Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Laporan Aran


__ADS_3

Hari ini Saga menyelesaikan


pekerjaannya lebih awal. Senja menemaninya dalam perjalanan pulang ke rumah.


Bukan tanpa alasan, laporan pak Mun yang mengatakan Daniah pulang dengan wajah


lelah sudah menghantui isi kepalanya. Hingga memaksa Han mengatur ulang jadwal


malam ini.


Apa aku mengizinkannya keluar


pilihan yang tepat ya?


“ Apa anda mau menjawab undangan


dari ayah nona Daniah tuan.” Han membukakan pintu saat mobil sudah sampai di


depan rumah utama. Saga masih berkubang memikirkan Daniah. " Sudah beberapa kali dia menanyakan, apa tuan bisa datang bersama nona."


“ Merepotkan sekali kalau aku


muncul di sana. Pasti banyak media, dan aku tidak bisa menyembunyikan Daniah.”


Ucapnya geram, bisa membayangkan bagaimana situsasinya nanti. Sedangkan sampai


hari ini ia masih tetap memutuskan untuk tidak mau memperkenalkan Daniah ke publik


secara terbuka.


Aku tidak mau fotonya ada


dimana-mana dan dinikmati banyak orang. Alasannya masih sama.


“ Bagaimana dengan nona?” Han menutup pintu mobil setelah Saga keluar.


“ Dia pasti akan membenciku kalau


aku tidak mengizinkannya pergikan.” Merasa serba salah sendiri. Tidak mau


Daniah pergi sendiri, tapi lebih-lebih kalau dia juga hadir. Apa Han bisa


mencegah tidak ada satu fotopun yang terpublikasi. Mencoba menerka.


“ Saya akan mengatur semuanya tuan.


Sekarang istirahatlah.” Paham apa yang menjadi titik kuatir tuannya.


“ Hemm. Pulanglah.”


“ Baik.”


Pak Mun sudah muncul dari dalam


rumah ketika keduanya selesai bicara. Dia mendekat setelah sekertaris Han


berlalu menuju mobil.


“ Selamat datang tuan muda, nona


sedang tidur di kamar.” Memberikan informasi yang paling ingin diketahui Saga.


Tuannya mengganguk, dan mereka masuk ke dalam rumah.


“ Panggil gadis itu ke ruang kerjaku


pak, katakan padanya untuk menjelaskan semua yang dilakukan Niah hari ini.” Saga hanya menatap ke arah kamarnya sebentar lalu berjalan ke arah ruang kerjanya.


“ Baik tuan muda.”


Pak Mun kembali dari rumah belakang. Aran mengikuti langkah pak Mun dengan cepat.

__ADS_1


Wajahnya tentu terlihat sangat kuatir. Dia berhenti ketika pak Mun berbalik,


sekali lagi mengingatkannya untuk berhati-hati dengan apaa yang akan dia katakan di hadapan tuan Saga.


“ Ceritakan semua dengan jelas  apa yang terjadi hari ini dengan nona, jangan


ada yang kau tambah ataupun kau sembunyikan. Apa kau paham Arandita?”


“ Ia pak.” Menggangukan kepala.


Masih cemas terlihat. “Apa sekertaris Han bersama tuan Saga?” Tidak tahu


suasana seperti apa yang akan tercipta kalau mereka hanya berdua.


“ Dia sudah pulang.”


Aaaaaaa, jadi aku hanya sendiri


bicara dengan tuan Saga! Bagaimana ini, aku sudah ketakutan duluan. Nona!


Tolong! Maafkan aku, aku tidak menghianati kepercayaan dan kebaikanmu, tapi aku


harus menjawabkan kalau tuan Saga bertanya.


Berada di dua jurang yang sama-sama dalam. Dua pilihan, atara kepercayaan Daniah dan ketakutan yang jauh lebih kuat.


Aran terlihat mengigit bibir dan


meremas tangannya saat memasuki ruang kerja Saga. Hanya bisa berdoa kalau dia


bisa keluar dari ruangan ini dengan selamat.


Tidak sebentar, untuk pertama kalinya dia masuk ke dalam ruangan tuan Saga. Saat keluar, wajahnya masih sama pucatnya saat ia masuk. Begitu pintu tertutup dia langsung membenturkan kepala ke tembok beberapa kali. Mengutuki penghianatannya sendiri.


Maafkan aku nona, di hadapan tuan Saga mulutku rasanya bicara sendiri karena gemetar.


Dan dia mengatakan semuanya tanpa sesor sedikitpun.


“ Bawa makan malam ke kekamar


nanti.”


“ Baik tuan muda.”


Pak Mun hanya mengantar sampai ke


tangga. Masih berdiri menunggu sampai Saga menghilang. Dia bisa melihat kalau tuan mudanya kesal mendengar semua yang dikatakan Arandita.


Apa benar nona sedang hamil ya? Gumam pak Mun, kalau mendengar dari cerita Arandita sepertinya sikap nona sedikit aneh.


Tapi Pak Mun belum berani menyimpulkan apa-apa, karena jika tidak, dia kuatir semua orang akan merasa kecewa.


Saga masuk ke dalam kamar,


menemukan Daniah sedang bergulingan di bawah selimut sedang bermain dengan hpnya. Saat dia mengeluarkan suara Daniah langsung terkejut.


“ Sayang, sudah pulang ya! Maaf aku


ketiduran tadi, ini baru bangun.” Diletakan hpnya cepat dan mau menyibak


selimut.


“ Diam di situ.” Mencegah Daniah


yang mau turun. “ Kau tidak apa-apa? pak Mun bilang kau pulang dengan wajah


pucat tadi?” Ikut berbaring di samping Daniah. Membiarkan selimut membatasi


mereka. Menyentuh kening, memeriksa suhu tubuh. “ Tidak demamkan?”


Pak Mun bilang apa si?

__ADS_1


“ Aku tidak apa-apa sayang, hanya


lelah sedikit habis belanja tadi. Jadi aku mandi dan langsung tidur tadi. Maaf


ya.”


“ Sekarang sudah baikan?” Kembali meraba pipi dan juga leher, memastikan suhu tubuh dengan tangannya.


“ Hemm.”


Saga duduk membuka jas dan


mengendurkan kancing kemejanya. Melemparkan jas yang dia pakai sekenanya.


“ Apa kau bersenang-senang hari ini


dengan adikmu.” Setelah membuka beberapa kancing kemejanya dia kembali tiduran di samping Daniah. memainkan rambut yang terburai dan masih sedikit lembab.


Aku tidak mau menjawab!


" Kenapa tidak menjawab, kau bersenang-senang dengan adikmu?" Meraih dagu Daniah. Menatap bibir mungil itu sebentar.


Cih, aku jadi kesalkan kalau mengingat kau berbagi sendok makan dengan adikmu. Bibir inikan hanya milikku.


" Sa, sayang, kenapa?" Daniah mulai merasai gelagat tidak biasa saat suaminya menatapnya. Dan benar saja, dia tidak menjawab dengan kata-kata tapi dengan tindakan nyata. Mendorong tubuhnya dibawah selimut. Sampai cukup lama kedua bibir itu menyatu.


Dia kenapa si, tiba-tiba mencium begini.


Saat Daniah mulai tersengal dan susah mengatur nafas Saga melepaskan bibirnya. Dia langsung bangun, membuka kemejanya.


" Aku mau mandi."


Apa dia marah karena aku tidak menjawab tentang Raksa.


" Apa mau kusiapkan air sayang." Daniah sudah ikut bangun dan menyibak selimutnya.


" Tidurlah! tidak perlu turun, pak Mun akan mengantar makan malam ke kamar."


" Ah, baiklah, aku akan menunggumu." Saga masuk ke dalam ruang baju meninggalkan Daniah yang masih di dera penasaran dan tanda tanya.


Dia kenapa si!


Pesan masuk ke hp Daniah. Diraihnya benda mungil itu cepat.


" Nona, maafkan aku!" Dengan emotik berderai air mata beberapa biji. Daniah mengeryit, apa maksud pesan Aran.


" Tuan Saga memanggil saya tadi dan meminta saya mengatakan semuanya."


" Apa yang nona lakukan seharian ini."


" Maafkan saya nona."


" Apa yang kamu bilang pada tuan Saga?" Balasan ketikan kilat Daniah.


" Semuanya nona." emoji menangis lagi.


" Dari kita datang kerumah nona sampai kita pulang. Dari hal seperti nona berbagi sendok dengan adik nona juga."


" Maafkan saya nona!!!" Emoji menangis semakin bertambah banyak.


Daniah menjatuhkan hpnya saat Saga membuka pintu ruang baju, sudah memakai pakaian rumah. Dan handuk kecil ditanganya untuk mengeringkan rambut.


Jadi karena itu dia menciumku seperti orang gila tadi, karena aku berbagi sendok dengan Raksa. Aaaaaaa, apa itu masuk akal tuan muda.


" Siapa lagi? adikmu."


" Haha, bukan sayang, hanya melihat akun sosial media toko." bergerak cepat menghapus semua pesan Aran yang barusan dia terima. " kemarilah! ku keringkan rambutmu."


Aran! kenapa kau sampai melaporkan hal sepele begitu si!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2