang keluargamu."


“Baik Tuan.” Gadis itu masih tersenyum, seperti tidak menghadapi sesuatu yang berbahaya. "Saya akan melakukan apa pun, untuk membalas kebaikan Anda pada keluarga saya."


Dia sudah terikat padaku, dengan tali bernama " keluarga"


Ketukan di pintu membuat Han bangun dari duduk, saat dibukanya salah satu stafnya sedang berdiri dengan hormat.


"Tuan, Dokter Harun sudah menunggu."


"Baik Tuan."


Setelah melakukan general cek up dokter Harun membereskan peralatannya. Dia melirik Han sambil angkat bahu, meminta penjelasan. Ada apa dengan tuanmu, begitu sorot matanya. Tapi Han tidak bergeming.


“Kenapa? Apa ini masalah Helen?” Jelas, jelas tidak ada yang aneh dengan kondisi tubuhmu.


“Hei, kenapa selalu menghubungkan dengan Ele. Memang aku nggak boleh move on.” Mengeram kesal, Harun yang terkejut dengan kalimat Saga.


“Darimana kata-kata move on itu? Membuatku merinding. Saga, kenapa denganmu? Dulu waktu jatuh cinta dengan Helen, kamu seperti bocah yang baru jatuh cinta seumur hidup. Saat dia pergi, sudah seperti orang gila yang ingin menghancurkan dunia. Sekarang saat dia kembali, kamu jadi menakutkan begini, bahkan tahu istilah move on segala.” Menggelengkan kepala kuat-kuat, sambil meletakan tas di dekat tempat duduknya.


“Aku akan melepaskan Ele.” Suara Saga terdengar lirih, namun penuh keyakinan.


“Apa!” Mendengar kalimat Saga, sorot matanya sekarang benar-benar khawatir, dia minta jawaban Han. Ada apa dengan tuanmu ini.


“Tuan muda mulai menyukai wanita lain.” Jawaban Han seperti hujanan anak panah yang melesat ke dadanya. Tidak mungkin kan?

__ADS_1


“Hei, kalian sedang main-main kan. Saga jatuh cinta?” Bangun dari kursi dan mencengkram lengan Han. “Siapa dia? Jangan bertele-tele.” Harun tahu, bagaimana sifat Saga. Dia tidak semudah itu untuk membalikan hatinya. Apalagi urusan cinta. Dua tahun berpacaran dengan Helena. Dua tahun ditinggalkan. Selain Han, dialah yang paling tahu bagaimana orang ini berubah wujud dan hatinya.


“Nona Daniah.”


“Daniah, siapa dia?” berusaha mengingat nama-nama anak konglomerat atau selebriti yang sedang populer akhir-akhir ini. Nihil, sepertinya tidak ada nama sekampungan itu di dunia pergaulannya.


“Istri tuan muda.” Lagi-lagi jawaban Han menggoncang dunia Harun.


“Apa!” wanita yang dia temui, saat Saga memanggilnya tempo hari. “Hei, jangan bercanda Han, mau kuhajar kamu! Diakan jelas-jelas jauh dari selera Saga.” Malah Harun yang jadinya marah karena merasa dipermainkan.


“Han, bawa bedebah gila ini pergi, membuat kepalaku pusing dengan ocehannya.”


Harun tidak mendengarkan, dia malah mendekati Saga, menggeser kaki laki-laki yang masih terbaring itu. “Benar yang dibicarakan Han?”


“Apa?”


“Daniah!” Berteriak kesal, memang siapa lagi. Kita kan sedang membicarakan Daniah, yang katanya wanita yang kamu sukai. Harun sudah geram.


“Dia tidak menyukaiku.”


“Apa! Memang ada perempuan yang tidak menyukaimu. Aku jadi ingin mencium tangan kakak ipar yang keren itu.”


Saga menendang kakinya keras, mengusir Harun agar enyah dari hadapannya.


“Seret dia keluar Han.”


“Baik Tuan Muda.”


“Hei, lepaskan aku Han, aku ingin dengar cerita lebih lanjut. Baik-baik, aku keluar. Bawa tasku. Istirahatlah Saga, jangan terlalu sedih, kalau ada perempuan yang tidak menyukaimu, itu artinya kamu memang manusia biasa.”


Pintu tertutup, ruangan jadi lengang. Terdengar Saga mendesah beberapa kali. Tangannya terkepal erat. Dia sudah memutuskan, perihal Daniah.


Sementara di luar ruangan Harun sudah tenang, dia menerima tas yang dibawa Han. "Apa dia gadis yang baik, Daniah. wanita yang dinikahi Saga untuk membalas Helen." Dokter Harun melangkah menuju lift disusul Han di sampingnya. Sudah berjalan penuh wibawa seperti biasanya.


"Nona muda gadis yang baik." Mereka berhenti di depan lift. "Saya sudah memastikan latar belakangnya."


"Aku percaya padamu Han. Urus Helena, kalau Saga sudah benar-benar melepaskannya."


"Baik."

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Dokter Harun masuk, Han menundukkan kepalanya hormat sampai pintu lift tertutup


BERSAMBUNG


__ADS_2