Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
146. Kesetiaan


__ADS_3

Ternyata karena itu, pantas saja


mereka sangat dekat.


Dokter Harun dan Criss yang


ternyata suami Leela adalah saudara sepupu. Sejak kuliah mereka sudah tinggal


bersama. Hubungan keduanya sangat dekat, bahkan karena dekatnya mereka berdua


nyaris memiliki karakter yang hampir sama. Jenaka dan mudah menghidupkan


suasana. Sangat gampang bergaul, bahkan cap playboy tidak lepas dari mereka.


Karena saking mudahnya mereka berteman dengan lawan jenis mereka.


Sudah ada di dalam mobil yang


melaju. Leela berbagi kisah kedekatannya dengan Dokter Harun. Setelahnya Daniah


kembali menyandarkan kepalanya di kaca mobil. Dia masih terlihat sedikit cemas.


Kondisi tubuhnya normal dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Dampak konsumsi


pil kontrasepsi dapat diminimalisir dengan pola hidup sehat. Dokter akan


mengirimkan obat dan panduan konsumsi sehat ke rumah. Membuat Daniah malah


merasa kepikiran.


Apa benar yang dibilang dokter


tadi, bahwa semua baik-baik saja.


Tiba-tiba sesal itu bertubi mendatanginya.


Bagaimana dia bisa dengan nekatnya minum pil kontrasepsi. Tapi dia pun tidak


bisa menyalahkan dirinya, posisinya dulu ada dalam keadaaan dia tidak punya


pilihan selain melakukan itu. Siapa yang bisa menebak, kalau perasaannya


ataupun Tuan Saga bisa berbalik seperti sekarang. Dulu, dia bahkan tidak pernah


sekedar memprediksi atau menduga hubungannya dengan Tuan Saga. Selain kata


perpisahan dan perceraian.


“Nona.”


Daniah masih melabuhkan pikirannya


mengingat kebodohannya dengan pil kontrasepsi yang pernah dia minum.


“Nona.” Leela mengulang


panggilannya, karena melihat Daniah termenung sedari tadi.


“Eh ia, Leela kenapa?”


terperanjat, menatap Leela. Memperbaiki posisi duduknya.


Aku pasti melamun lagi.


“Apa yang Nona pikirkan? Apa Nona


gelisah karena hasil pemeriksaan dokter tadi?” Leela dengan mudahnya membaca


pikiran Daniah.


Aaaaa, kenapa aku mudah ditebak


begini si, bahkan Leela pun tahu.


Daniah melirik sekilas Leela yang


masih fokus mengemudi.


Apa kesaktiannya membaca pikiran


selevel dengan Sekretaris Han.


“Nona, kenapa Nona diam lagi? Kalau


Nona cemas karena hasil pemeriksaan tadi, tidak ada yang perlu Nona cemaskan.


Semua baik-baik saja. Tuan muda juga akan mendapat salinan pemeriksaan tadi,


jadi dokter tidak mungkin membuat hasil laporan yang hanya akan menenangkan


Nona.” Ucapan Leela sangat melegakan.


“Begitu ya?” Entah kenapa seperti


ada semilir angin yang menerbangkan rambutnya, dia merasa sedikit lega.


“Leela.” Daniah agak sedikit ragu.


“Ia Nona?”


“Tapi janji, ini rahasia antara


kita ya. Aku hanya ingin bicara dengan sesama perempuan, untuk membuatku


tenang. Kamu juga bisa menceritakan pengalamanmu dengan suamimu seperti apa.


ya, sekedar perbandingan hubunganku dengan Tuan Saga.” Intinya Daniah hanya


ingin berbagi rahasia. Daniah ingin bercerita tentang dirinya, tapi dia juga


ingin tahu sesuatu tentang Leela.


“Tuan muda tidak bisa dibandingkan

__ADS_1


dengan suami saya Nona. Criss terlalu hina untuk dibandingkan dengan tuan


muda.” Leela menjawab dengan lugas, sama sekali tidak merasa bersalah dengan


kalimatnya.


Daniah tertawa mendengarnya, tapi


dia memukul bahu Leela untuk tidak mengatakan hal seperti itu. Apalagi mengenai


suaminya sendiri.


Dan akhirnya satu persatu ketakutan


itu dia utarakan. Mengenai perasaannya, mengenai hubungannya dengan Saga.


“Aku mencintai Tuan Saga dengan


tulus, bukan hanya sebatas dia suami yang harus aku cintai. Tapi karena aku


mencintainya aku merasa bahagia bersamanya.” Mengambil jeda dengan bernafas


dalam. “Namun, terkadang aku masih takut. Bagaimanapun dia adalah Tuan Saga.”


Daniah bicara tanpa melihat Leela, melihat keluar jendela di mana deretan gedung


berlarian meninggalkannya. Leela melajukan mobil dengan kecepatan sedang. “Jika suatu hari nanti aku membuatnya marah, dia  akan membenciku atau berhenti mencintaiku.


Hingga akhirnya dia pergi dan meninggalkanku menangis sendirian. Sejujurnya aku


masih sangat takut itu terjadi.”


Daniah menoleh pada Leela, gadis


itu mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.


“Hingga terkadang, aku masih takut


menunjukan perasaanku yang sebenarnya. Mengatakan aku mencintainya sesering


mungkin. Aku masih menahan diri untuk melakukan itu.”


Leela menepikan mobil, Daniah


memeriksa keadaan di luar mobil. Sepertinya mereka berhenti di sebuah tempat


makan.


“Ahh, sudah waktunya makan siang


ya? Ternyata cukup lama ya kita di rumah sakit.” Pikirannya tiba-tiba


teralihkan.


“Nona, saya akan memberi Nona satu


rahasia tuan muda, sebagai hadiah perpisahan kita.” Lekat leela menatap Daniah.


berhenti.” Tiba-tiba nada suara Daniah terdengar sedih. Dia sudah cukup akrab


dengan Leela. Walaupun terkadang gadis itu menyebalkan kalau versi Sekretaris Hannya


kambuh, tapi dia tetap jadi orang menyenangkan yang diajak bicara. Terlebih


saat Daniah melihat sifat lucu dan mengemaskan Leela dan Dokter Harun tadi.


“Tuan muda ingin saya kembali ke


perusahaan.”


“Aaa benar, bagaimanapun Leela


tetap harus kembali ke perusahaan. Walaupun agak sedih, tapi aku senang kok.


Sungguh.” Daniah menepuk bahu Leela.


Jadi, kalau Leela berhenti, aku


bisa membawa mobilku sendiri.


Sekarang rasa bersalah itu berganti


perasaan bahagia, dengan kemungkinan yang muncul di pikirannya.


“Tadi rahasia apa yang mau Leela


bagi tentang Tuan Saga.” Ingatannya tersadar kembali, pada pembicaraan awal.


Antusiasnya menggebu. Rahasia Tuan Saga dan rahasia Sekretaris Han, adalah dua


misteri di muka bumi ini yang membuat Daniah sangat penasaran.


“Sebaiknya Nona makan dulu.” Menunjuk


pintu restoran.


“Tidak, katakan sekarang.”


Mencegah Leela yang sudah mau turun dari mobil. Bagaimana mungkin dia menunda


terbongkarnya sebuah kotak misteri hanya karena makan siang. Leela pun mengalah


saat melihat sorot mata Daniah yang berbinar karena sangat penasaran.


“Semua ketakutan Nona itu tidak


beralasan. Kalau Nona berfikir tuan muda laki-laki yang mudah berpaling


hatinya. Nona salah besar. Tuan muda tipe laki-laki yang setia dengan


perasaannya.” Leela mengatakannya dengan sangat yakin.


Daniah teringat tentang Helen,

__ADS_1


bagaimana hubungan yang terjalin antara mereka, sesungguhnya sudah menjadi bukti


bagaimana setianya Tuan Saga.


“ Saya tidak hanya mengatakannya karena dia


adalah tuan muda. Tapi saya punya bukti nyata untuk itu. Apa Nona mau


mendengarnya?” Daniah menganggukkan kepalanya kuat. “Saat saya mau menikah, saya


dan Criss datang menemui tuan muda. Saat itu dia menentang pernikahan kami.”


“Kenapa?”  Suara Daniah terdengar sedih, bersimpati.


cih, memang apa hak dia


melarang-larang begitu yang langsung muncul di pikiran Daniah. Lagian kenapa


harus minta izin pada Tuan Saga segala.


“Saya dan keluarga saya banyak


berhutang budi pada kebaikan tuan muda Nona. Jadi saya datang padanya untuk


meminta restu.” Menjawab pertanyaan yang hanya disampaikan lewat sorot mata


Daniah. “ Karena sifat Criss yang terkenal playboy dia menentang hubungan kami.


Tuan muda juga mengenal dekat Criss karena dia saudara Dokter Harun.”


Begitu ya. Memang si, yang kudengar


Tuan Saga memang sangat setia. Rumor tentang kehidupannya dengan para wanita


sungguh menggelikan. Daniah merasa bisa tertawa terbahak sekarang, kalau


mengingat bagaimana penilaian yang ia berikan. Karena rumor tidak jelas itu.


“Tapi, saya berhasil meyakinkan


tuan muda kalau perasaan kami terikat satu sama lain. Akhirnya setelah hampir


satu bulan kami berusaha meyakinkan tuan muda, dia memberi kami restu dan kami


akhirnya menikah.” Terdengar Leela menghela nafas. “Tapi yang ditakutkan tuan


muda ternyata benar, beberapa waktu setelah kami menikah Criss kedapatan


selingkuh dengan salah satu pegawai di kantornya.”


Daniah ikut merasa kesal


mendengarnya. Dia jadi ingin bertemu Criss.


“Tuan muda selalu mengatakan,


kesetiaan adalah kehormatan diri yang harus dijaga. Dan saya percaya itu. “


Kesetiaan adalah pondasi dari sebuah hubungan. Menjalin sebuah ikatan mungkin


jauh lebih gampang daripada menjaganya. Baik itu yang hanya sekedar pacaran


ataupun menikah.


“Lalu apa yang terjadi?”


Penasaran, seingat Daniah saat tadi bertengkar dengan Dokter Harun Leela


membela suaminya. berarti hubungan mereka sudah baik-baik saja.


“Tuan muda marah besar, mungkin Criss


bisa mati kalau saya tidak memohon waktu itu. Dia benar-benar menghajar Criss dengan tangannya sendiri.  Saya masih ingat apa yang tuan


muda katakan. Maaf Leela seharusnya aku tidak merestui pernikahan kalian, kau


terlalu berharga untuk laki-laki pecundang seperti Criss.” Leela ingat kejadian


itu. Untuk pertama kalinya, Saga menyentuh tangannya dan menggenggam tangannya erat.


Dia minta maaf karena merestui pernikahan.


“Sekarang bagaimana hubunganmu


dengan Criss?”


“Kami sudah baik-baik saja


sekarang. Criss sudah berubah, karena itu saya menerimanya lagi.”


“Apa dia benar-benar berubah?”


Daniah merasa tidak terlalu yakin.


“Setelah melewati hukuman dari


tuan muda selama setahun, saya rasa Criss benar-benar kapok Nona.”


Hah! Benar, aku bahkan melihat dia


memberi hukuman tegas pada pamannya. Tidak bisa kubayangkan apa yang harus


dijalani Criss selama setahun penuh itu.


“Jadi Nona, percayalah pada tuan


muda. Hiduplah dengan bahagia di samping tuan muda.”


“Leela.”


Benar, kenapa aku masih takut dan ragu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2